
"Hari ini aku libur sehari, kusempatkan selonjoran dan malas-malasan dengan Almayra,nemenin main Boneka,ada sesuatu yang hilang yaitu Bang Dewa,namun aku harus segera bangkit,aku harus membuktikan aku wanita kuat".
"Tak terasa air mataku mengalir deras,mengingat kelakuan Bang Dewa,apalagi dia lebih memilih Mawar,dan mempertahankan".
"Bunyi notifikasi,ku lihat Si Bos whatshap, malas sekali rasanya membukanya,tetapi aku takut kalau penting,segera ku buka".
"Mataku terbelalak melihat whatshap,dari si Bos ternyata mentransfer uang hasil menang tender,segera aku bangun dan melompat-lompat kegirangan,nominalnya cukup buat beli mobil bekas,senangnya bukan kepalang".
"Langsung aku whatshap ke grup team pencari rupiah"semua terkekeh.....kebetulan kami semua satu pun belom ada yang punya mobil".
"Semua setuju usulanku,beli mobil,kita janjian ramai-ramai ke dealer bekas saja sudah alhamdulillah, kita janjian hari minggu depan ,ke shorom mobil yang terkenal kualitasnya bagus, dan murah,nanti kita tawar ramai-ramai belinya lima biji,sudah tentu dapat discoun banyak".
"Aku keluar kamar,aku ceritakan kepada keluargaku mau beli mobil,mereka setuju dengan usulanku,dan semua sangat senang".
"Om nanti ajarin aku nyetir mobil ya,kalau udah punya sendiri",nggak usah nanti ,sekarang juga boleh pakai mobil om,nggak ah aku pakai mobil sendiri aja om nanti,takut kenapa-kenapa,nggak apa-apa Ndis....kalau rusak ya kita perbaiki".
"Nanti aja om,kebetulan dapat rejeki,minggu depan,aku ke showroom,dengan teman-teman,satu team kita berlima beli semua,kebetulan si Bos memang baik hati dan royal orangnya,tendernya juga besar sih,pasti keuntungannya besar sekali".
"Ayah cuma berpesan,kalau beli mobil ajak orang yang mengerti mesin",Iya Yah,kebetulan kakaknya Fitri,pemilik bengkel mobil terkenal,Roda Jaya, kebetulan hari minggu kakaknya libur,itu bengkel kakak temanmu,aku juga ke situ kalau ada kerusakan mobilku,Ndis".
"Syukurlah...".kata Mama Artha menimpali.
"Akan ku perlihatkan pada bang Dewa,aku akan ,β°sukses meskipun tanpa Abang,aku juga mandiri,akan ku buat Almayra bahagia meskipun papanya melupakan kami".
"Semoga Abang bahagia dengan pilihan Abang".
"Sementara Dewa,berbahagia dengan Mawar,sembari menunggu Gendhis untuk segera menyetujui hubungan nya dengan Mawar,dan melanjutkan ke jenjang pernikahan".
"Sebentar lagi Dewa bakalan kaget,seminggu sudah Gendhis mengajukan gugatan,pegawai pengadilan akan segera mengantarkan surat panggilan sidang,pertama".
__ADS_1
"Benar saja surat telah sampai di alamat yang di tuju,kebetulan yang menerima surat Bang Damar,abangnya Bang Dewa,dari mana pak?,tanya Bang Damar...,dari pengadilan ".
"Terima kasih pak...".
"Sontak Bang Damar terkejut,dan langsung membuka amplop coklat,dan bergegas ke dalam rumah".
"Ibu ,Bapak ,Bang Dewa juga kaget mengetahui ternyata Gendhis mengajukan gugatan".
Ibu Lasmi,melarang Bang Damar ,menelfon Bang Dewa,"Biarkan Dewa tau sendiri,sepulang kantor dari pada nanti dia kaget".
"Bang Damar pamit Balik kantor lagi,tadi hanya mampir sebentar,mungkin jam istirahat,kebetulan surat diantar pada saat bang Damar di rumah".
"Tak ingin ikut campur dalam urusan ini,dalam hati Bang Damar,karena adiknya memang salah,hanya menyayangkan,kasihan Almayra".
Tibalah Dewa datang,segera Bu lasmi,menyodorkan amplop coklat,bang Dewa sangat syok,mengetahui isi amplop itu"kurang ajar Gendhis Bu.....",sudahlah Dew...mungkin jodohmu,sampai di sini dengan perempuan sialan itu.
