Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Perempuan Tak Punya Hati


__ADS_3

Karena hari semakin larut, maka pak Jafar beserta istri dan anaknya memutuskan untuk pulang ke rumah terlebih dahulu. Karena mereka tak mungkin untuk memaksakan terus mencari tanpa tujuan, jadi mereka pulang untuk beristirahat terlebih dulu.


Meski sekarang Bintang sedang berada diatas tempat tidur, akan tetapi matanya tak kunjung bisa terpejam. Bagaimana bisa ia tidur, jika istrinya saja tidak diketahui keberadaannya saat ini.


" Sayang, kamu sekarang ada dimana? Kalian sudah makan belum? Mas khawatir sekali, sabar ya. " Batin Bintang dalam lamunannya.


Sedangkan Bulan yang sedang disekap pun tak bisa tidur, meski sebenarnya ia sangat mengantuk. Berbeda dengan Bunga, ia sudah terlelap dari tadi di pangkuan sang kakak ipar.


" Kenapa aku engga bisa pejamin mata ya? Padahal aku sangat mengantuk sekali, astaghfirullah." Batin Bulan sembari membelai kepala Bunga.


" Sebenarnya, siapa yang tega membawa aku sama Bunga kesini. Perasaan, aku engga punya musuh. Apa benar yang di katakan Bunga tadi, kalau ini ada hubungannya dengan mas Bintang. Tapi siapa? Ya Allah, hamba mohon petunjuk dan perlindungan-MU. " Bulan terus berdoa memohon perlindungan.


......................


Keesokan paginya, Bintang sudah bersiap-siap untuk mencari keberadaan sang istri.


" Bintang, kamu mau kemana? " Sapa papanya dari meja makan.


" Aku mau pergi mencari Bulan sama Bunga pa. " Sahut Bintang sambil menoleh kepada sang papa.


" Kalau gitu, kita sarapan dulu yuk. Kamu dari kemarin kan belum makan Bintang. " Ajak sang papa.


" Tapi, aku engga selera pa. Oh ya, mama mana? Kok engga sarapan bareng papa? " Bintang menghampiri papanya.


" Walaupun tak berselera, kamu harus tetap makan Bintang. Biar kuat dan bertenaga cari istri sama adik kamu. Kalau mama kamu, ada di kamarnya Bunga. Dari semalam tak berhenti-berhenti menangisnya, padahal sudah papa ajak sarapan juga dari tadi. " Jelas pak Jafar.


Dan tak berselang lama, bu Juni muncul di hadapan pak Jafar dan Bintang dengan mata yang begitu sembab.


" Ma, sudah dong jangan nagis terus. Lihat tu matanya sudah bengkak sekali, sini kita sarapan bareng. " Pak Jafar beranjak dari kursinya dan menghampiri sang istri.


" Iya ma,jangan nangis lagi ya. Aku janji, akan segera membawa Bulan dan Bunga pulang. " Bintang berusaha tegar di depan mamanya.

__ADS_1


Tempat penyekapan.....


" Dingin kak, aku kayaknya demam ini. " Bunga terus menggigil dari semalam.


" Iya Bunga, badan kamu panas sekali. Kakak harus gimana ini? Sebentar ya, kakak coba panggilkan orang-orang yang ada di luar. " Bulan sangat cemas setelah mengecek suhu tubuh Bunga yang panas tinggi.


" Permisi, ada orang di luar. Saya minta tolong bawakan obat, adik saya demam ini. " Ucap Bulan sedikit berteriak.


Dan tak butuh waktu lama, pintu ruangan tersebut terbuka. Dan muncullah beberapa orang pria dari balik pintu tersebut.


" Minta apa tadi? Obat? Jangan berpura-pura lah kalian. " Ucap salah seorang pria tersebut tak percaya.


" Pak, saya tidak bohong. Lihatlah adik saya ini, dia kedinginan dan panas tinggi. Saya mohon, panggilkan dokter atau paling tidak minta obat penurun panasnya." Bulan tampak memohon dan meminta belas kasihan kepada mereka.


" Ada apa ini? Pagi-pagi sudah ramai seperti ini? " Tiba-tiba ada suara seorang perempuan yang muncul di belakang para pria tersebut.


Sontak saja membuat para pria tersebut membuka jalan untuk sang pemilik suara tersebut.


