Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 31 Kembalinya Gendhis ke rumah


__ADS_3

"Jam 4 Almayra sudah terbangun dan berceloteh,Gendhis pun ikut terbangun,Bang Sardan sudah duduk duduk di kursi depan penginapan,segera aku bergegas mandi,setelahnya ku hampiri Bang Sardan,ku ajak beribadah".


"Ayo Bang kita beribadah bareng,abang jadi imannya".


"Maaf Ndis aku belom pernah sholat,aku tidak bisa".


"Baiklah Bang nanti kita beli buku tuntunan sholat,aku ajarin sampai bisa,pokoknya abang harus berubah,harus jadi orang baik,aku beribadah dulu bang,nanti kita lanjut,bicara bagaimana caranya kita pulang,kalau sudah aman".


"Aku titip Almayra Bang ya..".


"Baiklah Ndis,aku jalan jalan dulu di sekitar sini,sama Almayra ".


"Ayo sayang kita jalan jalan ya ,menghirup udara pagi yang segar,Om Sardan gendong ya...!".


"Bang Sardan merasakan ada sesuatu,yang mengganjal hati,dari keluar gang tadi


Perasaanya nggak enak ,kayak ada yang mengikutinya".


"Jangan jangan keberadaanku sudah di ketahui mbah Sartijah,anak buah kakek Danu kan banyak!!".


"Aku harus segera kembali ke penginapan,bahaya Gendis adalah incaran mereka,karena dia memiliki golongan darah O ".


"Secepatnya,Bang Sardan berjalan menuju penginapan".


"Kamu sudah selesai beribadahnya Ndis?".,tanya Bang Sardan ke arah Gendhis.


"Udah Bang..!".


"Ayo kita jalan lagi".


"kamu tau nggak,kita sudah diikuti kemungkinan anak buah,kakek Danu".


"Ya tuhan .....Bang,kita harus bagaimana...?".


"kita lewat belakang rumah ini,nanti kita lewat jalan belakang,sepertinya ada jalanan,aku sudah membaca situasi rumah ini,lewat belakang lebih aman".


"Baiklah Bang aku mengemasi barang barang dulu ya".


"Ok sekalian punyaku,aku jaga Almayra,jangan sampai sasarannya ke Almayra".


"Mata Bang Sardan mengawasi,kanan dan kiri,kali ini dia benar benar waspada,ia tau siapa lawanya".


"Ayo Bang semuanya sudah siap".


"kamu ikuti aku kita jangan sampai terpisah,ya Ndis".

__ADS_1


"Mereka bertiga melewati gang gang kecil, sehingga belom memungkinkan memesan taxi onlaine ".


"Beberapa menit telah berlalu terlihat jalanan besar,akhirnya mereka bisa bernafas dengan lega".


"Segera kamu pesan taxi onlaine,sementara kita berhenti di sebuah pos milik warga,supaya tidak ketauan".


"Baik Bang aku pesan dulu ya".


Mobil putih merek Toyota terlihat dari kejauhan,nampak mengedip ngedipkan dua lampu,tanda mobil sudah dekat,sesuai instruksi Gendhis"kalau sudah dekat mohon kedip kedipkan dua lampu"


"Pesan Gendhis kepada pak supir ".


"Pesanan langsung menuju rumah Gendhis di jalan Flaminggo".


"Bang Sardan nampak gelisah,karena melihat Gendhis kembali kekeluarganya".


"Apakah...keluarganya sudi menerima lelaki bekas penjahat ini..??di hati Bang sardan dari tadi timbul pertanyaan seperti itu".


"Abang memikirkan apa...?,tanya Gendhis".


"Aku memikirkan apakah keluargamu menerimaku Ndis..??,aku bekas penjahat..!!".


"Tenang lah Bang,Ayah dan semua keluargaku orang baik semua,setelah mendengar penjelasanku nanti,aku yakin mereka bukan hanya menerima abang,mereka pasti akan berterima kasih,kepada Bang Sardan,apa jadinya aku dan Almayra tanpa bantuan abang".


"Gendis aku takut kehilangan kamu..?".Bang sardan memegang kedua tangan Gendhis,dengan perasaan khawatir".


"kalau begitu terima aku sebagai kekasihmu,aku bahkan akan jadi suamimu juga,aku berjanji akan membahagiakan kamu,tidak akan mengecewakanmu,kalau soal uang nanti kita pakai sisa jual emas kemarin,aku yakin denganmu aku akan menjadi orang sukses,aku orangnya nggak neko neko".


"Tapi Bang aku masih dalam masa idah,nanti kalau sudah selesai aku akan memikirkan lagi".


"Tapi janji ya Ndis,jangan tinggalin aku".


"Iya Bang..".


"Terpaksa aku mengiyakan permintaan Bang Sardan,kalau aku menolak bilang iya takut dia tersinggung,sebetulnya Bang Sardan,orangnya baik,muka juga lumayan tampan tak kalah dengan orang orang kota,Kalau dilihat lihat persis orang korea,badan tinggi semampai,dada rata,kalau tau Debby dan Fitri pasti mereka akan berebut".


