Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Negosiasi


__ADS_3

" Kamu memang wanita yang luar biasa Bulan, kamu selalu memikirkan dosa dan dosa. Ada benarnya juga kata-katamu, nanti kalau kita sering jalan berdua pasti akan banyak omongan-omongan orang yang tak bertanggung jawab. Meski sebenarnya kita tak melakukan apa-apa. Apa ya solusinya, atau aku suruh bareng sama Bunga saja? Iya benar itu, itu akan lebih aman. Sekarang lebih baik aku balas dulu pesannya. " Batin Bintang.


✉ "Wa'alaikumussalam. Baiklah, mas terima alasannya. Tapi, adinda Bulan harus mau diantar jemput bareng sama Bunga ya. Pliiiis, tidak ada kata penolakan. Mas yakin, Bunga pasti senang banget kalau dia akan berangkat dan pulang bareng adinda. Mas cuma tidak mau, kalau adinda naik kendaraan umum apalagi bawa motor sendiri. Mas masih terauma dengan kejadian adinda kecelakaan kemaren. Mas mohon banget 🙏🙏. " Balas Bintang panjang kali lebar.


Ting, pesan terkirim kepada Bulan. Akan tetapi tidak langsung dibaca oleh Bulan, dikarenakan dia sedang mengajar.


Sedangkan Bintang menelepon sopir Bunga, dia memberitahukan bahwa dia juga harus mengantar jemput Bulan.


Bintang tak lupa juga mengirim pesan kepada adiknya, tentang masalah ini.


✉ " Assalamu'alaikum, dek nanti dan seterusnya kamu berangkat dan pulang bareng sama ustadzah Bulan ya. Kalau ustadzahnya enggak mau, kamu harus paksa. Kakak sudah ngomong juga sama ustadzah, tapi belum di respon. " Begitulah kira-kira pesannya 😁.


Ternyata langsung dibaca dan dibalas oleh Bunga.


✉ " Wa'alaikumussalam. Beneran kak? Siap kalau gitu. Tapi, ngomong-ngomong ada apa nih? Cerita lah kak, penasaran ini. " Balas Bunga dengan heboh.


✉ " Kakak cuma enggak mau, kalau calon kakak iparmu naik angkutan umum atau bawa motor sendiri. " Balas Bintang.


✉ " Apa? Calon kakak ipar? Ehem, ehem udah jadian ya? " Bunga semakin heboh.


✉ " iya calon kakak ipar, tapi belum jadian Bunga. Makanya doakan kakakmu ini ya? " Jelas Bintang.


✉ " Aamiin, semoga secepatnya ya kak. Aku pasti akan seneng banget tahu. Apalagi, kalau setiap hari akan berangkat dan pulang bareng. " Bunga girang.


✉ " Aamiin, kakak juga berharap begitu. Kakak titip ustadzah ya. " Bintang semangat.


✉ " Siap laksanakan kapten 😍. " Bunga lebih semangat lagi.


✉ " Terima kasih, sudah dulu ya. Assalamu'alaikum, belajar yang bener. " Pamit Bintang.

__ADS_1


✉ " Wa'alaikumussalam, okey 👍. " Balas Bunga.


Bel tanda istirahat sudah berbunyi, Bulan sudah berada di kantor guru. Dan dia langsung mengecek ponselnya.


" Mas, segitu khawatir dan perhatianmu padaku. Kamu peduli sekali denganku, terima kasih atas kebaikanmu selama ini. " Batin Bulan setelah membaca pesan Bintang.


✉ " Tidak bolehkah saya bernegosiasi mas? Saya cuma tidak mau merepotkan mas dan yang lain, saya Insya Allah bisa sendiri kok mas. " Balas Bulan.


Bukan balasan pesan yang Bulan terima, akan tetapi Bintang langsung meneleponnya. Bulan pun dengan sedikit ragu mengangkat panggilannya.


📞 " Assalamu'alaikum mas. " Salam Bulan.


📞 " Wa'alaikumussalam adinda, mas ganggu ya? Soalnya mas sudah kangen saja dengan adinda Bulan, jadi rasanya enggak afdol kalau enggak denger suaranya. " Bintang mulai menggoda pujaan hatinya.


📞 " Mas, kamu mulai deh. Gimana ya? ganggu enggak ya? " Bulan mencoba mengimbangi Bintang.


