Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 77 Teka teki Pak Rudi.


__ADS_3

Bos Galih keluar masuk rumah. Setelah beribadah Isya mereka belum juga ada yang pulang. Padahal tadi pesan saya jangan sampai larut malam. Ataukah Gendhis tidak membaca pesan saya, coba aku cek..


Bis Galih mengotak atik handphone nya benar saja pesan Whatshapku tak di baca cuma centang satu. Aku lihat status mereka hampir sama tentang senja. 1 jam kemudian sudah tidak aktif handphone nya.


Sementara Para Lelaki sudah perjalanan pulang aku larang mereka ke club malam bahaya bisa bisa teler semua mereka, besok kerjanya nggak beres. Adit dan teman temanya handphone aktif kenapa ke lima wanita ini malah nggak aktif.


Bos Galih menghela nafas panjang menuruni anak tangga berjalan keluar Villa mencari informasi tentang Pak Rudi. Perasaan sudah tak karuan firasatnya mengatakan ada yang tidak beres.


Agak jauh dari penginapan ada warung kopi remang remang sengaja aku memilih menyelidikinya di sana karena orang seperti pak Rudi pemimiranku tidak mungkin ngopi di tempat yang mahal.Sesampainya di Sana kebetulan hanya ada 2 orang pelanggan dan penjualnya saja.


"Kopi buk satu ya...!?". Bis Galih sengaja memesan kopi untuk mencari tahu siapa sebenarnya Pak Rudi.


Duduk tenang melihat situasi pas belum kira kira kalau aku bertanya saat ini. Mudah mudahan mereka orang baik bisa menjadi petunjuk untuk menemukan anak buahku yang sudah aku anggap seperti keluargaku.


"Bapak tamu atau orang baru di wilayah sini ya...? Kok wajahnya belum familiar....!?". Tanya Bu Warsih tadi sempat aku dengar pembeli memanggil namanya.


"Saya tamu Bu....kebetulan saya menginap di Villa Oemar yang full fasilitas. Oh iya Bu kebetulan ibu menyapa saya duluan, ternyata Ibu orangnya ramah...jadi saya mau bertanya.. sama ibu..!?". Terang Bos Galih lega ternyata Bu Warsih orangnya baik.

__ADS_1


"Tanya saja nggak apa apa banyak kok orang keluar masuk tanya alamat. Tanya penginapan terkadang kalau di Villa oemar kosong saya arahkan ke situ ke Villa yang di jaga pak Rudi nama pemiliknya Haji Mukti...Orang sini juga tetapi villanya banyak jadi pak Rudi yang di percaya...!?". Bu Warsih menjelaskan panjang lebar.


"Nah Bu yang mau saya tanyakan ya Pak Rudi itu..? Nomernya nggak aktif saya hubungi berkali kali barangkali ada nomer teman dekatnya yang bisa di hubungi barangkali juga beliau lagi sama temanya....!?". Tanya Bos Galih dengan harapan ada nomer handphone temanya yang bisa dihubungi


"Kalau dia Pak hati hati ..!!!. kalau sudah keluar susah di hubunginya. Malah sering bawa tamu wanita 1 mobil gak balik karena ilang...!?". Penjelasan Bu Warsih membuat wajah Bos Galih semakin panik.


"Hilang gimana Bu....? nggak balik Gimana...!!??". Tanya Bos Galih kebingungan.


Ada saja pak yang terbawa ombak....! Jatuh ke jurang saat selfi rata rata wanita yang di bawa p Rudi mengalami kejadian seperti itu. Jelas Bu Warsih meyakinkan.


"Lantas bagaimana dengan penyelidikan kepolisian dan keluarganya, apa tidak mencari atau di usut Bu...?. Sebenarnya Pak Rudi yang jahat atau memang ada tempat tempat Ghoib yang tidak boleh dikunjungi. Sehingga mereka hilang tak tau kemana......!?" . Semakin Bos Galih di buat kebingungan dengan penjelasan Bu Warsih.


"Maksudnya merah merah apa ya Bu saya kurang faham...!?". Benar benar dibuat stres rasanya dengan kata kata Bu Warsih gumam Bos Galih Dalam Hati.


