Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Sudah Berani Menggoda


__ADS_3

Bulan yang ditinggal sendirian didalam kamar pun tidak tidur, dia hanya berbaring ke kanan , kekiri, dan telentang. Entah apa yang membuatnya gelisah, padahal dia sudah mencoba untuk memejamkan matanya untuk tidur. Tapi nyatanya gagal.


" Astaghfirullah, aku kenapa ya? kok rasanya kayak gini, mana tidak bisa tidur lagi. " Bulan bergumam sendiri.


Suara pesan masuk membuyarkan lamunannya.


✉ " Assalamu'alaikum Ustadzah, Maafkan saya karena baru balas pesan ustadzah yang waktu itu. Soalnya saya takut ustadzah marah dengan saya, karena pesan saya yang sebelumnya. " Begitulah bunyi pesan Bintang.


" Kenapa aku deg deg an kalau menerima pesan dari mas Bintang ya? Apalagi s**emenjak mas Bintang kirim pesan yang waktu itu. Perasaan apa ini ya Allah. " Batin Bulan.


✉ " Wa'alaikumussalam mas, tidak apa-apa. Justru saya yang harus minta maaf. " Balas Bulan.


✉ " Kenapa jadi ustadzah yang minta maaf? kan yang salah saya. " Bintang sedikit heran.


✉ " Soalnya saya mengabaikan pesan mas Bintang waktu itu. " Jawab Bulan.


✉ " Saya tidak merasa di abaikan, justru saya merasa bersalah. Karena mengirim pesan yang lancang didalam kondisi ustadzah baru kena musibah. Jadi, maafkan saya ya 🙏 " Jelas Bintang.


✉ " Baik mas, tidak apa-apa. " Balas Bulan.


✉ " Oh ya ustadzah, saya boleh ngobrol berdua sama ustadzah setelah ustadzah pulih? " Bintang memohon izin.


✉ " Ngobrol berdua mas? Mau ngobrolin apa? Kenapa mesti berdua? " Bulan gugup.


✉ " Iya berdua, ustadazh tenang saja saya tidak akan macam-macam kok 😁. Cuma pengen ngobrol serius berdua saja, nanti saya akan minta izin sama bapak dan ibunya ustadzah. Gimana? Bolehkan? " Jelas Bintang.


✉ " Gimana ya mas? Saya bingung mau jawabnya. Memangnya serius banget ya? Dan tidak bisa lewat pesan atau telepon? " Bulan semakin gugup dan dag dig dug.


✉ " Tidak bisa ustadzah, saya maunya bertemu langsung. Mau ya pliiiiis 🙏. Tolong kasihani lah saya ustadzah 😢, ini penting banget. Soal hidup dan mati saya 😊 " Mohon Bintang.


✉ " Mas, kenapa emotnya gitu? Nanti saya pikirkan lagi ya? " Bulan senyum-senyum sendiri melihat emotnya Bintang.


✉ " Ustadzah tidak percaya dengan saya kah? Apa perlu saya sekarang masuk ke kamar ustadzah memohon secara langsung? 😊. " Goda Bintang.


✉ " Astaghfirullah, jangan-jangan mas. Iya iya nanti Insya Allah saya mau ngobrol berdua sama mas Bintang. " Bulan sebenarnya ragu ingin mengetik pesan ini, tapi dia juga tidak mau kalau sampai Bintang masuk ke kamarnya saat ini.


Bintang memainkan ponselnya sambil senyum-senyum sendiri, karena dia merasa lucu saja karena telah berani menggoda seorang ustadzah.

__ADS_1


Sontak saja, semua yang berada disana menyadari tingkah Bintang.


" Bintang, kamu kenapa senyum-senyum gitu? " Tegur pak Jafar


" Eh papa, enggak apa-apa kok. Cuma lagi lihat video lucu saja. " Bohong Bintang.


" Kamu itu ya, kita lagi ngobrol. Kamu malah asik mainin HP. " Pak Jafar sedikit marah.


" Iya iya, maaf pa. Maaf semuanya. " Sesal Bintang, dan dia langsung memasukkan ponselnya ke saku celananya setelah membalas pesan dari Bulan.


" Iya nak Bintang enggak apa-apa. " Sahut bu Nisa..


✉ " Terima kasih ya ustazahku 😍, nanti kita lanjutin lagi ya. Assalamu'alaikum. " Bintang menggoda lagi.


" Astagfirullah mas Bintang, apa coba maksud dari emotnya ini. " Gumam Bulan.


✉ " Wa'alaikumussalam, iya mas. " Balas Bulan.


