Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Hari Bahagia


__ADS_3

Bulan terbangun di jam 04.30, dan dia masih memegang Hp. Dan betapa terkejutnya dia, bahwa dia lupa untuk membalas pesan dari Bintang.


" Astaghfirullah, aku lupa balas pesannya mas Bintang semalam. Biar enggak di bilang sombong, aku balas terima kasih aja dulu dech. Entar kalo sudah sah, aku ajak mas Adnan untuk membahas hadiah dari mas Bintang dech. Iya gitu aja lah " Masih dengan mengumpulkan nyawa, Bulan mengetik balasan untuk Bintang.


✉ " Wa'alaikumussalam, maaf mas baru di balas. Saya ucapkan terima kasih atas hadiahnya, dan maaf karena sudah merepotkan " Balas Bulan.


Setelah membalas pesan, Bulan langsung bergegas ke kamar mandi untuk bersih bersih dan wudhu. Karena waktu shubuh telah tiba. Nanti setelah shubuhan, Bulan akan mulai di rias.


Adnan pun sudah bangun dari tadi, dia semalam juga tidur nya sampai larut. Karena dia terus latihan untuk ijab kabul, takut takut nanti gagal 😁.


Adnan juga sudah mandi dari shubuh tadi, dia sudah terlihat segar dan wangi sekali sekali. Dia tinggal menunggu orang yang meriasnya, paling tidak untuk menata pakaian yang akan ia kenakan.


" Cie cie, calon nganten " Goda Gina sambil nyamperin kakaknya.


" Apaan sih kamu Gin, pagi pagi sudah godain mas " Elak Adnan.


" Siapa juga yang godain, kan emang bener mas calon nganten. Iya kan, mana sudah wangi bener. Kayak orang mandi parfum, iya kan mas Gani? " Gina menngoda Adnan dengan mengajak kembarannya.


" Bener tu apa kata Gina mas, wangi bener. Habis berapa botol, hahhah " Gani ikut godain kakaknya.


" Kalian berdua ne yah, seneeeeng banget gangguin mas nya pagi pagi " Bu Della tiba tiba datang menimpali obrolan anak anaknya. " Tapi memang bener Nan, kamu wangiii banget " Sambung ibunya.


" Hahahaha, benerkan bu " Tawa Gina.


" Aarrrgghh, kalian semua sama saja. Sudah, tahu aku lagi nervous banget, bukan nya di hibur malah di ledekin. Ibu juga sama saja " Kesal Adnan.


" Hahahhaha " Semua tertawa.


" Ehem ehem, sudah sudah. Kasian si Adnan nya, nanti dia malah lupa semua hafalan akad nikahnya kalo di gangguin terus " Pak Iman muncul dan menengahi mereka. " Gimana le, sudah siap kan? " Pak Iman memastikan Adnan.


" Insya Allah pak, doakan semoga lancar ya pak, bu " Adnan meminta doa kepada kedua orang tuanya.


" Itu sudah pasti nak, kami semua akan mendoakan yang terbaik untuk kamu " Bu Della turut mendoakan.


" Semangat mas " ucap Gani dan Gina serentak.


" Terima kasih semuanya " Adnan senyum sumringah.


...----------------...


Bulan sudah mulai di rias oleh penata rias dari WO pernikahan mereka.

__ADS_1


" Mbak Bulan cantik sekali walau belum di rias, bagaimana nanti kalo sudah selesai di rias ya? " Celetuk salah satu asisten rias nya kepada temen satu nya.


" Iya bener kamu, cantik sekali " Balasnya.


Bulan yang mendengarkan percakapan mereka, hanya merasa malu dan wajahnya sudah mulai memerah seperti tomat.


" *A*ku kok kayak mimpi ya rasanya, apa bener aku mau nikah. Hehhehe " Bulan bergumam sendiri dalam hatinya, ia masih merasa tak percaya dengan apa yang sedang terjadi padanya sekarang.


Semua persiapan sudah sangat matang sekali, semua sudah sesuai dengan rencana. Mulai dari tenda, pelaminan, tempat untuk akad nikah, dan lain sebagainya. Semua sudah terpasang dengan rapi di tempatnya masing masing, tidak ketinggalan makanannya. Banyak sekali makanan yang di sediakan, dari yang ringan ringan sampai yang berat berat. Begitu juga dengan minuman, tersedia dari yang bening sampai yang keruh 😁.


Sekarang sudah menunjukkan pukul 08.30, dan semua yang di rias sudah selesai di rias. Bagaimana dengan mempelai wanitanya? Tentu mempelai wanitanya sudah sangat cantik sekali.


Acara rencananya akan di mulai pukul 10.00 pagi.


