Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 16 terkuak siapa dalang di balik semua penculikan.


__ADS_3

"Aku dan Gadhis,saling menatap kaget,berapa orang kak sebenarnya tawanan orang-orang jahat tersebut,entahlah dhis aku tidak tau,yang mana kawan ...yang mana lawan..,kita ikuti arusnya".


"Apa yang sebenarnya mereka mau,ha...ha..ha...Dhis,aku kok.seperti mengenal suaranya ya,sembari berkacak pinggang,tiba tiba pintu terbuka,apa....??,tak kusangka,ternyata Ibu Lasmi dan bapak Seno,apakah Bang Dewa juga terlibat,pikirku dalam hati ,masih syok...dengan apa yang aku lihat,dan aku alami".


"Kenapa Ibu tega kepada kami,ingat Bu Almayra darah daging Ibu,darahnya mengalir juga darah Ibu dan Bapak seno,itu karena kamu kurang ajar,kepada kami keluarga Brotoseno".


"tak kusangka Bapak ternyata juga jahat,di balik diamnya ku kira suami-suami takut istri ternyata Bapak punya sifat yang jahat juga".


"kaget ya...?".


"Jantungku berdegub,kencang Gadhis juga berkeringat,menahan amarah kepada kedua orang itu,melirik tajam ke arah mereka".


"Bu...,pak...aku mau tanya apa Bang Dewa ikut dalam kejahatan ini".Dewa nggak tau apa- apa jangan bawa-bawa Dewa,semua ini juga nantinya demi kejayaan Dewa .


"Kenapa Ibu menyeret kami dalam masalah Ibu, kenapa Ibu ambil darah kami berdua,dari mana Ibu tau golongan darah kami".


"Ingat nggak kamu waktu Dewa kecelakaan darah kamu nggak cocok,kamu sendiri yang bilang waktu itu golongan darah kamu ...O...".


"Makanya sekarang aku suruh perawat itu mengecek darah kamu apa benar...O...,".


Segera bertobat Bu,aku akan memaafkan Ibu dan Bapak kalau kalian mau bertobat,aku janji,"ngawur....kamu..aku akan segera mencapai kejayaan,kamu akan menyesal setelah ini Dewa akan kaya raya,aku dan pak Seno akan abadi,bahkan orang-orang akan meminta tolong kepadaku untuk mendapatkan semua keinginannya...camkan itu".


"Almayra tidak tau apa-apa,melihat oma nya datang langsung menghampiri minta gendong,dengan senyum mengembang, omanya langsung mencium,dan memanggil perawat Luna namanya,ajak cucuku jalan-jalan".


"Sang perawat langsung mengerjapkan mata sebelah,aku langsung paham,mudah-mudahan dia juga bisa membantuku keluar dari sarang setan ini".


"Luna ...kamu kasihkan cucuku ke Opa nya,kamu cepat ambil kantong darah kedua perempuan ini cepat....laksanakan tugasmu,sang leluhur sudah meminta minum darah ,O,mereka ".


"Baik nyonya".

__ADS_1


"Pak ajak cucumu,ke belakang lihat pemandangan di belakang,biar nggak tau bundanya dan aunty nya di ambil darahnya oleh suster Luna..!".


"Bu....jangan lakukan ini,hentikan...!!".


"Diam kamu Ndis,salah kamu sendiri sudah mengakhiri statusmu dari keluarga Brotoseno".


"Aku dan Gadhis pasrah,mengadu nasib,mau mati atau hidup,di sarang setan ini,dan rak habis fikir,kenapa aku punya mertua penjahat".


"Tak punya kekuatan apapun untuk melawan,mereka,hanya menangis dan suara kami pun tak ada untuk sekedar,merengek".


"Segera suster dengan wajah takut dengan geng,Ibu dan bapak,segera mengambil alat untuk mengambil darah kami berdua".


