
📞 " Terus gimana sayang reaksi bapak sama ibu, tolong jangan buat mas penasaran ginilah ya. " Bintang mendesak Bulan.
📞 " Iya mas, kata bapak sama ibu. Mas kalau beneran serius sama saya, katanya di suruh datang langsung ke rumah. " Jelas Bulan.
📞 " Beneran nih? kapan? Itu berarti, mereka merestui dong? Dan juga, adinda nerima mas sebagai calon suami kan. " Bintang antusias.
📞 " Bener mas, mas tinggal ngomong saja kapan mau ke rumahnya. Nanti saya kasih tahu sama bapak dan ibu, kalau soal itu kita lihat saja nanti ya. Mas, ini sudah malam. Saya tutup dulu ya, Assalamu'alaikum. " Bulan sengaja menggantung jawabannya.
📞 " Sa-sayang, yach. Wa'alaikumussalam. " Bintang kecewa, karena dia merasa belum selesai penjelasannya. Tapi keburu dimatikan Bulan teleponnya.
" Kamu memang sengajakan membuat mas penasaran sayang, baiklah. Akan mas ikutin permainanmu, tapi mas yakin kalau kamu sebenarnya suka juga kan sama mas. Tapi, mas juga senang mendengar kabar malam ini. Mas akan secepatnya mengatur rencana datang ke rumahmu sayang, tunggu saja kedatanganku. " Batin Bintang sambil senyum-senyum sendiri di malam yang dingin.
......................
Pagi ini Bulan sudah siap berangkat ke sekolah, dia pun sudah selesai sarapan. Baru saja keluar rumah, Bulan sudah di kejutkan dengan kedatangan Bulan dan sopirnya.
" Assalamu'alaikum ustadzah. " Salam Bunga sembari mendekati dan mencium tangan ustadzahnya.
" Wa'alaikumussalam, sudah lama kamu sampai Bunga? Kok enggak masuk? " Tanya Bulan.
" Baru saja sampai kok ustadzah, tadi niatnya mau ngetok pintu. Tapi ustadzah sudah keluar duluan, ya sudah yuk berangkat sekarang. " Bunga semangat sekali mengajak calon kakak iparnya.
" Oh gitu, ya sudah ayok. " Bulan mengiyakan ajakan Bunga.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke mobil sampai masuk mobil.
" Pak, kita jalan ya. " Pinta Bunga kepada sopirnya.
" Baik non. " Jawab pak sopir.
__ADS_1
" Ustadzah, aku seneng deh. " Celetuk Bunga.
" Seneng kenapa Bunga? Kamu baru dapat hadiah? " Sahut Bulan.
" Bisa di bilang begitu sih ustadzah, karena hadiahnya ustadzah. " Jawab Bunga.
" Kok ustadzah? Maksudnya gimana? " Bulan belum paham arah pembicaraan Bunga.
" Iya ustadzah, karena setiap hari aku bisa deket terus sama ustadzah. Pergi sekolah bareng, di sekolah juga ketemu, terus pulangnya juga bareng. Entah kapan, bisa satu rumah bareng. Hehehehh. " Goda Bunga.
" Kamu ini ada-ada saja Bunga, memangnya kenapa kamu seneng kalau deket sama saya? " Selidik Bulan.
" Ya seneng lah ustadzah, karena ustadzah adalah seorang perempuan yang sempurna menurut aku. Aku juga enggak tahu kenapa, yang pasti aku seneng banget kalau bersama ustadzah seperti ini. " Jelas Bunga.
" Tapi kan kamu tahu, kalau saya ini di sekolah bukan orang yang selalu baik terhadap muridnya? " Bulan semakin ingin tahu, akan penilaian Bunga terhadap dirinya.
" Iya aku tahu, tapi itu semua tidak mengurangi penilaian baik aku sama ustadzah. Yang aku tahu, aku sayang banget sama ustadzah. Pantes saja kak Bintang tergila-gila sama ustadzah, wong aku yang cewek saja juga gitu. " Puji Bunga sambil memeluk ustadzahnya dengan erat.
Mereka akhirnya sampai ke sekolah, dan mereka juga bergegas turun dari mobil menuju pintu masuk gedung sekolahan.
