
Langit telah melewati ujian tes masuk ke sekolah barunya, dan kini tinggal menunggu pengumumannya saja. Sedangkan Bulan tak jadi ikut serta dalam menguji ujian tesnya dikarenakan masih sakit, dan Bintang juga belum memberinya izin kemana-mana.
Bulan saat ini sedang berada dihalaman belakang rumah sang mertua, bersama Bunga dan bu Juni. Sedangakan para suami pastinya sedang bekerja di kantor masing-masing.
" Bulan, masih ada yang sakit engga? " Sang mama mertua menanyakan kesehatan Bulan.
" Alhamdulillah engga ada ma, Bulan sudah sehat kok. Bulan juga sebenarnya sudah bisa ke sekolah lagi. "Jelas Bulan.
" Jangan dulu lah sayang, ke sekolahnya nunggu liburannya selesai saja. Jadi barengan sama Bunga. " Sahut sang mama.
" Iya kak, bener tuh kata mama. Lihat aja nih luka-luka kakak juga masih ada yang basah, nanti takutnya malah infeksi tahu. " Bunga menakut- nakuti kakak iparnya.
" Ada-ada aja kamu Bunga, hehehehehe. " Sahut Bulan.
......................
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, dan akhirnya Langit bisa masuk ke sekolah yang di inginkannya. Sesuai dengan prediksi keluarganya, bahwa Langit akan lulus dengan mudah untuk masuk ke sekolah tersebut.
Dan hari yang di nanti oleh Bulan dan Bunga pun tiba, mereka akhirnya bisa kembali ke sekolah. Setelah sekian lama mereka libur.
" Sayang, hari ini mas yang akan antar kamu dan Bunga ke sekolah ya? " Bintang memeluk Bulan dari belakang yang sedang berkaca di depan meja riasnya untuk bersiap-siap kembali mengajar.
" Emangnya mas engga kerja? " Tanya Bulan.
" Ya kerja sayang, nanti setelah mengantar kalian baru ke kantor. " Sahut Bintang yang masih memeluk istrinya.
" Kalau mas merasa bisa, adek akan senang sekali diantar sama suami ngajarnya. " Bulan tidak mau membantah keinginan sang suami, jadi ia menyenangkan hati Bintang. Dan berbalik menghadap Bintang dan langsung membalas pelukannya.
" Pasti mas bisa dong sayang, apalagi untuk orang tersayang. " Bintang tak hanya memeluk sang istri, kini ia malah menciuminya juga.
" Terima kasih sayang, I Love You. " Bulan tidak marah dengan perlakuan sang suami, justru ia malah menikmatinya.
" I Love You Too Honey. " Kini Bintang mencium bibir Bulan yang sungguh menggodanya itu.
Bulan bukannya menolak, akan tetapi ia malah membalas apa yang dilakukan suaminya. Mereka sungguh terbawa suasana sekali, kalau saja tak memikirkan akan kerja. Mungkin mereka akan berakhir diatas tempat tidur, 😊.
" Lihat ini mas,... " Bulan menunjukkan lipstik tipisnya yang berantakan akan ulah suaminya.
" Hehehehehe, maaf sayang. Habisnya mas itu gemes banget sama kamu, sini mas bantu hapusin. " Bintang menawarkan bantuan.
__ADS_1
" Engga perlu mas, adek bisa sendiri kok. " Tolak Bulan.
Begitulah suasana kamar pasangan muda-mudi ini, mereka selalu menampilkan keromantisannya. Sehingga membuat iri orang yang melihat dan membacanya 😊.
Sekarang semua keluarga sudah berkumpul diruang makan, lebih tepatnya di meja makan. Semua sedang menikmati sarapan yang sudah disediakan dengan khidmat dan tenang.
Selesai sarapan, mereka bersiap-siap untuk pergi ke tempat tujuan masing-masing. Pak Jafar sudah pergi terlebih dahulu diantar oleh sopir pribadinya, sedangkan Bintang, Bulan dan Bunga tengah berpamitan kepada bu juni.
" Ma, kita pergi dulu ya? " Bintang menyalami sang mama.
" Iya sayang, kalian hati-hati ya. Kamu jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya. " Pesan sang mama.
" Oke ma. " Sahut Bintang.
Bulan dan Bunga pun menyalami bu Juni secara bergantian.
