Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
pat 6 meminta maaf


__ADS_3

"Sudah 6 jam berlalu,tidak ada chat atau telefon benar benar sudah lupa sama anak istri,mungkin Bang Dewa sudah lupa dengan semua kenangan dan kebaikan ku"


"Bagiku tidak apa apa, asal jangan lupa sama Almayra .Anak cantik bermata coklat dengan pipi bulatnya yang membuat semua orang gemas melihatnya ".


"Habis sholat isya mataku pedas,badanku capek semua, bukan hanya badan saja hatiku juga sudah lelah .Ku rebahkan badanku di atas tempat tidur kuhela nafas panjang sekeras inikah hidupku kini ".


"Pupus sudah harapanku,memimpikan masa depan yang bahagia,ku tatap langit langit kamar lelah namun mata enggan tertutup jam menunjukkan pukul 21.00,bunyi notifikasi yang tidak asing bagiku,egera ku raih handphone di saku baju tidurku".


Malam ini aku mengajak Almayra tidur denganku,benar saja Bang Dewa yang chat aku .


"Hai Ndis Almayra sudah tidurkah"?


Seketika hatiku runtuh bergemuruh,kecewa merasakan apa yang sedang terjadi,aku binggung harus aku jawab atau aku abaikan.


"Ndis besok aku jemput maafkan aku, kita perlu bicara ,maafkan aku kuakui aku salah".


"Ok aku maafkan ,tapi aku perlu kejujuran abang


bisa nggak...?sebelum kita bahas dan ketemu besok, abang akhiri hubungan abang dengan Mawar".


"Maaf kalau soal itu,aku nggak bisa",itulah yang mau aku bicarakan denganmu, dia mau jadi yang ke dua.


"Mengertilah aku laki laki di perbolehkan menikah lagi",Cukup Bang !!kalau itu keputusan Abang kita tidak usah lagi bertemu.


"Kita ketemu nanti di pengadilan",akan ku urus surat cerai .Ingat ...!!aku yang urus Bang, istri satu aja nggak mampu mencukupi ,apa lagi mau dua,bisa bisa aku yang di jadikan mesin ATM.


"Tolonglah Ndis mengertilah".


"cukupya Bang..."!


"Telefon aku matikan sepihak,Nggak akan aku mau bertemu lagi kalau tidak terpaksa,apa dia sudah lupa ada Almayra".


Tidak menyangka keputusan Bang Dewa seperti itu.


"kini aku tau Bang Dewa lebih mempertahankan hubungannya dengan Mawar ,dari pada memperbaiki hubungan denganku."


"Telefon berdering lagi beberapa kali,Tidak akan aku angkat cukup sudah".

__ADS_1


"Aku teringat surat surat penting masih tertinggal di rumah Bang Dewa,kulihat Almayra sudah terlelap, segera aku bangun dan menuju ruangan Mama ".


"Ma...tok tok tok pintu aku ketuk, tak lama mama membukukan pintu."Ma aku baru teringat surat surat penting masih di rumah Bang Dewa, harus aku ambil malam ini juga.


"Almayra sudah tidur tolong jagain Ma",Aku harus buru buru,Sebelum di sembunyikan Bang Dewa.


"Nggak besok aja Ndis,ini sudah malam", Ayah juga ikut menyahut, iya besok aja kamu kan masih capek .


"Harus malam ini ,dari pada nanti nggak di kasih sama Bang Dewa",kalau ke pengadilan kan harus ada dokumen Yah,Ajak adikmu jangan pergi sendiri.


"Gadhis ...."Ayah berteriak memanggil Gadhis temani kakamu ke rumah Dewa.


Segera gadis keluar kamar dan mengucek mata dan membulat, "malam malam begini kak",iya nggak ada waktu lagi plase,ya sudah aku ganti baju dulu.


Kami pun segera berangkat dan berpamitan sama kedua orang tuaku,"hati hati di jalan jangan ngebut"


"Jam menunjukkan pukul 21.00,ku lajukan motor menembus dinginnya malam ,sedingin hatiku, Gadhis berpegangan erat,dia mungkin terlalu capek dari tadi mengantarkan aku, kemanapun aku pergi ,Maafkan kakak,kamu ikut terseret dalam masalah ini gumamku dalam hati".


