
"Aku ikut,aku juga kak,Mama dan gadhis mau ikut juga menjemput Almayra, ke rumah Bang Dewa,kalau begitu tunggu aku pinjam mobil Raka dulu".
"Segera Ayah meminjam mobil om Raka, adiknya Ayah,aku telefon Raka mudah-mudahan dia ada di rumah,kata Ayah yang kelihatan gusar,tak sabar menjemput sang cucu tersayang".
"Assalamualaikum ".
"Halo kak...,Raka kamu di rumah,iya kak aku di rumah tumben ada apa...?Kakak kok telefon, biasanya tanpa di sangka sangka sudah di ruang tamu".
"Siapkan mobil aku mau pinjam,aku ke sana ya penting pokoknya,nanti kalau mulangin mobil tak ceritakan semuanya".
"Nggak usah kak...,aku saja yang ngantar,kalau penting...,nanti biar aku pulang bawa motor kak Rangga, kakak siap-siap saja ,kebetulan aku lagi nyantai nggak ada kerjaan".
"makasih kalau begitu..,Cepat ya ...".
"Ok kak,aku sangat menghormati kak Rangga,dia yang menyekolahkan aku sampai lulus kuliah dan dapat kerjaan,semua karena kak Rangga,tanpa dia apalah aku".
Tin...tin...,Sampailah di halaman kak Rangga,"ini kunci motor,masuk dulu makan,ada Ikan kesukaan kamu,bikin minum sendiri ya, kami pinjem mobil kamu...langsung aja kami berangkat ,ceritanya nanti saja ,ini penting,".
"Ok lah...kak ,tinggal aja aku nanti cari sendiri,aku tiduran di rumah kakak aja ,kebetulan siska sedang ke pasar sama anak-anak,aku juga lapar belom sarapan".
"Ayo Yah segera kita ke rumah Bang Dewa,kami segera duduk Ayah dan Mama di depan,aku dan Gadhis di kursi barisan tengah,barisan kursi belakang kosong".
"Segera Ayah melajukan kendaraan dengan tenang,berjalan sembara menata pikiran,dan omongan apa yang nanti akan kita sampaikan kepada Dewa dan keluarganya".
"Ayah menasehatiku,tetap tenang,tetap hormati orang yang lebih tua di sekitarmu,jangan emosi,nanti kalau di rumah Dewa,".
"Tapi bagaimana sabar kalau nanti Bang Dewa macam macam Yah...?,suaraku lirih parau menahan sesak di dada,dan menahan air mata supaya tidak jatuh,tetapi tetap jatuh juga".
__ADS_1
"Perjalanan ke rumah Bang Dewa tidak membutuhkan waktu lama,setelah sampai ku lihat Almayra sedang main dengan adiknya Bang Dewa,Danti..".
"Bergegas kita turun dari mobil,aku langsung memanggil anakku tersayang,Alma...,".
"Almayra menoleh dengan girang,lari ke arah ku dan ku gendong,ku cium pipi tembemnya,ayo nak ikut Bunda pulang...,seketika hatiku lega".
"Danti langsung menyalami kami,mempersilahkan masuk,dia anak yang ramah,dan sopan beda dengan sifat keluarganya".
"Mendengar suara kami....,Bang Dewa Keluar,mau merebut Almayra,untung saja dia nggak mau ikut dan lebih senang di pangkuan ku ,rasa kangen nya sama seperti aku ".
"Jangan kamu bawa Almayra".
"Tetap aku bawa Bang...,Ayah ikut angkat bicara sekarang,jangan kamu jadikan dia korban,biarkan dia ikut bundanya,Jangan ikut campur keluarga saya yah ...Gendis dan Almayra masih tanggung jawab saya".
"Oh begitu....?setelah apa yang kamu perbuat,kepada putri saya, kamu berani bilang jangan ikut campur urusanmu,kamu sudah menyakitinya,jadi aku harus turun tangan ".
"Kemarin aku memang masih ingin kalian baikan,tetapi kata Gendhis kamu lebih memilih wanita itu,maaf saja kalau kamu sudah mencukupi Gendhis dan Almayra, mungkin masih bisa di pertimbangkan ini kan enggak,rumah saja masih belom bisa beli,sudah salah tingkah".
