Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Lamaran


__ADS_3

seminggu telah berlalu


Hari ini adalah hari yang menegangkan buat Bulan, pasalnya hari ini akan ada acara khitbah di rumahnya. Yang pastinya untuk mengkhitbah Bulan, bertepatan hari ini adalah hari libur. Jadi Bulan tidak pergi mengajar,.


Dari selesai shubuh, sampai sekarang semua keluarga sudah sibuk dengan tugasnya masing masing. Orang tua Bulan juga mengundang keluarga dekat mereka, supaya keluarga tahu bahwa anak gadis mereka sudah punya calon pendamping.


...----------------...


Bintang dan keluarga sedang berolahraga bersama, karena itulah rutinitas mereka kalau hari libur. Supaya badan mereka selalu fit, dan tidak mudah sakit.


Selesai berolahraga, Bintang menuju kolam renang untuk berenang menyegarkan badannya setelah berkeringat. Tak lama kemudian, Bunga pun menyusul kakaknya untuk berenang.


Byuuur


Mereka pun berenang bersama, sambil bersenda gurau.


" Bunga, gimana kabar ustadzah mu yang cantik itu? " Bintang iseng iseng tanya tentang Bulan.


"Memang kenapa kakak tiba tiba nanya soal ustadzah ku? kakak kangen ya? " Goda Bunga.


" Bukan gitu, pengen tahu aja kabarnya " Seru Bintang.


" Kakak mau aku ceritain sesuatu nggak tentang ustadzah? " Bunga memancing kakaknya.


" Cerita tentang apa? " Bintang penasaran.


" Aku sebenarnya belum terlalu yakin sech kak, tapi 70% benar lah. Hehehhe " Bunga sedikit ragu ingi cerita.


" Ya sudah, cerita aja. kakak dengerin dech. " Desak Bintang.


Mereka berdua akhirnya keluar dari kolam, dan melanjutkan obrolannya di kursi dekat kolam.


" Jadi gini kak, aku beberapa hari yang lalu pernah lihat ustadzah datang ke sekolah diantar sama cowok.... " Belum juga Bunga selasai ngomong, sudah di potong Bintang.


" Cowok? Pacar? Atau suami? " Bintang semakin penasaran.


" Iiishhh kakak nech, dengerin dulu aku ceritanya jangan di potong. Iya di antar cowok, tapi nggak tahu itu cowoknya atau siapanya. Teruuus,....." Bunga berhenti cerita sejebak.


" Terus apa Bunga? Jangan buat kakak penasaran dech " Bintang terus mendesak Bunga untuk bercerita.

__ADS_1


" Teruuuus, besok aku beraniin nanya dong sama ustadzah. Aku tanya, siapa yang antar jemput ustadzah. Terus di jawab doakan saja yang terbaik, tapi aku yakin itu calonnya kak. " Bunga mengakhiri ceritanya dengan lirih.


" Jadi maksud kamu, dia sudah ada calon suami gitu? " Bintang sedikit kaget.


" Kemungkinan iya kak, tapi tenang aja kak. Kan belum jelas juga, mungkin yang antar kemaren saudara gitu. " Bunga mencoba berpikir positif.


" Yah, gagal dong sebelum mencoba " Lirih Bintang.


" Kak, kakak beneran suka ya sama ustadzah? " Bunga memastikan hati kakaknya.


" Enggak tahu lah dek, tapi mendengar cerita kamu. Dada kakak nyesek rasanya " Bintang sedikit lebay.


" Sabar ya kak. Oohh kalo nggak, coba kakak telpon aja langsung. Dan nyatain perasaan kakak " Usul Bunga.


" Enggak segampang itu panjul " Bintang sedikit menepuk bahu Bunga. " Sudah lah, kakak ke kamar ya " Pamit Bintang.


" Oke dech kak, semangat ya " Teriak Bunga.


Kita kembali ke kediamannya Bulan.


Sekarang menunjukkan pukul 13.30, itu tandanya keluarga Adnan sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Bulan. Sedangkan di rumah Bulan sudah banyak keluarga dekat dan tetangga yang hadir untuk memenuhi undangan pak soleh, Sedangkan Bulan sendiri sedang berada di kamarnya bersama dengan dengan Alesa dan Lela, mereka berdua sedikit merias wajah Bulan agar terlihat lebih segar.


