Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 34 Penyakit Misterius


__ADS_3

"Gendhis berjalan ke halaman belakang,mencari tampar dan mencari kayu papan,mau membuat pandu,Ayah Rangga sangat rajin menyimpan semua barang barang yang nggak begitu penting, tetapi suatu saat menjadi sangat penting dan berguna jika di butuhkan".


"Semua yang di cari telah tersedia,tinggal gunting ada di kamar Gendhis,akalnya memang banyak ada saja, pantas saja kedua orang tuanya dan adiknya,sangat bangga memiliki keluarga seperti Gendhis".


"Gadhis sini bantu kakak menyusun papan dan tongkat tongkat bekas aku pramuka dulu,kamu pegang saja,aku yang memasang tali semuanya...!!".


Sekitar tiga puluh menit semua sudah tersusun rapi",Ayo kita angkat Bang Sardan sama sama...!!",perintah Gendhis kepada Ayah Rangga, Mama Artha dan Gadhis!.


"Aku beri aba aba kita angkat sama sama ok semua ready".


"Satu....dua...tiga!!".


"Bruk ....",kini bang sardan sudah berada di atas pandu keluar air bening dari kedua sudut matanya yang indah,membuat wajahnya sedikit agak merah,menahan malu,sakit jadi satu.


Gendhis mengusap kedua mata bang Sardan,"jangan menangis bang ini tidak ada apa apanya di banding pengorbanan abang".


"Benar kamu tenang saja....!! kami akan membantumu sampai sembuh",timpal Ayah Rangga.


"kami segera mengangkat Bang Sardan ber empat dengan pandu yang di buat Gendhis tadi,lumayanlah,gumam Gadhis dalam hati".


"Mobil sudah di panasi dari tadi sewaktu Gendhis membuat pandu,Ayah Rangga juga sudah menyiapkan tempat untuk Bang Sardan".


"Ayah dan Mama,Almayra duduk di depan,aku dan Gadhis di belakang sendiri sementara Bang Sardan di tengah,kakinya sedikit aku tekuk biar pintu dapat di tutup".


"Ayah segera mengeluarkan mobil dan memarkir sebentar depan pintu pagar,Mama Artha turun mengunci pintu pagar",


"Segeralah mobil melaju dengan kecepatan sedang".


"Selang satu jam kami sampai di rumah sakit,bang Sardan semakin kesakitan,Gendhis segera berlari ke tempat pendaftaran,mengurus administrasi".


"Bang Sardan langsung di bawa ke ruang icu,di pasang alat alat,kami semua menunggu di ruang tunggu dekat icu".


"Setengah jam sudah berlalu,dokter segera keluar".


"Keluarga pasien atas nama Sardan...!!".


"Saya Keluarga pasien dok"jawab Gendhis bergegas mendekat ke arah dokter.


"Ayo ke ruangan saya ya....!!".


"Gendhis mengikuti di belakang dokter,".


"Silahkan duduk bu,Sardan ini suami ibu...!?".


"Bukan pak saya saudara jauh...,keluarganya udah tidak ada semuanya tinggal kami...!?".


"Terpaksa berbohong biar bang Sardan segera ditangani...".


"Oh...begitu..??".Dokter mengganggukkan kepala".


"Begini Bu,sebelumnya saya beserta semua staf mengucapkan maaf yang sebesar besarnya,kami semua tercengang melihat penyakit saudara ibu,kami sudah berusaha semaksimal mungkin,namun tidak ada penyakit yang di temukan di dalam tubuh saudara Sardan".


"Apa dok....??mana mungkin..?? dia bilang sejak semalam kesakitan,tolong dok selamatkan saudara saya..".


"untuk sementara memang seperti itu ".

__ADS_1


"Tapi nunggu hasil lab yang belum keluar....,mudah mudahan ada hasil yang menggembirakan ......!!".


"Ada yang perlu ditanyakan lagi....!!"


"Tidak dok..!!,terima kasih".


Segera Gendhis beranjak dari tempat duduk,meninggalkan Ruangan Dokte".


"Ayah,Mama dan Gadis,segera bertanya???".


"Bagaimana hasilnya...".Tanya Ayah..?


"Ini di luar dugaan Ayah..!!.


"Mereka tidak berhasil menemukan penyakitnya,tetapi kita tunggu lab lanjutan sampai besok".


"Aku akan menemui Bang Sardan dulu...!!".


"Baiklah kita bergantian masuknya..".


"Gendhis berjalan perlahan,membuka pintu icu,yang hanya boleh di jenguk satu satu".


"Cekrek.....!!".


