
" Begini semuanya, keadaan pasien saat ini sebenarnya baik-baik saja. Hanya saja, pasien memang harus banyak istitlrahat. Dan saat ini paaien masih belum sadar, karena saya juga menyuntikkan obat yang berefek mengantuk.Dan dia pingsan juga di karenakan luka yang ada di kepalanya itu, dan pasien juga mungkin terlalu banyak gerak. Jadi, saya sarankan. Pasien harus istirahat total dulu, ini demi kesembuhan dan pemulihan yang efektif. " Dokter menjelaskan ke semua orang tentang keadaan Bulan.
" Alhamdulillah kalau nak Bulan baik-baik saja dok, kami kira ada apa-apa sama dia. Sehingga ia pingsan seperti tadi. " Sambung pak Jafar.
" Iya pak, pasien Insya Allah baik-baik saja. Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu semuanya. Assalamu'alaikum. " Pamit sang dokter, dan beliau berlalu pergi.
" Wa'alaikumussalam, hati-hati dok. " Jawab semua orang.
" Saya pamit ke kamar Bulan dulu, mau lihat dia sudah sadar apa belum. " Pamit bu Nisa.
" Aku ikut Nis, " Bu Juni pun ikut menyusul bu Nisa.
Mereka berdua langsung masuk ke kamar bulan dengan sedikit buru-buru.
" Bunga, bagaimana keadaan ustadzahmu? Apa dia sudah sadar? " Tanya bu Nisa langsung menghampiri Bunga dan Bulan di tempat tidur.
" Belum bu, dari tadi ustadzah belum bangun-bangun. " Jelas Bunga.
" Mungkin dia sebenarnya sudah sadar Nis, tapi karena obat yang berefek ngantuk tadi dia masih tidur. " Bu Jafar menenangkan bu Nisa.
" Mungkin saja Jun, semoga saja begitu. " Sahut bu Nisa.
Sekitar 20 menitan mereka menunggu, akhirnya Bulan bangun juga dari pingsannya.
" Nduk, kamu baik-baik saja kan? " Bu Nisa langsung memeluk putrinya tersebut setelah melihat Bulan membula mata.
" Memangnya Bulan kenapa bu, ini kepala Bulan juga sedikit sakit. " Tanya Bulan sambil memegangi kepalanya.
" Nak Bulan, kamu tadi pingsan. Lain kali, kalau butuh apa-apa ngomong sama ibu atau bapak atau sama siapa saja yang ada di rumah ini ya. Soalnya, kamu itu masih butuh banyak istirahat. Dan jangan banyak gerak dulu, kepala kamu kan masih belum kering lukanya. " Bu Juni memberi pengertian kepada Bulan.
" Maafin Bulan ya bu, karena sudah membuat semua khawatir. " Sesal Bulan.
" Tidak sayang, kamu enggak salah apa-apa. Sudahlah, sekarang kamu mau apa? " Bu Nisa mengelus kepala putrinya.
" Bulan haus bu, boleh minta minum. " Pinta Bulan.
Bunga yang mendengar itu, langsung segera mengambilkan air untuk ustadzah kesayangannya itu.
" Ini ustadzah airnya. " Bunga menyodorkan gelas ke Bunga.
" Terima kasih ya Bunga. " Ucap Bulan sambil tersenyum.
" Sama-sama ustadzah. " Jawab Bunga.
__ADS_1
Tak terasa hari sudah semakin sore, jadi keluarga Bintang pamit pulang.
......................
Sudah seminggu lebih Bulan beristirahat total, dia ingin segera kembali ke sekolah untuk mengajar. Pasalnya sebentar lagi akan di adakan ujian semester dan ujian akhir bagi kelas XII.
Sedangkan Bintang sengaja tidak menghubungi Bulan terlalu sering, dia hanya sekali-kali menanyakan kabar Bulan saja. Karena dia sengaja melakukan itu, supaya Bulan benar-benar istirahat dengan tenang.
Hari ini saja, Bulan sudah bangun seperti biasanya. Dia juga membantu ibunya di dapur, meski ibunya sudah melarang.
" Nduk, apa kamu yakin mau pergi ke sekolah hari ini? " Tanya bu Nisa sambil menyiapkan sarapan untuk sekeluarga.
" Iya bu, Nisa yakin. Karena sudah hampir sebulan Bulan tidak ke sekolah, pasti banyak sekali tugas yang menunggu. " Jelas Bulan sambil membantu ibunya.
" Apa kamu sudah merasa benar-benar sehat? Ibu khawatir saja dengan kondisi kamu. " Bu Nisa terlihat khawatir.