📞 " Jangan gitu lah adinda, mas beneran enggak bisa jauh-jauh darimu. Soal yang tadi, pokoknya harus mau. Tidak ada negosiasi-negosiasi, kamu harus bareng sama Bunga. Dan Bunga juga setuju, dia malah seneng banget kalau bareng kakak iparnya. Hehehehhe. " Bintang menggombali Bulan.


📞 " Enggak ada yang aneh-aneh, memang kenyataanya seperti itu kan. Kapan adinda siap mas lamar? Bahkan, kalau kita langsung nikah juga oke-oke saja. Malam nanti gimana? " Bintang menantang Bulan.


📞 " Mas, saya serius tahu. Jangan semakin aneh deh, wong saya saja belum ada ngomong sama bapak dan ibu. Nanti mereka bisa kaget. " Bulan takut, kalau-kalau Bintang benar-benar melakukan hal senekat itu.


📞 " Mas lebih serius lagi sayang, begini saja. Mas kasih kamu waktu sehari untuk ngomong sama bapak dan ibu, nanti kamu kasih tahu kabar baiknya. Dan mas sekeluarga siap datang ke rumah, bagaimana? sip kan? " Bintang memberi solusi.


📞 " Maaas. " panggil Bulan.


📞 " Dalem sayang, mas serius dengan omongan mas. Mas bener-bener serius sama kamu, mas cuma tidak ingin terlambat lagi untuk memiliki kamu sayang. Uhibbuki Fillah Rembulan Nur'aini, tolong kamu jangan ragu dengan perasaan dan keseriusan mas. Apapun mas akan lakukan demi kamu. " Bintang semakin memperlihatkan keseriusannya.


📞 " Maafkan saya mas. Dan Insya Allah, nanti malam saya akan ngomong sama bapak dan ibu. Terima kasih untuk kejujuran dan ketulusanmu mas. Maaf, saya belum bisa membalas itu semua. " Ucap Bulan dengan suara serak, karena menahan tangis. Dia tidak mungkin menagis di kantor guru.

__ADS_1


📞 " Adinda tidak punya salah apapun sama mas, jadi tidak perlu meminta maaf. Oke, mas akan tunggu kabar baik dari adinda. Dan jangan lupa, nanti pulangnya bareng sama Bunga. Mas tutup dulu enggak apa-apa kan? Soalnya mas sebentar lagi mau ada rapat, jadi harus siap-siap dulu. " Bintang berbicara dengan begitu lembut, dan enak di dengar oleh Bulan.


📞 " Insya Allah mas, oke enggak apa-apa. Dan terima kasih atas pengertiannya, Assalamu'alaikum mas. " Ucap Bulan.


📞 " Sama-sama sayang, Wa'alaikumusalam. Love you, muach. " Bintang masih saja menghoda Bulan.


Dan obrolan mereka berakhir siang itu.


Sedangkan Bulan mempersiapkan hatinya untuk ngomong sama orang tuanya tentang Bintang.


" Aku harus ngomong gimana ya sama bapak dan ibu, tapi bagaimanapun juga. Aku harus ngomong dan cerita semuanya. Bismillah aja deh. " Batin Bulan.


Tak terasa sudah waktunya bel pulang sekolah berbunyi. Dan Bunga segera bergegas menuju kantor guru untuk menjemput ustadzahnya.


" Assalamu'alaikum ustadzah. " Bunga masuk kantor dan mengejutkan Bulan.


" Wa'alaikumussalam, eh kamu Bunga. Ngagetin saya saja, ada apa? " Ucap Bulan.


" Mau jemput ustadzah untuk pulang bareng, ayok kita pulang ustadzah. " Sahut Bunga.


" Tidak usah lah Bunga, saya bisa naik angkutan umum atau yang lainnya. " Tolak Bulan.


" Tidak bisa ustadzah, ini amanah dari kak Bintang. Jadi, ustadzah harus mau pulang dan berangkat ke sekolahnya bareng aku. Memangnya ustadzah tega kalau aku sampai di marahi sama kak Bintang? " Bunga pura-pura manyun.


" Bunga, Bunga. Iya saya mau bareng kamu, ayo kita pulang. " Bulan menuruti kemauan dari Bintang.


" Asik, terima kasih ya ustadzah. Ayok. " Bunga girang sekali mendengar jawaban Bulan.


Dan akhirnya mereka berdua pulang barsama-sama.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2