
" Tapi maaf pak, bu, Allah berkehendak lain. " Lanjut Dokter tersebut.
" Tidak, tidak mungkin. Adnaaaan " Bu Della semakin histeris. Pak Iman hanya terdiam mendengar ucapan Dokter tersebut.
" Pak, bu, dengarkan saya dulu. Mohon maaf sekali lagi, nyawa pak Jon tidak bisa tertolong lagi. Jadi, beliau telah tiada. Sedangkan anak bapak dan ibu, masih dalam kondisi yang kritis. Bahkan bisa di bilang, sekarang dalam keadaan koma." Jelas Dokter lagi.
" Innalillahi wa inna ilaihi rāji'un, " Ucap pak Iman dan bu Della.
" