Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Berusaha Ikhlas


__ADS_3

Keadaan di rumah Pak Iman sudah begitu ramai sekali, para keluarga dekat dan jauh sudah pada berdatangan. Di tambah lagi para tetangga yang siap siaga membantu segala urusan.


* Itulah sebabnya, kita harus rukun dengan tetangga. Karena, kalau ada apa-apa pasti yang di mintai tolong pertama kali adalah yang terdekat yaitu tetangga. *


Sedangkan jenazah Adnan masih dalam perjalanan, yang menemani jenazah Adnan di Ambulance adalah Gani. Sedangkan pak Iman, bu Della dan Gina menaiki mobil pribadi.


Bulan dan keluarga baru saja sampai ke rumah duka, mereka segera turun dari taksi dan mereka juga bergegas masuk ke rumah.


Tak berselang lama kemudian, datanglah mobil Ambulance nya. Para pelayat menolong menurunkan tubuh Adnan dan di bawa ke dalam rumah.


Sesampainya di dalam, para keluarga dan orang terdekat bergantian untuk melihat dan mendoakan Adnan.


Bulan saat ini sedang memeluk bu Della, dan mereka saling menguatkan satu sama lain.


" Bu, Bulan turut berduka. Ibu yang kuat ya, kita doakan supaya mas Adnan tenang disana. " Bulan berusaha kuat di depan semua orang.


" Iya nak, terima kasih kamu sudah mau datang. Ibu mewakili Adnan juga mau berterima kasih, karena kamu mau menunggu walau akhirnya kalian tidak bersama. " Bu Della terus menangis dalam dekapan Bulan.


" Sudah lah bu, mungkin kami tidak berjodoh. " Jawab Bulan lirih.


Bu Nisa juga turut menguatkan bu Della, mereka semua saling menguatkan satu sama yang lain. Mereka juga berusaha agar tidak ada yang menjatuhkan air mata dan terkena tubuh Adnan.


Bulan juga sudah melihat dan mendoakan Adnan yang terakhir kalinya.


" Selamat jalan mas, aku Insya Allah ikhlas. kamu yang tenang ya di sana, aku minta maaf ya mas. Karena kita tidak berjodoh di dunia ini. Sekali lagi, selamat jalan ya mas. Assalamu'alaikum. " Bulan mengucapkan kata-kata terakhirnya untuk Adnan meski hanya di dalam hati.

__ADS_1


Setelah selesai semua prosesnya, dari memandikan, mengkafani, dan menyolatkan serta di kuburkan. Satu persatu para pelayat mulai kembali ke rumah mereka masing-masing.


Sedangkan keluarga besar masih bekumpul di rumah duka, bahkan Bulan sekeluarga juga masih berada di sana. Bu Della terlihat lemas sekali, bagaimana tidak. Semenjak Adnan kecelakaan hingga di rawat di Rumah Sakit, beliau tidak teratur makannya meski sudah di paksa.


Berita meninggalnya Adnan juga sudah sampai ke telinganya Bintang dan Bunga, mereka mengetahui itu dari group chatnya Bunga. Mereka yang tadinya sedang asik jalan-jalan, sekarang mereka berencana ingin datang ke rumah duka.Tapi sayang, mereka tidak tahu dimana rumah duka berada. Jadi, mereka berencana akan datang ke rumah Bulan saja nanti.


" Kak, kasihan sekali ustadzah ya. Sudah gagal nikah, sekarang malah di tinggal calon suaminya. Aku jadi pengen meluk ustadzah sekarang ini. " Bunga benar-benar begitu sayang kepada ustadzahnya.


" Ya mau gimana lagi dek, namanya juga takdir. Siapa yang bisa nebak coba, kita hanya berencana saja. Akan tetapi kan, Allah juga yang menentukan. " Sahut Bintang. " Meski kakak juga kasihan sama ustadzahmu itu, pasti sekarang dia sedang terpukul banget. Tapi, kakak yakin dia orang yang kuat. " Sambung Bintang lagi.


