
****
Pagi ini semua bersiap siap menuju kota Bali. Seperti biasa semua berkumpul di kantor kali ini Bos Galih membawa mobil Elf long. Untuk bus Elf tipe long bisa muat untukย 19 orang. Sedangkan formasi kursinya adalah 3-3-4-3-4 yang lebih cocok untuk dijadikan kendaraan bisnis.
"Eh...asik nih naik mobil baru...!". Kata Debby yang langsung masuk duduk di barisan no 2 di belakang pak supir.
Semua team termasuk dua supir cadangan yang bergantian menyupir sudah siap berangkat. Mereka pun masing masing membawa koper. Kali ini agak sulit persaingan bukan hanya di dalam negeri tetapi di luar negri juga. Dan waktu penilaian 1 mingguan.
Kali ini Bos Galih memasang headshet telinga dan mendengarkan lagu kesukaan. Sandaran kursi di tarik ke belakang menambah kenyamanan tubuh. Sembari memakai penutup mata.
Gendis tepat di belakang Bos Galih. Wewanggian di badan si Bos keluar bertebaran di seluruh ruangan mobil. Seperti biasa ketiga srikandi cubit-cubitan untung saja tidak ada yang memperhatikan mereka.Akhirnya tawa ketiganya pecah.
Ha....ha...ha...ha...
"Kalian obatnya habis ya...nggak ada angin nggak ada hujan ketawa bertiga...!?". Seloroh Firman yang mulai berhenti menggunyah cemilan yang ia bawa.
Adit hanya menggelengkan kepala dan ikut tertawa melihat tingkah teman temanya .
"Biarkan saja mereka tertawa selagi bisa...!". Adit sempat merebut kue di tangan Firman yang tinggal separo bungkus.
Mereka bertiga langsung menutup mulut dan berhenti tertawa. Tak sengaja secara bersamaan menggambil ponsel di pangeran mereka masing masing.
Perjalanan yang menyenangkan "mudah mudahan tender kali ini bisa kita menangkan oleh team kita seperti yang sudah sudah. Aku ingin sekali memperbaiki rumah pemberian Bang Sardan kalau dapat bonus..!". Kata Gendhis kepada teamnya.
"Amin....Iya Ndis aku juga ingin membesarkan bengkel kakakku yang mulai banyak pelanggan..!!". Sahut Fitri .
Kalau aku nih...! buat persiapan pesta nanti kalau tuhan mengijabahi pernikahanku dengan Bang Arjuna..!?". Debby menimpali.
__ADS_1
Mantap...mantap..! bermimpilah sebelum berjuang supaya kalian lancar nanti meeting nya. kalau kita ditabung dulu...! uang ku sama uang Firman habis buat taruhan balapan kemarin...! Kita habis habisan.
"Apa ...! kalian taruhan dan uang kalian habis, sayang banget uang di buang buang dengan hal yang tidak bermanfaat, makanya kalian segera cari pasangan hidup...sudah saatnya kalian berumah tangga...! Usia kalian sudah dewasa...!?". Debby yang kaget dan paling cerewet kalau temanya ada yang melenceng.
"Iya ...iya....nek ... Kami kapok ...! nggak lagi taruhan taruhan Fokus cari wanita untuk berumah tangga. Selama ini kami hanya mainin wanita wanita yang suka sama kita....!. Timpal Adit dengan wajah serius.
"Kalian juga salah wanita kok di buat mainan...! apa kalian nggak berfikir ibu kalian atau adik bahkan kakak kalian juga wanita kalau di perlakuan seperti itu, bagaimana perasaan kalian..!?". Nasehat Gendhis mengingatkan Adit dan Firman.
"Hem....udah ah ngantuk.... kalian bahas saja biar nggak ngantuk aku ikut mana saja yang terbaik..!". Dasar Fitri super cuek dia paling pendiam dan nggak mau ikut campur urusan temanya bukan nggak perduli tetapi karena orangnya super lugu ๐๐๐
Setengah perjalanan sudah semua terlelap perjalanan masih sangat panjang, matakupun sudah tak kuat menahan kantuk ku ambil bantal leher dan kupejamkan mataku. Debby ikut menyusul temanya yang tertidur .
*****
Sementara nenek Sartijah di datangi teman temanya silih berganti. Mereka bergantian bersalaman dan kini hanya tinggal teman sekamar 2 orang. Satu kamar berukuran 40 m didisi 3 Orang dengan ranjang sendiri sendiri. Tutur kata mereka sangat bijaksana beda dengan nenek Sartijah yang tempramen. Mungkin karena bimbingan ibu Fatimah dan anak buahnya yang lambat laun membuatnya berubah.