Setelah mengirim pesan itu, Bulan ingin pergi ke kamar mandi. Dia pun berusaha turun dari tempat tidur, dan beranjak menuju kamar mandi. Setelah selesai dengan urusan kamar mandi, dia keluar dari kamar mandi. Akan tetapi baru beberapa langkah menuju tempat tidur, tiba-tiba kepalanya terasa pusing sekali dan pandangannya mulai gelap. Dan ambruklah Bulan di atas lantai depan kamar mandi.


" Ustadzaaaah, ya Allah ustadzah kenapa? " Teriak Bunga, dan langsung menghampirinya.


Sontak saja, orang-orang yang berada diluar kaget mendengar teriakan Bunga. Dan mereka semua langsung bergegas menuju ke kamar Bulan. Tak ketinggalan juga Bintang.


" Ada apa nak Bunga, astaghfirullah Bulan." Bu Nisa berlari menghampiri Bunga, dan histeris melihat keadaan Bulan.


" Nak Bulan, kenapa dia bisa tiduran disini. Bintang, tolong bantuin angkat nak Bulan. " Bu Juni juga cemas dengan keadaan Bulan, dan dia spontan meminta Bintang untuk mengangkatnya.


Belum juga Bintang mau mengangkat Bulan, pak Soleh sudah maju duluan. Dia mencoba ingin mengangkat putrinya tersebut, akan tetapi gagal. Karena usia pak Soleh yang tidak muda lagi, jadi dia cukup kesulitan untuk mengangkatnya.


Bintang pun berinisiatif ingin membantu.


" Maaf pak, boleh saya bantu mengangkatnya? " Sebelum mengangkat, Bintang meminta persetujuan pak Soleh dulu.


" Iya nak silahkan, kasihan Bulan. Nanti takutnya kalau bapak paksain, malah jatuh. " Pak Soleh memberi izin.


Tanpa menunggu lama, Bintang pun segera mengangkat tubuh lemas pujaan hatinya tersebut. Tampak kecemasan di wajah Bintang, ia merasa takut akan keadaannya.

__ADS_1


Bintang pun meletakkan Bulan diatas tempat tidurnya dengan hati-hati sekali.


" Semua tenang ya, saya sudah telepon dokter keluarga kami. Kita tunggu saja sebentar lagi, semoga tidak ada apa-apa dengan nak Bulan. " Pak Jafar mencoba menenangkan semua orang yang ada disana.


" Terima kasih pak. " Ucap pak Soleh.


" Kalau begitu, mama sama bu Nisa dan Bunga temani saja dulu nak Bulan, kami para lelaki akan menunggu di luar. " Pamit pak Jafar dan langsung keluar kamar, dan di ikuti oleh pak Soleh, Bintang dan Langit.


" Nduk, kamu kenapa enggak panggil ibu kalau mau ke kamar mandi sih? " Bu Nisa mencoba mengajak bicara anaknya yang masih pingsan.


" Sudahlah Nis, kita berdoa saja semoga Bulan akan baik-baik saja. Mungkin dia kecapean, jadi dia pingsan. Kita tunggu dokter datang untuk memeriksanya ya? " Bu Juni mencoba menenangkan bu Nisa.


Tak berselang lama, datanglah dokter yang di telepon oleh pak Jafar. Dan diantarkan ke kamar oleh pak Soleh.


" Silahkan masuk dok, itu anak saya. " Perintah pak Soleh.


" Baik pak terima kasih, permisi semuanya. Saya periksa pasiennya dulu ya? " Dokter tersebut langsung menuju ke dekat Bulan.


" Silahkan dok. " Ucap bu Juni.


" Jadi, pasien baru pulang dari Rumah Sakit karena kecelakaan ya? " Tanya dokter.


" Benar sekali dok, bagaimana keadaan anak saya? " Bu Nisa tampak cemas.


" Sebentar ya bu, saya periksa terlebih dahulu. " Ucap sang dokter.


Beberapa saat kemudian dokter telah selesai memeriksa Bulan.


" Mari saya jelaskan di luar. " Dokter tersebut langsung keluar kamar.


" Bunga, kamu tolong jagain ustadzah dulu ya. Mama sama bu Nisa ke luar dulu. " Bu Juni meminta tolong Bunga untuk menunggu Bulan di dalam kamar.


" Oke ma siap,. " Jawab Bunga.


Mereka semua pun sudah berkumpul di ruang tengah, untuk mendengarkan penjelasan dokter tentang kondisi Bulan saat ini.


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2