Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Malam yang mendebarkan


__ADS_3

Bulan setiap malam tak pernah lupa untuk melakukan shalat malam, terlebih lagi meminta petunjuk untuk menentukan pilihan yang terbaik untuknya dan keluarga. Apalagi untuk urusan pendamping hidup, yang sekarang sedang terjadi pada Bulan. Pasalnya besok sudah waktunya untuk menerima atau tidak perjodohan yang sedang diatur oleh orang tua nya.


Selain berdoa memohon petunjuk, Bulan juga sudah beberapa kali berkomunikasi dengan Adnan. Mereka berkomunikasi untuk mengenal satu sama lain.


Malam ini kesempatan terakhir bagi Bulan untuk memohon petunjuk untuk memantapkan hati perihal perjodohan, karena besok adalah hari penentuan bagi Bulan dan juga Adnan.


" Apapun keputusanku besok, semoga yang terbaik untuk semua." Bulan bergumam sendiri didalam hati.


# Adnan


Tak jauh berbeda dengan Adnan, dia setiap malam juga selalu memohon petunjuk agar di beri kemudahan dalam perjodohannya nanti. Pasalnya Adnan dari awal bertemu dengan Bulan, hatinya sudah terpikat dengan kepribadian yang ada dalam diri Bulan. Selain meminta petunjuk agar di mantapkan hatinya dengan wanita yang baru dikenalnya, dia juga memohon agar wanita tersebut mau menerima dia. Karena dari sekian banyak wanita yang di kenalkan oleh orang tua nya, baru Bulan yang bisa memikat hati nya.


" Ya Allah, tolong permudahlah jalan menuju jodohku. Kalau hamba boleh meminta lebih, jadikanlah dek Bulan itu jodoh hamba. Buka kan lah pintu hatinya untuk menerima hamba ini, karena hamba merasa dia adalah wanita yang sempurna untuk di jadikan pasangan dunia akhirat. Aamiin."


Kurang lebih, seperti itulah doa yang selalu si panjatkan oleh Adnan.


...----------------...


Hari yang di nanti nanti oleh kedua belah pihak keluarga akhirnya datang juga, hari ini di rumah Bulan sedang sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk nanti malam. Walau belum tahu keputusannya, akan tetapi memuliakan tamu yang datang kerumah itu sangat berpahala. Tampak keluarga Bulan berbagi tugas, pak soleh dan Boni kebagian beres-beres ruang tengah. Sedangkan bu Annisa dan Alesa bagian dapur. Sedangkan Bulan dan Langit ke sekolah mereka masing masing, karena Bulan tidak bisa libur hari ini.


Walau badan Bulan di sekolah, tapi hati dan pikirannya kemana mana. Kelihatan Bulan seperti orang bingung, dan diam hari ini di sekolah. Sebagai sahabat, Lela yang sadar dengan tingkah Bulan pun penasaran.


" Bulan, kamu kenapa? Kok seperti sedang bingung? " Lela mencoba bertanya dan mendekati Bulan yang sedang duduk sambil melamun itu.


" Hmmm, ada apa La? " Bulan tampak kaget dengan kemunculan Lela.


" Hei, kamu melamun ya? Lagi mikirin apa sih? " Lela kembali bertanya.


" Astaghfirullah hal'adzim, maaf La. Bukan apa-apa kok La." Bulan mencoba berbohong.


" Bulan, Bulan, aku kenal kamu itu bukan cuma sehari dua hari saja. Jadi jangan bohong deh, pasti ada apa-apa. kamu sakit? " Lela memegang kening Bulan untuk memastikan keadaan sahabatnya itu.

__ADS_1


" Kelihatan bingung dan bohong ya? " Jawab Bulan sambil senyum dan garuk kepala yang tidak gatal.


" Ya iya lah sayang kelihatan, seorang Bulan mah mana bisa bohong. Ayo cerita, ada apa?" Desak Lela.


" Iya sih La, lagi mikirin sesuatu. Tapi maaf, aku belum bisa kasih tahu kamu sekarang. Soalnya agak pribadi, jadi maaf ya. Tapi terima kasih loch, soalnya kamu itu perhatian banget sama aku." Bulan mencoba menjelaskan.


" Oke deh Lan, nggak papa kok. Tapi kalo ada apa-apa kamu bilang sama aku ya." Lela mengeti dengan sahabatnya itu.


