Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
part 54 Innaillahi wainailahi rajiun.


__ADS_3

****


Sesampainya di rumah sakit,Bos Arjuna langsung memilihkan kamar VVIP untuk Gendhis,Debby,Fitri.


"Aku akan mengurus biaya administrasi dulu",Bos Arjuna bergegas ke ruang administrasi.


"Pak nggak usah sudah ada kebijakan dari kantor,untuk mereka",timpal Bos Galih kepada rekanya tersebut,mereka lagi lagi berebut membayarkan pengobatan Gendhis,Debby dan Fitri.


Tolonglah....!,ini juga sebagai bentuk permintaan maaf dariku,karena aku mereka jadi terus terusan kena masalah yang Mona buat,sekalian aku mau menanyakan tentang kondisi Mona,maaf meskipun dia jahat tetapi melihat kondisinya kritis seperti itu sebagai sesama manusia saya nggak tega.


"Baiklah kalau menurut Bapak Juna itu yang terbaik..!".


Setelah sampai di dekat ruang Administrasi,segera Bos Juna meminta rekening bagian pembayaran,sewaktu waktu ada biaya tambahan ia siap membayar untuk semua pasien kecelakaan,satu mobil yang di tumpangi Gendhis,Debby,Fitri,Mona dan kawan kawan Mona.


Mamanya pun sudah berada di ruang tunggu rumah sakit,segera bersalaman kepada Bos Galih,dan meminta maaf atas perbuatan Putri angkatnya Mona.


"Assalamualaikum..".


"Apa benar ini tempat Mona dan para korban kecelakaan di rawat pak!?".tanya mama Arjuna.


"Iya Benar bu...!!ibu siapa ya..??,tanya Bos galih balik kepada ibunya Bos Arjuna .


"Perkenalkan saya mamanya Arjuna,Evelin ".


"Saya Galih,selaku rekan kerja dari korban Gendhis,Debby,Fitri",mereka berdua saling berjabat tangan,dan saling memperkenalkan diri,Bos Galih memang di kenal rendah hati,ia selalu bilang rekan kerja,tak pernah mau menyebut status Bos pada dirinya.


mohon maaf ya atas kejadian yang menimpa teman teman Arjuna,dan mohon di maafkan perbuatan Mona,saya mohon di selesaikan secara kekeluargaan,pinta mama Arjuna.


"Mohon maaf ibu untuk kasus putri angkat Ibu Mona. kita lihat saja bagaimana kondisinya,saya dan rekan-rekan di sini tidak bisa memutuskan sendiri apalagi Mona sudah keterlaluan,tetapi keadaan mona juga memprihatinkan,kita tunggu saja mereka sembuh".Bos Galih berusaha menjelaskan.


"Oh iya nak....??kalau boleh tau ? Arjuna di mana ya..?".tanya mama Arjuna.


Beliau sedang mengurus administrasi korban Mona, dan teman temanya mona yang ikut dalam kecelakaan ini.Bos Galih memberi tau keberadaan Bos Arjuna.

__ADS_1


Saya mau melihat Mona dulu,nanti kalau Arjuna kesini tolong beri tau kalau saya sudah datang dan mau meminta maaf kepada Gendhis,Debby dan Fitri. Permintaan mama Evelin Mamanya Bos Juna.


"Silahkan Bu,nanti saya beritau pak Arjuna..!",timpa Bos Galih.


Segera mama Evelin ke arah ruang IGD khusus korban kritis,di depanya juga tampak para saudara korban yang memandang sinis ke arah mama angkat Mona.


Mama Evelin hanya tertunduk lesu,menerima tatapan sinis akibat perbuatan Mona.


Dokter keluar dari ruangan,dan memanggil keluarga Mona.


"Ada kerabat saudara Mona..!!".Dokter mencari keluarga Mona.


"Saya Dok Mamanya Mona".Segera mama Evelin melangkah mendekat ke arah Dokter yang keluar dari tempat Mona di rawat.


"Bu maaf kami semua team dokter telah melakukan yang terbaik untuk putri ibu,namun Tuhan berkehendak lain.Dokter berusaha mengabarkan keadaan sebenarnya dan berusaha mengguatkan mama Evelin.


"Innaillahi wainailahi rajiun Mona..!!,nak....,engkau telah bahagia,tidak merasakan sakit lagi.


Segera mama Evelin,mendekat ke jenazah Mona,segera ,suster menghentikan aktivitas melepas selang dan alat alat yang masih terpasang di tubuh Mona.


"Sabar ma....!,ini sudah takdir dari yang maha kuasa".Bos Arjuna mengajak mamanya duduk di ruang tunggu untuk meredakan tangisan nya.


"Kenapa Mona di panggil secepat itu Jun..!!??".


Aku masih ingin membimbingnya ke jalan yang benar,dia tetap anak mama yang manis.Air mata terus membanjiri pipi putih mama Evelin.


