Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Merasa Bersalah


__ADS_3

Cukup lama Bintang menantikan balasan pesannya dari sang pujaan, akan tetapi tak kunjung hadir juga. Bagaimana pesan mau di balas, di baca saja belum. Bintang semakin merasa bersalah, karena sudah mengirim pesan seperti itu.


" Tuh kan enggak di baca sama Bulan, kayaknya dia beneran marah deh sama aku. Bintang, Bintang, kenapa kamu ini. " Bintang menyalahkan dirinya sendiri, sambil membanting HP nya di kasur.


Akhirnya Bintang memutuskan untuk tidur, karena hari sudah semakin malam.


Di sepertiga malam, Bulan terbangun dari tidurnya. Dan dia teringat akan pesan Bintang yang semalam, yang belum sempat dia balas.


" Astaghfirullah, aku tadi malam ketiduran ya. Gara-gara bingung mau balas apa, jadi ketiduran. Astaghfirullah, HP nya mati lagi. Pasti mas Bintang kira aku marah, karena enggak aku balas. Aduh, gimana ya. Mana enggak ada casan lagi. " Bulan bangun tidur langsung mengecek Hp nya, dan ternyata mati.


" Sudah bangun nduk? mau ke kamar mandi? " Pak soleh mengejutkan Bulan yang sedang melamun.


" Eh bapak sudah bangun? Iya nih pak, Bulan mau ke kamar mandi. Bulan boleh minta tolong bantuin ke kamar mandi kan? " Bulan kaget, tiba-tiba ada suara bapaknya.


" Kamu kenapa nduk, kok bapak lihat kayak lagi ngelamun. Enggak baik loh ngelamun-ngelamun? " Pak Soleh menyadari kalau Bulan sedang melamun.


" Enggak ada apa-apa pak, ini HP Bulan mati. Dan enggak ada casan, takutnya ada pesan atau telepon penting. " Bulan sedikit berbohong, karena tidak mungkin dia jujur dulu tentang Bintang semalam. Pasti nanti ada waktunya.


" Oh HP kamu mati, nanti bapak telepon kan ibumu. Minta tolong bawain casan. Ayo sini bapak bantu ke kamar mandi. " Pak Soleh memberi jalan keluar dan membantu Bulan turun dari tempat tidur untuk ke kamar mandi.


" Iya pak, terima kasih." Jawab Bulan.


Pak Soleh dan Bulan akhirnya shalat malam berjamaah, karena tidak mungkin pak Soleh pergi ke mushallah jam segini. Dan meninggalkan Bulan sendirian. Selesai shalat, pak Soleh dan Bulan mengaji menggunakan Al-quran digital yang ada di HP pak Soleh. Sambil menunggu shubuh tiba, pak Soleh bertukar pikiran dengan putrinya mengenai ilmu-ilmu agama.


Tak seperti biasanya, Bintang pagi ini bangun lebih awal. Dia terbangun sebelum adzan shubuh berkumandang. Setelah mengumpulkan nyawa, dia langsung mengambil HP untuk mengecek apakah ada respon dari Bulan. Dan ternyata nihil hasilnya.


" Kayaknya beneran marah nih. Maafkan aku ya, karena sudah membuat kamu marah. Aku janji, akan segera mengatakan sebenarnya secara langsung. Dan aku akan terima apapun keputusan kamu. " Bintang berjanji pada dirinya sendiri.


Bintang segera bangun dan menuju ke kamar mandi, dia tak hanya ingin berwudhu saja. Akan tetapi dia langsung mandi, entah apa yang merasukinya.


Sedangkan bu Nisa juga sudah bangun dari sebelum subuh tadi, dia sudah masak untuk sarapan dan untuk di bawa ke Rumah Sakit.

__ADS_1


" Kamu mau ke masjid Ngit? " Sedang asik di dapur, Langit tiba-tiba datang untuk pamit pergi ke masjid.


" Iya bu, Langit ke masjid dulu ya. Assalamu'alaikum. " Pamit langit setelah mencium tangan ibunya.


" Iya, wa'alaikumussalam. " Jawab bu Nisa.


Setelah selesai urusan dapur, bu Nisa segera membersihkan diri dan berwudhu. Karena sebentar lagi adzan subuh berkumandang.


Setelah selesai shalat subuh, Bintang langsung bergegas mengenakan kemeja, dasi, jas dan lain sebagainya. Ia sudah siap dengan pakaian kantornya, setelah dirasa sudah rapi dan siap dengan semua berkas yang akan dibawa. Dia turun ke bawah, di bawah dia hanya bertemu dengan art yang sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing.