" Baik bumil, oh ya gimana kandungan kamu? Sudah tahu belum jenis kelamin nya? " Bulan mengalihkan pembincaraan.


" Alhamdulillah sehat kandunganku, tapi belum tahu jenis kelaminnya. Biar jadi suprise aja deh, yang penting sehat." Jelas Lela.


" Aamiin" Bulan mengaminkan doa Lela.


Mereka akhirnya mengobrol berdua, karena jam mengajar mereka sama sama sudah selesai. Tinggal menunggu waktu pulang saja. karena ini sudah jam terakhir pelajaran, jadi sebentar lagi akan berbunyi bel pulang sekolah.


Akhirnya jam pulang tiba, Bulan pun bersiap siap untuk pulang. Sekarang dia sudah menghidupkan motornya, dan mulai menancap gas menuju ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Bulan melihat rumah sudah bersih dan rapi. Bau wangi makanan pun sudah tercium, dia pun masuk ke rumah dan tak lupa mengucapkan salam.


" Wa'alaikumsalam. " Jawab semua orang.


" Baru pulang dek? " Alesa menyapa adiknya.


" Iya nih mbak," Jawab Bulan.


" Ya sudah nduk, kamu bersih-bersih dan istirahat dulu sana." Bu Nisa memberi titah kepada Bulan.


" Nggeh bu, mari semua nya. Bulan ke kamar dulu ya." Bulan pamit kepada semuanya.


Sesampainya dikamar, Bulan langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Walau rumah Bulan sederhana, tapi di dalam kamar Bulan ada kamar mandinya. Jadi tidak perlu keluar kamar kalau mau mandi dan berhajat.

__ADS_1


Waktu terasa cepat sekali menurut Bulan, karena sekarang sudah masuk waktunya maghrib. Mereka hari ini shalat berjamaah di rumah sekeluarga, tentu pak Soleh sebagai imam nya. Selesai shalat maghrib, mereka semua tadarus Al-Quran bersama. Saling menyimak satu sama lain.


Selesai tadarus, waktu isya pun masuk. Mereka pun langsung melaksanakan shalat isya berjamaah kembali. Semua sudah mengemas peralatan shalat masing-masing. Selang beberapa menit, ada suara mobil berhenti di halaman rumah pak soleh.


Pak Soleh dan Boni pun keluar rumah, guna memastikan dan menyambut tamu yang datang. Terlihatlah pak Iman sekeluarga turun dari mobil, ada bu Della, ada 1 anak perempuan, dan 1 anak laki-laki, serta tentunya ada Adnan.


" Asslamu'alaikum " Salam pak Iman setelah sampai di depan sang pemilik rumah.


" Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh " Jawab pak Soleh sambil bersalaman, begitu juga dengan Boni.


" Mari silahkan masuk semua nya." Boni mempersilah kan masuk tamu-tamu mertuanya tersebut.


Sekarang mereka sudah berkumpul di ruang yang sudah di sediakan, Bulan pun sudah ada di situ.


" Oh ya pak Soleh dan bu Nisa. Perkenalkan, ini adik adik nya Adnan. Kemarin mereka tidak bisa ikut, karena ada urusan. Yang ini namanya Gani dan yang ini Gina." Bu Della memperkenalkan anak kembarnya.


" Oh ini adik adik nya nak Adnan, mereka kembar ya? " Sahut bu Nisa.


" Iya bu, mereka kembar." Tukas bu Della.


" Kalo gitu, sebelum kita melanjutkan perbincangan. Mari kita makan malam dulu yuk." Bu Nisa mengajak para tamu untuk makan.


Mereka menyiapkan makan dengan cara prasmanan, jadi lebih simple. Sambil menunggu giliran mengambil makan, Adnan curi curi pandang ke arah Bulan. Yang sedang di perhatikan tidak menyadarinya, karena Bulan sedang berkenalan dengan adik perempuannya Adnan.


" Assalamu'alaikum Gina." Bulan menyapa Gina.


" Wa'alaikumsalam kak," Jawab Gina sambil mencium tangan Bulan.


" Gina masih kuliah? " Bulan membuka obrolan.


" Iya kak Bulan, aku masih kuliah semester 5." Jawab Gina.

__ADS_1


Setelah semua mendapat giliran mengambil makan, akhirnya mereka makan bersama dengan tenang.


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2