Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 84 Perjodohan


__ADS_3

******


Sepertinya nasib kita sama Ndis bagaimana dengan aku juga. Apakah Ayah dan nyonya Evelin Mamanya yayang Arjuna mau denganku yang statusnya juga sepertimu...Timpal Debby yang sama sama tertunduk lesu.


Kalian..!! aku juga ...? tadinya aku nggak ada berfikir sejauh itu sekarang juga sama. Tetapi kita tidak boleh menyerah apapun keputusnya nanti kita harus perjuangkan cinta kita, yang ngejalani rumah tangga kan kita. Kecuali mereka bertiga Bos Galih, Bos Arjuna dan Adit mau menuruti kata mereka semisal nggak setuju sama kita. Lain lagi ceritanya, kayaknya bakalan ngejomblo seumur hidup deh aku. Jelas Fitri yang berkata bijaksana.


Tin...tin...tin.


Dari jauh tampak mobil sedan menghampiri Gendhis." Kalian ikut aku ya....temani aku....tolonglah..!!??". Dengan mengiba Gendhis meminta dua sahabatnya ikut denganya menemani calon mertua.


"Jangan seperti anak kecil kita hadapi sendiri sendiri bakal seperti apa endingnya nanti. Udah sana itu si Bos udah meringis nungguin kamu... berdoa saja supaya di permudah urusannya...!!". Nasehat Debby sembari berkacak pinggang.


"Amin....makasih ya ...Doanya kalian memang sahabat terbaikku...!!".Gendis mencium pipi kanan dan kiri kedua sahabatnya sembari berjalan ke arah mobil ayang Galih dan berharap hubunganya direstui oleh orang tua ayang Galih.


"Ayo ...kita buat kejutan kepada mereka...!!". Dengan semangat yang mengebu ngebu si Bos yang sedang jatuh cinta segera melajukan mobilnya.


"Yang boleh nggak aku bertanya..sebelum kita melangkah lebih jauh...!?". Tanya Gendhis dengan perasaan tak karuan ingin mendengar jawaban atas pertanyaannya.


"Tanya aja apa yang mengganjal dihatimu aku akan menjawab sesuai dengan isi hatiku...!?". Jawab Bos Galih sembari meraih jemari Gendhis dan meremasnya. Jantung keduanya pun berdegub kencang seakan tak mau tangan nya lepas satu sama lain. Jemari keduanya sekarang menyatu sepanjang jalan.


"Bagaimana jika nanti Mama dan Ayah kamu tidak setuju dengan hubungan kita. Mengingat statusku sudah tidak gadis lagi dan aku sudah punya Almayra....!!??". Tanya Gendhis yang tidak percaya diri dengan statusnya.


"Sayang kamu jangan khawatir apapun... keputusan orang tuaku nanti....tidak akan menggurungkan niatku untuk menjadikanmu istriku. Kesempatan ini sudah aku tunggu sejak lama. Aku bersyukur sekali mendapatkan wanita sepertimu masalah status tidak masalah buatku. tentang Almayra aku akan menyayangi seperti anakku sendiri....!!??". Tangan Bos Galih kini beralih merangkul Gendhis dan segera menolaknya dan menaruh tangan Bos Galih di pangkuanya saja.

__ADS_1


Tak terasa banyak ngobrol di jalan akhirnya sampai juga di depan rumahnya. Satpam segera membuka pintu gerbang. Tampak seorang wanita cantik berpakaian modis keluar dan berlari mendekati mobil yang kami tumpangi.


Kaca mobil ini memang sangat gelap sehingga tak nampak orang yang ada di dalamnya. Segera pintu mobil di buka oleh Bos Galih dan wanita itu mengandeng lengan pacar baruku. Aku bertanya dalam hati siapakah dia adiknyakah....


Bos Galih segera melepaskan tanganya dan berjalan membukakan pintu samping yang aku duduki. Akupun keluar dan wanita itu tampak syok dan wajahnya berubah menjadi cemberut.


"Loh siapa wanita ini....??". Tanya wanita itu.


kenalkan ini calon istriku...Gendhis namanya.


Kenalkan juga Ndis ini sahabatku Arumi namanya.....terang Bos Galih.


"Ayo Gal tante dan om udah nunggu lama ternyata yang ditunggu bawa ini...!". Sembari berlalu wanita yang bernama Arumi meninggalkan kami.


Aku menarik baju Bos Galih mataku memandangnya dan aku mengerutkan keningku rasanya tak siap dan takut menghadapi apa yang akan terjadi di depan sana...


