Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Resepsi


__ADS_3

Fanya maupun Queen yang mendengar pernikahan Bintang pun marah besar, mereka sama-sama kecewa dengan keputusan Bintang.


" Tunggu saja tanggal mainnya sayang, sekarang silahkan kau nikmati saja dulu kebahagiaanmu. Tapi aku janji tak akan berlangsung lama, hahahaha. " Queen marah-marah sendiri di kamarnya sambil memegangi foto Bintang dan dan dirinya.


" Kalau aku tak bisa memilikimu, jangan harap kau bisa bahagia bersama perempuan lain. Kau ingat itu sayang, hahahahha. " Pekik Queen dengan memukul-mukul muka Bintang yang ada di foto.


Sedangkan di tempat lain, Fanya sedang menangis di kamarnya. Dia begitu hancur mengetahui bahwa seseorang yang sangat ia kagumi dan cintai sudah menikah dengan perempuan lain.


" Bintang, kau benar-benar menikah dengan perempuan murahan itu? Kau tak lihat aku yang sangat menggoda ini, aku sangat menginginkanmu Bintang. Apa kelebihan perempuan itu di banding aku ha? Dia tidak ada cantik-cantiknya, cantikan aku kemana-mana. Dia juga tidak seksi, berbeda denganku sekarang Bintang. Kau tega Bintang, aku akan buat perhitungan sama kalian. Karena kau sudah membuat aku hancur seperti ini. " Fanya menangis sambil mengumpat pernikahan Bintang.


Baik Fanya ataupun Queen, mereka sama-sama menyusun rencana lagi. Karena mereka tidak terima dengan perlakuan Bintang, apalagi sekarang Bintang sudah memiliki pasangan. Jadi, cukup susah untuk mendapatkan Bintang lagi.


......................


Kita beralih ke kediaman pak Iman dan bu Della, mereka juga mendapat undangan pernikahan dari Bulan. Calon mantu yan tak jadi.


" Pak, kita beneran datang nih ke pernikahannya nak Bulan? " Tanya bu Della kepada suaminya.


" Ya iyalah bu, kan kita sekeluarga di undang. Memangnya kenapa kalau kita datang? " Sahut pak Iman.


" Ibu jadi keingat sama Adnan pak, kira-kira dia sedih enggak ya? " Jawab bu Della.


" Bu, anak kita itu sudah tenang disana. Jadi, kita cukup mendoakannya saja. Kalau menurut bapak, anak kita akan bahagia. Karena, nak Bulan sudah bisa membuka hati buat laki-laki lain. Memangnya ibu tega melihat nak Bulan enggak nikah-nikah? " Pak Iman menasehati istrinya.


" Maaf pak, ya ibu enggak tegalah. Kan nak Bulan itu anak yang baik pak. Iya ya pak, anak kita pasti bahagia. Karena orang yang ia sayang, akan bahagia. " Shut bu Della mulai tenang.


" Nah gitu dong, kan enak di lihatnya. " Goda pak Iman.


" Pak, ibu cek Gani dan Gina dulu ua? Kira-kira mereka sudah siap belum? " Ucap bu Della


" Iya bu, nanti kalau sudah siap kita segera berangkat saja. Takutnya macet. " Sahut pak Iman.


Bu Della meninggalkan suaminya di kamar, baru saja bu Della ingin melangkah ke kamar anak-anaknya. Tapi, mereka sudah menunggu di ruang keluarga.


" Kalian sudah siap? " Tanya bu Della setelah melihat anak-anaknya.


" Sudah kok bu, kita malah nungguin bapak sama ibu di sini. " Jawab Gani.

__ADS_1


" Ya sudah kalau gitu, ibu panggilkan bapak dulu ya. Gani, kamu siapkan mobilnya dulu sana. " Titah bu Della.


" Siap bu. " Sahut Gani.


Setelah semua siap, pak Iman sekeluarga berangkat juga ke acara pernikahannya Bintang dan Bulan.


......................


Sedangkan sang pengantin dan keluarga sudah berada di tempat acara sejak hari masih gelap tadi, mereka secara bergantian di rias oleh sang perias yang bertanggung jawab.


Beda dengan Bulan, karena dia pemeran utama hari ini. Jadi, dia yang paling lama di make up oleh para perias khusus. Sedangkan Bintang, hanya di rias-rias tipis saja. Karena kan laki-laki enggak repot seperti perempuan 😁.


Setelah semua beres dan siap, kedua mempelai dan para orang tua pun sudah menepati tempat mereka masing-masing diatas pelaminan.


" Sayang, kamu pagi ini semakin cantik sekali sih. " Goda Bintang setelah mereka duduk.


" Mas, jangan mulai. Ini kan karena make up saja, nanti kalau make up adek sudah di hapus. Pasti akan berubah lagi, dan muka adek akan seperti biasa lagi. " Sahit Bulan.


" Siapa bilang karena make up? Mas suka sama kamu yang apa adanya, kamu itu tanpa make up saja sudah sangat cantik sayang. Apalagi pakek make up, kelewatan cantiknya. Tapi, kalau mas boleh jujur. Mas lebih suka kamu yang natural saja, karena mas takut kalau kamu pakai make up nanti, akan lebih banyak lagi laki-laki yang suka sama kamu sayang. " Bintang berkata sambil menggenggan tangan sang istri.


