
*****
Rombongan Gendhis sampai pada sebuah penginapan yang asri. Semua meminta nginepnya kali ini di Villa bukan di hotel. Tentu saja Bos galih mengiyakan walaupun sedikit mahal karena yang meminta wanita idaman nya Gendhis.
"Akhirnya setelah perjalanan jauh aku bisa merebahkan tubuhku...di kasur yang empuk..!?". Debby langsung membanting tubuhnya di kasur.
"Mandi dulu nggak gerah apa kamu Debb...!?". Tanya Gendhis sembari menata barang bawaanya di lemari yang telah di sediakan di Villa ini.
"Untung ranjang kita sendiri sendiri jadi nggak berbaur dengan keringat Debby ...!!". Fitri juga ikut menimpali sembari berjalan menuju kamar mandi dan hendak segera mengguyur tubuhnya.
"Kalian nggak tau rasanya badanku seperti remuk....tetapi aku ada cara supaya rasa sakit ini hilang....? pingin tau nggak apa rahasianya...?!". Tanya Debby sembari menatap langit langit dan membayangkan sesuatu.
"Apa coba aku ingin tau...!!??".Tanya Gendhis penasaran.
Telefon sayangku Arjuna bisa menghilangkan rasa penat ini....makanya kamu Ndis...! terima cinta Bos Galih kurang apa coba...yang penting orangnya baik nggak aneh aneh...saran Debby menasehati
"Sudahlah telefon sekarang Bos Arjuna. Daripada kamu ngelantur nggak karuan...!?". Gendis menggelengkan kepala keheranan melihat tingkah Debby.
Hallo sayangku aku baru sampai capek....banget.....Dengan suara manja Debby terdengar mengeluh pada pak Arjuna.
Aku tadi sedang meeting dengan semua karyawan begitu tau kamu yang telefon aku langsung keluar meminta izin. Aku kangen juga satu jam seperti setahun sayang.....Debby langsung bangkit dari tidurnya mendengar ucapan kekasihnya yang juga kasmaran.
****
Keesokan harinya semua tergesa gesa karena kecapean sehingga waktu ke tempat meeting yang sangat penting tinggal 1 jam. Semua berhambur mandi bergantian sembari berlari lari ke meja makan yang sudah di siapakan pihak Villa.
"Ayo semua sudah sarapan waktu meeting kurang seperempat jam. Ini kesalahan kita semua berdoa saja semoga waktu berpihak pada kita....!?". Bos Galih adalah Bos yang bijaksana ia tidak menyalahkan anak buahnya.
karena ini memang salah semuanya.
__ADS_1
Semua memasuki mobil dan membawa makanan di tangan mereka masing masingulai dari roti dan kue kue basah yang memang sebagai makanan penutup mereka.
Maaf ya Bos sembari memakan kue lapis Debby Di susul Gendhis dan Fitri dan karyawan lainya meminta maaf.Kali ini supir kantor melajukan kendaraan dengan cepat sampai kami menutup mata. Untungnya jalanan sepi sehingga otiba di tempat meeting kurang 5 menit lagi di mulai.
"Alhamdulillah akhirnya kita sampai tepat waktu terima kasih pak .....Aku janji nanti kalau kita memenangkan Tender ini aku kasihkan mobil ini untuk bapak...!?". Bos Galih bernafas lega melihat patnernya juga masih persiapan semua .
Semua Bos berjabat tangan dengan senyum penuh harapan. Sembari berjalan menuju ruangan meeting kali ini pesertanya sangat banyak bukan hanya di dalam negri saja tetapi dalam luar negri juga.
*****
Meeting berjalan dengan lancar Seperti biasa Sri kandi Bos Galih dan team berhasil adu ketangkasan dalam menjawab materi materi perusahaan yang akan di perebutkan. Hari ini awal perjuangan mereka.
"Baiklah untuk menentukan perusahaan mana saja yang terpilih akan kami umumkan. Sementara kami menimbang, menilai, dan mengambil 10 perusahaan untuk kita saring lagi menjadi 5. Demikian yang dapat kami sampaikan. sampai ketemu besok dan kami harap ke 10 perusahaan ini diharapkan bisa menyiapkan jawaban jawaban yang akurat ketika sesi jawab menjawab...!!??". Penjelasan perwakilan pemilik tender.
