
*****
Tangan keriput nenek berusaha meraih Bel rumah kakek Danu,satu tangan lagi memeganggi kepalanya.
Ting.....tong.....ting....tong...
"Kemana sih perginya satpam satpam tumben kok nggak ada satupun anak buah kakek Danu".
2 menit sudah datang seseorang berseragam satpam berlari menghampiri pagar.
"Maaf nek perutku sakit jadi terlambat bukain pintunya.!!",Satpam bernama punjul meminta maaf dan segera membuka pintu gerbang yang kokoh.
"Kemana semua anak buah kakek Danu kok sepi..!?".Tanya nenek Sartijah
"Semua pulang ke padebokan tinggal nona Nawang dan Tuan Ken nek..!".jawab punjul ....menjelaskan.
Tampak dari jauh Nawang berjalan menghampiri melihat siapa yang sebenarnya datang.
"Nenek sudah balik...!,kenapa nggak ngasih kabar biar di jemput punjul..!,Nenek kesini sama siapa..??".Tanya Nawang penasaran.
"Aku naik taxi onlaine tadi minta Sarbini pesenin,kepalaku pusing mobilnya jelek banget!!".kata Nenek sembari memijit pelipisnya dan duduk di kursi teras.
"Loh kok bisa nek mobil onlaine nggak boleh jelek tahun keluaranya pun harus tahun yang baru setidaknya 5 tahun kebelakang dari tahun sekarang nek,untunglah nenek selamat,atau jangan- jangan Sarbini mengambil keuntungan",Nawang merasa janggal dengan pernyataan neneknya.
"Entahlah...mungkin saja! tau sendirikan sifat Sarbini bagaiman..!?"Nenek Sartijah berusaha memfitnah Sarbini supaya Nawang berhenti menginterograsi.
"Ya sudah nek yang penting nenek sampai rumah dengan selamat,sekarang istirahat biar aku buatin teh dan aku ambilkan obat pusing kepala..!,nanti aku antar ke kamar nenek".Titah Nawang kepada nenek.
Meskipun kepalanya nenek sakit,tetap saja tersenyum bahagia karena misi pertama sedang di jalankan,memang nenek Sartijah seperti maklampir otaknya.
*****
Mobil van sengaja berjalan pelan di area perumahan almarhum bang Sardan,mereka berdua menyelidiki situasi sekitar ,supaya leluasa ketika beraksi.
Setelah 1jam mobil van berkeliling mereka berdua Acong dan Pedro bergegas mencari penginapan untuk istirahat .
"Cong coba cari daerah dekat-dekat sini saja..!!".titah Acong kepada Pedro.
"Gak usah nyari itu di depan ada papan nama besar..!!".
PENGINAPAN SYARIAH AISYAH
"Tumben loh cerdas Dro..!?".Celetuk Acong..
__ADS_1
Hem....,menghembuskan nafas kasar Pedro membanting stir ke arah penginapan.
Segera Acong turun dan cek in di penginapan Aisyah,tempat aman untuk persembunyian mereka dan menyusun rencana,sembari menunggu aba-aba dari nenek Sartijah.
Keduanya segera bergegas masuk dan langsung merebahkan badan di bed masing masing karena mereka memilih 2 bed twin dan langsung tidur.
*****
Sementara nawang ke kamar nenek,mengantarkan secangkir teh,obat dan kue dan tak lupa memberitau kabar yang di sampaikan Gendhis kemarin.
"Oh ya nek ada pesan dari Gendhis katanya nenek di suruh menempati rumah peninggalan Almarhum,Gendhis mau tinggal di rumah Mamanya saja..!!".Nawang menyampaikan pesan Gendhis.
"Ya sudah aku mau saja tinggal di sana kalau sama Gendhis dan anaknya..!"permintaan gendis di iyakan asalkan bersama Gendhis dan anaknya,apa sebenarnya rencana nenek satu ini.
Tentu saja aku pura-pura siapa mau tinggal dengan wanita yang sudah mencuci otak almarhum anakku Sardan,..gumam nenek dalam hati kecilnya.
"Aku telefon kan Gendhis ya nek kalau nenek setuju..!!".Segera Nawang memencet no Gendhis.
Dret....dret....dret...terpampang di layar handphone Nawang berdering di aplikasi whatshap itu tandanya aktif,mudah mudahan cepat diangkat.
Tak menunggu lama handphone Gendhis pun diangkat Almayra.
"Hallo Assalamualaikum ..,ini siapa ya maaf bunndaku lagi sholat ..!!".Dengan polosnya Almayra menjawab telefon dari Nawang.
5 menit berlalu Almayra memberitahukan perihal telepon kepada bundanya.
"Bunda...tan...te Na..wang te..le..pon su..ruh te...le..fon ba..lik"kata kata Almayra yang sedikit terbata bata membuat wajahnya semakin gemas.