"Tapi luka di hatiku menimbulkan trauma yang luar biasa,aku belom bisa menerima cinta siapapun".


"Non udah sampai,segera pak supir memberitahu aku yang sedang melamun di jok belakan supir,tanpa sadar sudah sampai di rumahku".


"Bang Sardan mengeluarkan uang ratusan tiga,segera menyerahkan ke pak sopir".


"Kebanyakan pak,ini habis cuma 150 saja,ini kelebihan banyak sekali".Pak supir mengembalikan sisanya.


"Tidak apa apa pak itu rejeki bapak".Bang Sardan bergumam dalam hati,aku akan terus menebar kebaikan sebelum ajal menjemput,kapan lagi aku menebus dosa kalau tidak sekarang,selama ini aku banyak melakukan kejahatan,meskipun kadang tanpa sepengetauan mbah Sartijah aku sering menolong orang".

__ADS_1


"Untunglah aku bertemu Gendhis,sehingga aku bisa berhenti menutupi perintah mbah Sartijah yang jahat,tapi bagaimanapun aku menyayanginya,sebetulnya tidak tega meninggalkan dia sendirian di sana,tapi aku juga harus memilih hidup yang wajar,bukan terkekang di dalam gua ".


"Aku kaget sekali banyak orang dan kelihatanya mereka menggelar pengajian,dalam hati kecilku berkata,semoga semua baik baik saja,Gendhis pun perasaanya sama seperti aku,kami saling beradu pandang".


"Bang gendong Almayra ya,aku masuk duluan abang mengikutiku dari belakang..".


"Semua orang menghadap ke depan,tidak ada seorangpun yang menyadari kedatangan Gendhis,fokus mengikuti doa bersama,ternyata doa bersama mendoakan Gendhis dan Almayra kembali".


"Gendhis merasa terharu mematung sembari meneteskan air mata,tak menyangka banyak orang menyayanginya semua saudara dekat dan jauh berdatangan,tak lupa sahabat kantor,team yang solid dan Bos Galih juga tak ketinggalan".


"Rasanya suaraku tercekik di tenggorokan menahan rasa haru,ingin memeluk semuanya dan berterima kasih,berkat doa doa mereka kita kembali selamat sampai di rumah".


"Assalamualaikum ....".


"Semua menoleh ke arahku,dan berteriak,menangis histeris".


"Gendhis....!!".


"Debby dan Fitri berlari memeluk,Gendhis,mereka bertiga saling berpelukan menangis bersama,sementara Bang Sardan diam mematung,Almayra juga sudah nyaman di gendongan Om Sardan".


"Semuanya berdiri bergantian berpelukan,Ayah Rangga,Mama Artha,Om Raka,Tante Siska,dan saudara saudara yang lain tak lupa tetangga pun ikut bahagia".


"Kini tinggal Firman,Aldi dan BosGalih,bergantian menyalami Gendhis".


"Tak seperti biasanya Bos Galih berdebar debar menyalami Gendhis,wajahnya nampak merah,menahan rindu,tetapi di sisi lain tampak guratan kekecewaan,karen pulang pulang Gendhis dengan laki laki yang sangat tampan".


"Bos...bos....",Gendhis menggoyangkan tanganya si Bos.


"Ma...,maaf,aku terharu kamu akhirnya pulang juga,siapa lelaki itu...?".


"Oh iya sampai lupa,sini Bang aku kenalin sama orang orang",sembari mengusap mata,karena basah dari tadi menangis terharu,Gendhis menarik Bang Sardan,untuk di kenalkan orang orang".


"Semua melongo,melihat ketampanan Bang Sardan,satu persatu disalami,Bang sardan sembari menyebut namanya".


"Sardan..".


"Aku menjelaskan secara detail,mulai awal hingga akhir,bagaimana perjuangan kami hingga bisa sampai rumah,kalau tidak ada Bang Sardan,kemungkinan tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya".


"Gendis juga meminta maaf kepada adik semata wayangnya,Gadhis ia pun bercerita kenapa waktu itu sampai tega meninggalkan Gadhis bersama tawanan lainya,sebenarnya tak tega waktu itu,tetapi sebenarnya ia ingin mengabari orang rumah, dan meminta bantuan,tetapi semua di luar rencana".


"Gadhis tersenyum manis".


"Tak apa kak,manusia hanya berencana,tuhan yang menentukan,aku melihat kakak pulang dengan Almayra dengan selamat sudah sangat bahagia,kita sama sama mengalami hal di luar nalar,semoga kedepannya tidak ada lagi orang orang yang percaya dan diperdaya oleh setan kak...!!".


"Amin....".

__ADS_1


"Semua mengamini omongan Gadhis,tak lupa Gendhis mengucapkan beribu ribu terima kasih kepada semuanya".


__ADS_2