"Jangan diulangi menciumku kita belum sah, awas...kalau diulangi lagi..berpegangan tangan aja kita sudah dosa...!!". Terang Gendhis yang lupa akan ketakutanya


"Maaf sayang khilaf makanya secepatnya kita halalkan hubungan ini. Aku sudah tidak mau pisah dengan kamu. Rasa ini sudah aku pendam sekian lama...!!". Dengan mengatupkan kedua tanganya Bos Galih meminta maaf dan segera mengajaknya masuk rumah.


Berjalan menuju ruang makan sudah tersedia hidangan kesukaan Mamanya dan Ayahnya. ada juga kesukaan Bos Galih.


"Ma ....Pa.....kenalkan ini calon istriku...calon menantu Mama dan Papa....calon ibu dari anak anakku kelak..!". Sembari menarik kursi untuk mereka duduki dan hanya keduanya yang masih berdiri.

__ADS_1


"Kenalkan Ndis ini orang tuaku ini Mamaku yang paling cantik...dan baik hati...Mama Imelda dan Ini Ayahku Baskara orang yang paling ganteng di masanya....!!". Bos Galih ternyata dikenal humoris di kelurganya.


"Kenalkan Om Gendhis...tante...Gendis....!". Gendhis menyalami dan mencium tangan keduanya.


Mata keduanya tertuju kepada Gendhis yang terlihat anggun. Tanpa berkedip mereka mengamati Gendhis dari ujung kaki sampai.


ujung rambut.


"Baiklah Mama dan Ayah akan memberi kesempatan kalian berdua untuk mendapat restu dari kami. Sementara ini Mama akan lebih mengenal kamu terlebih dahulu, kamu layak nggak jadi menantu dan istri Galih. Mama sangat mencintai Galih jadi maaf kalau cara ini harus Mama terapkan. Masalahnya aku tinggal jauh di luar negri sementara Galih tinggal di sini sendirian kalau salah pilih suami bahaya


Maaf juga sebenarnya Mama dan Ayah ke sini dengan tujuan menjodohkan kamu dengan Arumi. Tetapi sampai sini kamu mengenalkan calonmu. Arumi harus berbesar hati menerima semua keputusan Galih. Tante tidak bisa berbuat apa apa semau yang menjalani Galih cuma ada syaratnya itu tadi Mama harus mengenal. Gendhis lebih dekat lagi...!!??". Terang Mama Bos Galih panjang lebar.


Tenggorokanku seperti tercekik mendengar wanita yang bernama Arumi ternyata mau dijodohkan dengan Bos Galih. Pantas saja dari tadi wajah Arumi juek banget sama aku.


Kalau Ayah terserah Galih....siapapun pilihanya yang penting bisa jadi istri yang baik. timpal Ayah Bos Galih singkat.


Saya Gendhis berterima kasih kepada semuanya, insyaallah saya bisa menjadi istri yang baik. Sebelum melangkah lebih jauh di sini ada yang perli saya sampaikan. kepada Mama dan Ayah kak Galih. Saya harus jujur tidak ada yang saya tutup tutupi. Siapa saya sebenarnya supaya tidak menyesal jika Mama dan Ayah kak Galih merestui kami nanti.


Status saya janda beranak satu, saya juga dari keluarga biasa biasa saja. Keluarga saya terbiasa hidup sederhana dan memang kami dilahirkan dari keluarga ya g pas pasan. Hanya ilmu yang saya dapat dari sekolah yang saya punya. Tidak punya harta berlimpah.


"Oh jadi janda...apa nggak salah kamu Gal.....!!". panggilan Arumi untuk Bos Galih .


Bagiku status tidak jadi masalah...yang penting hatinya baik, aku mengenal Gendhis bukan satu atau dua tahun, tetapi bertahun tahun. Dia pun bukan wanita biasa kemampuannya memajukan perusahaan tidak ada yang mengalahkan boleh di tanya ke rekan rekanku, siapa yang berjasa banyak membantuku kalau bukan dia dan team nya.

__ADS_1


Gendhis juga tidak langsung menerimaku setelah bertahun tahun baru kemarin dia terima lamaranku. kami sudah saling mengetahui karakter kami masing masing. "Bagaimana ma....yah....? apa kalian merestui kami..!?".Tanya Bos Galih penasaran Gendhis pun tak yakin ia di terima apalagi wanita di depanya adalah anak konglomerat, masih lajang, sedangkan aku sudah tidak ada lagi yang dapat di bangsawan.


"Kamu aneh Gal .....mana mungkin Om dan Tante mau nerima wanita yang statusnya sudah punya anak, apa kata keluarga di luar negri kalau mengetahui menantunya statusnya janda beranak satu.......!!". Celetuknya yang seenaknya..padahal tidak ada yang menyuruh Arumi berpendapat.


__ADS_2