Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 24 Ruang Bawah Tanah


__ADS_3

"Bagaimana kalau dia lewat jalan situ, tau ada mobil dua berhenti,dan ada pohon menghalanginya,kita harus segera bergegas mencari persembunyian mereka".


"Iya kak tapi orang -orang capek kelihatanya ,dan hari sudah mulai malam,biar mereka istirahat,kita yang mencari dulu,baiklah kak Aku akan kabarkan mereka".


"Om Raka segera bergegas, mengabari mereka, sedangkan ayah tetap berjaga-jaga, di semak-semak dekat jalanan ".


"mereka berkumpul di lantai dua rumah tua, kebetulan tadi ada tumpukan kardus,di dalam kamar bawah, dekat ruang tamu,mungkin itu kamar tamu dulunya, kardus di buka satu persatu untuk alas tidur dan duduk-duduk".


"Segera Om Raka menaikki tangga dengan hati-hati,karena hari sudah mulai gelap,di lantai atas terlihat cahaya lampu cas yang jadi satu sama kipas angin kecil,Debby sama Fitri selalu membawa kemana -mana,mereka nyalakan kepunyaan Fitri,sedangkan kepunyaan Debby buat jaga-jaga kalau batre satunya kehabisan".


"kalian di sini saja ya Aku,dan Ayah Rangga akan menyelidiki keberadaan orang yang membawa motor Yang Gendhis bawa tadi".


"Apa tidak sebaiknya besok aja Om,timpal Fitri,hari sudah mulai gelap,Adit dan Firman juga mengiyakan perkataan Fitri,begitu juga Bos Galih,tenaga mereka sudah terkuras habis,setelah mengalami kejadian menyingkirkan pohon tadi,dan semua kelelahan".


"Kalian istirahat saja kami hanya berjalan,dan berjaga-jaga di sekitar sini saja".


"Ya udah Bang hati-hati",tante Siska menasehati,suaminya Om,Raka".


"Raka apa aku ikut dengan kalian",pinta mama.


"Jangan kak,aku saja sama kak Rangga,kakak istirahat saja temani mereka",baiklah... hati-hati.


"Om Raka segera balik badan, menuju lantai bawah,berjalan keluar ,menuju jalanan yang penuh dengan kerikil kecil, sisa-sisa aspal jalanan,menuju Ayah Rangga yang sudah siap berangkat".


"Dan kedua orang tersebut ternyata Paidi dan Paijo,mereka telah sampai pada pohon yang menghalangi,ternyata benar saja,dua makhluk halus,teman mereka yang mengganggu jalanan".


"Berambut panjang,muka sangat menjijikkan,mata keluar darah ,berbaju putih,kakinya pun tidak kelihatan,yang satunya selalu menundukkan kepala,menyembunyikan wajah mereka, lebih parah dari satunya,karena ada salah satu dari area wajahnya yang hilang mungkin matanya hilang satu".


"Tentu saja Paijo dan Paidi,biasa saja mereka sudah berteman,kelihatanya sering membunuh orang di wilayah Lembah sirah,sehingga makhluk-makhluk di sini berkawan semua,dengan mereka".

__ADS_1


"Hei,...jangan ketawa terus kamu,ke mana orang-orang yang punya mobil ini,tangan mereka menunjuk ke arah jalanan menuju rumah-rumah tua itu".


"Sialan...".berani-beraninya mereka masuk Desa Lembah sirah ini,mau setor nyawa apa,Paidi berucap,kita harus segera lapor Suhu".


"Tetapi kita harus ke Supermarket,perintah suhu penting,kalau kita nggak dapat pesanan yang dia mau,bisa jadi sasaran empuk kita".


"Baiklah kita ke Supermarket dulu".


"Ayo singkirkan pohon besar ini,pasti ulah kalian,kalau kalian nggak nurut sama kita,aku laporkan sama Suhu biar di musnahkan kalian".


"Paijo berbisik kepada paidi,tetapi ide mereka bagus juga,supaya tidak ada orang yang berani masuk ke markas kita juga kan".