" Aamiin, semoga ya kak. Ya sudah kalau gitu kak, kita pulang aja yuk sekarang. Aku sudah tidak semangat lagi mau jalan. " Bunga terlihat sedih sekali dengan kondisi ustadzahnya.


" Oke lah kalau gitu, yuk kita pulang sekarang. " Balas Bintang.


Mereka berdua akhirnya segera pulang ke rumah.


Keluarga pak Soleh juga masih ada disana untuk ikut tahlilan bersama.


Selesai shalat maghrib berjamaah, mereka memulai membaca yasin, tahlil dan doa bersama. Hingga waktu isya pun datang, tahlilannya pun juga selesai. Tak menunggu waktu lama, mereka juga langsung melaksanakan shalat isya berjamaah.


Setelah semua acara selesai, pak Soleh sekeluarga pun pamit pulang. Karena mereka sudah dari pagi berada di sana, dan rumah mereka tidak ada yang mennunggu alias kosong.


Sesampainya di rumah, Bulan dan yang lain langsung bergegas untuk bersih-bersih dan langsung beristirahat.


Selesai mandi Bulan rencananya langsung ingin tidur, tapi baru saja dia ingin membaringkan tubuhnya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan dia langsung mengecek siapa yang menelepon malam-malam seperti ini.

__ADS_1


" Bunga? Ada apa dia telepon malam-malam begini? mungkin ada yang penting kali ya. " Gumam Bulan, dan langsung mengangkat teleponnya.


" Assalamu'alaikum Bunga, ada apa? " Sapa Bulan.


" Wa'alaikumussalam ustadzah, maaf Bunga ganggu malam-malam. " Jawab Bunga.


" Iya, tidak apa-apa. Ada apa Bunga? " Bulan menanyakan perihal Bunga meneleponnya.


" Begini ustadzah, aku mau ngucapin berduka cita atas meninggalnya calon ustadzah. Maaf, aku enggak bisa datang. Soalnya aku juga enggak tahu rumahnya calon ustadzah, aku tadi rencananya mau ke rumah ustadzah. Tapi, ustadzah aku teleponin dan chat enggak ada respon. sabar ya ustadzah. " Bunga berbicara panjang lebar, tanpa memberi jeda untuk ustadzahnya menanggapi.


" Iya Bunga, tidak apa-apa. Dan terima kasih, karena kamu sudah perhatian sekali sama saya. Dan maaf, soal telepon dan chat kamu. Soalnya, saya dari pagi cuma bawa HP saja, tapi tidak mengecek apapun. " Jelas Bulan.


" Iya ustadzah. Ustadzah jangan terlalu bersedih ya, kalau ustadzah sedih. Aku juga ikut sedih. " Suara lirih Bunga.


" Terima kasih ya Bunga, kamu selalu peduli dan perhatian sama saya. Insya Allah saya ikhlas menerima ini semua, kamu tenang saja. " Jelas Bulan.


" Alhamdulillah kalau gitu ustadzah, aku seneng dengernya. Ya sudah kalau gitu, ustadzah pasti lelah hari ini. Selamat istirahat dan tidur nyenyak ya, love you ustadzah. " Bunga paham, kalau ustadzahnya pasti lelah.


" Oke Bunga, love you too kamu juga istirahat ya. Jangan tidur malam-malam, besok kamu juga harus sekolah. kalau gitu, ustadzah tutup duluan ya. Assalamu'alaikum. " Bulan pamit sekalian menasehati anak muridnya tersebut.


" Wa'alaikumussalam ustadzah, oke. " Bunga mengakhiri obrolannya.


Setelah menerima telepon dari Bunga, Bulan bersiap-siap untuk tidur. Akan tetapi rasa kantuknya menghilang, entah apa yang membuat Bulan susah tidur. Mungkin ia teringat akan Adnan, meski ia sudah ikhlas.


* sedih karena di tinggal oleh orang terdekat itu wajar, akan tetapi jangan berlarut-larut. Karena itu juga tidak baik, alangkah baiknya kita kirimkan doa yang terbaik saja untuk mereka. *

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2