
*****
Semua alarm terdengar ramai di pagi ini Sengaja mereka mengeset di handphone masing masing takut kesiangan seperti kemarin. Setelah semuanya mandi semua menuju ruang makan dengan santai tidak seperti kemarin.
Pagi ini kami juga menyempatkan meeting team untuk persiapan sesi tanya jawab. Setelah semua nasehat Bos Galih kami cerna kamipun bersiap menuju hotel dimana tender di perebutkan.
Sesampainya disana kami berbaur dengan sepuluh perusahan dan siap melanjutkan persaingan dan masing masing menonjolkan kesiapan apa saja yang akan di suguhkan setiap perusahaan jika nanti mereka memenangkan tender
Sesi tanya jawab telah selesai di hari ke dua ini Alhamdulillah kami masuk 5 besar. Kami berteriak kegirangan mendengarnya, Besok hari penentuan 3 Perusahaan akan dipilih kami harus menghadapi 5 perusahaan lagi.
"Hari ini hari yang melelahkan ya Bos, kami minta ijin berkeliling melihat hal hal baru sembari merefres otak yang tadi sempat tegang....!!??". Debby meminta izin untuk ke empat temanya termasuk dirinya.
"Terserah kalian yang penting hati hati besok masih ada 1 sesi lagi sama siapa kalian pergi...!!??". Tanya Bos Galih khawatir.
"Kami semalam sudah berbincang bincang dengan pak Rudi. Dia sanggup mengantar kami kemanapun....!?". Debby menjelaskan dengan antusias
"Ya sudah kalian refresing sana kalau pak Rudibyang mengantar...!?" Terang Bos Galih merasa lega karena pak Rufi yang mengantar.
Setelah melewati perjalanan sekitar satu jam karena sore ini jalanan agak macet.Tibalah kami di pengginapan merebahkan badan sebentar lalu kami bersiap siap berangkat.Pak Rudi sudah siap dengan membawa mobil jeep tanpa tutup.
"Wow ini mobilnya aku suka pengalaman pertama naik mobil jeep tanpa tutup...!?".Dengan antusias mereka berlari menaikinya Debby duduk di barisan depan sejajar dengan pak Rudi.
Sementara Gendis dan Fitri berhadapan hadapan dengan Vanya dan Rera kursi belakang mendampingi sehingga pas buat berenam.
"Wah...wah...kalian curang kami di tinggal sendirian di Villa sementara kalian senang senang ...!?". Tampak Adit dan Firman melihat dari rootof tempat kemarin kami bakar bakaran .Adit berteriak mau ikut kami serta.
"Kalian cari saja mobil jeep seperti ini nyusul kami ayo seru nih...!!". Ajak Gendhis yang mau teman lelakinya juga ikut.
"Pak Rudi ada nggak satu mobil lagi untuk mereka biar semakin rame dan seru..!!??". Tanya Gendhis
__ADS_1
"Wah sudah penuh semua Non, ini saja tinggal satu satunya kemarin...!!??".Bahaya kalau mereka sampai ikut gagal misiku menghabisi mereka. Gumam pak Rudi dalam hati.
Kalian jalan jalan saja sama mobil kantor. Biasanya ke club malam banyak bule bule cantik di sana. Udah ya kami berangkat. Fitri menyarankan karena kasian juga melihat mereka di tinggal.
"Boleh juga usul loh Fit....! Malam ini kita juga enggak kalah dengan kalian. Kita akan bersenang senang juga.. .!?". Teriak Adit dari rootof sembari tertawa lebar.
"Ya udah sana aku doain dapat bule sepuluh orang. Tapi awas kena penyakit k*lamin... Ha..ha...ha ..!!??".gelak tawa menyertai kepergian para srikandi. Sembari Debby berbicara ke arah mereka di rootof.
Pak Rudi memang benar kita dibawa melihat pemandangan yang sungguh indah. Sungguh memanjakan mata. Senja terlihat mulai tenggelam banyak sekali orang orang melihat dan menunggu tenggelamnya senja.
"Pak kita berhenti sejenak ya menikmati tenggelamnya senja...!!". kali ini Vanya bersuara. Karena baru pertama mereka melihatnya.
"Nikmatilah mumpung kalian di sini ...!!". Ini hari kebahagiaan kalian yang terakhir setelahnya kalian akan menangis darah.....gumamnya dalam hati.
Senja mulai beranjak pergi kamipun ikut pergi meneruskan perjalanan yang lebih seru kata pak Rudi. Kamipun mengiyakan. Tetapi kami ingat hari sudah mulai petang kamipun mengajak pak Rudi balik ke Villa.
