
Setelah mengagumi kamar hotel yang di sulap sedemikian rupa, Bulan ingin sekali segera bersih-bersih.
" Mas, kamu enggak mandi? " Tanya Bulan.
" Kenapa? Kamu mau mandiin mas ya? " Goda sang suami.
" Mas, adek serius ini. " Wajah Bulan memerah karena malu mendengar gombalan sang suami.
" Iya, mas mandi. Tapi sebentar lagi, kalau kamu mau mandi duluan saja sayang. " Titah sang suami.
" Tapi, kita kan enggak bawa baju ganti? Masa iya pakai baju ini lagi mas, kan sudah enggak nyaman lagi di pakai. " Bulan bingung.
" Tenang sayang, coba kita cek lemari yuk. " Ajak sang suami menuju lemari.
Mereka pun sampai ke depan lemari dan segera membuka lemari tersebut. Dan ternyata, disana ada banyak pakaian untuk mereka berdua. Dari pakaian dalan sampai pakaian yang terluar. Mau alat shalat juga sudah di siapkan.
" Masya Allah, banyak sekali mas. Memangnya kita mau berapa hari disini? " Bulan terkejut.
" Lucunya istri mas ini, kamu maunya sampai kapan? " Bintang mencubit gemas hidung sang istri.
" Ini juga, ada pakaian dalam segala. Siapa yang siapin mas? " Bulan masih heran.
" Sudah sayang, jangan terlalu dipikirkan. Lebih baik, sekarang kamu mandi gih. Katanya tadi mau mandi, apa mau mas yang mandiin? Hah, ayo sini mas mandiin." Goda sang suami lagi.
" Apaan sih mas, ya udah kalau gitu. Adek mandi duluan ya? " Sahut Bulan dan tak lupa ia mengambil pakaian dan handuk yang akan ia gunakan setelah mandi.
Bintang memandangi kepergian sang istri ke kamar mandi sambil senyum-senyum sendiri, sambil menunggu giliran mandi. Bintang rebahan di sofa yang ada disana.
Hampir sekitar 30 menitan Bulan mandi dan baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang lengkap, dan dia mencari-cari keberadaan sang suami. Dan ternyata, sang suami tertidur di sofa. Dengan terpaksa, Bulan membangunkannya untuk mandi terlebih dahulu baru istirahat.
" Mas, bangun. Kamu jadi mandi enggak? " Bulan membangunkan sang suami sambil mengelus-elus tangannya. Sedangkan yang dibangunkan hanya bergerak sedikit saja, Bulan bingung harus bagaimana membangunkan sang suami.
" Mas, bangun mandi. Biar enak istirahatnya. " Bulan mencobanya lagi, tapi kali ini dengan sedikit ragu Bulan membangunkannya dengan membelai wajah sang suami dengan lembut.
__ADS_1
" Iya sayang. " Bintang menjawab dengan mata tertutup, tapi tangannya meraih tangan sang istri dan mengecupnya. Barulah ia membuka mata dan bangun dari tidurnya.
" Maaf ya mas, adek lama mandinya. Sampai-sampai mas ketiduran di sofa. " Ucap sang istri lembut.
" Iya sayang, enggak apa-apa. " Sahut sang suami.
Akhirnya Bintang beranjak juga ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Bulan mempersiapkan pakaian untuk sang suami. Pasalnya Bintang hanya membawa handuk saja ke kamar mandi.
Tak butuh waktu lama, hanya sekitar 10 menitan Bintang sudah keluar dari kamar mandi. Dia keluar hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian perut hingga lutut saja, dan masih dengan rambut yang basah. Dia berniat menjahili sang istri yang sedang duduk santai di sofa.
" Sayang. " Bintang memanggil sang istri dari belakangnya, sontak saja membuat si punya nama langsung menoleh dan langsung menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
" Maaas, kenapa belum pakai baju. " Ucap Bulan masih dengan menutupi matanya.
" Sayang, kenapa harus tutup mata sih? Kamu harus terbiasa dengan ini, mas kan suami kamu. " Sahut Bintang berusaha melepas tangan sang istri dari wajahnya.
Dengan jantung yang berdebar kencang, Bulan melepas tangannya. Akan tetapi, matanya masih terpejam. Bintang yang melihatnya hanya tersenyum saja, sambil mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.
