
"Raka kita telefon Firman dan teman-temanya sudah sampai mana?".
Sementara pagi hari Mang Udin sudah siap di rumah Bos Galih...?,tujuan awal menjemput sang ceo duluan.
"Mang Udin sengaja ke sana bawa motor,karena yang di bawa kali ini mobil Bos galih".
"Segera Mang Udin memencet bel di dalam pagar, yang ada lubang khusus bukak tutup yang hanya cukup untuk satu tangan,satpam Segera keluar".
"Iya pak....Mang Udin ya...tadi si Bos udah ngasih tau suruh bukakan pintu gerbang,sepeda taruh di carpot saja Mang".
Ini kuncinya Mang di panasin mesin mobilnya,saya kasih tau Bos Galih kalau Mang Udin sudah datang".
"Segera pak satpam rumah Bos Galih menelfon dari ruangan depan tempat pak Satpam,berjaga".
"Mang Udin sudah datang Bos,mobil udah di panasin,siap untuk berangkat".
"Ok aku Segera turun"....Bos Galih turun dari lantai 3 menggunakan lift,maklumlah orang tajir melintir,naik turun aja menggunakan lift.
"Nampak keluar dari pintu ruang tamu,menuju carpot,tempat mobil si Bos di parkirkan,segera si Bos menyalami Mang Udin".
"Salut sama Si Bos,udah kaya,tampan,sopan lagi tak perduli siapa orang itu,bagi dia atitud,perlu di jaga".
"Udah siap Mang...?,sudah Bos,sudah saya cek semua,tinggal berangkat".
"Ayo Mang kita langsung ke kantor dulu,untuk menyingakt waktu, semua yang ikut dalam pencarian ini, aku suruh ngumpul di kantor saja".
"Segera pak satpam membukukan gerbang,Mang Udin segera melajukan mobil keluar dari rumah Bos Galih,sembari memencet klakson mobil,menganggukkan kepala kepada pak satpam".
"Bos Galih berpamitan dengan pak satpam,sambil mobil berlalu keluar gerbang".
"Berangkat pak",pak satpam menganggukkan kepala sembari memberi hormat.
"Seperti yang di sepakat kemarin,Mang Udin di interogasi,Bos Galih,Seputar titik temu Gadhis,dan teman-temannya,membawa mobil apa".
"Nampak dari jauh semua sudah siap dengan bekalnya masing-masing,seperti mau kemping saja barang bawaan mereka,pakainya juga pakain orang mau mendaki Gunung,mungkin saja,karena bulan ini musim dingin".
"Segera Mang Udin masuk di Halaman kantor,pak satpam kantor, sengaja membuka gerbang lebar-lebar karena tau si Bos mau datang".
__ADS_1
"Ayo cepat naik semua,perintah Bos,kita segera berangkat,ketika pintu di buka segera mereka masuk mobil Alpad keluaran terbaru".
"Mang Udin turun membereskan,barang di bagasi belakang".
Sudah semua,"sudah Mang..".,tidak ada yang tertinggal ya,semua diam pertanda tidak ada lagi yang tertinggal.
"Bang Udin melajukan kendaraan dengan cepat,mereka mengulangi menanyakan apa yang di katakan Fitri ke pada Mang Udin,setelah memberi penjelasan,...mereka semua yakin,akan segera menemukan keberadaan Gendhis,Gadhis dan Almayra".
"Setengah perjalanan sudah DebbyFitri,menyuruh Mang Udin mencari rest area,mereka mau kencing,sekalian mencari makan,mereka semua tidak ada yang sarapan,karena Bos Galih melarang kita sarapan di rumah,keinginannya, sarapan di rest area saja".
"Semua sudah ke kamar mandi melaksanakan hajat masing-masing,segera menuju meja makan ,restoran Sunda yang berada di rest area tersebut,segera melahap semua makanan, dan setelah selesai semuanya, Si Bos berjalan menuju kasir,membayar semua pesanan yang merek makan".
"Kini mereka berjalan beriringan,menuju mobil yang terparkir tepat di depan pintu besar restoran".
"kembali Mang Udin melajukan kendaraan dengan cepat,mungkin efek kekenyangan,dan memikirkan Gendhis,mereka semua terdiam tanpa ada yang bersuara".