"Pak kenapa kita lewat jalanan sepi....!!??". Tanya Fitri yang mulai pertama sudah curiga dengan Pak Rudi.
"Ini jalan pintas non karena kalau lewat jalan tadi macet makanya saya lewatkan sini...!!". Jawab Pak Rudi meyakinkan.
Kami semua tak dapat berkata kata karena Pak Rudi sudah membawa kita mutar mutar. bukanya cepat malah lama banget beda dari kita berangkat tadi.
"Pak kok nggak sampai sampai mana jalan besarnya perasaan semakin ke sini semakin sepi ...!!??". Saat ini Gendis juga mulai panik.
Tak ada jawaban dari Pak Rudi. Semakin kencang saja dia membawa mobil. Kami semua saling berpandangan satu sama lain.
"Pak...pak....bapak t*li ya....!!??". Debby sudah hilang kesabaran. kata kata kasarpun sampai keluar dari mulutnya.
Kalian semua diam kalau nggak diam loncat saja dari mobil ini...! tak akan ada mobil lewat kalau nggak kebetulan kalian akan mati kalau nekat.
__ADS_1
Huwa...huwa....kami semua serempak menangis tak tau apa yang harus kami perbuat. Fitri berteriak "Firasatku benar ternyata dia orang jahat...!!??". Debby dan Gendhis tertunduk lemas Vanya dan Rera hanya menutup mata.
"Tuhan kapan derita ini berakhir baru saja bahagia sudah ada lagi penderitaan...!!??". Debby berteriak histeris.
Semua memencet handphone tetapi sayang tidak ada sinyal karena jalanan di kepung perbukitan.
Dari jauh terlihat 2 orang lelaki menunggu kami. Dengan sangat kasar, Pak Rudi mengerem mobilnya yang tadinya bawanya nyaman sekarang seperti orang kesetanan.
"Awas kalian macam macam dengan kami, Meskipun kami wanita kami akan membunuh kalian kami akan keroyokan kalian yang hanya bertiga lawan kami berlima.....!!??". Teriak Gendhis yang juga sudah tidak tahan dengan perlakuan mereka. Pak Rudi hanya tersenyum sinis tanpa melihat ke arah kami.
kami di seret ke arah rumah tua yang besar danmengerikan. Rumah yang terbuat dari kayu semua. Kayunya pun mulai usang. Dimasukkan tanpa diikat tetapi kamar ini terbuat dari baja tentu saja kami tidak berbuat apa apa.
"Jederrrr...!!". Pintu di tutup dengan sangat keras.kami hanya menggelus dada. Vanya dan Rera menangis sejadi jadinya Kami merangkul mereka berdua berusaha mengguatkan.
"Vanya ...Rera.....kalian sabar ya ini hanya sebentar pasti ada jalan untuk kita kembali kepada team solid kita. Kita bercanda bareng lagi. kerja memenangkan tender lagi.
Vanya semakin menangis, histeris disusul Rera. Kami semakin tertunduk tak tahu lagi harus berkata apa kepada dua anak muda yang masa depan nya masih panjang, pengalamanya pun masih sangat minim.
"Kakak jangan menghibur kita.....mana mungkin kita bisa melawan orang orang yang seperti kesetanan itu. Apa salah kita...? mengapa mereka tega kepada kita....? yang hanya ingin melihat keindahan di sela rasa penat. malah berujung tragis seperti ini ...!!".Dengan suara bergetar Rera berbicara sembari menangis.
Tidak terdengar suara diluar sana kami mengusap air mata Vanya dan Rera. Menceritakan apa saja hal.yang mengerikan yang pernah kita lalui .
"Ayo bangkit kita cari jalan keluar.Kita jangan kalah sama mereka...!!". Debby memberi semangat
Fitri menemukan jalan turun ke bawah tanah....kami semua menyusuri tangga turun ke bawah. Sesampainya di bawah banyak sekali pakaian dalam wanita dan baju baju yang sudah sobek seperti hasil perkosaan . Tetapi dibuang kemana para korban ini. Kami semua menutup mulut sembari air mata beruraian .
Kami kembali ke atas bergandeng tangan menyusuri tangga dan dada kami berdegup sangat kencang malam ini benar benar mencekam. Terdengar pintu di buka, benar itu adalah Pak Rudi dan satu orang temanya.
"Malam ini kalian akan kami cicipi satu persatu bersiap siaplah untuk merasakan kenikmatan yang akan kita lakukan sebentar lagi. Besok baru kalian akan kami jual ke luar negri kapal laut dari luar negri akan datang membawa kalian besok ...!!". Teman Pak Rudi menjelaskan mau diapakan kami.
__ADS_1