"Awas jangan macam-macam kalian bertiga aku akan ke dapur menyuruh bik ijah untuk menyiapkan makanan yang bergizi supaya darah kalian bisa diambil lagi,untuk ritual-ritual yang akan datang".


"kalau kalian macam-macam akan aku suruh paijo dan paidi ,perkosa kalian bertiga ",iya....iya...nyonya saya akan melaksanakan tugas dengan baik,kini aku percaya perawat cantik ini,juga tawanan geng gila ini.


"Tapi aku ada ide,kemarin aku di suruh beli ke apotik kantong darah ,karena sudah kehabisan kantong darah,aku sengaja tambahkan beli obat tidur di resep".


"Bagaiman cara kalian menaruh obat tidur di rumah setan ini,supaya musuh kita tertidur semua".


"kak memangnya berapa orang di sekap di rumah ini..?".


"Ada lima orang ,kasihan setelah diambil darahnya,di beri makan yang cepat menambah darah,seperti kacang hijau,susu,dan vitamin dan obat tentunya,setelah di periksa pulih,beberapa hari di ambil lagi darahnya begitu seterusnya"


"Sudah berapa lama kakak di sini..?,baru tiga bulan".


sebelumnya di tempat lain,karena kemarin sempat ada yang curiga,kami di pindahkan,tapi aku sudah 8 bulan belom bisa melarikan diri,mereka selalu membawa pistol kemanapun pergi,dan jahatnya lagi kalau aku jalan ke apotik sendiri di pasang bom waktu ,di belakang badan di tutupi jaket tebal"


"Malang sekali nasibku,bukan cuma kakak kita juga sama,perlu kakak tau itu bekas mertuaku,tak menyangka dia kejam".

__ADS_1


"Haa....,mertua kamu,tega dia berarti benar anakmu tadi cucunya".


"Iya kak benar".


"Der...pintu di gedor paijo dan paidi, kali ini dia membawa pistol panjang kami semakin merinding".


"Ya Bang,kata perawat Luna,....ini sedikit lagi..,


bik ijah membawa nampak berisi makanan empat sehat lima sempurna,ayo di makan kalau sudah selesai ha...ha...ha....paijo dan paidi akan mengawasi kalian sampai selesai makan,kalau nggak di makan kalian akan di perkosa paham...!!".


"Bik ijah,jahat juga, sudah tua bukanya tobat malah membuat dosa,gumamku dalam hati".


Pak Seno dan Bu Lasmi melangkah menuju kami bertiga,"Sana Almayra,sayang ke Bunda dulu ya,Oma sama Opa mau pamit pulang dulu,nanti kalau ke sini lagi Oma belikan mainan yang banyak ya anak cantik..".


"Gendis kami pulang dulu kamu jangan coba coba kabur, nanti jam dua belas malam kami akan mengadakan ritual khusus,untuk kejayaan keluarga Brotoseno".


"Paijo..,paidi..awasi mereka semua,salah satu dari kalian bawa darah ini ke suhu,kali ini biarkan perawat Luna di kamar mereka,biar cucuku senang banyak teman".


"Aku hanya diam sembari menatap orang tua Bang Dewa yang biadab,mengapa mereka nekat,hanya ingin kesenangan di dunia,apa mereka nggak takut sengsara di akhirat nanti".


"sudah nggak bisa berfikir lagi Aku sekarang,pikiran buntu,apa yang harus aku lakukan,cara apa supaya aku bisa membawa adik dan anakku keluar,tuhan tolong aku".


"Seseorang yang pakai jubah hitam dengan rambut panjang ,memakai songkok di kepala menghampiri kami,tersenyum sinis memicingkan bibirnya ke atas sebelah,entah orang apa lagi ini".


"Hem....boleh juga menantu pak Broto,bisa menemani malamku sembari menunggu bulan purnama tiba".


"Ha...ha...ha...kami juga mau Juragan",paijo dan paidi menimpali.


"ketiga-tiga nya cantik ,bolehlah bergantian".

__ADS_1


__ADS_2