"Bunyi telefon Firman tiba,tiba berdering".
Segera Firman,mengangkat dan memberi tau seisi mobil,Ayah Rangga yang telefon,sontak mereka kaget ,dan berharap-harap cemas,ada kabar menggembirakan".
"Belom ada berita apa-apa".
"Mereka semua langsung lemas,lunglai,mendengar berita barusan".
"Aku ingin menanyakan sampai di mana kalian sekarang".
"Sampai di mana Mang kita".
"Sampai di kota Manalagi,perjalanan 2 jam lagi sampai".
Ayah rangga menyampaikan sudah di Desa suko maju,sebelahnya Desa Lembah Sirah,kalau kalian mau ke sana mampir dulu ke penginapan kami,aku sudah sampai di sini malam kemarin,nanti kita diskusikan apa yangg sudah Ayah,dapatkan informasi tentang Desa Lembah Sirah".
"Baiklah Ayah,...sharelock saja ya..., kami segera menuju ke sana".
"Semua kembali terdiam,Bos langsung memencet sharelock dari Ayah Rangga yang di kirim ke Firman....,ke mudian di teruskan ke handphone Bos Galih ".
"Akhirnya kita memasuki Desa Suko Maju,kira-kira satu jam lagi sampai karena Desa tersebut perbatasan menuju Desa Lembah Sirah,".
__ADS_1
"Hampir satu jam sudah,sepuluh menit lagi menurut maps gogle sudah sampai,kelihatan Plang besar tulisan penginapan Khadijah".
"Segera Firman telefon,Ayah Rangga,karena sudah sampai".
"Nampak Ayah,keluar dari pagar tempatnya menginap,segera membuka pintu pagar,memberi aba-aba parkir masuk ke carpot".
"Di sambut Mama,Om Raka,tante Siska".
"kami semua turun dari mobil,dan menghampiri mereka,menyalami punggung tangan,satu persatu".
"Segera kami duduk,Om Raka menceritakan semua rangkaian pencarian gadis yang tadi pagi kita infokan".
"Jadi kalian tidak usah mencari ke Rumah Sakit lagi,atau ke Supermarket,kami sudah di kasih info sama namanya,Bang Tigor,satpam di sana,kita langsung saja ke Lembah Sirah".
"Kita juga menanyakan ke Pak tua,ia menyuruh kita balik karena di sana tempatnya angker,kalau bukan orang sakti pulang tinggal nama,makanya kalian Om suruh berdiskusi,bagaimana kalian berani".
Kami saling berpandangan, Pak Bos memberi pengarahan,"kita jangan percaya tahayul kita percayakan saja kepada Sang pencipta".
"Fitri dan Debby,langsung merinding".
"Begini saja", Mang Udin menimpali,bagaimana kalau kita cari pak kiyai,saya pernah mengantar rukyah,orang kerasukan setan di daerah suko maju sini,saya masih ingat betul orang yang menyarter saya ke Pondok pesantren tersebut".
Debby,Fitri,tante siska tanpa di sengaja bareng ngomongnya"setuju....",dengan lantang mereka berucap,ketiganya saling berpandangan,sama sama penakut.
"Baiklah Mang segera berangkat ke pondok pesantren,semua menunggu di penginapan,kecuali aku dan Mang Udin".
"Om Raka segera ikut berdiri,"aku juga akan ikut dengan kalian",memang om satu ini selalu mementingkan keluarga,terkadang dia tak memikirkan dirinya sendiri,apapun di lakukan untuk keponakan nya.
"Segera bergegas mereka bertiga menuju pondok pesantren menjemput sang kiyai ".
"Semua orang di ruangan penginapan,berdoa semoga di mudahkan,di lancarkan,segala urusan kita,dan pak kiyai mau menemani kita menyusuri Lembah sirah".
"Debby dan Fitri,duluan mengamini dengan suara sangat kencang".
"Kalian istirahat dulu biar tante Siska menambah satu rumah sebelah,kelihatanya tadi sudah ceckout jam 12 an pas kalian datang dia baru saja pulang".
"Segera tante Siska,ke resepsion kebetulan ada 12 rumah di sewakan,khusus 2 rumah yang kita sewa ada pintu conection jadi kita gabung,untunglah masih ada sisa satu rumah,bersebelahan lagi".
__ADS_1