"Beberapa menit kami sampai,kulihat Ibu mertua belum tidur ,di rumah ini memang tidurnya malam".


Assalamualaikum...ku buka pintu aku dan Gadhis segera menyalami kedua tangan mertuaku."Mana Almayra? kenapa malam malam kamu bawa Motor Ndis".


"Aku sudah tidak tahan akan ku katakan pada beliau apa yang di lakukan Bang Dewa terhadapku".


"Sebenarnya bu Bang Dewa bukan mancing tapi Bang Dewa pergi dengan perempuan lain namanya Mawar ."Jangan mengada ada kamu Ndis tau dari mana kamu.


"Maaf Bu memang itu kenyataannya,


kalau ibu ragu bisa menanyakan langsung nanti ke Bang Dewa".


"Benar dugaanku,Bang Dewa bersama Mawar dan dia tidak memperdulikan aku dan Almayra,siapa yang mau di duakan enak saja.


gumamku dalam hati,kesempatan tidak berfikir panjang segera aku ambil keputusan untuk menyewa mobil pikup"


"Berita dari mana kamu?"bukan berita lagi Aku memang membuntuti Bang Dewa,hanya firasat saja Bu jawabku singkat.


"Segera ku telefon mobil carteran,aku punya no telefon nya,biasa aku sewa kalau ada acara kantor,karna semua aku yang handle".

__ADS_1


"Bang tolong datang ke jalan Anggrek ya bawa pik up",siap Bu Gendhis.


"Mang Udin selalu siap kalau aku yang telefon, karna di setiap aku yang sewa aku kasih tip yang lumayan".


"Aku bergegas ke kamar


Aku raih tangan Gadhis ,yang dari tadi mematung mengamati aku dan ibu berbicara".


"Ayo bantu kakak",nggak ada waktu lagi mumpung Bang Dewa belom pulang.


Aku kemasi barangku dan pakain ,tak lupa segala macam kepunyaan Almayra.


"Mataku sempat menetes,melihat foto kami bertiga saat bahagia waktu itu.kenangan kebahagiaan muncul sebelum Bang Dewa mengenal Mawar".


Gadhis membuyarkan lamunanku"ayo cepat kak suara mobil pik up sudah datang,yang mana dulu yang diangkat?".


Tiba tiba mertuaku masuk dalam kamar,"apa apaan kamu Ndis tunggu Dewa jangan mengambil keputusan seenaknya".


"Bang Dewa sudah memilih perempuan itu, aku juga sudah tidak tahan lagi dengan fitnahan ibu, yang menggunjing di belkangku,memangnya aku nggak tau Bu?,selama ini ibu selalu menggarang cerita cerita bohong,untungnya tidak sengaja aku dengar sendiri ".


"Kalau ketahuan Ayah sama Mama sudah lama aku di jemput balik ke rumah,selama ini aku diam,mengalah ".


"Tetapi dengan kenyataan Bang Dewa lebih memilih Mawar aku yang angkat kaki dari sini, sekalian biar Ibu juga merasa senang,itukan yang ibu inginkan".


"Kamu memang menantu yang kurang ajar!


Nggak tau di untung ",pantas saja Dewa memilih wanita lain.


"Terserah ibu mau ngomong apa, aku akan secepatnya pergi dari sini "!!


Beberapa menit Bang Dewa telefon,segera ku angkat,ibunya mungkin telefon .


"Gendhis apa apaan kamu ",udah Bang nikmati saja dengan Mawar pujaan hatimu itu ,tunggu aku pulang nggak usah pulang nikmati saja.


"Ingat ya,kalau itu keputusanmu aku ambil Almayra besok !"


"Jangan mengancam Bang,tak akan aku biarkan abang membawa Almayra,aku rela abang dengan Mawar asal jangan bawa Almayra".

__ADS_1


sebetulnya aku nggak rela,wanita mana yang rela di madu.


"mang Udin naikkan semua barang yang aku keluarkan dari kamar,angkut semua".


__ADS_2