" Nduk, kamu cantik sekali. Ibu sampai pangling loh sama kamu " Puji bu Nisa yang saat itu masuk ke kamar Bulan.


" Terima kasih bu, anak nya siapa dulu "


" Hahaha, kamu itu bisa aja " Bu Nisa tertawa. " Nduk, ibu seneng banget, kamu akhirnya menyusul mbakmu menikah " Bu Nisa mulai serius.


" Nnggih bu, Bulan juga seneng. Ibu kalau seneng jangan nangis ya, nanti luntur loch kecantikannya " Bulan mencoba menggoda ibunya.


" Kalau pun ibu nangis, itu tandanya tangis bahagia nduk " Timpal ibunya sambil memeluk anaknya.


" Selamat ya dek, sebentar lagi kamu mau nikah. Mbak seneng pokoknya " Alesa turut bahagia atas pernikahan adiknya.


" Makasih ya mbak, " Balas Bulan.


Cukup lama mereka bertiga berpelukan, hingga tukang riasnya menegur mereka.


" Permisi, mohon maaf nggih bu, mbak. Jangan terlalu lama pelukannya, nanti dandanannya rusak sebelum di mulai. Dan kalo nangis, nanti make up nya bisa luntur " Periasnya sedikit mengomel 😀.


" Iya mbak, maafkan kami ya " Alesa yang menjawabnya.


......................


" Kak, sudah siap belum? " Bunga mendatangi kamar kakaknya, karena dari tadi Bintang tak keluar keluar. Padahal waktunya sudah mepet, dan takut nanti jalanan macet.


" Iya bentar Bunga, ini juga sudah selesai. Bawel banget kamu " Kesal Bintang.


" Iya aku bawel lah kak, takutnya nanti kita telat. Kan kita nggak tahu namanya jalanan kalau hari libur rame, jadi macet " Omel Bunga.

__ADS_1


" Iya iya, ayo kita jalan " Bintang mulai beranjak dari kamarnya.


Mereka berdua sudah berada dalam mobil menuju ke tempat acara.


" Kak, jadinya kakak kasih kado apa buat ustadzah? " Pertanyaan Bunga memecah kesunyian.


" Oh soal itu, kakak kasih tiket Honeymoon " Jawab Bintang santai.


" Wow emejing kak, prok prok " Puji Bunga.


" Tapi kamu juga harus bantu kakak "


" Bantu apa bos " gurau Bunga.


" Kamu bilang, kalo kakak kasih kado itu atas permintaan kamu. Bukan nya apa apa, kakak takut aja mereka berpikir yang macem macem. Apalagi suaminya nanti, dia kan nggak kenal kita " Jelas Bintang.


" Oke deh kak, gampang itu mah. Kakak yang sabar ya, kakak harus ikhlas. Aku doakan, semoga kakak bisa menemukan jodoh segera " Bunga mulai serius. " Dan maaf juga, karena aku harus paksa kakak untuk anterin " Bunga merasa tak enak hati.


" Sudah, santai saja dek. Bener kata kamu, cinta itu kan tidak harus memiliku. Asal dia bahagia itu sudah cukup kok " Jawab Bintang sambil tersenyum ikhlas.


" Hmmm, sayang deh sama kakakku ini. Love you pull pokokny kak " Bunga memegang tangan kakaknya.


" Love you too bawel " Mereka mulai santai.


Tak terasa mereka sudah sampai ke tempat tujuan, di tempat acara sudah terlihat ramai sekali orang. Mereka sedang menunggu pihak laki laki datang.


Bintang dan Bunga sudah turun dari mobil, mereka sedang berjalan untuk mengisi buku tamu. Setelah selesai, mereka mencari tempat duduk yang kosong.


" Wow keren dekor nya dan rame banget orangnya ya kak " Bunga kagum melihat pemandangan yang ada.


" Ssstt, jangan berisik. Kita nikmati saja acaranya " Bintang berbicara sedikit berbisik.


Jam sudah menunjukkan pukul 09.45, tapi keluarga dari pihak laki laki masih belum sampai juga. Orang orang sudah gelisah menunggunya, tapi mereka berpikir mungkin sedang terjebak macet.


📞 " Hallo assalamu'alaikum, pak sudah sampai mana? " Pak Soleh menelepon pak iman.


📞 " Wa'alaikumussalam, ini sebentar lagi juga sudah sampai pak " Jawab pak iman.


📞 " Syukurlah kalau gitu, hati hati ya pak. Assalamu'alaikum " Pak Soleh mengakhiri panggilannya.


📞 " Iya, ya wa'alaikumussalam " Jawab pak Iman.

__ADS_1


" Alhamdulillah " Semua membaca hamdalah bersama, karena mendengar keluarga mempelai pria sudah mau sampai.


Mohon dukungannya ya teman teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2