
"Ayah Rangga dan Mama Artha baru saja mendapat telefon dari Firman,mereka heran kenapa jauh sekali dari kota ngapain Gadis,sama perawat,mereka masih menerka nerka,tetapi Mama Artha langsung menangis histeris".
"Mama sering melamun di teras rumah,menanti kabar ke tiga orang yang di cintai,kini tidak tau di mana keberadaanya".
"Di kampus Gadhis juga tidak tau di mana keberadaanya,Dosen,maupun teman-temanya juga tidak ada yang tau".
kemarin memang Liburan,kami nekad siapa tau ada teman Gadhis yang tau.
"Dua hari yang Lalu keluarga Gadhis pulang dengan tangan kosong".
"Ayo Yah kita ke desa Lembah Sirah...aku sudah tidak sabar apa yang sebenarnya terjadi dengan putri-putriku".
"Baiklah aku akan segera telefon Raka sama Siska,mereka ikut pencarian lagi apa enggak".
"Segera Ayah Rangga telefon adiknya,dan segera pula om Raka mengangkat telefon nya,Ayah menceritakan apa yang Firman ceritakan kepadanya tadi siang".
"Tentu saja kak Aku ikut,kemanapun kakak pergi mencari keponakanku aku siap,ya sudah sekarang kita mau berangkat kamu siap-siap ya".
"Ok kak Aku akan mengajak Siska sekalian biar ada temanya Kak Artha".
"Ayah segera siap-siap ,karena perjalanan ke sana membutuhkan waktu enam jam lamanya".
"Tak lama Mama Artha sudah siap berada di samping mobil Ayah,semua rumah sudah di kunci ,tinggal mengunci pintu pagar".
"Ayo ma,kita berdoa dulu sebelum berangkat semoga pencarian kali ini tidak sia,sia".
"Setelah memanjatkan doa,dengan segala kerendahan hati ,Ayah Rangga dan Mama Artha,berharap kali ini mereka pulang dengan membawa anak dan cucu kesayangan".
"Amin"
melaju kendaraan dengan agak cepat senang karena mendapat titik terang,sedih kenapa Gadhis bersama perawat,....beberapa menit sudah sampai di depan rumah Om Raka".
"Segera Om dan tante Siska naik,dan kali ini Om raka melajukan dengan agak cepat,tak sabar segera menemukan keponakan tercinta".
"Sementara rombongan kantor berencana besok pagi baru berangkat".
__ADS_1
"Setengah perjalanan Ayah, membahas tentang teman-teman Gendhis yang solid,mereka berangkat besok".
"Syukurlah kak...,Gendhis banyak yang sayang,meskipun Dewa menyakitinya".
"Tapi kita semua heran ternyata bukan Dewa,di balik peristiwa ini,yang aku takutkan mereka kecelakaan,sampai sekarang motor juga nggak di ketemukan".
Kurang satu jam perjalanan,sebaiknya kita mencari penginapan,sepertinya tidak memungkinkan mencari malam hari.
"Baiklah kak,Biar siska mencari penginapan syariah,di aplikasi handphone,kita cari yang harga-harga bersahabat saja,kita cuma butuh istirahat,pagi-pagi kita sudah cek out".
"Tante Siska segera mengetik dan mencari di aplikasi yang biasa mereka lakukan ketika liburan,muncullah Penginapan Syariah Khodijah,
segera menyodorkan handphone ke Mama Artha,dan semua menyetujui malam ini menginap di sana".
Tiba-tiba ide tante Siska muncul,"karena harga murah kita ambil dua hari minta discount harga,kalau memang besok langsung menemukan mereka kita fikirkan lagi besok soalnya ini satu rumah,murah lagi".
"Tibalah di penginapan yang asri,kamipun segera masuk dan langsung menuju kamar masing-masing ,tak memikirkan makan ,karena saking ngantuknya Bang Raka".
"Untunglah aku membawa sedikit bekal,sehingga nanti kalau ada yang lapar malam-malam sudah ku siapkan di ruang makan penginapan ".
"Tak terasa terdengar alarm waktunya bangun,menunaikan ibadah,Mama dan Ayah terbangun bersamaan,baru kali ini tertidur lelap,setelah berhari-hari nggak bisa tidur memikirkan anak-anak".