"Tentu saja Bu Lasmi kesal, uang dari Gendhis, jatah bulananjadi nggak dapat".
"Tidak kusangka,Gendhis yang begitu penurut,kini membangkang,aku sudah terlanjur sayang sama Mawar,apa memang jodohku hanya sampai di sini sama Gendhis".
"Bagaimanapun seharusnya Gendhis nurut,sama aku ,ku akui soal keuangan Gendhis banyak membantu keluarga sih".
"aku akan telefon Gendhis,sekarang".
"tring....tring....tring....,enam kali panggilan panggilan ,nggak diangkat"
"Gendhis baru saja selesai mandi,suara ponsel dari tadi berdering,Siapa sih?...kulihat Bang Dewa,kemungkinan sudah sampai surat panggilan itu,siapa takut akan aku hadapi,ku telefon balik habis pakai pakaian".
"Hallo Bang...,ada apa maaf aku habis mandi".
__ADS_1
"Kamu ya,cepat cabut gugatan cerai,aku tidak akan talak kamu,camkan itu,tidak ada kata-kata cerai".
"emangnya ada ya Bang,istri di duakan mau,kalau aku maaf saja,enggaklah ,aku akan tetap dengan pendirianku,aku sudah sakit hati sama Abang,oh iya Bang... selamat ya... ,kamu sekarang akan jadi duda ,dan kamu akan bebas menikah dengan Mawar,wanita pujaan mu itu".
"Segera aku matikan handphone secara sepihak,rasakan penderitaan,dan penyesalan Abang di mulai,telah menyakiti wanita yang sudah benar-benar ikhlas menyerahkan semuanya untuk Abang".
"Lagi dan lagi...air mataku menetes,meskipun wanita setegar karang,takkan mampu melewati,badai sedahsyat ini".
"Bang Axel tiba-tiba menelfon, Ndis hati-hati pesanku,jaga Almayra,aku kasihan sama kamu,Dewa barusan curhat ke teman kantornya tanpa sengaja aku ketemu,dia juga temanku,kami ngopi bareng,aku langsung kaget,Almayra mau di ambil paksa".
"Langsung aku keluar kamar,dan mengabari Ayah,Mama dan Gadhis,supaya hati-hati dan waspada,menemani Almayra".
"Hari minggu,saatnya membeli mobil dengan teman-teman,aku pamit Ayah,Almayra dan Gadhis aku ajak,kita janjian di showroom mobil".
"Semuanya sudah lengkap,tetapi kali ini ,kita semua bawa saudara masing-masing,tak lupa Fitri dan kakanya yang jadi tombak,karena dia yang paling mengerti".
"Terjadi tawar menawar,tentu kakaknya Fitri pandai, dan sudah tau harga pasaran,kita sepakat mengambil mobil yang sama tapi warna aja yang beda".
"Selesai sudah,aku memilih warna,hitam keluaran tahun 2019,menyesuaikan uang di kantong,teman-teman juga seiya sekata".
"Masing-masing di antar pegawai showroom,kecuali Fitri sama kakanya Tono namanya,kita semua belum ada yang bisa nyetir".
"Almayra merasa senang,dengan mobil barunya,aku bahagia melihat anakku bahagia,hanya ini yang dapat Bunda berikan,semoga ke depannya rejeki lebih berkah lagi,hari ini aku bersyukur kepada sang pencipta,begitu banyak berkah,melimpah meskipun tidak ada Papanya Almayra".
"Halaman rumah telah di buka lebar-lebar Ayah dan Mama duduk di kursi teras,mereka menanti kedatangan kita,aku bahagia bisa memberikan sedikit kebahagiaan untuk keluargaku".
Pak sopir showroom, segera menyerahkan kuncinya,dan berkas-berkasnya dalam satu map,aku menyerahkan kunci ke Ayah,"Di coba Yah sana sama Mama,sekalian Almayra,bagaiman mobilnya ada yang kurang apa enggak".
"Dhis kamu bikin minum ya, sekalian kakak bikinin kopi",iya kak bentar masak air dulu.
__ADS_1
"ku rebahkan badanku di kursi santai sembari menunggu Gadhis bikin kopi,kepalaku agak pening karena semalam kurang tidur,tapi begitu ketemu team ku,tak terasa canda dan tawa selalu hadir".