"Tiba-tiba pohon berdiri dan di buang ke samping,mereka tertawa,seperti mak lampir,dalam film-film".


"Ayo kita segera berangkat,jalankan motornya",jangan lupa beli bensin juga sudah menipis,sudah di strip,merah".


"Bermacam-macam bentuk,anehnya banyak sekali yang tanpa kepala,makanya di namakan Desa Lembah sirah".


"Sementara di rumah tua banyak sekali makhluk halus yang mau masuk ke dalam sana,mereka segera bergelantungan di atap genteng,di cendela,dan di tempat-tempat yang Lembah di rumah itu".


"Satupun dari rombongan nggak ada yang melihat,makhluk tak kasat mata itu".


"Tiba-tiba,Bos Galih merasa agak panas,maklum ada yang mau memasuki tubuhnya,tetapi tidak bisa,karena sedikit banyak Bos Galih,rajin ibadah,kebetulan dia mau tayamum,sekitarnya tak ada air,sengaja kran air,di putus"


"Semua mulai terasa hawa negatif muncul,Debby tiba-tida merasa ada yang meniup rambutnya dari belakang, hingga ke depan sekali,sontak berteriak,ke Fitri karena mereka berdekatan".


"Fit nggak usah tiup-tiup aku deh,kenapa kamu lakukan itu".


"Hah....!apa maksudmu,sama sekali aku nggak tiup kamu,kurang kerjaan apa,aku melakukan itu semua ".

__ADS_1


"Debby langsung merinding,keringat dingin keluar,kelihatan bulu-bulu di tangan berdiri,langsung kepalanya gedek-gedek,merasa ada makhluk tak kasad mata mengganggunya".


"Semua orang saling beradu pandang,melihat kelakuan Debby dan Fitri".


"Setelah berjalan beriringan Om Raka dan Ayah Rangga,terkejut bersamaan,saling beradu pandang,melihat ada rumah mewah di tengah rumah-rumah yang sudah rusak,meskipun rumah itu cat nya sedikit luntur,namun tak menghilangkan kemewahannya".


"Segeralah Om Raka dan Ayah Rangga,mengendap-endap mendekati rumah tersebut,menyelinap di balik tembok besar,masuk melalui pintu belakang".


"Masih belom ada tanda-tanda,hanya melihat semak-semak yang sama menjulang tinggi,di pintu belakang, yang kita temui tadi,ada pekarangan,dipagari pagar berbentuk jaring besi, dan pintunya juga terbuat dari besi, untung saja tidak di kunci sehingga,kita bisa masuk dengan leluasa".


"Tibalah di pintu belakang menuju ruang dapur,kami berusaha membuka,namun terdengar suara kaki melangkah juga mau membuka pintu".


"Segera kami berlari kembali ke pekarangan,di pojok sana ada plat besi bisa di buka,kami pun tidak tau apa isinya,kebingungan segera kami buka besi dan segera masuk ke plat besi,yang sepertinya ruang bawah tanah".


"Benar saja ada tangga menuju bawah tanah,kaget nya bukan main kami,melihat banyak tengkorak kepala di sini,mau muntah.....,sepertinya ada yang baru satu bulan".


"Kami segera menutup mulut,dan menekan perut".


"Ku dengar ada dua suara,mencari kunci hendak mengunci plat besi ini"kak mati kita bagaimana kalau kita terkunci di sini,bagaimana nasib orang-orang,kita harus bertindak".


Salah seorang dari mereka sedang bersiul,terdengar suara memanggi" bogel......ini kuncinya sudah ketemu....,ternyata tergantung di kamar mandi tempat handuk,waktu aku mandi aku gantung di situ ".


"Dasar kamu pelupa,masih muda sudah pikun bagaimana kalau sudah,tua ".


"Datang lagi seseorang sedang membabat rumput,brum....brum....brum....,terdengar pas di atas kanan dan kiri kita".


"Datang lagi satu orang,memegang gergaji kayu, terdengar suara nyaring di telinga sedang memotong kayu".


"Tenang saja dulu....tahan napas .....,mudah-mudahan sebentar lagi mereka pergi".

__ADS_1


__ADS_2