Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Draft 78 Menyerah


__ADS_3

*******


"Pak....Pak....apa nggak kebanyakan...!. Ini mah lebih dari cukup kemarin sepertinya aku nggak bermimpi apa apa...malah besok mau ditambahin !?". Mata Bu Warsih terbelalak lebar sembari memanggil Bos Galih yang berlari menuju Villa.


"Bos dari mana saja kami sudah datang dari tadi kok nggak ada siapa siapa. Kemana para wanita itu pergi kok belum balik balik....! biasanya mereka yang cerewet kalau kita telat pulang...! Gendhis juga tadi sempat telefon tetapi saya lagi di kamar mandi ...!? ".


"Kalian sekarang juga ikut saya .....!! mencari mereka, informasi yang aku peroleh belum terbukti sih tetapi saya sangat khawatir. Sepertinya mereka sedang dalam bahaya kalau memang apa yang di ceritakan Ibu pemilik warung yang namanya Warsih benar....!?". Dengan wajah binggung Bos Galih menjelaskan.


"Apa kita tunggu satu jam lagi Bos kalau tidak pulang baru kita cari. Memangnya apa yang ibu di warung itu katakan....!!?? ". Tanya Adit penasaran.


"Sekarang handphone mereka tidak aktif kecuali Gendhis, coba pikir ada apa ini..! aktif pun tidak ada suara dan tidak diangkat... dan setelahnya sinyal mungkin hilang lagi, nanti aku jelasin di mobil nggak ada waktu kita harus segera menyelamatkan mereka kalau memang benar...!?". Bos Galih langsung berbalik badan menuju mobil semua berlari kecil mengikutinya dari belakang karena langkah Bos Galih sangat cepat.


Mobil dilajukan mengikuti map gogle yang diperintah Bos Galih sesuai arahan Bu Warsih tadi. Beliau menceritakan kejadian detail persis apa yang di ceritakan Bu Warsih. Mereka semua sangat geram sama Pak Rudi kalau memang para sahabatnya tidak kembali seperti yang di ceritakan Bu Warsih.


Perjalanan melewati senja yang di buat status di seluruh handphone ke lima wanita sri kandi Bos Galih. Bermula dari tempat ini Semua terdiam ketika melewati jalanan sepi. Semakin lama semakin sepi rumah rumah warga di sekitar pun jarang benar kata Bu Warsih.


******


Pertama tama yang di seret ke ruang bawah tanah adalah Gendhis. Ketika sampai di tangga Gendhis berlari keluar dan berhasil memukul ******** Pak Rudi yang tepat di belakangnya. Pintu keluar tak jauh berada di samping Gendhis berdiri. Pintu masuk Di desain begitu unik ke ruang bawah tanah hampir tidak kelihatan dari luar kalau penutupnya tidak di buka.


Gendhis berusaha berlari ke ruangan kosong yang berupa gudang bersusun berhasil melewati tangga .Mereka berada di bawah kebingungan mencari dimana Gendhis bersembunyi.


Sesampainya di Gendhis menggambil ponsel yang ada di tas slempangnya yang kerap ia bawa ketika bepergian. Di sana dia berusaha menelfon tidak ada satupun orang yang mengangkatnya. Gendhispun merasa saat ini nasib baik tidak berpihak padanya dan sahabat sahabatnya.Mencoba dan terus mencoba menelfon akhirnya sinyalnya hilang lagi


Mungkinkah masih ada sedikit harapan untukku hidup. Jikalau waktunya aku untuk pergi aku harus membuat video untuk menggungakap siapa Pak Rudi sebenarnya. Pikiran Gendhis sangat kacau dan binggung saat ini rasa takut sudah tidak ada lagi.

__ADS_1


" Hai siapapun yang menemukan handphone atau sudah menerima video yang aku buat saat ini. Kalau aku masih diberi kesempatan untuk hidup alhamdulillah. Kalian harus mengetahui Pak Rudi ternyata bukan orang baik. Awalnya kami di bujuk melihat pemandangan yang indah yang memanjakan mata.


Memang benar kami sangat terharu dengan ciptaan tuhan yang maha kuasa, namun setelah perjalanan balik ke Villa kami dibujuk lagi katanya lewat jalan alternatif supaya cepat sampai. Mengingat jalan pada malam itu padat tetapi semakin lama kami diajak ke jalanan yang sepi rumah jarang jarang.


Kami sempat bertanya...? berteriak...? kepada Pak Rudi tetapi dia mengendarai mobil jeep sangatlah cepat sampai kami semua ketakutan.


