
*******
Di meja makan semua sudah siap mau sarapan,Mama Artha bangun pagi pagi memasak di bantu gadhis,aku sibuk mempersiapkan keperluan ke kantor hari ini mau masuk kerja..!
Sementara tubuh Bang Sardan sudah pulih lagi,sehat dan bugar ,makin menambah ketampananya ,pantas saja Debby dan Fitri terpesona melihatnya.
Ayo kita sarapan bareng bareng,Ayah mau ke kantor kelurahan ada berkas yang harus Ayah urus,mana Sardan
Tinggal bang sardan yang belum ada di meja makan
" masih jalan pagi,menghirup udara di sekeliling komplek perumahan kata !!".Sahut Gendhis.
"Itu dia orangnya muncul,panjang umur...!!".Mama menunjuk Bang Sardan.
"Ayo Bang,sarapan dulu mandi nanti aja,cuci tangan dan muka..!!".
Bang Sardan ,aku mau pamit kerja,abang di rumah saja,nanti sore kita jalan ke resto,"nanti deh Gendhis ajak keliling kota..!!".
Sudah kangen sama kantor,nggak terasa hampir satu bulan sejak aku kena masalah,baru hari ini rasanya berani keluar lagi.
"Baiklah...,hati hati apa perlu abang antar,tetapi abang nggak bisa nyetir mobil..!".
Nggak usah Bang,nanti aja ajarin aku bela diri,biar nggak ada lagi orang menculik Gendhis"he...he...!!.".
Ayah antar kamu ke kantor,sekalian aku ke kelurahan,"baik Ayah...!!".
Sementara kamu jangan sendirian,Sardan masih buronan,"bahaya...!!".
Baiklah Ayah, aku nurut aja,apa yang terbaik menurut kalian,aku juga nggak mau kejadian kemarin terulang lagi..!
Sembari ngobrol,makan pagi telah selesai,Gadhis segera membawa piring kotor ke belakang,di bantu Sardan,Gendhis mengambil tas berpamitan dengan semuanya.
Segera memasuki mobil yang di kemudi oleh Ayah Rangga,berjalan dengan kecepatan sedang,beberapa menit kemudian sampailah Gendhis di kantor..!
Gendhis segera mencium punggung tangan Ayahnya,dan berjalan ke arah kantor,tanpa di sadari Bos Galih juga baru datang,dan berpapasan dengan Gendhis.
Hai Ndis bagaimana kabar Sardan udah semakin membaik??....
"Alhamdulillah Bos,sudah sehat segar bugar ..!!".
"Syukurlah..!!".Dalam hatinya Bos galih ikut senang.
Gendhis nanti jam istirahat ke ruangan saya,ada hal penting yang harus saya tanyakan..?!.
"Baik Bos....nanti saya ke ruangan Bos..!!".
__ADS_1
Hai...hai....sedang menghibah apa kalian pagi pagi.
Gendhis bertanya kepada Fitri dan Debby,sembari berkacdk pinggang.
"Ehem...!!".
Rupanya ada yang lagi janjian nih...??!!,terus yang di rumah buat aku ya ....??.
Debby dan Fitri merangkul sahabatnya,dan mencubit pipi kiri dan kanan satu satu,Debby sebelah kiri,Fitri sebelah kanan.
Oh itu....,aku malah dag..dig..dug..,takut di keluarin dari perusahaan..kan lama aku nggak masuk,kalian rela kan aku keluar dari team kita.
Lihat saja kalau kamu di pecat,kita akan mengundurkan diri,gimana Fit,aku juga mundurlah Deb.
"Ada apa ini ...??rame sekali ..??!".Firman bertanya ??
"Ini nih sahabat kita umpama di pecat,kita juga mengundurkan diri..!!".kata Debby kepada Firman
"Emm....memang mau di pecat..?!".celetuk Adit yang juga ikut nimbrung...
"Hanya umpama oon..!!".
Udah udah Deb,ayo kita kerja nanti di bahas lagi kalau aku sudah di panggil,nanti ketauan Bos Galih kita di pecat beneran!!.
Segeralah mereka bubar,kembali ke mejanya sendiri sendiri,suasana jadi hening,sibuk dengan aktifitas dan tugas masing masing.
*******
Setelah selesai beribadah aku Segera,pamit ke Debby dan Fitri,mereka menuju kantin duluan,mereka nggak kuat nahan lapar,kecuali saat puasa,baru mereka sabar menahan lapar.
