Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 26 Menemukan tempat persembunyian


__ADS_3

"Suara gaduh terdengar di telinga Gadhis,dan tawanan lainya".


"Aku sepertinya kenal suara suara itu...".


"Om Raka mulai melawan di sambut dengan,Suhu Ajimat ,mereka bertarung dengan tangan kosong,untung saja Om Raka juara bela diri dulunya ,Ayah Rangga mengikuti dari belakang...".


"Gerakan demi gerakan di lakukan oleh dua orang sama sama kuat,entah si Suhu juga dengan lincahnya meluncurkan jurus jurusnya,mungkin dia juga belajar ilmu beladiri dari kecil".


"Sampailah pada tempat gadhis di sekap,dan tawanan lain,bug....brak....".


"Gadhis menoleh,berteriak histeris....".


"Om Raka.......,Ayah......".


"Huwa....hua....hua....,tolong Gadhis dan kawan kawan ....Ayah.....".


"Segera Ayah melepaskan tali tali yang mengikat tangan Gadhis ,dan para tawanan".


"Tali telah terlepas,dengan semangat dan sorot mata tajam,semua tawanan berharap Suhu Ajimat,kalah di pertarungan ini namun,dia memiliki kekuatan luar biasa,menggunakan tenaga dalam sampai Om Raka terpental ke tembok".


"Ugh.......ah.....,sedikit merintih kesakitan,mengeluarkan sedikit darah dari mulut".


Ayah berlari menggantikan Om Raka,namun Gadhis menghalangi dan melotot ke arah Suhu sableng itu,"Cukup.....cukup ....jangan di teruskan,lepaskan kami".


"Ha...ha...ha...".


"Gadhis kemana kakakmu dan Almayra...??.


"Entahlah Ayah,setelah di seret,Suhu gila itu,kakak nggak kembali Almayra pun tidak ada,bisa jadi kakak lari atau di sembunyikan tua bangka ini".


Ayah langsung berjalan cepat ke arah Suhu Ajimat,menarik krah leher baju ajimat dan dengan melotot Ayah bertanya,"Kemana Gendhis anakku hah.....".


"Ha...ha...ha....,sudah di makan harimau di hutan barangkali,karena anakmu liar,nggak nurut,dia telah menggagalkan acara ritual besarku".


"Om Raka,Gadhis,Ayah Rangga,tersenyum lega,melihat pengakuan Ajimat ternyata Gendhis berhasil kabur membawa Almayra,mereka percaya Gendhis mencari bala bantuan".


"Tetapi sayangnya mereka tidak menetap ,selalu berpindah pindah kalau ada yang melarikan diri".

__ADS_1


"Gadhis memberikan pernyataan yang mengejutkan ke Ayahnya,dan Om Raka".


"Tau nggak Yah....,Om.....,lirihnya,.....otak di balik semua ini mertua kak Gendhis,pak Broto dan Bu Lasmi.....,mereka mengetahui kalau darahku dan darah kakak golongan O,dan semua tawanan di sini jenis golongan darah mereka sama dengan kami,itu tujuan mereka menyekap kita,di ambil diminum sama Suhu gila ini".


"Pak seno dan Bu Lasmi bersekongkol dengan Ajimat,untuk memperoleh kekayaan,kekuatan dan mereka memuja iblis".


"Ha...ha...ha...ha...,baguslah kamu sudah menjelaskan semuanya,aku tak perlu lagi repot repot menjelaskan lagi,pintar kamu cocok jika kujadikan asistenku,ha....ha...ha...ha...".


"Suara telapak kaki berjalan beriringan,menaiki tangga,muncul paijo dan paidi,membawa beberapa kantong kresek,rupanya mereka sudah sampai".


"Mengernyitkan kening mereka,saling berpandangan,mereka mengelus elus gundul mereka,heran ada dua orang lagi".


"kemana saja Bogel,Jiwo dan Tejo,salah satu dari kalian panggil semua ke sini".


"He ......bandot tua,jangan main keroyokan hadapi kami,dasar pengecut kalian,beraninya main keroyok".


"Duel pun terjadi,Om Raka dan Ayah Rangga membagi buta,Gadhis berlari membukakan,tali yang melilit di semua tawanan".


"Ayo kak,bantu mereka semua,mumpung belom lengkap,gerombolan mereka".