" Alhamdulillah, Bulan sudah merasa sehat bu. Pokoknya ibu jangan hawatir ya, Insya Allah Bulan akan baik-baik saja. " Bulan memberi meyakinkan ibunya.
" Ya sudah kalau gitu, lebih baik kamu bersiap-siap saja sana. Ini biar ibu yang selesaikan, tinggal dikit ini. " Perintah ibunya.
" Iya bu, kalau gitu Bulan tinggal ke kamar ya. " Pamit Bulan dan pergi ke kamarnya.
" Iya nduk. " Sahut ibunya.
......................
" Kak, hari ini tolong antarkan aku ke sekolah ya? " Bunga memakan rotinya dan merengek kepada kakaknya untuk ikut semobil dengan kakaknya.
" Kenapa minta antar kakak? Kenapa tidak naik mobil kamu sendiri? " Tanya kakaknya.
" Ayo lah kak pliiis, " Bunga sampai memohon kepada Bintang.
" Iya, iya. Cepetan sarapannya, habis itu kita langsung berangkat. " Bintang akhirnya mau mengikuti keinginan adiknya.
" Siap komandan " Bunga mengangkat tangan seperti orang hormat.
Mereka semua pun tertawa melihat tingkah Bunga.
Bintang dan Bunga pun sudah berangkat mengendarai mobil Bintang.
" Kak, kira-kira kabar ustadzah gimana ya? Aku kangen banget sama ustadzah, kapan-kapan temenin aku ke rumah ustadzah yok. " Bunga membuka obrolan dalam perjalanan.
" Terakhir kakak kontek ustadzah, katanya sudah semakin membaik sih. Tapi, kakak belum ada menghubungi ustadzah lagi. Nanti aja deh kakak coba cari tahu. " Jawab Bintang.
__ADS_1
" Oke kak, nanti tolong kabarin aku ya kalau ada info. " Pinta Bunga.
" Iya " Jawab Bintang singkat.
Tak terasa, mereka akhirnya sampai ke sekolah Bunga. Tanpa menunggu lama, Bunga pun langsung turun dari mobil dan menuju pintu masuk ke sekolah. Sedangkan Bintang langsung bergegas memacu mobilnya menuju kantornya.
Bunga yang sedang berjalan menuju kelas, tanpa sengaja melihat ada ustadzah Bulan sedang berjalan menuju ke kantornya.
" Itu beneran ustadzah? Apa aku salah lihat karena terlalu kangen ya. " Gumam Bunga sambil mengucek-ngucek matanya.
Bunga pun mencoba mendekat ke kantor guru, untuk memastikan bahwa yang dilihatnya tadi beneran ustadzahnya.
" Ternyata emang bener ustadzah, aku samperin ah. " Baru saja Bunga ingin masuk ke kantor guru, tapi bel tanda masuk pun berbunyi.
" Yah masuk, ya sudah lah. Nanti saja nemuin ustadzahnya. Seneng deh ustadzah sudah sehat. " Gumam Bulan dan meninggalkan kantor guru.
Bintang baru saja sampai ke kantornya, dan dia langsung bergegas memasuki gedung perkantorannya. Dan di depan ruangannya dia sudah di tunggu oleh asistennya.
" Selamat pagi pak. " Sapa Niko.
" Pagi Nik. " Jawab Bintang.
Mereka berdua masuk kedalam ruangan Bintang. Dan mulai membahas soal pekerjaan.
" Kenapa pikiranku enggak tenang gini ya, ada apa ini? Apa karena aku kangen ya sama Bulan 😁, hubungin apa enggak ya? " Di sela-sela bekerja, pikiran Bintang melayang-layang kemana-mana. Yang jelas dia selalu kepikiran dengan sang pujaan hati.
Niko yang melihat bosnya melamun, berusaha memanggilnya..
" Ada apa pak, pak Bintang. Pak Bintang. " Niko memanggil Bintang sampai beberapa kali baru di respon sama Bintang.
" Eh iya Nik, ada apa? " Bintang balik bertanya.
" Bapak tuh yang ada apa? Kok melamun gitu, lagi ada masalah ya? " Tanya Niko serius.
" Enggak kok Nik, cuma lagi mikirin sesuatu saja. Kamu enggak perlu tahu. " Ucap Bintang.
" Oke lah pak, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya ya. " Pamit Niko.
" Oke Nik terima kasih, nanti kalau saya butuh kamu. Akan saya panggil. " Sahut Bintang.
Niko pun keluar dari ruangan Bintang dan kembali ke ruangannya sendiri.
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.
__ADS_1