
****
"Tolong masih ada orang di dalamnya kita segera telefon damkar! ".Pak RT beserta warga hanya bisa berteriak melihat api yang menggepul hitam dan api yang menyala besar sekali.
Untung rumah pemberian almarhum bang Sardan letaknya tidak berdempetan dengan tetangganya. Rumah mungil di lengkapi taman kini tinggal kenangan.
Sementara Gendhis,Debby dan Fitri berusaha menaiki cendela berukuran satu meter persegi yang terletak di atas kaca buram sudah pecah.
Tidak ada warga yang mengira kalau mereka berusaha keluar dari cendela yang tertutup asap hitam.
"Ayo Ndis cepat rasanya dadaku sesak sekali !".
Tanpa sepatah kata Gendhis berusaha menaiki cendela yang kaca pingir-pingirnya masih tersisa. Sempat terkena pinggiran kaca.
Auw...
Hanya sedikit rintihan yang keluar dari mulut Gendhis.
Bruk....
Gendhis jatuh dari cendele yang sebenarnya tidak tinggi, karena nafasnya sudah sesak akhirnya ia tergeletak di tanah yang panas dan pingsan dan belum ada warga yang mengetahuinya.
Disusul Debby yang wajahnya sudah tidak kelihatan cantik lagi terkena asap hitam yang mulai memenuhi ruangan kamar mandi.
Bruk......
"Tolong...tolong...tolong...siapa saja yang dengar suaraku kami di sini rasanya sudah tidak bisa bernafas! ".
"Ayo siram arah sini mereka masih hidup".Pemadam kebakaran segera menarik slang air ke arah suara Debby.
Fitri yang terakhir dia takut ketinggian dan hanya lemas di cendela.Air pun menyembur ke arah wajahnya.Seketika jatuh menindihi Debby dan Gendhis.
Ketiganya terkulai lemas basah kuyup. Langsung di sambut tim Damkar dan dibawa ke ambulan dan di tangani tim medis.
"Alhamdulillah mereka masih hidup !!".Pak RT berucap syukur mengetahui warganya masih hidup.
Sampai-sampai lupa mengabari keluarga Gendhis. Tak menyangka ada kebakaran tengah malam ketika semua terlelap suatu mukjizat mereka masih hidup.
__ADS_1
Segera pak RT mengabari keluarga Gendhis Ayah Rangga dan Mama Artha, Gadhis. Diteruskan ke kerabat Debby dan Fitri.
Sontak semua keluarganya kaget.Tak lupa Nawang juga sangat kaget.Acara doa bersama dan menempati rumah pemberian Almarhum bang Sardan gagal total.
Yang ada kini duka belom lagi luka ketiganya cukup memprihatinkan. Tangan mereka juga berdarah mukanya gosong mudah mudahan luka bisa segera sembuh dan tak meninggalkan bekas.
Semua keluarga,teman sudah terkumpul Bos Galih langsung ke rumah sakit diikuti Bos Juna.
Kedua orang itu berbicara pada Suster dan Dokter.Berikan ketiga anak buahku pengobatan yang bagus biar aku yang tanggung semua.
Almayra merengek ingin bertemu Bundanya.Semua orang berada di rumah sakit.Sementara rumahnya yang utuh hanya bagian kamar mandi yang ditempati Gendhis dan teman temanya.Sungguh suatu mukjizat.
Sementara pasien belum boleh di jenguk karena semua luka masih di perban.dan butuh waktu dan penanganan yang serius.
Di luar ruangan terjadi percakapan antara Bos Galih dan Bos Juna.
"Kalau memang kondisinya tidak memungkinkan untuk luka bakar mereka,biar aku yang tanggung biayanya..! kita bawa keluar negri ".Bos Galih yang berbincang bincang dengan Bos Arjuna di situ juga ada semua keluarga Gendhis ,Fitri dan Debby.
"kami terserah mereka mau tidaknya !".Timpal mama Artha semua keluargapun menimpali dengan jawaban yang sama.
****
Setelah menyalakan api ternyata mereka kabur dan merasa puas.Tertawa sepanjang perjalanan ke penginapan.
"Sialan ternyata mereka masih hidup..! ".Ucap nenek dengan raut muka kaku mata tajam,rahang yang mengeras dan mengertakkan gigi palsunya.
"Harusnya kita bunuh dulu dengan begitu semua tubuhnya akan gosong terpanggang api.!".Sahut pedro sembari melamun melampiaskan kekesalannya.
"Kalian memang kurah lihai..! mengatasi masalah seperti itu saja gagal..!".Lagi lagi nenek menyalahkan Pedro dan Acong.