"pertarungan berlalu sengit,muncul anak buah Ajimat satu persatu,semua tawanan menjadi bringas,mengingat perlakuan mereka".


"Semua terpental bersamaan".


"Agh.....ugh.....terpental ke tembok,semua team kami,para tawanan".


"Ayah segera berdiri,memimpin,membimbing kita semua,Ayo jangan kalah sama setan setan ini,kita baca ayat ayat suci kita".


"Ayat kursi mulai dibacakan,semua mengikutinya,di susul ayat ayat yang lain".


Ajimat mulai kuwalah,mendengar ayat ayat di bacakan,tetapi dia malah ketawa,mengeluarkan kuku kuku panjang,mata menyorot merah,badanya kekar,otot otot keluar dan tanganya seperti peragawan,atau seorang petinju".


"Tak hanya itu wajah wajah seram bermunculan,berterbangan,dimana mana, suara para arwah penasaran semakin banyak".


"Hentikan....,panas....panas....panas......semua ke arah para tawanan,para tawanan berdiri menyatu membentuk lingkaran,merapatkan tubuh,masing masing membaca doa,dan ayat ayat suci,tetapi mereka bermunculan banyak sekali sepertinya kita kuwalahan melawan mereka".


Om raka dan Ayah saling berpandangan,waktunya kembali ke markas kita minta bantuan orang orang "Raka kamu kembali bawa motor biar cepat,ini kunci serep di saku jadi satu sama kunci rumah,kalau kunci di bawa mereka,telefon pak kyai juga cepat".

__ADS_1


"Baiklah kak,aku akan cari cara melarikan diri".


"Suster berlari ke tempat sesembahan,di susul Paijo dan Paijo berusaha menyelamatkan tempat pemujaan setan,di cengkeram tangan kiri kanan oleh paijo dan paidi".


"Suster akhirnya di ikat lagi oleh si kembar".


"Pertarungan semakin sengit,setan setan sudah mengelilingi para tawanan,meminta darah".


"Om Raka berlari meninggalkan tempat,menuju tangga,kaki dan tangan seperti sulit melangkah,tetapi ayat ayat terus di bacakan".


"Sampailah di lantai dasar segera keluar membuka pintu,secara bersamaan Om Raka,bertarap muka dengan Bogel,mereka berdua segera memasang kuda kuda".


Tanpa lama lama Om Raka menarik baju krah bogel,maklumlah tubuhnya pendek,jadi sampai terangkat ke atas,"ampun Om...ampun Om",suara bogel terdengar parau tercekik krah bajunya.


"Setelah menurunkan Bogel,Om Raka bergegas mencari motor,ternyata terparkir di pojokan garasi".


"Tampak wanita berambut panjang,berbaju putih,lengan panjang seperti jubah,duduk manis di atas sepeda, duduk mendamping,wajahnya tertutup rambut,tak heran itu adalah mbak kunti,ataupun sundel bolong,menurut orang orang".


"Merinding Om Raka, di buatnya,Membaca Ayat-ayat tuhan,segera menangis kepanasan setan wanita itu,Om Raka menutup mata,dan membukanya,langsung melihat hantu


wanita,wajahnya penuh dengan darah".


"Pergi....,pergi....,atau ku bacakan sampai kau binasa,tak bisa berkeliaran lagi,hi....,hi....,hi..... jangan Om....".


"Om Raka bergegas,menaiki motor,dan memutar kunci motor,menstarter ,melaju dengan cepat menuju teamnya,di depan mata begitu banyak muncul bersliweran di jalan ini".


"Mendengar suara motor ,Debby dan Fitri, terbelalak melihat Om Raka,bajunya ada yang sobek,mukanya memar-memar ".


"Kenapa ini Om...".


Om Raka segera menceritakan dari Awal kejadian demi kejadian,"ayo kita kasih tau yang lain".


"Semua tampak kaget melihat Om Raka datang,tante siska langsung syok dibuatnya".


"Segera Bos Galih telefon pak Ustadz,mengabari mereka butuh bantuan,secepatnya".


"Bersiap siap semua,semuanya ikut?? tanya Bos Galih,dan tak lupa segera telefon polisi".

__ADS_1


"Tentu saja mereka semua ikut,dan penasaran atas apa yang di sampaikan Om Raka".


..


__ADS_2