Semua team Bis Arjuna berjabat tangan mereka bersyukur saat ini perusahaan telah terpilih meskipun besok masih harus berjuang lagi.
Tampak penjaga Villa ramah sekali memperhatikan kami para wanita...Kebetulan sekali wanita di team kami ada 5 selain aku Debby dan Fitri. Fitri melirik tajam ke arah penjaga Villa tersebut.
"Sore semuanya....!?". Sapanya ramah....
Gendhis dan yang lainya membalas pesan penunggu Villa itu, kecuali Fitri. Kami para wanita berkumpul di lantai dua. Ada sebuah rootof cantik untuk melihat pemandangan laut dari kejauhan. Dua wanita yang jabatannya di bawah kami namanya Vanya dan Rera, pekerjaannya membantu kami mengedit data data yang akan di suguhkan saat meeting setelah kami revisi. Tentu saja atas perintah kami. Mereka baru 4 bulan kami rekrut ke Bos meminta bergabung. Karena kinerja mereka cocok dengan kami bertiga. Lagi lagi penjaga itu sok akrab ikut gabung dengan kita.
"Boleh aku tambahkan bakar bakaran supaya kalian enak ngobrolnya. Sembari bakar jagung atau bakar sosis....!?". Saranya penjaga Villa yang bernama Rudi itu.
Boleh pak silahkan untuk jagung dan sosisnya beli dimana ya ..? Tanya Gendhis.
"Saya telefon saja pedagangnya langsung datang COD biasanya tamu tamu di sini..!?". Kata Mas Rudi.
Tak menunggu lama terdengar suara laki laki menjawab panggilan telepon tersebut dan beberapa menit saja semau pesanan benar sudah sampai. Dengan sigap pak Rudi menyiapkan semuanya kami tinggal menikmatinya saja.
__ADS_1
kamipun menyantap jagung dan sosis tersebut. Bos Galih dan semua teman lelaki asik bermain billiard di lantai bawah tepatnya di taman belakang.
"Debb aku kok nggak suka dengan pak Rudi dari tadi tidak beranjak dari kita. Risih laki laki kok ikut nimbrung wanita ...!!??". Bisik Fitri pelan.
"Ah biarin saja lumayan buat bantu bantu kita. Dia maunya begitu gak mungkin kita suruh menghindar kan...!!??". Jawab Debby malah lebih membela pak Rudi yang memang banyak membantu mereka.
Aku seperti mencium gelagat tidak baik dengan orang ini. Kita lihat saja nanti mudah mudahan firasatku salah. Gumam Fitri dalam hati .
Vanya dan Rera juga malas kelihatan sekali setiap di ajak bicara hanya menjawab datar saja dengan pak Rudi. Tapi ia bisa apa hanya terdiam dan memandang api yang sedang menyala sesekali mereka berdua beradu pandang. Aku mencoba mendekati Rera dan Vanya.
"Eh kalian nggak suka ya ...? dengan pak Rudi ...!!??". Tanyan Fitri singkat.
"Kok kakak tau...!!". Timpal Vanya.
Karena kak Fitri juga tidak suka juga kan...?? Timpal Rera yang juga mengetahui kalau Fitri tidak bisa berpura-pura .
"Iya betul apa firasat kalian sama denganku ..!!??". Fitri menginterograsi anak buahnya.
"Iya kak kayak ada aura nggak baiklah pokoknya dari tadi kami berdua membicarakan in!!". Jawab Rera.
Pak Rudi memperhatikan kami bertiga sembari memicingkan mata. Sepertinya ia curiga kalau Fitri, Vanya dan Rera membicarakan dirinya.
"Bu besok kalau mau saya ajak keliling saya tau mana mana tempat yang bagus untuk di kunjungi. Ibu cukup membelikan saya rokok nggak apa apa...!?". Tawarnya kepada Debby dan Fitri sembari sesekali melirik kami bertiga.
"Bener ya setelah kita meeting kita refresing keliling kota Bali ke tempat tempat yang belum begitu di jamah orang..!!??". Timpal Debby kegirangan.
"Baik bu siap jam berapapun...saya akan antarkan ke tempat yang gak mungkin Ibu lupakan...!!??". Sahut pak Rudi dengan bangganya.
"Lihat saja apa yang besok akan aku perbuat aku akan cicipi kalian berLima secara bergilir....!!??". Gumam pak Rudi dalam hati.
__ADS_1