" Dosa loh, kalau matanya enggak di buka. " Goda Bintang, tepat di depan wajah sang istri. Sontak saja membuat Bulan terkejut dan langsung membuka matanya.
" Sayang, apa mas boleh melakukannya malam ini. " Ucap Bintang lirih di telinga sang istri. Dan Bulan hanya mengganggukkan kepala tanda mengizinkan.
Tanpa aba-aba, Bintang menggendong sang istri menuju ke tempat tidur. Sedangkan Bulan hanya diam saja di perlakukan seperti itu, karena dia sadar betul kalau sampai menolak ajakan sang suami akan berdosa.
Tak lupa juga, sebelum Bintang menyentuh sang istri dengan intim. Dia membaca doa terlebih dahulu ( Tahu semua kan doanya 😊 ).
Dengan perlahan, Bintang memulai aksinya. Ia mulai dengan mencium kening turun ke mata, pipi, hidung dan brhenti di bibir indah sang istri. Setelah puas menikmati bibirnya, ia turun lagi menjelajahi bagian tubuh yang lain sang istri. Hingga akhirnya, mereka berdua sama-sama tak menggunakan apa-apa. Bulan sebenarnya canggung sekali, tapi ia berusaha mengikuti permainan sang suami meski masih kaku.
" Sayang, mas mulai ya? " Ucap sang suami serak karena sudah sangat bergairah.
" Iya mas. " Sahut sang istri malu-malu.
Karena ini pengalaman pertama bagi mereka, tentu sungguh sulit untuk meruntuhkan pertahanan sang istri. Bintang butuh tenaga yang ekstra untuk menembusnya, dan setelah cukup lama Bintang berusaha akhirnya roboh juga pertahanannya.
__ADS_1
" Maaaasss. " Bulan sedikit memekik karena rasa sakit setelah pertahananya runtuh.
" Sakit ya sayang, maafkan mas ya. " Tanya Bintang dan menghentikan kegiatannya, ia kasihan melihat sang istri .
" Jangan minta maaf mas. " Senyum Bulan.
" Kita lanjut lain kali saja ya? " Bintang berniat mengakhirinya, tapi Bulan menahannya dan menggelengkan kepalanya.
Akhirnya Bintang melanjutkannya dengan sedikit buru-buru, karena dia ingin segera mengakhirinya. Karena tak tega dengan sang istri yang terlihat kesakitan. Dengan sedikit hentakan yang keras, Bintang sampai ke tujuannya.
Dengan nafas yang memburu, dia terkulai lemas di samping sang istri. Dan menciumi wajah sang istrinya.
" Terima kasih sayang. " Ucap Bintang sambil merengkuh tubuh sang istri.
" Sama-sama mas. " Sahut sang istri dengan lemas.
" Sakit banget ya sayang? " Ucap Bintang lagi sambil membelai wajah sang istri.
" Enggak kok mas. " Bulan berbohong.
Setelah istirahat sebentar, Bulan berencana ingin ke kamar mandi. Ia mencari-cari pakaian yang entah dimana-mana, baru saja ia ingin turun dari tempat tidur. Tapi, tertahan karena ada rasa yang sangat perih di bagian bawahnya. Bintang yang menyadari itupun langsung bertanya. " Kamu kenapa dan mau kemana sayang? "
" Adek mau ke kamar mandi mas, tapi rasanya sakit mau berjalan. " Jujur Bulan.
" Pasti gara-gara mas ya? Maafin mas ya sayang." Bintang merasa bersalah.
" Jangan minta maaf mas, adek enggak apa-apa. Sebentar lagi juga hilang. " Bulan memegang tangan sang suami.
" Sini mas bantuin ke kamar mandinya. " Bintang sudah mau mengangkat sang istri.
" Jangan mas, adek bisa sendiri. Adek minta tolong ambilkan baju itu saja ya. " Tolak Bulan sambil menunjuk baju yang ada di lantai kamar.
Tanpa memperdulikan omongan sang istri, Bintang langsung membopong sang istri ke kamar mandi tanpa menggunakan sehelai benangpun. Dan menurunkannya setelah sampai ke kamar mandi. Setelah berdebat sedikit, akhirnya mereka mandi secara bersama-sama.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.