Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 28 Memusnahkan kekuatan Suhu Ajimat


__ADS_3

"Semua tawanan sudah merintih kesakitan,apalagi suster Luna,mereka mulai kehabisan tenaga".


"Ayah terkulai lemas....,"


"Istirahat Ayah.....,pinta Gadhis".


"Ajimat terlihat puas dan senang melihat semua tawanan kalah".


"Ajimat mulai melirik Gadhis".


"Hem.....sepertinya aku butuh bersenang senang dengan wanita cantik itu,apalagi dia masih perawan,akan segera kucicipi tubuh indahnya itu..".


'Paijo,Paidi bawa gadis itu ke kamarku,sembari menunjuk Gadhis......,Ajimat berlalu berjalan menuju kamar tidur,di susul Paijo ,Paidi,yang menyeret gadhis,gadhis menolak sembari kakinya menyepak paijo dan paidi karena kedua tanganya diikat".


"Ayah melotot namun tak berdaya".


"Mau kamu bawa kemana Gadhis.!!"


"Ayah Rangga bertanya...??".


"Ha ...ha...ha...Bogel mendekat sembari berbisik,buat acara hanimun Suhu Ajimat".


"Ayah memberontak,namun apa daya badan sudah lemas".


"Sementara semua rombongan,segera memarkir ke tiga mobil di rumah tua yang sudah hilang atapnya".


"Pak kyai dan pak Ustadz berjalan di depan memimpin rombongan,banyak sekali yang menghadang kami,makhluk yang tak kasad mata ,kenapa...?? sekarang jadi terlihat jelas,keringat dingin pun mengucur di seluruh tubuh kami".


"Om Raka tanpa bersuara,langsung mendahului pak Ustad,pak Kyai dan kami para rombongan,menuju pintu belakang seperti saat masuk dengan Ayah Rangga kemarin".


"Tanpa basa basi kami semua berlari masuk,kebetulan pintu tidak ada yang jaga,pak Ustadz menasehati kami, jangan hiraukan makhluk halus yang mengerikan di depan mata,fokus menolong tawanan dulu".


"Menaiki tangga dengan hati hati ,sampailah pada tempat yang di tuju kami semua langsung mengepung,Bogel,Jiwo,tejo,Paijo dan Paidi,sedang bermain kartu,mereka semua kaget,berdiri dan langsung memasang kuda kuda siap menghadapi lawan".


"Ayah Rangga dan semua tawanan,diikat di depan ruang pemujaan setan,tak jauh dari tempat anak buah,Suhu Ajimat bermain kartu".


"Ayah Spontan berteriak,melihat kami semua datang".


"Raka cepat tolong Gadhis,mau diperkosa sama Suhu gila,naik satu tangga lagi,kamu cari sebelum terjadi hal hal yang tidak diinginkan".

__ADS_1


"Mama arta berteriak juga".


"Apa.....!!".


"Ayo Raka aku ikut...!!".


"Debby dan Fitri berlari kecil mengikuti Mama Artha,tak ketinggalan tante Siska,Om Raka menoleh ke kanan dan ke kiri,mencari siapa yang bisa di jadikan petunjuk,mata tajam menemukan Suster Luna,segera Om Raka mengajak Suster menunjukkan jalan di mana Gadhis di bawa Suhu Ajimat,Pak Ustadz ikut dengan Om Raka,karena cerita dari Om Raka, Suhu Itu mempunyai ilmu yang sangat kuat".


"Pak kyai berusaha menghancurkan tempat pemujaan,dan jimat jimat yang ada di ruangan tersebut,namun tidak mudah,anak buah Ajimat telah bangkit,bukan hanya Paidi,paijo,Jiwo,tejo,bogel saja yang ada di area pertarungan ini,tetapi setan setan juga ikut andil,karena tempat mereka telah di masuki orang orang yang ingin menghancurkan tempat sesembahan ini".


"Semua bertengkar hebat,sehingga tak tau kalau Suster Luna menunjukkan kamar Suhu Ajimat".


"Pintu segera di dobrak oleh Om Raka Di bantu Pak Ustadz,sontak Ajimat terkejut,meninggalkan ranjang,perbuatanya sungguh sadis mengikat kedua tangan Gadhis,untung saja baru kancing yang terbuka, Gadhis memakai dalaman,tank top,Om Raka segera memukul Suhu Ajimat".


"Tangis Gadhis pecah,saat melihat kedatangan kami ,Pak Ustadz melepaskan kedua ikatan di tangan Gadhis,dari ranjang yang terbuat dari kayu jati berukurang besar".


"Gadhis berlari memeluk mama Artha,Mama pun menangis histeris,melihat keadaan Gadhis".


"Syukurlah Ma...,kalian cepat datang,apa jadinya Gadhis kalau kalian tak datang..".