"kami sudah berusaha semaksimal mungkin nek selebihnya di luar dugaan kita benar nggak Dro..!?".Acong memicingkan mata sembari mencolek Pedro.
"Benar nenekku sayang .!?".Pedro segera merangkul dan mencolek dagu nenek Sartijah.
"Sudahlah kalian jangan merayuku.Susun strategi lagi untuk melanjutkan aksi sampai Gendhis benar benar mustahil dari dunia ini..!".Pinta nenek Sartijah pada kedua anak buahnya masih ingin mencelakai Gendhis sampai meninggal.
"Tenang saja nenek segera kita laksanakan,tetapi tau sendiri mereka sekarang di jaga ketat 24 jam.Makanya kita harus sabar dan berhati hati kalau bertindak..!".Pedro memberi pengertian kepada nenek .Kekhawatiran pedro benar Gendhis di jaga sangat ketat.
__ADS_1
*****
Nawang telah sampai di rumah sakit tempat Gendhis dan teman temanya di rawat.Segera menemui semua keluarga dan teman Gendhis.
"Bagaimana ini bisa terjadi...?".Tanya Nawang kepada semua yang berada di ruangan.
Nenek aku telefon belum di angkat, dia akan sangat kaget mendengar semua kejadian ini.
Semua sedang di selidiki pihak yang berwajib sembari menunggu keterangan kak Gendhis dan teman temanya siuman.Gadhis memberi keterangan kepada Nawang.
"Syukurlah kalau sudah di tangani oleh pihak yang berwajib supaya tau ini benar kecelakaan kabel listrik atau kompor atau yang lainya!?". Bukan kecelakaan ini karena ada bekas korek di sana jadi ada yang sengaja berbuat jahat.
"Ya tuhan....masih saja belum berakhir kejadian mengerikan menimpa kak Gendhis ya..?!".Begitulah mudah mudahan cepat tertangkap.Timpal Gadhis.
Sayangnya sisi tv sempat dirusak oleh pelaku sehingga agak kesulitan mencari barang bukti.
Tinggal menunggu Gendhis dan teman temanya siuman.Mama Artha ikut memberi keterangan.
"Mudah mudahan bisa memberikan keterangan yang akurat!. Supaya kita tau siapa sebenarnya dalang di balik semua ini..!?".Bos Galih juga ikut menjelaskan.
Dokter mulai keluar dari ruangan pasien kebetulan ke tiganya ditempatkan berdampingan hanya di beri skat horden saja. Mereka masih diruang ICU menunggu mereka sadar akan di pindah ke ruang rawat inap.
Segera Dokter menghampiri kami yang memang sedang menunggu berita dari tadi.
"Keluarga nyonya Gendhis,nyonya Debby dan nyonya Fitri..!".Pak Dokter mengapsen semuanya karena penjelasanya sekalian jadi biar tidak bolak balik menjelaskan.
"Kami semua keluarga mereka Dok ..!".Mamaknya Debby lantang berbicara sudah tidak sabar mendengar keterangan pak Dokter.
"Baiklah semua sudah berkumpul ya..? Tidak perlu saya tutup tutupi saya akan menjelaskan secara transparan.Dokterpun menjelaskan.
Ketiga pasien sama keluhanya,mengalami sesak nafas,muka yang lumayan serius tetapi masih bisa di tangani di rumah sakit ini nanti saya beri surat pengantar ke dokter kulit atau dokter bedah.Kita lihat hasilnya beberapa hari lagi.
"Baik dok lakukan yang terbaik bagi ketiga pasien soal biaya perusahaan yang tanggung.Mengingat ketiganya pegawai saya dan mereka tak tanggung tanggung ikut memajukan perusahaan..!?".Timpal Bos Galih.
"Kami pihak keluarga sangat berterima kasih kepada Bos Galih yang sudah siap membantu mereka setiap ada masalah.Semoga kedepannya perusahaan bapak bertambah maju...!".Ayah rangga dengan haru mengucapkan terima kasih kepada orang baik seperti Bos Galih.
"Apalah jadinya pak perusahaan tanpa mereka bertiga, sejak ada mereka perusahaan semakin maju makasih doanya pak amin..!".Bos Galih mengaminkan doa semua orang yang bersautan mendoakan perusahaan semakin maju.
__ADS_1
"Untuk yang ingin menjenguk pasien silahkan tapi ingat harus bergantian supaya tidak mengganggu pasien lain. Untuk pihak keluarga yang lain dimohon mengurusi perpindahan pasien ke kamar inap masing-masing..!!".Pesan dokter.
"Baik pak sesuai permintaan saya bukan ingin memisahkan mereka tetapi sementara waktu biar semua nyaman sama keluarga masing-masing saya mintalah kamar VVIP untuk satu pasien ...!". pinta Bos Galih.