
******
Waktu yang di tunggu ,Bos Arjuna sudah saatnya menuju kediaman Gendhis,sembari memberi pekerjaan baru ke Bos Galih.
Notifikasi Bos Galih berbunyi,tetapi sayang handphone ketinggalan di rumahnya,seorang sopir sedang mengantar handphone,ke kantor atas permintaan si Bos.Meskipun getar dan suara nyaring supir hanya melihat layar handphone,tidak berani mengangkat.
Kemana Bos Galih....?,mau rejeki ndak orang ini di telefon kok gak diangkat,tetapi ada baiknya juga sehingga ada alasanku telefon ke no nya Gendhis.
"Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam ".
"Iya Bos ada yang bisa saya bantu..?!".
Iya sayang...?butuh banget bantuannya?
kenapa manggil aku sayang?,apa memang semua wanita dia panggil aku sayang,gumamku dalam hati!.
Kamu sudah di kantor ?tanya Bos Arjuna.
"Sudah Bos Juna!".
Mendengar Gendhis menyebut Bos Juna Debby dan Fitri langsung berlari mendekatkan telinganya ke dekat Gendhis.
Gendhis merasa risih,memicingkan kedua matanya ke arah Debby dan Fitri,secara bergantian ,kiri kanan.
"Kenapa telefon Bos Galih tidak diangkat!".
Nggak tau Bos,beliau ada di dalam ruanganya,kenapa tidak telefon no kantor saja,?saran Gendhis ke Bos Arjuna!
Supir pribadi Bos Galih datang membawa sebuah handphone, tak salah lagi casing berwarna hitam polos elegan,milik Bos Galih, pantas saja di telefon gak diangkat rupanya ketinggalan di rumahnya.batin Gendhis sembari memperhatikan supir yang berjalan di depanya ke arah Bos galih.
Mata Gendhis memperhatikan sampai ke tempat yang di tuju sang supir.
"Bos.....pantas saja nggak diangkat,barusan sopir pribadi Bos Galih, membawa sebuah handphone kalau di lihat dari casing nya itu milik Bos Galih"Penjelasan Gendhis ke Bos Arjuna.
"Ya sudah sebenarnya kebetulan sekali nggak diangkat jadi aku bisa telefonan kamu,kangen nih...?boleh dong...?.....,"Seru Bos Arjuna Debby dan Fitri langsung cengar cengir mencubit Gendhis.
"Auw...apaan sih sakit tau".Eh apaan Ndis nyentuh juga enggak kok sakit.
Bu...bukan Bos,i...ini...Debby dan Fitri yang kangen sama Bos Juna!,katanya makanya aku di cubit.dengan kesal Gendhis mengadu kepada Bos Juna.
Cubitan mendarat kedua kalinya kali ini lebih serius lagi mereka mencubit Gendhis.
Kali ini Gendis hanya nyengir dan merintih, dalam hati,mengingat kelakuan dua sahabatnya yang sudah keterlaluan.
Baiklah nanti aku jadikan kekasihku kalian bertiga bagaimana ??,seru Bos Arjuna!!
Debby dan Fitri tertawa dan meninggalkan Gendhis ,menyelesaikan jawaban sendiri,mereka terpingkal pingkal di meja masing masing.
Begitu itu kelakuan kita ketika di seriusin ngilang itu sudah menjadi kebiasaan kami bertiga,setiap kali mengetahui lelaki tampan semangat 45 begitu dia bilang sayang atau cinta apalagi kekasih,langsung kabur.
__ADS_1
Seketika Gendhis terdiam dan menunjuk kedua sahabatnya dengan tanpa suara.
"Ndis....,Ndis.......Gendhis ...!!".
"I...iya...bos,jangan diambil hati tadi kami cuma bergurau,biasalah tingkah kami bertiga memang menyebalkan",Gendhis memberi klarifikasi ke Bis Juna.
"Kecuali 10 tahun nanti",debby menimpali perkataan Gendhis!
"Ada apa dengan 10 tahun nanti Ndis...??",Bos Juna langsung penasaran bertanya?.
"Ah itu rahasia kami pak Bos!!"π€π€Gendis memasang muka datar.
Saya sampaikan ke Bos Galih ya, kalau Bos juna menuju ke kantor kami.Timpal Gendhis
Baik sayangku,tetapi besok saja meeting nya ya,aku capek mau istirahat dulu di hotel.
"Baik Bos saya sampaikan..!".
Tapi jangan lupa, nanti malam kita diner ya..?pinta Bos Juna.
Ada syaratnya Bos,Debby dan Fitri harus ikut !
Baiklah kalian bertiga nanti tak jemput di rumah kamu ya,sekalian melamarmu ππ
"Jangan bercanda Bos!!".