"Sudahlah Bu,aku bundanya biarkan sementara ikut aku,nanti kalau sudah besar dan mengerti biar dia yang memilih ikut siapa,papanya atau denganku",dengkusku kesal....
"Bagaimana Dewa...",?Mama Artha juga tampak geram,dengan perlakuan keluarga Bang Dewa.
"Pak Seno cuma bisa diam,Bapak Bang Dewa seperti suami suami takut istri,hanya bisa mengekor di belakang Ibu Lasmi".
"Gendhis ikut berkomentar,karena dia sangat sayang dengan keponakan satu-satunya,maaf Bang kasian mental Almayra kalau Abang nggak ngebolehin kita bawa Almayra,dia masih kecil,lihat saja Alma nggak mau turun dari gendongan,Bundanya".
"Ok...aku setuju,tapi aku dan Gendhis harus baikan,satu lagi ,Gendhis harus menyetujui aku menikah dengan Mawar".
__ADS_1
"Apa....??Kasih aku waktu dulu biar aku merenungkan,permintaan Abang...".
"Kalau begitu sekarang kita pamit,mobil Om Raka mau di pakai resepsi"tak kehilangan akal tiba-tiba terlintas dalam benak ku,untuk berbohong,aku sudah geram,dengan permintaan-permintaan tidak masuk akal Bang Dewa".
"Meskipun aku jengkel aku tetap menyalami Ibu Lasmi,dan Pak Seno"
"Kamipun mengakhiri dengan salam,segera beranjak menuju mobil".
"Dengan laju sedang Ayah mengemudikan mobil,kami semua lega,karna Almayra sudah di tengah-tengah kami lagi".
"Ndis kenapa kamu berbohong soal memikirkan ingin kembali ke Dewa,dan menerima permintaan nya yang gila itu",tanya Mama Artha,enggak Ma...aku cuma berbohong,ingin segera meninggalkan rumah mereka".
"Lagian aku sudah mengajukan gugatan cerai,dan tak mungkin aku cabut,seminggu lagi sudah ke alamat Bang Dewa,untungnya surat itu belom sampai ke alamat mereka,kalau sudah aku yakin,Almayra nggak boleh kita bawa".
"Habis ini kalau Bang Dewa mengajak Almayra,jangan di bolehin kecuali dia ketemu di rumah dan dalam alasan keluarga kita".
"Syukurlah ndis,aku pikir kamu berubah fikiran".
"Sesampainya di rumah,Om Raka Tertidur di ruang tv,sekaligus ruang keluarga,mendengar kita pulang,langsung membuka mata,dan duduk sembari membuka gelas berisi kopi pahit,kesukaan".
Almayra turun dari gendonganku,berlari ke om Raka ...,"halo cucu om yang cantik,sini pangku opa Raka",Kami segera duduk , Gadhis, bikin minum,perintah Ayah...!
"Sebenarnya dari mana Kak,dan ada apa,kok katanya penting sekali,kok cepat pulangnya kak".
"Ceritanya panjang Raka,ini soal rumah tangga Gendhis ",Ayah menceritakan semua kelakuan Bang Dewa kepada om Raka,mulai awak hingga Almayra di tengah-tengah kita lagi seperti saat ini.
"Aku nggak habis fikir kurang apa Gendhis,kerja iya,wajah juga cantik..".Kurang ajar kali om aku menimpali sambil ketawa,hatiku sudah terobati dengan kembalinya Almayra".
__ADS_1
"Oh iya om aku juga sudah mengajukan gugatan,kalau di minta saksi di pengadilan nanti,mau nggak om jadi saksi",siap Ndis nanti om dan tante yang temenin,kamu tenang aja".
"Aku ke kamar dulu ya mau istirahat"dari tadi aku masih pakai pakaian kantor,mau ganti langsung,tidur,capek banget hari ini benar-benar menguras pikiran,untung besok Si Bos nyuruh kita libur sehari,barang kali dia juga kecapekkan".