" Siapa aku? Hahahahaha, jadi ini istrinya Bintang yang di bangga-banggakan itu? Dan ini lagi, pakai acara akting sakit segala. " Perempuan tersebut berjongkok menghampiri Bulan dan Bunga.


" Saya mohon belas kasihan kamu, kasihanilah adik saya ini. Dia benaran sedang sakit, kalau kamu tak percaya. Coba periksa sendiri. " Bulan begitu sangat khawatir dengan kondisi sang adik iparnya tersebut.


" Apa? Belas kasihan? Hahahahaha, memangnya aku peduli. " Perempuan tersebut mendorong tubuh Bulan.


" Mbak, saya mohon. Kasihanilah adik saya ini, saya tidak mau terjadi apa-apa sama adik saya ini. Dan bagaimana saya tahu kamu, kalau kamu tak memperkenalkan diri. " Bulan mulai menangis melihat kondisi Bunga yang terus menggigil kedinginan dan ia berusaha untuk memeluk sang adik ipar. Guna untuk memberi sedikit kehangatan.


Sedangkan Bunga sudah tidak kuat lagi untuk membuka mata dan berbicara, karena ia sedang merasakan sakit yang amat sangat di tubuhnya.


" Disaat seperti ini baru minta tolong, biarin saja nih bocah sakit. Kalau perlu, mati aja sekalian. Toh dia juga bukan adik kandung kamu kan? Cuma adik ipar pun, apa peduli kamu. " Celoteh perempuan tersebut tanpa dosa.


" Astaghfirullah, istighfar mbak. Sadar kamu, ini nyawa orang loh. Kasihan adik saya ini,... " Bulan miris mendengar omongan perempuan tersebut.

__ADS_1


" Hahahhahaha, apa kata kamu? Is.. is.. is apa tadi? Engga ngerti aku. " Perempuan tersebut tertawa terbahak-bahak sambil mengejek.


" Astaghfirullahal'adzim, Astaghfirullahal'adzim.. Mbak, jangan bercanda kamu. " Bulan sangat muak melihat tingkah perempuan tersebut.


" Bodo amat, yang penting aku bahagia melihat kamu dan bocah ini menderita. Hahahahaha... " Perempuan tersebut memotret Bulan dan Bunga menggunakan ponselnya.


" Kenapa kamu ambil gambar saya dan adik saya? " Bulan mulai kesal dengan tingkah perempuan yang tak punya hati tersebut.


" Untuk di kirim ke suami kamu yang ganteng itu lah sayang, aku mau lihat gimana reaksinya melihat foto kalian ini. " Ucap perempuan tersebut sembari langsung mengirim fotonya kepada Binrang.


" Ada masalah apa kamu dengan suami saya? Kenapa kamu sampai setega ini mbak? " Bulan berusaha bersabar.


" Kamu beneran mau tahu? Mau tahu aja atau mau tahu banget? Nanti nyesel loh. " Perempuan tersebut mencoba membuat Bulan marah.


" Saya tidak peduli, yang saya butuhkan sekarang adalah obat ataupun dokter untuk adik saya ini. " Bulan tak menghiraukan pertanyaan perempuan tersebut.


Ting...


Suara pesan masuk kedalam ponsel Bintang yang sedang berkendara entah kemana tujuannya, ia pun segera menghentikan mobilnya dan langsung mengecek pesan tersebut. Dan alangkah terkejutnya ia melihat isinya.


📱 " GIMANA PERASAAN KAMU MELIHAT KEADAAN MEREKA ? " Itulah isi pesan yang ada foto Bulan dan Bunga nya.


" Astaghfurullah, Kalian kenapa ini. " Ucap Bintang lirih setelah melihat foto istri dan adiknya.


Dan Bintangpun langsung menghubungi nomor yang mengirim pesan tadi. Tapi sayang, tak diangkat oleh sang pemilik nomornya.


" Kurang ajar, dia mengabaikan panggilanku. Siapa orang ini sebenarnya? " Geritu Bintang.


" Hahahaha, memang enak tidak aku angkat. Makanya jangan macam-macam sama aku, cobalah terus untuk menghubungiku sayang. " Tawa perempuan tersebut dengan puas.


Bintang langsung berfikir keras, bagaimana cara untuk menemukan Bulan dan bunga. Sedangkan ia sudah mendapat sedikit petunjuk dari foto tersebut.

__ADS_1


Mohon selalu dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2