
Sementara di kamar yang lain ada seseorang yang mulai membaik keadaanya,Bang Sardan.....dan seorang perawat yang begitu perhatian,sangat cantik berpawakan putih,mulus,tinggi sungguh lelaki mana yang tidak jatuh hati pada perawat itu.
Mama Artha datang membawakan makanan kesukaan Bang sardan,dan kesukaan Gendhis dan kawan- kawanya.
"Assalamualaikum..".
"Bu keadaanku sudah membaik,aku akan ke ruangan Gendhis dan teman temanya,gantian aku yang akan mengurus dan merawat Gendhis,yang masih terbaring lemah di sana dengan teman temanya ",pamit Bang Sardan kepada mama Artha,yang mengantar makanan pesanan Bang Sardan,karena bosan makan dari rumah sakit.
"Pakai kursi roda saja nanti aku yang antar"timpal Perawat yang cantik itu.
Mama juga bisa mengantarkan kamu nak.Tadi pas aku ke kamar masih full tamu nak Fitri dan Debby.Tetapi kalau kita bergabung sama mereka juga nggak apa-apa,sekalian kenalan sama keluarganya.
Sebaiknya jangan dulu,di rumah sakit nggak boleh berkerumun banyak orang,harus bergantian.perawat cantik Ismi, yang namanya tertera di bajunya mengingatkan mama dan Bang Sardan.
Semua keluarga sedang menjenguk Fitri dan Debby,tetapi mereka sudah berpamitan semua.
Setelah 1 jam berlalu mama menelfon Gendhis
ternyata saudara Gendhis dan Fitri sudah pulang, Mama Artha dan perawat Ismi mengantar Bang Sardan ke ruangan Gendis dan teman-temanya
Mereka kompak minta satu kamar isi 3 pasien. Alhamdulillah rumah sakit ini menyesuaikan apa yang diinginkan pasien
Semua keluarga sedang menjenguk Fitri dan Debby,tetapi mereka sudah berpamitan semua.
"Syukurlah nak Sardan ,ruangan sudah lega,semua keluarga Debby dan Fitri sudah pulang,mereka juga menitipkan keduanya padaku tadi waktu aku di sana,kita ke sana saja",kata mama Artha.
Perawat Ismi mendorong bang Sardan yang duduk di kursi roda,sembari bercanda wajah ayunya berbinar binar.Kelihatanya dia menyukai bang Sardan.
"Assalamualaikum ..".
"Waalaikumsalam...".jawab ketiganya kompak Debby,Gendhis,Fitri.
__ADS_1
"Bang istirahat saja di kamar abang jangan banyak gerak nanti kambuh lagi",pinta Gendhis yang tampak panik melihat bang Sardan menghampirinya.
Tiba tiba Gendhis hatiku cemburu melihat Bang Sardan di ajak bercanda terus dengan perawat Ismi.Mata bang Sardan dan Ismi saling bertemu kenapa aku ini jadi punya rasa sama bang Sardan.
Aku sudah baikan kok Ndis,lagian di kamar terus bosan!,bagaimana keadaan kalian apa ada yang di eluhkan?tanya Bang Sardan.
Tinggal nyeri nyeri di bagian dada bang,iya kalau aku kakiku nggak bisa di tekuk,sakit rasanya kalau ditekuk,timpal Debby dan Fitri bergantian.
"kalian sudah cek semua bagian tubuh kalian!",
tanya bang Sardan.
Dokter sudah melakukan yang terbaik kok bang,wajar dengan adanya mobil terbalik,seperti itu,badan kami seperti remuk semua.
"Iyakan teman teman..!?",tanya Debby.
"Benar bukan remuk lagi rasanya,tidak bisa digambarkan dengan kata kata",timpal Fitri
Tetapi alhamdulillah bang kami selamat,melihat Mona dan teman temanya tidak ada yang selamat,kami seperti mendapat mukjizat dari tuhan,benar benar masih diberi kesempatan untuk bertaubat dan berbuat baik,benar benar bersyukur kepada tuhan masih bisa melihat Almayra dan kalian!!.
kalian sekarang mau aku traktir makan apa?,biar cepat sembuh kalian mau pesan apa?titah Bang Sardan!.
"Beneran Bang...?kami sih kangen sama bakso yang biasa kami makan bakso solo...gimana dengan kalian..!?sama seperti aku enggak!?.".