" Den Bintang mau kemana sepagi ini? Ada rapat penting ya? " Bi Inah menghampiri Bintang yang sedang meminum air di meja makan.


" Saya ada keperluan bi, nanti kalau papa, mama nanya. Bilang saja begitu. " Pesan Bintang kepada bi Inah.


" Baik den, oh ya den Bintang mau bibi buatkan sarapan apa? " Bi Inah menawarkan diri.


" Tidak usah bi, saya buru-buru. Kalau gitu, saya pamit ya. Assalamu'alaikum. " Bintang langsung bergegas pergi setelah berpamitan kepada kepada bibinya.


Bintang langsung menuju ke mobilnya dan berangkat ke tempat tujuan yang akan di tujunya.


" Semoga aku tidak terlambat. " Batin Bintang.


Tidak butuh waktu lama, Bintang akhirnya sampai ke rumah Bulan. Bintang berencana menjemput bu Nisa dan akan mengantarnya ke Rumah Sakit. ( Sungguh mantu idaman 😁 ).


Bintang turun dari mobil, dan langsung mengetuk pintu rumah Bulan.


" Assalamu'alaikum ." Salam Bintang.


" Wa'alaikumussalam, eh mas Bintang. Ayo silahkan masuk. " Langit yang menjawab salam dan membukakan pintu untuk Bintang.


" Iya, terima kasih Ngit. Oh ya, ibu mana? " Tanya Bintang.

__ADS_1


" Ibu ada di dapur, mas Bintang duduk aja dulu. Biar aku panggilkan ibu, permisi. " Sahut Langit.


" Bu, ada mas Bintang di depan. " Langit memanggil ibunya yang berada di dapur.


" Bintang? Ada apa pagi-pagi kesini? " Bu Nisa kaget, Bintang datang sepagi ini.


" Ya Langit endak tahu bu, coba ibu temuin aja dulu. Kasihan nanti nunggu kelamaan. " Saran Langit.


" Iya deh, kamu sarapan aja dulu. Nanti ibu susul, ibu tak nemuin nak Bintang dulu. " Bu Nisa keluar dari dapur dan menunu ke depan.


" Nak Bintang, ada apa nih pagi-pagi kesini? " Bu Nisa langsung menanyakan perihal kedatangan Bintang.


" Assalamu'alaikum bu, maaf pagi-pagi namu. " Bintang berdiri langsung mencium tangan bu Nisa.


" Wa'alaikumussalam, endak apa-apa nak Bintang. Cuma ibu kaget saja, ada apa nak Bintang pagi-pagi sudah sampai sini. Apa ada hubungannya dengan Bulan? " Bu Nisa terlihat cemas.


" Maaf ya bu, karena sudah membuat ibu kaget. Maksud tujuan saya kesini itu ingin menjemput ibu, jadi saya akan antarkan ibu ke Rumah Sakit. " Jelas Bintang.


" Nak Bintang kok repot-repot jemput ibu sepagi ini, ibu kan bisa ke Rumah Sakit sendiri naik angkutan umum. " Bu Nisa merasa tak enak hati.


" Tidak ada yang merasa di repotkan bu. " Balas Bintang santai.


" Kalau gitu, kita sarapan dulu yuk nak Bintang. Kamu pasti belum sarapan, jadi kita sarapan dulu sebelum berangkat ke Rumah Sakitnya. " Ajak bu Nisa.


" Terima kasih bu, tapi tidak usah merepotkan. Saya nanti sarapan di kantor saja. " Tolak Bintang.


" Ibu tidak terima penolakan nak Bintang, ayok kita sarapan. Langit juga lagi sarapan tuh, ayok. " Paksa bu Nisa, dan akhirnya Bintang mau sarapan di rumah Bulan.


Akhirnya mereka bertiga sarapan bersama, dan setelah selesai sarapan. Mereka bersiap-siap untuk berangkat ke Rumah Sakit, tapi tidak dengan Langit. Dia harus ke sekolah, karena ujian akhir sekolah sebentar lagi. Jadi, dia tidak mau banyak absen.


Sebelum ke Rumah Sakit, Bintang mengantar Langit ke sekolahnya dulu. Dan seteleh itu, baru bu Nisa dan Bintang akan ke Rumah Sakit.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2