"Sudah ya ngobrolnya di lanjut besok saja .Ayo semua tidur sudah malam capek banget..!!!". Pinta nenek Sartijah kepada 2 teman kamarnya yang terbiasa ngobrol sebelum tidur.
"Eh ...nek Ijah istirahat aja kami masih belum ngantuk. Beginilah aktivitas kami tiap hari tidurnya masih nanti. Kami lebih senang ngobrol kalau nggak ngobrol ya nonton Televisi. Nek Ijah harus membiasakan seperti kita, tiap hari kita kan sekamar kalau udah ngantuk langsung tidur saja..!!?". Dua nenek sebelah nenek Sartijah berusaha menjelaskan dan meminta untuk membiasakan beraktivitas seperti mereka.
"Ah ...sudahlah terserah kalian..!!". Nenek menarik selimut dan mengambil satu bantalnya, untuk menutup telinga dan memiringkan tubuhnya menghadap tembok.
Awas tunggu saja kalau tenaga kalian pulih akan aku balas kalian, aku kasih mantra supaya kalian semua terlelap dan aku bisa kabur atau kuracun saja dua orang ini. Gumam nenek dalam hati, bukanya berdoa malah mengumpat, watak nenek susah sekali dikendalikan.
*****
Keesokan harinya jam menunjukkan jam 4 pagi Dua nenek membangunkan Nenek Ijah untuk segera beribadah bareng.
__ADS_1
"Nek ....nek....nek Ijah ayo bangun...! kita beribadah bareng, setiap pagi ada pengajian ustadznya berganti ganti, sangat bermanfaat bagi kita yang sudah lanjut usia....!?". Mereka berusaha membangunkan nenek yang masih saja terlelap. Namun sayang alasan nenek ada saja.
"Kali ini aku nggak ikutan, badanku sakit semua besok saja ikut pengajianya...ya...kalian taukan...
aku baru datang kemarin!?". Dasar orang tua tua ini benar benar ngeselin sudah tau aku masih ngantuk mengganggu saja kerjaannya. Awas kalian tunggu sebentar lagi. umpatnya dalam hati
"Ya sudah kalau seperti itu keadaanya nenek bisa sholat dalam keadaan tidur. Kami hanya mengingatkan semua untuk kebaikan nek ijah sendiri. sudah waktunya kita mencari bekal buat di akhirat nantinya. kami tinggal dulu nek ya...!?". Kedua nenek tersebut bergegas meninggalkan nenek ijah.
Karena sudah terlalu kesal dengan nasehat teman temanya. Nenek pun segera duduk bersila mengucapkan mantranya....tetapi sayangnya mantranya tidak mempan karena mereka semua sedang beribadah bersama.Setelahnya berdoa bersama nenekpun makin dibuat kesal.
Berjalan keluar kamar dan melihat semua berkumpul di mushola sebelah panti sedang mendengarkan pengajian. Nenek berjalan cepat menuju kamarnya dan merapikan barang barangnya segera bergegas menuju pintu gerbang, sialnya lagi pintu gerbang dikunci. Dari tempat nenek berdiri pengajian terlihat belum selesai.
Tak kehilangan akal segera ke ruang kepala panti mencari kunci. Dilihatnya kunci di gantungan ada segepok. Diraihnya dan cepat cepat menuju barang sembari membawa barang bawaanya.
Setelah beberapa kunci dicoba akhirnya ada salah satu kunci yang cocok untuk pintu gerbang.
"Akhirnya aku terbebas dari penderitaan ini...!?".Tertawa dan berbicara sendiri nenek Sartijah benar benar seperti orang gila. Melangkah sembari melemparkan kunci lainya ke teras panti.
Segera berjalan menuju jalanan besar tak beberapa lama ada sebuah taxi melintas. Taxi pun segera menepi karena nenek melambaikan tangan tanda nenek memesan. Dan segera masuk ke dalam taxi karena takut ketahuan.
"Kemana nek kita...!?". Tanya supir taxi
"Cari saja penginapan yang nyaman kalau bisa kos kosan di desa juga nggak apa apa...!?". Pinta nenek Sartijah.
"Baiklah nek tetapi agak jauh dari sini..!?". Jelasnya singkat.
"nggak apa apa bawa saja aku sejauh jauhnya..!".Pintanya membuat supir taxi berfikir aneh.
__ADS_1