
*****
Sudah seminggu muka pasien di perban sehingga ketiganya belom bisa diajak berbicara karena takut mengganggu kesembuhan lukanya.
Kabarnya hari ini perban dibuka melihat seberapa parah lukanya sudah sembuh apa belum.Semua keluarga menanti dengan perasaan senang.
Dokter memasuki ruangan pertama kali yang dimasuki ruangan Gendhis tentu saja hati Keluarga dan Gendhis berdegub kencang. Perasaan cemas,takut,gembira jadi satu .
Sebelum saya membuka perban di area wajah bu Gendhis mari kita berdoa dan baca bismillah terlebih dahulu. Supaya proses pembukaan lancar dan hasilnya sesuai dengan keinginan kita semua.
"Bismillah saya buka ya....!".Lapisan pertama berhasil di buka. dilanjutkan lapisan ke dua dan seterusnya.Sampailah lapisan terakhir .Dokter menyuruh Gendhis memegang kaca di depan Gendhis.
"Alhamdulillah ...!".wajah Gendhis semakin cantik tidak ada pengaruh dengan gosong kemarin. hanya beberapa kulitnya itupun mengelupas bersih.Senyum terpancar dari wajah dan kedua sudut bibir yang mengembang.
Air matapun menetes di pipi mulus Gendhis. Semua bersyukur dan bergantian saling merangkul dan mengguatkan.
"Semoga ini yang terakhir nak, jangan ada penderitaan lagi.Yakinlah setelah badai pasti datang mentari ..!".Doa mama Artha yang juga bergelinang air mata kebahagiaan.
"Makasih ma doanya amin..!".Gendis semakin terisak di pelukan Mamanya.
"Sudah sudah sedihnya nanti wajah cantiknya jadi gosong lagi...!".Dokter sempat bergurau supaya tidak larut dalam kesedihan.
Semua tertawa mendengar penuturan dokter yang bercanda.
"Maaf dok aku bersyukur banget punya keluarga yang selalu ada saat aku sakit dan terluka ...!".Dengan suara sedikit bergetar Gendhis menyampaikan rasa harunya.
Dokter hanya menggangguk dan tersenyum."Baiklah bu Gendhis saya akan memberi resep untuk selep biar tidak perih kemarin kan obat dalam dan selepnya diteruskan jangan di perban lagi...!".
"Besok sudah boleh pulang .Saya tidak bisa berlama lama di sini mau lanjut ke tempat bu Debby dan Bu Fitri. Mudah mudahan keadaanya sama seperti bu Gendhis...!".Dokterpun segera berpamitan dan beranjak pergi diikuti kedua asistenya.
"Ma....aku ingin melihat kedua sahabatku boleh ya...!".Sembari menyeka kedua matanya Gendhis memohon.
"Boleh ayo kita semua kesana biarkan adikmu mengambil kursi roda terlebih dahulu..!".Jawab mama Artha.
"Kak ingat kakak habis ini ditanya tanya pak polisi ..?.Kasihan sudah lama menunggu keterangan kakak ..!".Gadhis berusaha mengingatkan Gendhis .
"Iya maaf aku lupa nanti saja ma...ke sananya.Aku curiga sama nenek sartijah, kemana dia .Begitu ada kebakaran aku lihat dikamarnya sudah tidak ada...!?".
__ADS_1
Semakin jelas kak ,biar aku panggilkan pak polisi di luar .Yang sekarang bertugas menjaga kakak .
Pintu segera di buka oleh Gadhis dan memberitahu kalau kakaknya sudah siap memberi keterangan.
Segera pak polisi masuk ke ruangan Gendhis berjalan di belakang Gadhis. Dan mulai mengeluarkan bolpoin mencatat apa yang hendak Gendhis sampaikan.
"Selamat pagi .. semuanya?...bagaimana bu Gendhis sudah sehat...!?". Tanya salah seorang polisi .
"Alhamdulillah pak sehat ....berkat doa keluarga saya dan bapak polisi yang sudah bersedia menjaga saya di sini..!".Gendhis berterima kasih berkat doa pak polisi juga tentunya.
"Kalau begitu boleh saya mulai bu.., saya akan ajukan beberapa pertanyaan..!".Pinta pak polisi.
"Silahkan pak..! saya tidak keberatan, sebisa saya akan berterus terang supaya mempermudah penyelidikan bapak polisi..!?".
Sebelum kebakaran di rumah bu Gendhis berapa orang yang ada di sana...?Tanya pak polisi .
Gendhis sempat terdiam dalam hati sudah ada prasangka. Apa benar nenek Sartijah yang sudah berbuat jahat seperti ini! .Dalam hati kecilnya antara ia dan tidak.Tetapi harus jujur mengatakan apa yang ditanya pak polisi.
Bu...Gendhis .
Bu....