Tanpa menunggu lama, mereka bertiga segera berangkat menuju ke sekolah terlebih dahulu.
Sesampainya di sekolah, Bulan dan Bunga segera turun dari mobil. Dan tak lupa mereka ber pamitan kepada Bintang...
" Mas, kita masuk dulu ya. Terima kasih sudah mengantar kami. " Bulan menyalami sang suami yang ikut turun dari mobil.
" Iya sayang, hati-hati ya. Nanti, kalau ada apa-apa atau perlu sesuatu. Langsung hubungi mas ya. " Pesan Bintang kepada Bulan.
" Kak, aku duluan ya. Assalamu'alaikum... " Bunga menyalami Bintang dan bulan, dan dia bergegas masuk ke gedung sekolah terlebih dahulu.
" Wa'alaikumussalam. " Sahut Bintang dan bulan.
" Assalamu'alaikum... " Salam seseorang dari belakang mereka.
" Wa'alaikumussalam, Langit. " Jawab Bintang dan Bunga secara bersamaan.
" Iya mas, mba. " Langit menyalami kakak ipar dan kakaknya.
" Kamu naik apa dek? " Tanya Bintang.
" Aku naik ojek mas. " Sahut Langit.
" Ya sudah, kamu segera masuk sana. Sebentar lagi juga bel berbunyi. " Perintah Bulan.
__ADS_1
" Ya sudah kalau gitu, aku duluan. Assalamu'alaikum. " Pamit Langit.
" Wa'alaikumussalam.." Sahut Bintang dan Bulan lagi secara bersamaan.
" Mas, kalau gitu adek juga izin masuk ya. Soalnya sebentar lagi juga waktunya masuk. " Bulan meminta izin kepada sang suami.
" Iya sayang, ingat pesan mas tadi ya. Sini cium dulu, muach. " Bintang mencium kening Bulan.
" Mas, kan malu kalau dilihat orang. " Wajah Bulan memerah karena dicium di tempat umum.
" Kan halal sayang, engga apa-apa dong. Sudah sana masuk, mas juga mau segera ke kantor ya. Assalamu'alaikum sayang. " Ucap Bintang.
" Wa'alaikumussalam mas, hati-hati ya. " Sahut Bulan dan diiringi dengan senyum manisnya.
Tanpa menunggu lama pun Bintang segera memasuki mobil dan bersamaan dengan sang istri memasuki gedung sekolah juga.
Suasana dilapangan sekolahpun sudah sangat ramai sekali, apalagi banyak murid baru disana. Dan salah satunya ada Langit disana, sedangkan Bunga sudah bergabung dengan teman-temannya.
" Assalamu'alaikum ustadzah... " Sapa murid yang berpapasan dengan Bulan.
" Wa'alaikumussalam... " Jawab Bulan dengan senyum ramahnya.
Bulan terus melangkah memasuki gedung sekolah, lebih tepatnya ia ingin pergi ke ruang guru terlebih dahulu.
" Assalamu'alaikum.... " Salam Bulan ketika memasuki ruang guru.
" Wa'alaikumussalam.... " Jawab semua yang ada disana.
" Maaf saya terlambat semuanya... " Ucap Bulan sembari menyalami para guru perempuan.
" Engga apa-apa ustadzah, kita paham kok. Apalagi ustadzah baru saja tertimpa musibah. " Jawab salah seorang guru yang lainnya.
" Gimana keadaan kamu Bulan? Sudah sehat kan? Maaf ya, karena aku belum bisa jenguk kamu kemarin. " Ucap Lela setelah Bulan duduk disebelahnya.
" Engga apa-apa La, alhamdulillah aku sudah sehat. Kamu sendiri gimana kabarnya? " Sahut Bulan diiringi dengan senyuman.
" Alhamdulillah kalau gitu Lan. Aku juga baik. " Ucap Lela sedikit berbisik, karena kepala sekolah sudah mau berbicara.
Kepala sekolah sengaja mengumpulkan para guru sebentar pagi ini, karena ada sedikit hal yang perlu beliau sampaikan. Terutama untuk menyambut para murid baru di sekolah tersebut.
__ADS_1
Maafkan Author ya semua, karena tidak rajin update 🙏
...Mohon selalu dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga. Terima Kasih 🙏...