" Mas, kamu itu bisa aja ya. Bisa enggak sih, jangan gombalin adek terus. Bukannya masih cantik dan seksi cewek yang datang ke Rumah Sakit kemaren? " Bulan menggoda sang suami.


" Iya si Fanya. Cemburu? Mana ada adek cemburu, kan kemaren kita belum ada ikatan apa-apa mas. " Sahut sang istri santai.


" Tapi, kalau sekarang? Kamu cemburu enggak? " Bintang masih mencoba menggoda Bulan.


" Menurut mas Gimana? Sekarang adek balik pertanyaanya, kalau ada laki-laki yang deketin adek, mas cemburu enggak? Ini misal saja ya mas. " Ucap Bulan.


" Mas bukan hanya cemburu sayang, tapi mas hajar tu laki-laki kalau sampai berani deketin kamu. " Bintang menjawab dengan emosi.


" Hehehhe, berarti sama. Adek juga pasti cemburu mas, tapi adek enggak mau menggunakan cara kekerasan. Sudah ya, jangan di bahas lagi. Adek juga sayang sama mas. " Ucap Bulan sambil memberikan senyum ter- manisnya kepada sang suami.


" Kalau saja ini bukan di pelaminan, mas sudah cium kamu sayang. Jarang-jarang mas dengar kamu ungkapin rasa sayangnya kepada mas. " Bintang gemas sekali dengan Bulan.


Para tamu undangan sedikit demi sedikit sudah pada berdatangan, mereka yang sudah mengisi daftar tamu undangan. Dipersilahkan menikmati hidangan dan minuman yang sudah di persiapkan.


Dan setelah dirasa cukup, para tamu undangan pun pamit pulang. Dan tak lupa naik atas panggung untuk menyalami dan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.

__ADS_1


" Selamat ya Bul, aku seneng banget akhirnya kamu nikah. " Ucap Lela setelah menyalami Bulan, ia datang bersama suami dan putrinya Cahaya.


" Terima kasih ya La, tapi kok cepet banget pulangnya? hai cantik. Sini cium dulu. " Sahut Bulan sambil mencium anaknya Lela.


" Mana ada cepet, kita sudah dari tadi tahu. Sekali lagi selamat ya. " Lela menyalami dan cupika-cupiki dengan Bulan, mereka tak lupa juga berfoto bersama.


Setelah Lela sekeluarga turun, kini giliran keluarga pak Iman yang ke atas panggung.


" Soleh, Nisa, selamat ya. Akhirnya Bulan menikah juga, kami turut senang. Meski Bulan tak jadi mantu kami. " Pak Iman menyalami pak Soleh dan bu Nisa.


" Terima kasih atas kehadiran kalian sekeluarga ya. " Sahut pak Soleh. Bu Della dan bu Nisa pun saling berpelukan. Gani dan Gina juga menyalami pak Soleh dan bu Nisa.


Kini pak Iman sekeluarga menyalami kedua mempelai.


" Selamat ya nak Bulan, ibu senang sekali. Akhirnya kamu menikah juga, ibu doakan semoga pernikahan kalian langgeng ya. " Bu Della memeluk Bulan,dan sedikit menitikkan air matanya.


" Aamiin. Terima kasih atas kedatangan dan doanya pak, bu, Gani, Gina. " Sahut Bulan sambil menyalami bu Della dan mengusap air mata yang jatuh dari mata bu Della.


Setelah sedikit drama, pak Iman sekeluarga tak lupa berfoto dengan pengantin juga. Hingga akhirnya mereka turun panggung dan pulang.


Hari semakin sore saja, para tamu undangan juga sudah mulai berkurang. Bagaimana dengan pengantinnya? Jangan di tanya lagi, mereka pasti capek seharian berdiri menyalami tamu undangan yang memberikan ucapan selamat. Meski mereka ada istirahat shalat, makan dan ganti pakaian, tetap saja kegiatan hari ini melelahkan.


" Sayang, kamu pasti capek banget ya. " Bintang sangat perhatian terhadap sang istri.


" Lumayan, mas pasti juga capek kan? " Jawab Bulan.


" Capek mas enggak berasa sayang, karena ada kamu di samping mas. " Canda Bintang.


Ketika Bulan ingin berdiri, dia merasakan perih di kakinya. Sehingga, tak sengaja ia mengeluarkan suara sedikit. Dan itu di sadari oleh Bintang.


" Kamu kenapa sayang? Apa yang sakit? Mas lihat ya? " Bintang berjongkok dan ingin melihat kaki sang istri.


" Mas, adek enggak apa-apa kok. Mas ngapain jongkok? Ayo berdiri. " Bulan merusaha mengajak Bintang berdiri, tapi Bintang kekeh ingin melihat kaki sang istri.


" Astaghfirullah. Sayang, kaki kamu berdarah. " Teriak Bintang setelah berhasil melihat kaki sang istri yang mengeluarkan darah. Meski pakai kaos kaki, tapi tetap merembes keluar darahnya. " Duduk dulu sayang, mas buka kaos kakinya ya? Mas mau lihat. " Titah Bintang.


Maklum, Bulan tidak terbiasa menggunakan sandal berhak. Sekali pakai, seharian penuh. Wajar saja jika lecet, dasar mas Bintangnya aja yang terlalu sayang. Jadi, dia panik melihat kaki sang istri berdarah 😄.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2