Kita doakan yang terbaik ma..!,mudah mudahan meninggalnya husnul khotimah.Bagaimanapun Mona bagian dari keluarga kita.Bos Arjuna segera memeluk mamanya tak terasa air matanya menetes tanpa henti,yang diingat hanya kenangan,kebaikan-kebaikan Mona dan masa-masa indah bersama adik angkatnya itu.


Dokter mengajak Bos Arjuna,ke ruanganya,menandatangani beberapa berkas yang berkaitan dengan Mona.


Bos Galih berpapasan dengan Bos Arjuna,segera memberikan kabar tentang Mona.


"Pak ....Juna,Mona telah menghembuskan nafas terakhir,mohon maafkan semua kesalahan yang dilakukan,awalnya saya juga geram dengan kelakuanya,namun Tuhan sudah mengambilnya kembali,mungkin dengan cara ini dia bertaubat,mohon doanya bagaimanapun dia adalah bagian dari keluarga saya,sekali lagi maafkan",pak Juna memohon maaf atas kesalahan Mona,dia sadar setelah kepergian Mona dia harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan adik angkatnya itu.

__ADS_1


"Innaillahi wainailahi rajiun..",belum beranjak dari ia berdiri,terdengar suara ramai dan ada suara mama Evelin juga,aku segera berlari mendekat ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


Suster memberitau bahwa teman teman mona juga ikut meninggal,tangis di keluarganya pun pecah,aku semakin tak kuasa melihat keluarga teman Mona,yang ikut dalam ambisi kelicikan adik angkatku itu.


Sontak semua menunjuk nunjuk wajahku dan wajah mama,kami hanya tertunduk melihat dan mendengar perlakuan mereka,memang semua ini salah Mona,semoga tidak ada yang balas dendam kepada keluarga kami.


Semua telah diurus oleh petugas dan disiapkan ambulan untuk mengangkut jenazah ke rumah masing masing korban.


Sementara di lantai 3 Gendhis,Debby,Fitri telah di beritahu oleh Bos Galih bahwa Mona dan teman temanya sudah meninggal.


"Innaillahi wainailahi rajiun ",secara berbarengan ketiga srikandi berucap.


"Alhamdulillah kalian selamat dari kecelakaan naas itu",imbuh Bos Galih.


Kami bersyukur Bos,tuhan masih memberi kesempatan kepada kita untuk berbuat lebih baik lagi,masih di beri kesempatan untuk memperbaiki diri.


Meskipun Mona jahat sama kita,namun kita telah memaafkan dia,semoga dia husnul khotimah,kami sudah tidak dendam,dan marah lagi,sekarang Mona sudah tinggal nama,kami harus menghormati orang yang sudah meninggal.Debby berucap panjang lebar meskipun orang yang paling selenggekan di antara teman temanya Debby orang yang sangat pengertian.


"Aku setuju dengan Debby,akupun demikian,kita hapus dendam,biarkan Mona dan teman temanya tenang di sisinya amin",Gendhis dan Fitri setuju dengan perkataan Mona,kini ketiga wanita ini bersama sama membacakan al fatihah untuk Mona dan teman temanya.


Bos Arjuna dan Mama Evelin berpamitan,untuk mengurus jenazah dan pemakaman Mona,


tak lupa mama Evelin meminta maaf kepada kami semua,yang ada di ruangan,ke tiga korban Mona.


Tak henti hentinya,air mata membasahi pipi mama Evelin,semua pun ikut menangis tak tega melihat begitu mama Bos Juna menyayangi Mona seperti anak kandungnya sendiri.


Tampak dari jauh Almayra,mama Artha dan Bang Sardan yang tengah duduk di kursi roda,berjalan mendekatiku.


Disusul Ayah,Gadhis om Raka dan tante beriringan mendekat mereka semua lega melihat kami selamat hanya beberapa luka saja,itulah keajaiban Tuhan kami bertiga masih di beri panjang umur,kalau melihat mobil hancur bagian depan.


Semua heran penumpang bagian depan meninggal semua,sementara yang bagian belakang masih hidup,banyak teman dan sahabat yang bertanya tanya,Adit Firman dan teman -teman kantor yang datang silih berganti menjenguk kami.


Fitri banyak diam,ia trauma dengan kejadian ini,beda dengan Debby,sepertinya ia tidak merasakan sakit di tangan dan kakinya,ketawa sepanjang hari,bercanda berusaha menghilangkan trauma Fitri,mereka berdua memang seperti Tom dan Jery,tetapi kalau berjauhan selalu kangen.

__ADS_1


Alhamdulillah persahabatan kami bertiga semakin terjaga,kami juga tak lupa selalu mengaji tiap hari untuk Mona dan temanya,Bos Juna,selalu video call kami,meminta kami ikut mengaji sampai 7 harinya almarhum Mona,dengan senang hati kita mengikuti acara mengaji dari jauh, semoga mereka senantiasa diberi ampunan oleh tuhan,


__ADS_2