
H-2 akad
Kediaman pak Soleh semakin ramai saja keluarga dan kerabat yang datang, ditambah lagi para tetangga yang ikut membantu membuat makanan untuk acara akad besok.
Rumah pak Soleh juga sudah di hias sedemikian rupa, ada tenda juga di luar rumah. Terlebih lagi tempat akad dan kamar penganten.
Bintang hari ini rencananya akan mengecek persiapan di gedung tempat resepsi mereka, dia pergi di temani oleh papa dan mamanya. Sedangkan Bunga harus banyak-banyak istirahat di rumah, biar dia cepat pulih.
" Bintang, mama seneng banget deh. Akhirnya kamu nikah juga, sama Bulan lagi. " Celoteh mamanya di dalam mobil.
" Apalagi Bintang ma, senengnya tak bisa di gambarkan. " Sahut Bintang dari kursi depan, mereka pergi diantar oleh sopir.
" Pa, kenapa papa diam aja sih? " Tegur bu Juni.
" Eh, papa enggak apa-apa kok. Papa juga seneng, berarti sebentar lagi kita bakal di panggil opa oma dong ma. " Goda pak Jafar.
" Aamiin,... " Bu Juni mengaminkan.
" Papa dan mama ini ya, nikah aja belum. Udah kepikiran ke cucu, udah enggak sabar ya. " Sahut Bintang.
Hahahah, mereka semua tertawa senang.
Mereka pun sampai ke tempat tujuan, dan mereka langsung menemui penanggung jawab untuk dekor tempat. Sambil mengobrol, mereka masuk ke dalam gedung dan melihat-lihat hasil dekor tempatnya. Sambil mengomentari apa-apa saja yang kurang dan belum pas.
Setelah mereka dari gedung untuk acara, mereka berencana akan menuju ke tempat catering. Mereka ingin memastikan semua yang mereka inginkan sudah di persiapkan.
Setelah dirasa semua cukup, pak Jafar, bu Juni dan Bintang memutuskan untuk kembali ke rumah. Karena di rumah juga banyak orang, mereka disana mempersiapkan barang-barang bawaan untuk dibawa pas akad besok lusa. Karena sebelumnya tidak ada lamar-lamaran dan lain sebagainya, jadi semuanya di bawa pas hari H saja.
......................
H-1 akad
Bulan terlihat sedang melamun, meski dirinya sedang dihias kuku-kuku tangan dan kakinya.
Alesa yang baru masuk membawakan makan dan minum pun menegurnya.
__ADS_1
" Dek, kamu kenapa melamun? " Alesa memegang pundak Bulan.
" Mbak Alesa, enggak kok. Aku enggak sedang melamun. " Bulan mencoba berbohong.
" Kamu jangan bohong, wong besok hari bahagia kok malah mukanya masem gini. Ada apa? Kamu mikirin apa? Cerita sama mbak. " Alesa tahu betul adiknya sedang gelisah.
" Ketahuan ya bohongnya, heheheh. Aku cuma cemas saja mbak. " Ucap Bulan.
" Cemas soal apa dek? Sini sambil makan dulu, biar mbak suapin. " Alesa sudah memegang sendok dan ingin menyuapi Bulan.
" Aku hanya takut, kalau kejadian yang waktu itu terulang lagi mbak. Enggak usah di suap mbak, nanti aku bisa makan sendiri. " Sahut Bulan.
" Enggak apa-apa dek mbak suapin, entah kapan lagi bisa suapin adek mbak yang cantik ini. Sudahlah, kamu jangan terlalu memikirkannya, kita serahkan saja semuanya sama Allah. Enggak baik loh calon manten itu stress, nanti cantiknya bisa hilang. " Goda Alesa berusaha menghibur Bulan.
" Iya mbak, aku akan coba. " Ucap Bulan lirih.
Bulan juga akhirnya mau disuapi makan oleh kakaknya, dan Alesa juga selalu berusaha membuat Bulan tersenyum ataupun tertawa.
Sedangkan keadaan di rumah Bintang semakin ramai saja, karena sanak saudara terdekat mereka berkumpul disana untuk menyaksikan hari bahagia Bintang besok.
" Kak, kalau kakak beneran kangen sama kakak ipar, kenapa enggak ditelepon saja sih? Aku juga kangen sama kakak ipar, biar sekalian aku bisa dengar suaranya juga. " Usul Bunga.