"Baik sayangnya bunda, telepon dulu ya..anak bunda memang pintar..πππmuach ..",setelah menanggalkan mukena Gendhis mengambil hijab dan telefon di depan meja belajar Almayra dan segera menelfon Nawang.
Tak lama telefon diangkat Nawang sengaja di loud speaker supaya nenek juga ikut mendengarkan.
"Assalamualaikum...".Gendhis memberi salam.
"Waalaikumsalam..".sahut Nawang.
"Sudah ada kabar dari nenek Sartijah,Nawang...!?"tanya Gendhis?.
Ini orangnya di sebelahku makanya aku buru buru telepon kakak,handphone juga aku loud speaker kak,"ini nek ngomong kak Gendhis mau ngomong..!".Terdengar Nawang meminta Nenek berbicara.
"Hallo Ndis...?".
"Apa benar yang dikatakan Nawang kamu menyuruh aku tinggal di rumah Almarhum..!!??"tanya nenek memperjelas
__ADS_1
"Benar nek,kasihan rumahnya kalau nggak ada yang nempatin..!".titah Gendhis.
Aku mau Ndis asal sama kamu dan anak kamu,kalau sendirian ogah.kata nenek Sartijah
Tapi nek aku bekerja dan Almayra nggak ada yang jaga kalau disana..!"bagaimana kalau hari sabtu dan minggu saja aku di sananya..!?"spontan Gendhis memberi saran kalau fia mau tinggal disana pas hati libur kerja yakni sabtu dan minggu,itupun sabtu sore karena Gendhis sabtu sore baru pulang dari kantornya.
"Baiklah aku setuju dengan usul kamu..!?".Entah rencana apalagi di balik otak nenek Sartijah kali ini,sungguh aneh dia langsung menyetujui saran Gendhis.
Nawang pun menyahut pembicaraan mereka,
"Wah asik nih,aku juga mau suatu saat ngumpul bareng kak kalau boleh,jadi rame rame seru..!?".timpal Nawang.
"Setuju..!".Gendis langsung mengiyakan usul Nawang.
Lihat saja apa yang terjadi aku tidak akan membuat hidupmu bahagia...dan rumah itu akan jadi milikku engkau sendiri yang masuk ke dalam kandang singa bersiaplah.Gumam nenek dalam hati.
"Baiklah Ndis nanti tolong kamu bersihkan dulu ketika aku sampai rumah sudah siap,maklum sudah tua perjalanan sedikit saja bawaan mau tidur pas sampai di tempat..!!".pinta nenek Sartijah.
"Baik nek apa yang enggak buat nenek Sartijah..!!".Dengan senangnya Gendhis menerima permintaan nenek yang sebetulnya entah apa dibalik semua ini.
"Ya sudah ya nek nanti aku beresin dengan Gadhis ..!!".Titah Gendhis.
Baguslah sekalian adik kamu..! kalian akan mati secara bersamaan..!.Lagi-lagi rencana nenek selalu jahat padahal Gendhis amat senang nenek mau berubah,tetapi itu hanya di mulutnya saja lain di hati ternyata.
Gendis mematikan telefon"Assalamualaikum..!".
Aku akan memberi kejutan kepada nenek untuk menyambutnya,akan aku undang teamku mudah-mudahan mereka mau datang makan-makan sekalian menyambung silaturahmi.
Nanti aku kirim pesan ke nawang ketika sudah siap semua baru Nawang dan nenek aku suruh berangkat.
Alhamdulillah bang nenek Sartijah sudah insyaf,sekarang dia menjadi orang baik berkat abang,semoga abang bahagia melihat kamu juga bahagia di sini.
Aku juga akan menganggap Nenek Sartijah seperti nenekku sendiri seperti pesan abang,akan aku jaga beliau agar abang tenang di sisinya.
Untuk permintaan abang tentang pendamping hidup sepertinya tidak dulu bang,aku masih belum bisa melupakan bang Sardan maaf bang ya.
Gendhis melamun berbicara sendiri dalam hati di dalam kamar,hati kecilnya masih sangat menyayangi almarhum,sulit baginya untuk mengganti dengan yang baru,butuh proses untuk menyetujui permintaan almarhum.
Sudah lima menit Gadhis berdiri di ambang pintu,tanpa sepengetahuan Gadhis sontak Gendhis kaget melihat adiknya sudah berdiri dari tadi.
"Hah... Gadhis bikin kaget kakak saja kamu",Gadhis berhasil membuat kakaknya terkejut dengan kedatangannya secara diam diam.
"Habisnya Kakak melamun saja dari tadi aku sudah beberapa menit yang lalu loh kak berdiri di sini..!!".Dengan menggelengkan kepala Gadhis berucap.
__ADS_1