"Kalian sudah menggagalkan rencana ku,dengan Wanita itu...!!Akan aku beri pelajaran ".


"Om Raka,dan semua wanita yang ikut terpental,Luna Debby,Fitri berlari mencakar Suhu Ajimat,mereka seperti kesetanan,sehingga mukanya babak belur kena cakaran,kuku Debby,Fitri menggigit lengan Suhu,Suster Luna memukul ***********".


"Agh....,ugh....,sialan kalian..!!".


"kesakitan sesaat,pak Ustad Gadhis,Mama Arta,tante Siska dan Om Raka,melongo melihat aksi ketiga temanya itu".


"Suhu Ajimat semakin geram dengan kelakuan 3 wanita ini".


"Secara refleks,diikibaskan Ke tiga wanita yang telah menyerangnya,kali ini Debby,Fitri,dan Suster Luna mengeluarkan darah dari hidung masing masing ".


"meringis kesakitan ketiganya,segera di rangkul,Mama Arta dan Gadhis,ketiganya pun pingsan ".


"Pertarungan di lanjutkan dengan Ustadz Sholeh hasbulloh,berlangsung dengan sengit,keduanya sama sama kuat,Ajimat mencoba mengeluarkan jurusnya,seperti biasa....., yang membuat kita semua terpental....,namun sayang bisa di tangkis dengan Ustadz Sholeh".


"Sekarang keadaan berbalik Suhu Ajimat yang terpental,tak lama kemudian dia berdiri,menatap tajam sang ustadz,mata merah,kuku kuku panjang keluar,badanya berubah jadi kekar".


"Mengerikan.....".

__ADS_1


"Mencengkeram tubuh Ustadz,membanting di lantai,Ustadz di buat kuwalahan,lemah terkulai pak Ustadz dibuatnya, darah pun mengalir dari hidung".


"kali ini Ajimat tak main main di angkat tubuh Pak Ustadz,dengan cara mencekik lehernya sampai kakinya tidak menyentuh tanah,sehingga tidak sempat membaca ayat ayat suci".


"Nafas mulai tersengal-sengal,kami semua meneteskan air mata,kecuali Om Raka yang tak meneteskan air mata,dia kan lelaki,tetapi tubuh Om Raka juga terkuali lemas tak bisa apa apa".


"Tiba tiba Suhu Ajimat,menjatuhkan Pak Ustadz".


"Semua anak buah Pak Kyai merapat ke arah Suhu Ajimat,mereka berkeliling ada sepuluh orang,Ayah dan para tawanan juga berkumpul".


"Ayah mendekat dan dengan lantang berbicara mengutuk Suhu Ajimat".


"Rasakan kamu Suhu jahat...!!,biadab...!!,kamu telah membuat kami semua menderita...!!,semua sesembahan telah di hancurkan oleh pak Kyai ".


"Pak kyai telah memusnahkan semua jimat jimat,kamu...".


"Tunggu sebentar lagi polisi akan menangkap kamu..!! dan kamu tidak bisa berbuat apa apa lagi..,kamu akan di hukum mati kalau tidak di penjara seumur hidup".


"Ajimat berubah menjadi jelek sekali,kekuatanya hilang seketika ,tak berdaya ,rupa dan badanya berubah menjadi tua".


"Semua tersenyum lega,terdengar suara gaduh menangis,setan setan telah di sempurnakan oleh pak kyai".


"Suara sirine polisi telah datang tepat ketika semua sudah selesai".


"Ayah segera bergegas keluar menceritakan semua kronologisnya kepada pak polisi".


"Kami berterima kasih kepada Pak Ustadz dan Pak kyai beserta anak buahnya,polisi pun ikut berterima kasih atas bantuan dan kerja sama,dan mengungkapkan kekejaman Suhu Ajimat".


"Bos Galih mendekat ke pak kyai,memberi kartu nama".


"Bersihkan Desa ini pak kyai,setelah itu pak kyai cari pemilik semua rumah dan tanah di sini,saya akan membelinya dan menjadikannya pondok pesantren,panti jompo,yatim piatu,Pak Ustadz dan Pak kyai yang mengelola kita bicara nanti".


"Suster Luna mengingatkan ada 2 orang lagi yang belom di tangkap mertua Gendhis".


"Pak polisi menginterograsi Bogel,dimana mereka bersembunyi".


"Gadhis mendekat ke pak polisi ".


"Pak tolong ditindak lanjutin ,kalau nanti Pak Seno dan Bu Lasmi ketemu,mereka dalang dari semua kejadian yang menimpa kami semua,sampai sekarang kami pun tidak tau keberadaan kak Gendhis dan Almayra di mana?".

__ADS_1


__ADS_2