"Kamipun berjamaah bersama-sama setelah beribadah berdoa bareng,semoga cepat di pertemukan dengan anak-anak".
"Bersiap-siap ke lembah sirah,tempat informasi dari Firman di dapat".
"Setelah breakfeas,kita semua bergegas meninggalkan penginapan"
"Mobil berjalan perlahan-lahan,sesekali berhenti mencari tau di mana Lembah sirah berada,seorang bapak menyarankan kami untuk kembali saja,itu tempatnya angker,setiap orang yang kesana jarang yang pulang dengan selamat kecuali,punya ilmu kebal".
"zaman dahulu kepala-kepala di buang ke jurang tersebut,makanya namanya Lembah Sirah",Siska langsung berkeringat dan merinding karena kalau soal angker angker dia penakut".
"Mama langsung meneteskan air mata,kita harus ke sana Yah,bagaimana nasib anak-anak kalau bukan kita yang menolong,siapa Yah ....".
"Aku ada ide kak bagaimana kalau kita cari ke rumah sakit dulu,siapa tau mereka di rumah sakit bukan di Lembah sirah".
__ADS_1
"kita berputar balik menuju rumah sakit di daerah Suko maju,bersebelahan di desa Lembah sirah,di perbatasan ada Supermarket, mungkin ini yang di infokan Firman ke aku kemarin".
"Kita cek satu persatu rumah sakit,puskesmas,dan bertanya ke sana kemari sembari menunjukkan foto mereka ber tiga barangkali ada yang ngeliat,sampai sore nggak ada titik terang,kami semua lemas,menghadapi kenyataan ini".
"Aku yakin Yah ini ada apa -apa dengan Anak anak kita,dan firasat ku mereka ada di Lembah sirah,iya kaka aku juga berfikir seperti itu".
Kita kembali lagi tak percaya,dengan semua ini,kenapa rumah sakit satu pun tidak ada,pasien ke tiga anak-anak kita.
Lega berarti tidak terjadi apa yang kita fikirkan,tetapi sesak di dada,karena sampai saat ini belom lagi menemukan titik terang.
"Raka kenapa kita tidak tanyakan pegawai Supermarket di sana tadi,ayo kita kembali ke sana,iya kak betul,sampai-sampai kami tidak berfikir ke arah sana...".
mobil berbalik lagi menuju Supermarket,setelah sampai, Kak Rangga langsung turun dari mobil, berjalan cepat, mencari informasi ke satpam dan ke kasir.
"Mereka membenarkan ada empat orang,dua perempuan salah satunya mengarah kepada wajah Gadhis di foto handphone milik Ayah,satunya suster,duanya laki-laki kembar yang di dengar satpam waktu itu namanya Paijo dan Paidi".
"Om Raka bertanya apa yang mereka beli".
"Pak satpam menjawab..Lilin,keperluan mandi,makanan-makanan,sabun cuci,dan banyak lagi belanjaanya,sepertinya,buat persediaan berhari-hari".
"Saya juga melihat mereka membawa kendaraan mobil van,warna hitam,platnya saya nggak perhatikan ,soalnya parkirnya agak jauh di sebelah pintu keluar parkir supermarket".
"Mereka sepertinya mau ke Lembah sirah,karena Supermarket ini perbatasan antara Desa Suko maju dan Desa Lembah sirah,makanya banyak orang yang menganggap ini Desa Lembah sirah".
"Itu jalan yang tajam ke bawah itu baru memasuki Desa Lembah sirah".
"Makasih Pak infonya,oh iya pak kita belom kenalan,Nama saya Rangga,ini adik saya Raka,ini istri saya yang gemuk Artha,yang ini masih muda istri adik saya,Siska".
"Nama bapak siapa...?",Nama saya Ozy botak,karena wajah saya mirip Bang Tigor,suami,suami takut istri,akhirnya panggilan saya Tigor.
"Siska mengamati memang benar wajahnya mirip bang Tigor,badanya kekar besar,tinggi".
"Simpan pak no telefonku ya,Ayah Rangga memberikan no telefon dan bertukar no"
"kalau ketemu orang-orang kemarin segera telefon kami".
__ADS_1
"Siap pak",Ayah rangga memberikan uang rokok
"Bang Tigor senang sekali".