" Apaan sech La, " Wajah Bulan terlihat memerah.


" Enggak nyangka ya dek, kamu sudah mau menikah saja" Alesa ikut menimpali.


" Belum mbak, masih lama kok. Kan baru mau acara lamaran saja " Elak Bulan.


" Tapi kan sebentar lagi juga bakal nikah, iya kan La " Alesa terus menggoda Bulan.


Alesa dan Lela sengaja mengajak ngobrol Bulan, supaya dia tidak terlalu gerogi.


Di luar rumah sudah terdengar ramai sekali menyambut kedatangan keluarga Adnan, Lela mengintip dari balik jendela kamar Bulan.


" Lan, sudah datang tuch calon mu " Goda Lela.


Bulan tidak menjawab, dia hanya tersenyum saja.


" Kamu kenapa dek, kok kaliatannya tegang sekali? " Alesa mencoba bertanya.

__ADS_1


" Iya ne mbak, kayaknya aku nervous dech. hehheh " Bulan berusaha tertawa.


Pintu kamar Bulan ada yang membuka, dan termyata yang masuk adalah Bu Annisa. Ibunya memberi kabar bahwa Bulan harus segera keluar kamar, karena acara sudah mau di mulai.


" Nduk, ayo keluar. Acara sudah mau di mulai tu " Titah bu Nisa.


" Nggih bu, nanti biar Alesa dan Lela yang membawa Bulan keluar " Jawab Alesa.


Akhirnya Bulan keluar diapit oleh sahabat dan kakaknya, semua mata tertuju kepada Bulan. Karena menurut mereka, Bulan terlihat berbeda hari ini.


Acara demi acara telah berlangsung, kini tiba saatnya pemasangan cincin untuk Bulan. Yang memasangkan cincin tentu ibunya Adnan, bukan Adnan nya 😁. Setelah pemasangan cincin, maka resmilah Bulan menjadi calon istrinya Adnan. Semua yang hadir disana mengucapkan hamdalah, terlebih lebih Adnan. Dia merasa orang yang paling bahagia, karena memiliki calon istri seperti Bulan.


Sedangkan Bulan hanya diam saja sepanjang acara, perasaannya campur aduk saat ini. Bahagia, senang, terharu, pengen nangis, pengen teriak pokoknya komplit lah. Ia tak bisa mengungkapkannya dengan kata kata, meski kadang sekali kali ia melemparkan senyumannya kepada orang yang menatapnya.


Sebelum mengakhiri acara, keluarga berdiskusi terlebih dahulu mengenai kapan akan berlangsungnya pernikahan. Mereka semua sepakat akan menikahkan Bulan dan Adnan sebulan lagi, karena banyak yang harus di urus jadi waktunya lebih lama.


( *M*aklumlah kalau nikahan banyak yang harus di persiapkan, undangan, tempat, dekorasi, baju, catering , dan lain macamnya. Bukan begitu para pembaca ? )


Setelah selesai makan, para tamu pamit untuk pulang. Karena hari juga sudah menunjukkan pukul 16.50, sedangkan keluarga terdekat masih betah untuk mengobrol. Karena mereka belum shalat ashar, maka mereka melaksanakan shalat ashar secara berjamaah.


Karena hari semakin sore, para tamu yang tersisa pamit pulang. Termasuk keluarganya Adnan.


" Dek, mas pulang dulu ya " Adnan pamit kepada Bulan.


" Iya mas, hati hati dijalan. Jangan ngebut bawa mobilnya. " Pesan Bulan.


" Siap bidadariku " Goda Adnan.


" Bak Bulan, kami pamit pulang ya. Terima kasih sudah mau menjadi menantu ibu " Ibunya Adnan memeluk Bulan.


" Nggih bu, hati hati pulang nya ya pak, bu " Bulan menyalami kedua orang tua Adnan.


" Assalamu'alaikum " Pamit keluarganya Adnan.


" Wa'alaikumussalam " Semua menjawab bersaaan.


Seteleh semua tamu pulang, sekarang giliran beres beres rumah. Mereka semua berbagi tugas kembali. ( Keluarga yang kompak ya 😉 )


Mohon dukungannya ya teman teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2