"Ya ampun bapak ini masa merah merah nggak ngerti sih..... sini aku bisikin...! Merah merah adalah uang lembaran terserah berapa bapak mau ngasih...!!??". Sembari mendekat dan berkata kata pelan sekali sampai tidak ada suara Bu Warsih berbicara.


"Ya tuhan Bu......! terus terang bilang uang gitu biar saya nggak semakin stres...mikirnya apa gitu.."!?. Sembari menepuk jidatnya Bos Galih berucap.

__ADS_1


"Nah itu maksud saya Gimana....jaman sekarang nggak ada yang gratis..! kencing aja bayar ....he...he....he...!!??". Bu Warsih mencolek lengan Bos Galih sembari melirik genit. Ganteng juga orang ini, wangi lagi gumam Bu Warsih sembari menelan ludah. Dasar Bu Warsih .


"Sini Bu.... aku jelaskan...! kalau soal itu tenang saja pasti aki kasih ibu minta berapa yang penting keluargaku cepat ketemu, balik dengan selamat, dan tentu saja beritanya akurat...!!??". Bos Galih menirukan gaya bicara Bu Warsih.


"Okelah kalau Begitu saya akan mulai bercerita, Pak Rudi seperti itu karena dia sangat royal kepada pak polisi polisi itu, Tetapi kalau soal kerja sama apa yang dilakukan saya kurang paham. Jujur saya tidak mau mengampuri urusan orang lain. Kalau telinga saya mendengar bukan salah saya dong...? Ya kan pak ....?. Suatu hari saya sempat dengar alamat markas mereka minum minuman keras Alamatnya di jalan Bahari no 11 di sana ada beberapa rumah tetapi no 11 ini menurut orang orang terkenal angker kata warga. Sehingga tepat di jadikan mereka markas.


Tetapi ketika saya menyuguhkan kopi pesanan mereka sempat ada perdagangan melalui kapal dari luar negri. Yang mengantar barang ke sini, menurut warga barang tersebut di duga gudang buah pak Di sini buah memang laku keras sembahyang kan harus ada suguhan buah. Makanya Pak Rudi selain penjaga Villa kerap juga kerja menyediakan gudang untuk buah atau apalah kami para warga jarang yang paham.


Tentu saja aparat di kasih merah merah seperti yang saya bilang tadi berapa lembar untuk tutup mulut. Jadi pak Rudi bisa melakukan pekerjaan apapun dengan leluasa. Dan tidak ada yang menggungkap kasus seperti yang saya ceritakan awal awal tadi. Keluarga korban percaya bahwa semua itu murni kecelakaan. Tetapi anehnya kata Pak Rudi alasanya terbawa arus laut ketika mereka main di pantai.


Makanya kalau bapak ingin mencari bukti apa pekerjaan Pak Rudi selain menjaga Villa . Langsung saja ke sana biar warga di sini juga tidak penasaran ...apa benar di sana hanya gudang buah saja. Kalupun benar kami heran Pak Rudi bisa mempunyai 3 istri dan semua di fasilitasi rumah mewah. Belum lagi setiap ada orang menjual tanah atau sawah selalu di belinya. Heranya lagi Kenapa kok masih kerja di tempat Haji Mukti. Pemikiran warga jangan jangan kedok takutnya jual satu satu atau narkoba....!!!???". Bu Warsih cukup akurat ternyata menjelaskan kepada Bis Galih.


Bos Galih mengecek telefonnya ada beberapa panggilan tak terjawab dari Gendhis ternyata. Langsung saja Bos Galih menelfon balik tetapi sayang tak ada jawaban tetapi no nya sudah aktif.


Aku sangat menyesaat saat itu lagi antusias mendengarkan cerita Bu Warsih. Mencoba menelfon Firman jawabannya tetap sama mereka belum kembali.


Firman juga menghubungi Gendhis tidak ada jawaban tetapi telefonnya aktif semakin binggung dibuatnya. Apalagi cerita Bu Warsih yang begitu misteri dan penuh dengan teka teki.

__ADS_1


Kurogoh kantong saku celana ada beberapa lembar uang ratusan ribu mungkin 1 jutaan, aku kasihkan Bu Warsih.


"Bu pegang ini dulu aku mau kembali ke Villa mengajak anak anak mencari keluargaku yang lain..! besok saya tambahin lagi..ya...!!??". Bos Galih menyerahkan uang dan berlari menuju Villa.


__ADS_2