Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Penasaran


__ADS_3

Selesai makan malam, Bintang dan papa mama nya sedang berbincang-bincang hangat di ruang keluarga. Mereka saling bersenda gurau sambil menonton tv. Kecuali Bunga, karena ia sedang fokus menghafal. Sedang asik mengobrol, tiba-tiba mama nya menanya kan hal sensitif ke Bintang.


" Bintang, kapan kamu mau kenalin calon istri ke mama sama papa. Apa kamu nggak mau menikah " Pertanyaan mama nya yang begitu menohok bagi nya.


" Hmmmm, calon istri ma? " Gugup Bintang sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


" Iya lah calon istri, kan kamu sudah cukup umur. Masa cuma mau pacar-pacaran aja." Mama nya mendesak.


" Sabar ya ma, lagi pula Bintang kan masih muda. Bintang nggak mau salah pilih nanti nya ma, maka nya Bintang lagi mencari-cari calon mantu idaman mama sama papa." Jelas Bintang sambil di selingi dengan candaan.


" Kamu tu ya, tampang aja yang ganteng. Tapi enggak laku-laku, perempuan yang seperti apa sech yang kamu cari? Entar mama sama papa bantuin." Mama nya memberi usul.


Papa nya Bintang dari tadi hanya menyimak obrolan anak dan istri nya sambil senyum-senyum.


" Mama, biarin saja lah dulu Bintang mencari-cari yang terbaik. Nanti kalau buru-buru, salah pilih kan repot. Dan kamu juga Bintang, kalau sudah ada yang mantap, langsung di ajak serius saja. Nanti keburu di duluin orang, kan kamu patah hati lagi." Papa akhirnya ikut andil dalam obrolan ibu dan anak tersebut.


" Iya pa ma, nanti di usahakan ya." Bintang mencoba mengalah.

__ADS_1


Selesai mengobrol, papa dan mama langsung ke kamar nya. Sedangkan Bintang, dia pergi ke kamar adik nya. Bintang mengetuk pintu kamar Bunga.


" Bunga, kakak boleh masuk." Bintang meminta izin untuk masuk kepada adik nya.


" Iya kak masuk saja, enggak di kunci kok." Jawab Bunga.


Bintang pun akhirnya masuk ke kamar adik nya, Bunga sedang berada di meja belajar nya. Kelihatan Bunga sedang serius belajar, lebih tepat nya menghafal hafalan yang di berikan oleh ustadzah Bulan.


" Sudah hafal banyak? " Tanya Bintang.


" Hmmmm, lumayan lah kak. Doain saja lancar sampai nanti di setor sama ustadzah nya. Ngomong- ngomong, tumben kakak ke sini. Ada apa hayo? " Bunga menanyakan perihal kakak nya ke kamar nya.


" Untuk malam ini udah cukup lah kak, mau nanya apa? Urgent banget ya? " Bunga penasaran.


Bintang kelihatan bingung mau nanya dari mana dulu " Kakak mau nanya soal ustadzah kamu yang tadi pagi ." Bintang nampak malu-malu nanya nya.


" Tentang ustadzah Bulan? Memang kenapa sama ustadzah kak? Hmmmm, Bunga tahu. Kakak naksir ustadzah Bulan ya." Bunga menggoda kakak nya.

__ADS_1


" Bukan gitu dek, tapi kakak pengen kenal saja. Siapa tahu cocok kan, kamu juga mau kan punya kakak ipar kayak ustadzah Bulan." Balas Bintang sambil menaikkan alis nya bergantian.


" Iya juga sih kak, siapa yang nggak mau punya saudara kayak ustadzah Bulan. Orang nya cantik, pintar, anggun, kalem, meski kadang galak juga. Pokoknya paket komplit deh kak." Cerocos Bunga.


" Terus kakak mau nanya apa tentang ustadzah? " Sambung Bunga.


" Kira-kira, dia sudah punya suami, atau pacar gitu? " Bintang mulai bertanya.


" Setahu aku ya kak, ustadzah tuh belum menikah. Tapi kalo soal pacar aku juga nggak tahu, soalnya aku enggak pernah lihat ustadzah jalan sama laki-laki." Jelas Bunga.


" Gitu ya dek? Kalau nomor HP ada nggak? Kakak boleh minta? " Bintang mencoba meminta nomor Bulan


" Ada sih kak, cuma aku nggak berani mau kasih ke kakak. Takut ustadzah nya marah. " Bunga bingung.


" Pliss lah dek, kakak nggak akan macan-macam. Cuma pengen kenal aja, siapa tahu jodoh." Mohon Bintang kepada adik nya.


Akan kah Bunga memberikan nomor HP ustadzah Bulan ?

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2