Aku serius kalau kamu mau,aku langsung lamaran kamu ke orang tuamu!Bos Juna berusaha meyakinkan Gendhis.
Ok kita makan malam dulu nanti malam.
Hem....sulit sekali menaklukkan Hati wanita satu ini,biasanya wanita yang kejar kejar aku,tetapi ini lain,semakin penasaran aku dibuatnya !!menghembuskan nafas kasar sembari menatap jalanan yang di kemudian sopir Bos Juna.
Tanpa di sadari Bos Juna telah diikuti Mona,rupanya belum puas Mona berbuat jahat,kali ini tak main main dia membawa segerombolan teman club malam yang biasa minum bersamanya.
"Debb,Fit,gimana? Bos Juna ngajakin makan kita nanti malam!".pengumuman Gendhis kepada dua sahabatnya.
Iyain saja kita sikat saja Bos satu itu,mumpung badan kita nggak terlalu gemuk kita makan di restoran mahal pilih menu yang enak!
"Bagaiman menurut kalian..??"
Fitri si jago makan,meskipun makanya banyak tetapi bentuk badanya tetap saja ideal,tidak bisa gemuk .
"Hem....dasar Fitri!,".tersenyum lebar kedua sahabatnya Debby dan Gendhis dibuatnyaπ€£π€£π π
Terserah kamu Fit kalau memang itu menurut kamu baik dan menguntungkan π€π€.
*******
malam pun telah tiba,aku sengaja pulang sebentar dan segera ke rumah sakit,kami janjian berkumpul di rumah sakit,tempat bang Sardan dirawat.
Pagi tadi ternyata Bang Sardan, meminta pindah di ruangan VIP,sehingga di dalam ruangan ini tinggallah dia sendirian ,yang di tungguin Mama dan Almayra, sengaja Almayra libur sekolah kangen sama Om Sardan.
__ADS_1
Ruangan yang cukup luas,berisi sofa keluarga dan 2 ranjang satu untuk pasien satunya untuk keluarga pasien.
Kami bercengkrama bersama layaknya keluarga,anakku Almayra semakin sayang sama bang Sardan,begitupun Mama sudah mengangap sebagai anak lelaki nya.
Tak lama Fitri dan Debby mengetuk pintu.
tok...tok...tok...!
Masuk...!
"Assalamualaikum ...".
"Waalaikumsalam ...".
"Bang Sardan ini kami bawakan oleh oleh,di makan bang ya,sengaja kami bawakan buah segar baru petik di tetangga,ada tiga macam buah,apel,jeruk dan mangga manis!",seru Debby dan Fitri saling bergantian berbicara.
"Makasih ya kalian sudah repot membawakan buah untukku,pasti aku makan".
Yang penting Abang cepat sehat itu doa kami,....Fitri menguatkan Bang Sardan.
"makasih Fit amin...",Bang Sardan amiin in doa Fitri.
Pada cantik dan wangi mau kemana semua?
"Debby nggak ngasih tau?...".
kami bertiga diundang makan malam oleh Bos Arjuna pemilik hotel dan resort Asmara.
Orang tajir melintir bang,tadinya Gendhis yang di ajak tetapi Gendhis sudah memegang komitmen kita bertiga, jadi kita semua diajak !.
Tersirat wajah cemburu dari kedua mata Bang Sardan,tetapi ia menyadari Gendhis berhak bahagia!,apalagi mengenai penyakit yang diidapnya!.
Apaan,meskipun gak ada komitmen aku masih enggan menerima lelaki,kalian tau sendiri kan!
"Iya iya....jangan cemberut begitu hilang wajah ayu nya!!Debby menyela pengakuan Gendhis.
Bang Sardan pun tampak lega mendengar Gendis mengakui rasa dihatinya masih belum bisa menerima lelaki!.
Senyuman tipis di lontarkan di kedua sudut bibirnya yang merona merah,lagi lagi aku teringat ari wibowoππ.
Bunyi handphone berdering,dari tas Gendhis,ternyata Bos Juna telah sampai di lokasi sharelock yang aku kirim.
"Debb,Fit si Bos sudah datang".
"Assalamualaikum .....hallo Bos ,kami segera merapat ke depan ".
"Ok siap tuan putri,aku tunggu di parkiran di depan IGD,ya?!"ucap Bos Juna.
Mona dan geng nya bersiap siap entah apa yang akan dilakukan melihat Gendhis,Debby dan Fitri,keluar dari rumah sakit dan memasuki mobil mewah Bos Galih, mobil keluaran terbaru limited edition.
Semakin geram saja Mona di buatnya,seharusnya dia yang pantas bersanding di sebelah koko nya,itu nama panggilan kesayangan Mona!!.
__ADS_1