Di tempat lain, Fanya sedang mengatur rencana untuk bisa bertemu dengan Bintang lagi. Dia memang sudah hilang akal karena cinta butanya yang di tolak mentah-mentah oleh Bintang waktu itu.
" Bintang, aku kali ini tidak akan mengalah lagi. Cukup sudah waktu kuliah aku selalu mengalah dari wanita-wanita yang selalu mendekatimu. Aku yang sekarang sudah berubah Bintang, apa kamu tidak melihat itu. Lihat saja lah, aku yang sekarang lebih cantik, lebih menarik dan lebih seksi. Apa masih kurang menurut kamu? Bintang, aku harus mendapatkanmu. Haruuuuus. " Gumam Fanya dengan geram.
" Atau aku harus datang ke rumahnya ya? Aku temui om dan tante, mereka kan dulu seneng sama aku. Siapa tahu, aku bisa minta bantuan mereka. Ah, boleh juga. Aku harus secepatnya melakukan itu. " Fanya masih dengan lamunannya sendiri.
Tak berbeda jauh dengan Fanya, di tempat lain juga ada seseorang yang menyusun rencana juga. Yaitu Queen, dia masih terus berharap untuk bisa kembali lagi dengan Bintang.
" Aku harus buat rencana apa lagi ya, berbagai cara sudah aku lakukan untuk mendapatkannya lagi. Tapi, itu juga gagal. Apa dia benar-benar sudah move on dari aku, tapi kenapa dia belum punya pasangan juga kalau sudah move on. Bodohlah dengan itu semua, yang aku tahu sekarang adalah menyusun rencana lagi agar bisa bertemu dengan Bintang lagi. Tapi apa ya? " Queen tampak berpikir keras akan membuat rencana apalagi.
__ADS_1
Sedangkan Bintang juga sedang menyusun rencana untuk dirinya sendiri, dia berpikir kapan waktu yang tepat untuk datang ke rumah Bulan.
Dia juga tadi pagi sudah membicarakannya dengan papa dan mamanya sebelum berangkat ke kantor, tentu saja respon orang tuanya sangat senang.
Bintang bekerja dengan semangat sekali hari ini, pasalnya hatinya pun sedang berbunga-bunga juga. Sedang asik bekerja, tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda ada telepon masuk. Dan yang menelepon adalah mamanya.
📞 " Assalamu'alaikum ma, ada apa? " Salam Bintang.
📞 " Wa'alaikumussalam, mama mau nanya soal kamu mau ngelamar nak Bulan gimana? " Jawab mamanya.
📞 " Menurut mama gimana baiknya? " Tanya Bintang.
📞 " Gini aja, mama datang langsung saja ke rumah orang tua Bulan. Biar mama nanti ajak papa menemuinya, gimana? Setuju enggak? " Mamanya memberi ide.
📞 " Boleh juga lah ma, Bintang setuju kalau gitu. Kapan mama rencananya mau kesana? " Bintang menerima ide mamanya.
📞 " Belum tahu juga, kalau bisa sih secepatnya. Nanti mama bicarakan sama papa dulu. Sudahlah, kamu tenang saja. Mama yakin, Bulan itu memang akan jadi mantu kesayangan mama. " Jawab mamanya.
📞 " Aamiin, itu yang Bintang harapkan ma. Okey kalau gitu, Bintang akan tunggu kabar baiknya. Nanti kalau ada apa-apa, mama langsung kasih tahu Bintang ya. " Bintang antusias sekali.
📞 " Siap, aman pokoknya. Serahkan semuanya pada mama. Tapi, mama mau tanya sesuatu sama kamu boleh? " tiba-tiba mamanya bertanya.
📞 " Mau tanya apa ma? Boleh-boleh saja. Bintang akan jawab dengan semampu Bintang, tapi kalau tak mampu jangan marah ya. Hehehhe. " Bintang penasaran, tapi masih saja bercanda.
📞 " Mama serius Bintang, mau ngelamar Bulan enggak? " Mamanya kesal.
📞 " Iya ma, mauuuu. Maaf, jangan marahlah sama anak mama yang ganteng ini. Memangnya mama mau nanya apa sih? Kayaknya serius banget? " Sahut Bintang.
📞 " Mama mau nanya soal,......
__ADS_1
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.