"Bang Sardan yang sabar ya..??".


"kita tunggu Lab tambahan besok,sementara belom di temukan penyakitnya apa...??!".


"Jawaban dari angan anganku tidak melesat,kalau seperti itu kenyataannya Ndis ...???".


"Jangan pesimis.....!!,dulu Bang,kita lihat hasilnya besok ...!!".


"Maksud abang angan angan apa..???".


"Gendhis memicingkan matanya....??!!,binggung dengan perkataan Bang Sardan".


"Ini semua sepertinya perbuatan mereka,Nenek Sartijah,Nawang dan kakek Danu...!!!".


"Ya ampun Bang,jahat sekali mereka,aku akan memberi tahu keluargaku tentang hal ini Bang...!!".


"Suster datang menghampiri Gendhis ..!!".


"Maaf bu jangan lama lama pasien butuh istirahat ....!!!".


"Gendhis mengangguk beberapa kali".


"Aku keluar dulu bang ya,jangan pikirkan apa apa,aku akan selalu ada untuk Bang Sardan...!!".


"Segera Gendhis meninggalkan ruangan icu.


"Ayah sepertinya...harus ada yang jaga Bang Sardan,kasian kalau gak ada ya g jaga..!".


"Aku aja yang jaga,Ayah dan mama pulang saja kasian Almayra,biar dia tidur di rumah saja,Gadhis kamu ikut pulang apa nemenin kakak ".


"Aku nemenin kakak saja...".

__ADS_1


"Baiklah aku pulang dulu,jaga diri kalian baik baik..!!".


"Iya Ayah...".


"Segera kucium punggung tangan kedua orang tuaku, dan ku gendong Almayra menuju parkiran mobil..".


"Anak Bunda yang pintar ...jangan rewel ya...??,adek pulang duluan sama oma sama opa".


"Almayra telah duduk manis di pangkuan Omanya,aku Segera menutup pintu mobil dan menambahkan tangan ...".


"Gendhis segera berbalik menuju Gadhis".


"Aku harus mengabari teamku dan Bos besar,sementara libur nggak masuk kantor".


"Gendhis segera mengetik pesan kepada Bos Galih,meminta izin cuti untuk beberapa hari..,tak lupa memberi tau sahabat sahabatnya di kantor".


"Memberitahu kejadian yang menakutkan,mungkin besok sudah pulang, kalau penyakitnya masih belom di temukan buat apa lama lama di rumah sakit,tetapi dokter masih mengusahakan tes lab susulan ..".


"Gendhis juga menceritakan sekujur tubuh Bang Sardan, tidak bisa di gerakkan".


"Pesan segera di balas ....oleh Bos Galih".


"Iya...Ndis, nanti sepulang kantor aku akan ke sana dengan team kita,...kamu mau di bawakan apa,biar nanti Debby siapin ....?".


"Buah buahan saja Bos...!!".


"Kenapa kakak senyum senyum sendiri... membaca pesan,dari siapa sih...!!".


"Ini dari Bos Galaih,....senang sekali punya Bos baik,pengertian dia tanya mau di bawakan apa..??".


"Tanpa basa basi aku meminta buah saja".


"Kak kasian ya Bang Sardan...".


"Iya Dhis,...bagaimana kalau sampai besok belom di temukan penyakitnya ..".


"Aku ada ide kak..!".


"Bagaimana kalau kita panggil pak Ustadz,siapa tau Beng Sardan kena guna guna ...".


"Bagus juga idemu .....,akan tetapi kita tunggu hasil lab besok,supaya kalau memang nggak ada penyakitnya kita bisa lega,dan membawanya ke pak Ustadz".


"Kalau sampai ini terjadi dan ulah mereka,aku tidak akan mengampuninya,kita jebloskan ke penjara,biar jera".


"Tetapi kak mereka sangat kuat,lihat saja perlakuanya ke Bang Sardan kalau memang iya,apa kita mampu melawanya".


"Apa yang nggak mungkin,kita lawan mereka,ajimat aja bisa terkalahkan apa lagi mereka yang sudah tua tua".


"Jangan salah kak,semakin tua ilmu mereka semakin kuat....".


"Pak Ustadz juga orangnya sering berhadapan dengan hal hal seperti itu,kita pasrahkan sama tuhan saja mana yang terbaik".


"Ayo kita ke kantin dulu aku lapar belum sarapan,kita titip Bang Sardan kepada suster yang jaga ...".


"Baiklah kak ....".

__ADS_1


"Gendhis menuju ruang jaga Suster meminta izin meninggalkan Bang Sardan sebentar".


__ADS_2