"Tok...tok...tok...".Pintu di ketuk,dan segera Bos Galih mempersilahkan masuk.
"Masuk...,duduk Ndis..!".
"Udah makan siang kamu..??Ndis..".
"Belom Bos nanti saja..!!".
Kebetulan aku pesan onlaine dua box,ayo kita makan dulu,aku sengaja pesan kesukaan kamu,nasi padang.
Ayo ayo...makan dulu,baru kita bahas kenapa kamu aku panggil keruanganku?!.
Baiklah,perutku juga sudah keroncongan,rejeki nggak boleh di tolak,"iyakan Bos..??".
Dasar gendis,anak yang lucu,inilah yang aku suka darinya,kemarin perasaanku sempat aku buang jauh jauh,namun ...aku tak boleh menyerah,sebelum mengetahui isi hati Gendhis,ketika aku menyatakan cinta,dan aku ingin jadikan dia istriku.
__ADS_1
Gendis pun berfikir dalam hati, sambil mengunyah makanan,ada perasaan was was dan tak enak,timbul pertanyaan pertanyaan, apakah ini hari terakhir dia di kantor ini,apakah ini makanan terakhir yang sengaja di traktir sebagai salam perpisahan.
Tak terasa suapan terakhir,telah tiba,Bos Galih memperhatikan wajahku terus,aku jadi tak enak.
"Nambah lagi Ndis,kelihatanya kamu benar benar lapar..!?".
"Uhuk...uhuk....".Gendhis kaget sampai
batuk batuk.
Udah boskyu,udah kenyang,porsinya udah pas banget.
"Ini minum dulu ..!!".Segelas kopi kesukaan Gendhis,di sodirkan ke tangan Gendhis.
Kok tumben kesukaan aku semua Bos,kalau sampai Debby dan Fitri tau,mereka bakalan iri sama kelakuan Bos.
Iya,nanti kita ajak anak anak makan semua,biar mereka yang pilih Restonya di mana,terserah mereka!!.
Sekarang kita kembali ke pokok persoalan,yang akan kita bahas Ndis!!.
Iya Bos ada apa,aku sudah tidak sabar,apa yang sebenarnya Bos ingin sampaikan ke saya.
Ndis,sebenarnya aku sudah lama memendam rasa sama kamu,tetapi dahulu terhalang kamu istri Dewa!
Sekarang kamu sudah sendiri,masa iddahmu juga sudah hampir selesai,sebenarnya aku ingin menyampaikan perasaanku padamu,ketika kamu benar benar sudah selesai masa iddah,dan kamu sudah mengubur masa laku kamu,sudah siap membuka lembaran baru,kira kira 1 tahun lagi aku baru berani.
Tetapi aku tidak tahan melihat kamu dekat dengan Sardan,aku takut hatimu di ambil duluan,sorot mata Sardan tidak bisa di bohongi,dia suka sama kamu Ndhis.
tetapi aku juga tidak mau memaksa kamu,aku ingin tau isi hatimu,kamu memilih siapa diantara kami" Sardan atau aku..!!".
Aku ikhlas, menerima semua keputusanmu kalau itu membuat kamu bahagia, cinta tidak bisa dipaksakan,"iya kan Ndis..??!".
Benar semua perkataan Bos tidak salah,Bang Sardan memang mencintai saya,dalam hal memilih saya sangat binggung.Tanpa basa basi Gendhis berterus terang.
"Bang Sardan orangnya baik..!".
Bos juga Baik...,tetapi saya belum bisa memberikan jawaban.."Beri saya waktu...satu bulan!!".
"Jangan satu bulan, aku kasih waktu satu minggu..!!".
Baiklah Bos,kalau sudah tidak ada yang dibicarakan saya pamit kembali ke ruangan saya .
Bos Galih mengangguk,dan menyodorkan tanganya untuk bersalaman,tidak menyangka di cium tanganku dengan kecepatan hangat dan lembut.
Aku tak bisa menolak,hatiku berdetak tak beraturan,perasaan takut bercampur aduk,segera aku melepaskan tangan Bis Galih dari tanganku,namun Bos Galih semakin erat memegang tanganku.
__ADS_1
"Wajahku sudah merah merona,menahan malu dan gugup,jadi satu..!!".