Aku dan teman teman berusaha tenang kami saling berpegangan tangan dan berharap sesampainya di sana ada keajaiban untuk kami bisa kabur dari mereka.


Tetapi nasib berkata lain.....! mungkinkah ini saatnya aku bernasib buruk ! ataukah sudah takdirku sampai di sini.


Saat tempo hari mungkin aku bisa melarikan diri dan lolos dengan selamat. Tetapi hari ini aku merasa tidak akan ada jalan lain untukku berlari.


Aku dipilih pertama kali untuk di bawa keruang bawah tanah, satu persatu dari kami rencananya akan di perkosa di sana. Setelah Pak Rudi atau temanya puas mereka menjual kami ke luar negri untuk dijadikan wanita penghibur atau di ambil organ tubuh kami untuk dijual.


Sepertinya pekerjaan ini hanya kedok saja.


Aku berlari keluar pun percuma aku lihat di luar sana banyak sekali aparat yang berjaga jaga ada 5 orang maka aku beranikan membuat video ini.


Sahabatku dan 2 patner kerjaku masih di sana menunggu giliran di bawa Pak Rudi dan temanya yang aku lihat ada tiga orang lagi menunggu giliranya melayani nafsu temanya- temanya secara bergantian....


Setelah ini aku pasti akan ditemukan aku akan mencoba memberontak dan membunuh mereka kalau aku bisa. Disamping sudah ada besi panjang kira kira satu setengah meter untukku memukul mereka.


Setelah aku meninggal aku harap ada pihak kepolisi diluar sana yang masih mau membela kebenaran.


Ada suara kaki menaikki tangga ini aku coba mengirim pesan lagi siapa tau setelah handphone aku taruh di atas genting ada sedikit harapan terkirim pesan Whatshap ini.

__ADS_1


"Hem...aku sepertinya mencium bau wangi di sini...!!??". Harum tubuh Gendhis karena parvum pewangi baju di tubuhnya memang kerap tercium harum.


Gendhis segera berdiri untunglah ponselnya segera diletakkan di atas kayu yang di buat untuk menahan genting diatasnya ada kayu Blandar besar dan disela selanya di selipkan handphonenya, memang tempat tingkat ini langsung terhubung dengan genting. Ruang susun yang hanya terbuat dari kayu sederhana sepertinya dipakai mereka untuk beristirahat sejenak.


"Aku disini kalian memang biad*p lepaskan semua temanku aku saja yang kalian sekap tolong....!!??". Gendhis meminta untuk dirinya saja yang jadi korban. Kalaupun ada keajaiban teman temanya bisa meminta bantuan ke orang lain siapapun.


"Jangan banyak omong.....!!??". Segera Pak Rudi menyeret lengan Gendhis.


"Lepaskan...!?". Bentak Gendhis


"Kamu telah membuang waktuku...!?". Bentak Pak Rudi lebih keras dari sebelumnya.


Ku raih segera pipa panjang yang sengaja aku sandarkan di balik tukang besar. Dan segera ku ayunkan tepat mengenai kakinya dan Pak Rudipun tersungkur di tangga bawah. Aku berdiri di atas tangga dan melihatnya sudah lumpuh belum kakinya.


Ternyata dia sangat kuat Pak Rudi berdiri dan berbalik ke arahku lenganku di seret menuju Sahabatku di sekap. Seketika mereka melihat perlakuan Pak Rudi seperti itu. Merekapun menangis histeris. Aku memberikan kode menutup mulutku dengan jari telunjuk supaya mereka berhenti menangis..


Sampailah di tangga bawah tanah hatiku berdegub kencang Pak Rudi memberi kode supaya temanya menutup pintu ke bawah tanah dan meninggalkan mereka berdua.


Aksi segera di lancarkan baju Gendhis segera di sobek mulai dari lenganya....


"Inilah yang aku lakukan kepada wanita yang membangkang seperti kamu.....!! dengan cara ini kamu pasti suka aku tau kamu nggak suka dengan caraku yang lembut. Maka cara kasar cocok untukmu...!!??". Sembari mengitari badan Gendhis Pak Rudi berbicara.


Gendispun hanya tertunduk lemas tak berdaya ia menutup matanya air matapun mengalir beruraian, saat ini ia menyadari sekuat apapun Gendhis adalah seorang wanita. Apalagi dia terjebak di sini sendirian.


"Tunggu aku membersihkan diri dulu kamu persiapkan dulu dirimu. Layani aku supaya kamu mendapat ampun dariku...!?". Pak Rudi masuk kedalam kamar mandi yang lembab di bawah tangga yang aku turuni tadi.

__ADS_1


__ADS_2