I...iya...pak
"Bisa kita lanjutkan ..pertanyaan saya...!?".Tanya pak polisi dengan tatapan tajam.
"Baiklah pak saya akan mulai menjawab...,ada 4 orang pak Saya,Debby,Fitri. Kemudian nenek Sartijah datang..!".
"Lalu kemana nenek Sartijah..,Di tempat kejadian cuma di temukan kalian bertiga. Tanda tanda ada orang di dalamnya juga tidak ditemukan..!?".Tanya pak polisi lagi.
Setelah nenek sartijah datang beliau langsung istirahat di antar Debby ke kamar tamu.Dan setelah beberapa saat kami pun juga istirahat sampai aku terbangun duluan.Setelah itu saya membangunkan kedua sahabat saya.
Ruangan sudah terasa panas Debby mengecek keluar rumah ternyata api sudah menggepung kami.Sempat mencari nenek di kamar tamu tetapi sudah tidak ada di tempat.
"Jadi Nenek Sartijah sudah tidak ada sewaktu kebakaran terjadi...!?".Tanya pak polisi.
Iya benar pak saya sempat berfikir yang tidak tidak terhadap nenek Sartijah. Tapi motifnya apa?..Sedangkan nenek Sartijah sudah saya anggap nenek saya sendiri sesuai pesan almarhum bang Sardan anak angkat nenek.
__ADS_1
Sebelumnya kami semua berkumpul untuk menggelar doa bersama dan menempati rumah baru.Rumah pemberian Bang Sardan kepada saya, dan rencana neneklah yang saya suruh menempati .
Dari keterangan bu Gendhis ada sedikit masukan dari saya.Menurut analisis saya fix kemungkinan ini rencana nenek Sartijah. Jadi kemungkinan besar beliau tidak menginginkan rumah anak angkatnya di berikan ke bu Gendhis.
Semua terkejut mendengar pernyataan pak polisi.Tidak menyangka ternyata nenek Sartijah berada disana Mama Artha,Ayah Rangga dan Gadhis saling berpandangan semua.
Ada benarnya juga memang nenek Sartijah pelakunya.Soalnya kak Nawang tidak mengetahiunya kalau nenek pergi ke rumah kak Gendhis.Pamitnya ke pasar.
"Baiklah bu Gendhis sementara keterangan ibu cukup, ibu bisa istirahat kami akan segera menelfon ke kantor untuk membuat laporan mengenai keterangan ibu Gendhis dan keluarga.
Pak polisi pun segera bersalaman dan pamit berjaga kembali. Sementara pak polisi yang satunya sedang menelfon dan menuju kantornya untuk membuat laporan.
Tidak menunggu lama Gadhis meminta izin kakaknya untuk menelfon kak Nawang.Memberi kabar yang sangat mengejutkan dan tidak pernah di bayangkan sebelumnya.
Dret....
Dret....
Dret.....
Hallo.....hallo....
"Assalamualaikum kak... selamat pagi ...?!".Sapa Gadhis.
"Waalaikumsalam...iya ada apa kak...!?".Jawab Nawang.
"Kak sebelumnya aku minta maaf, mau tanya? apa nenek ada di rumah...!".Tanya Gadhis.
"Nggak ada kak ...dari kemarin pamitnya ke pasar ,aku hubungi nggak aktif handphone nya,memangnya kenapa ya ada perlukah? sama nenek biar di cari bang Ken.!?".Nawang khawatir dengan pemikiranya kemarin.
Kak terima kasih kalau kakak mau nyari nenek. Justru saya ingin memberikan kabar yang membuat kak Nawang sedikit kaget.
Langsung saja ya kak ..! nenek Sartijah sebenarnya bukan ke pasar melainkan ke rumah kak Gendhis. Menurut kak Gendhis malah sempat tertidur di sana, tetapi saat kejadian nenek sudah tidak ada di tempat.
Jadi maaf kak ya Polisi menduga semua ini ada kaitannya dengan hilangnya nenek Sartijah. Kami minta tolong ya kak semisal ketemu nenek Sartijah hendaknya kasih kabar ke kami. untuk menjelaskan kepergianya yang secara tiba tiba.
"Baiklah kak Gadhis saya akan berunding dengan keluarga terutama kakek Danu. Sebisa mungkin untuk mencari dimana keberadaan Nenek Sartijah..!?".Nawang berucap.
__ADS_1
Saya kira nenek sudah berubah kami sekeluarga tidak berfikir sampai sejauh itu kak maaf ya...?, gara gara nenek Sartijah kak Gendhis jadi menderita, benar benar di luar dugaan. Pungkas Nawang.
Tidak apa apa kak bukan salah kak Nawang,kami sangat berterima kasih kakak sudah berbaik hati, mungkin pemikiran nenek belum ikhlas peninggalan Bang Sardan di kasihkan kak Gendhis.