" Emang boleh kalau kakak telepon? " Bintang ragu.
" Emangnya siapa yang enggak boleh kak? Dari pada kakak galau kayak gini? " Bunga mendesak Bintang.
" Kakak akan coba tahan enggak telepon deh, tapi kakak akan coba kirim pesan saja. Sudah, kamu keluar saja sana. Kakak mau istirahat dulu ya. " Usir Bintang.
" Ih kakak pelit, aku kan juga kangen. " Rengek Bunga.
" Kalau kamu kangen, kan bisa telepon sendiri Bunga. " Kesal kakaknya.
" Iya deh, iya deh aku keluar. Bye kakak, selamat bergalau ria. " Ejek Bunga sembari keluar dari kamar Bintang.
" Aku coba kirim pesan aja deh, aku beneran kangen sama kamu sayang. Aku sudah enggak sabar menunggu hari esok,..." Gumam Bintang.
__ADS_1
✉ " Assalamu'alaikum sayang, gimana kabar kamu? Mas kangen nih, kira-kira boleh telepon enggak? Mas bisa gila kalau harus menahan rindu seperti ini sayang 🙁 " Pesan Bintang.
Pesan sudah terkirim ke Bulan, tetapi tidak langsung dibaca oleh di empunya. Karena sang pemilik ponsel saat ini sedang berada di luar kamar, dia sedang bersama saudara dan sepupu-sepupunya. Mereka semua sedang berbagi cerita saja.
" Yach enggak dibalas, dia lagi ngapain sih? Emangnya dia enggak kangen apa sama aku? Sayang, baca dan balas dong pesannya. " Bintang gelisah, karena pesan yang ia kirim belum di respon oleh si pemiliknya.
✉ " Sayang, kamu lagi apa? Kenapa pesan mas enggak di respon. " Pesan Bintang lagi.
✉ " Sayang, kamu tega. " Mengirim pesan lagi.
✉ " Wahai adindaku 😍 " ....
✉ " Calon istriku, calon makmumku, calon ibu dari anak-anakku, Wahai cintaku sayangku. Kangeeeen 🤗🤗😍😍. Sungguh tega kamu sayang,.... "
Bintang sampai berkali-kali mengirim pesan kepada Bulan, akan tetapi masih sama saja belum ada respon. ( Sabar ya mas Bintang, ini ujian 😁 ).
Karena merasa lelah, Bulan akhirnya masuk kekamar juga. Dia diberi waktu untuk sendiri, jadi dia saat ini tidak ditemani oleh siapa-siapa. Sebelum istirahat, Bulan mengecek ponselnya terlebih dahulu. Kalau- kalau ada pesan atau telepon masuk.
" Astaghfirullah, mas Bintang banyak sekali kirim pesan. Maaf ya mas,...." Gumam Bulan, sambil membuka satu petsatu pesan dari Bintang. Terang saja pesan dari Bintang membuat Bulan senyum-senyum sendiri.
" Mas, mas, ada-ada saja kamu ini. Jujur ya mas, aku kok merasa seneng dapat pesan dari kamu ini. " Batin Bulan, dia pun segera membalas pesan dari calon suaminya tersebut.
✉ " Wa'alaikumussalam mas, maaf ya baru bisa balas. Soalnya tadi adek lagi di luar kamar, bukannya adek enggak mau respon. Tapi memang enggak tahu kalau mas kirim pesan, sekali lagi maaf ya mas. Sabar mas, Insya Allah besok kita kan bakalan bertemu. " Balas Bulan.
Bintang yang sedang tiduran sambil memegang ponselnya pun langsung mengecek ponselnya yang berbunyi, alangkah bahagianya dia setelah tahu siapa yang mengirim pesan.
✉ " Mas enggak mau maafin, soalnya kamu sudah membuat mas GeGaNa sayang. " Tulis Bintang.
✉ " GeGaNa? apa itu mas? " Bulan bingung.
✉ " Gelisah Galau Merana sayang, karena menunggu balasan pesan kamu yang lama sekali. " Jelas Bintang.
✉ " 😀, ada-ada saja kamu mas. " Balas Bulan.
Setelah puas berbalas pesan, Bintang maupun Bulan akhirnya istirahat.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.