"Tau aja kamu Debb,dari pada abang nyuruh orang atau pesan onlaine,mending kita telefon saja abang tukang baksonya!....".Fitri memberi ide.
"Ya sudah kalian telefon kita makan sama sama" ,titah Bang Sardan!
Semakin ke sini Bang Sardan semakin tampan,semakin dewasa dan bijaksana,tak sengaja mata saling memandang antara Gendhis dan Bang Sardan.Di hati Gendhis mulai tumbuh kembali benih benih cinta,goresan luka yang ditinggalkan bang Dewa mulai hilang sedikit demi sedikit.
Tetapi Gendhis teringat janji ke dua sahabatnya, enggak boleh menjalin Asmara selama 10 tahun.
__ADS_1
"Huh.....kuatkan aku ya tuhan..".Ada apa ndis tanya Debby,tanpa sadar Gendhis berucap.
"Eh...maaf ..tiba tiba aku ingin tuhan mengguatkan aku supaya kuat aku menjalani cobaan hidup yang tak kunjung selesai ada saja",Gendhis dengan wajah merah merona merasa malu dan mencari alasan yang tepat atas semua pertanyaan? Debby
"Istighfar...banyak banyak baca zikir nak!!,",Mama Artha memberi dukungan.
Gendis meraih ponsel di sebelah tempat tidur di atas nakas melihat batre telah terisi full.Jari tanganya langsung mengetik pesan whatshap.
"makasih bang ya udah perhatian sama aku ๐ฅฐ๐ฅฐ.".
"Ah akulah yang terima kasih....,apa jadinya aku tanpa kamu,sekarang di ujung usiaku yang tak lama lagi aku telah berubah menjadi orang baik,kamu telah merubahku".kata Bang Sardan berterima kasih balik pada Gendhis.
Jangan berkata seperti itu bang,bersyukurlah kepada allah,sudah sepatutnya kita saling mengingatkan sebagai manusia,aku sebenarnya juga mencintai abang,ternyata abang orang yang selama ini aku impikan sosok pria yang tanggung jawab,perhatian...kalau abang sabar menantiku sepuluh tahun kedepan insyaallah kita ada jodoh bang!.balasan whatshap bang Sardan.
"Abang juga yang semangat biar cepat sembuh,Almayra membutuhkan sosok ayah seperti bang Sardan,jangan menyerah terus berusaha ya Bang".Pinta Gendis lewat whatshap.
Dret...dret....
Bunyi dering whatshap bang Sardan,Debby dan Fitri saling berpandangan melihat Gendhis dan Bang Sardan cengar cengir menatap layar handphone dan sesekali bertatapan mata.
Ehem.....hem.....debby berdahak ,sontak Gendhis dan bang Sardan terkejut secara bersamaan.
Bersamaan Debby berdehem tukang bakso mengantar pesannya,semua menelan ludah melihat makanan favorit datang,seketika gerak gerik Gendhis dan Bang Sardan terabaikan.
"Ayo ...ayo...makan", perintah mama Artha ...memang sudah waktunya makan siang,karena pagi tadi semua makan masakan mama.
Bang Sardan tersenyum gembira di kelilingi orang orang yang baik.
"Jangan lupa berdoa",bang Sardan mengingatkan, seketika Debby meringis semuanya tertawa,karena lupa berdoa,sudah ku duga karena kangen sama makanan kesukaan sampai lupa berdoa,batin bang Sardan.
Aku sangat bahagia hari ini Gendis menjawab perasaan cintaku padanya,tetapi umurku tidak lama lagi,tetapi aku bahagia Gendhis dan Almayra tidak akan susah soal materi ketika aku sudah tiada nanti,semua harta yang aku miliki aku serahkan sama Gendhis nantinya.
__ADS_1
Tuhan terima kasih sudah memberikan aku kesempatan hidup yang lebih baik,mengenal orang orang yang sangat baik,di sisaumurku ini,aku selalu bersyukur meskipun penyakitku ketika kambuh begitu menyakitkan,mungkin tuhan sedikit mengampuni dosa dosaku dari kesakitan ini.
Gendis benar benar wanita sholehah dia membimbingku di jalan kebaikan,dengan adanya Ustadz,yang Gendhis kenalkan aku sedikit paham tentang arti mana yang salah mana yang benar.