
"Jangan mimpi kamu ya",gadhis sudah tidak tahan dengan kelakuan tua Bangka itu,umurnya sekitar 50 thn.
wajah Luna juga merah padam"tunggu karma sebentar lagi akan membawamu ke neraka jahanam".
"Dasar iblis kalian,tidak bermoral, tobatlah kalian pintu maaf akan terbuka bagi kalian yang ingin bertaubat,tuhan maha pemaaf".Aku juga sudah tidak tahan dan menimpali suster Luna.
"Pintu segera di tutup dan sang jubah hitam segera berlalu dan tertawa....ha...ha...ha..ha...,parjo telah menutup pintu,dan mengunci kembali,aku mengintip dari lubang kunci,mereka telah pergi ke ruang tengah bermain kartu,terdengar memainkan kartu lalu di letakkan di meja".
"Ruangan itu terlihat samar dari penglihatanku karena menyatu dengan kamar penyekapan kita,tentu saja nggak jelas ,aku melihatnya karena hanya dari lubang kunci sekecil itu,ada kuncinya,pula".
"Badanku sangat lengket segera aku ke kamar mandi,kita bergantian bertiga,untung saja kamar mandi ada di dalam"
"Semuanya telah wangi,kita bertiga berdiskusi,Almayra bermain dengan boneka yang ke mana-mana di bawanya,berbie kecil berambut panjang,bergaun indah".
"Bagaimana ini,aku tidak sudi melayani tua Bangka itu kak,kita semua tidak ada yang sudi jawab perawat Luna".
Kak Luna berapa orang pengawal semua,"ada lima ,dua jaga di depan,dua tentu saja si kembar paijo dan paidi,di dekat kita,satunya mengawal tua Bangka itu".
"Bagaimana kita ngasih obat tidur sedangkan di dapur sudah ada Bik ijah".
"Pura-pura Almayra mau main masak-masakan,jadi di jam makan malam saatnya salah satu dari kita ngasih obat tidur,entah ke minuman entah ke sayur yang di bikin Bi ijah"
"nanti malam bakalan ada ritual,kira kira ritual apa itu ya kak Luna,kakak kan yang sudah lama di sini,mengerikan tidak".
"Itu ritual pembantaian orang,barang siapa yang salah bawa orang di kalau golongan darah bukan O,yang seperti mereka inginkan,akan di bantai di masukkan ke kolam belakang ada kandang Buaya di sana,jadi tidak ada jejak".
__ADS_1
"Seketika aku dan Gadhis saling bertatapan,merinding,mendengar cerita kak,Luna...badan gemetar,tubuh lunglai,semua runtuh".
"Jam menunjukkan pukul tujuh malam,terdengar persiapan-persiapan mereka naik turun tangga,rumah ini ada tiga susun,berarti lantai tiga,kami berada di lantai satu",
"kak luna tempat ritual di lantai berapa...,?".
"kayaknya lantai Tiga Ndis".
"Terdengar suara orang berjalan mendekati kita,ayo pura-pura tidur,kebetulan Almayra juga sudah tertidur,berbie di tidurin, dianya juga ikut tidur,kebiasaan nya memang seperti itu".
"Kali ini pintu di buka biasa tidak di banting,cekrek....mana Almayra sudah tidur Ndis,sudah bu...,ini aku bawakan makanan-makanan kesukaan dia,ada buah-bahan juga kasihkan dia kalau bangun,baik Bu".
"kalian harus jadi seperti sapi perahku,aku butuh darah kalian berdua,Luna kamu ku anggap sebagai perawat sapi perahku ha...ha....ha....".
Biadab Ibu benar-benar biadab,tak berfikirkah Ibu nasib cucu ibu,Almayra,kalau tau Oma dan Opa nya seperti itu,sudahi semua kejahatan ini.
"parjo dan paidi,bawa mereka ke lantai tiga jam dua belas malam pas,kita mengadakan ritual memberikan darah ke suhu kita".
"Baik nyonya...".
"Almayra ku tinggal sendirian,asalkan ada Botol susu di sampingnya,tanganya akan mencari sendiri dan matanya tetap terpejam,tak tega aku meninggalkannya sendirian,tapi mereka sudah menyuruh kita ke lantai tiga".
"kita bertemu ke lima tawanan juga di sana,tiga perempuan,dua laki-laki,semua tangan diikat di belakang kecuali kami bertiga,mungkin mereka sudah memberontak, jadi tangan diikat sementara kita masih jinak....".
"kami saling berpandangan,tetapi mata mereka sayup,dan terlihat kurus,karena darah selalu di ambil,tentu saja kepikiran juga ingin kabur dari tempat jahanam ini".
__ADS_1
"Jam menunjukkan jam dua belas segera jubah hitam memimpin,acara ada berbagai buah,ada berbagai bunga,ada banyak sekali dupa,ada keris-keris,dan tujuh kantong darah, masih kurang tiga orang, artinya kurang tiga kantong darah,dengan khidmat,Bu Lasmi,Pak Seno,Paijo dan paidi,Bik Ijah,dan tiga anak buahnya,yang ku dengar namanya,jiwa,tejo,dan bogel,juga mengikuti rangkaian ritual tersebut".
"Bogel curi-cur
i pandang denganku,aku Segera mengerjapkan satu mataku,kami saling berpandangan,muak sebenarnya aku melihat ,muka yang sanggar,rambut berdiri ke atas, tubuhnya pendek makanya dia di panggil bogel,nama aslinya atau julukan aku kurang faham".
Aku berbisik kepada Gadhis dan Luna,"akan aku buat bogel takhluk denganku,dengan begitu kita bisa kabur melalui kelengahan,dia".
"Terserah kakak,mudah-mudahan ada jalan untuk kita kabur,dari rumah jahanam ini,aku sudah tidak betah lagi kak,sabar ya Dhis".
"ke lima orang tawanan salah satunya mengerjapkan mata kepadaku,memberi isyarat ada celah untuk kabur,menyuruhku membuka tali di tangan dengan bahasa isyarat,kepalanya di angguk-angukkan seperti memanggilku,aku Segera bergeser pelan...membuka tali di tangannya"
Aku tengok ke arah mereka,tidak ada yang berbalik badan, mereka berlima sudah paham mungkin sering mengikuti acara ritua ini "Ayo cepat lepaskan tali ini,kita segera berlari mumpung mereka memejamkan mata mengikuti jubah hitam meminum darah".
"Segera ku buka tali dan terlepas,satu orang berhasil,disusul bergantian mereka melepaskan,sampai ke lima tawanan tanganya bebas".
"sontak kami semua kaget,tua Bangka jubah hitam,mengetahui,seperti ada yang membisikkan kata-kata di telinganya".
"Hem....lihat mereka,mau melarikan diri,kalian menggagalkan ritualku,mata merah segera mengambil pedang panjang,dari arah kamar jubah hitam,seperti sedang kesetanan di biarkan pedang menyentuh lantai sembari berjalan menuju ke arah kami".
"Ditebaskan membagi buta sampai di muka ku,tua Bangka tau kalau akulah yang melepaskan,semua diam tidak ada satu katapun berani keluar,Ibu dan Bapak makan memicingkan mata dan tersenyum,hatiku berdebar kencang,apakah hari ini nyawaku melayang".
"Menyeretku,ke lantai dua,Gadhis menangis histeris....kakK...!!!,bogel menahan Gadhis ,semua sudah tidak tahan saling menyerang,sang jubah hitam menghentikan langkah,tangan satunya menyerang tawanan dari jauh,kami semua terpental ke tembok".
"Hanya tawanan,yang terpental,agg...ugg...,sakit,semua menggerang kesakitan,untung aku tertahan dengan tawanan lainya jadi nggak begitu sakit,namun hatiku,hancur sakitnya melebihi di pukul,memikirkan bagaimana nasib kak Gendhis".
__ADS_1
"Benar-benar sudah menyatu dengan Iblis..".
"Si Jubah hitam,melanjutkan menyeret kak Gendhis,menuju tangga ke bawah,hanya air mata menggucur deras,dan mata terpejam,entah apa yang selanjutnya di perbuat".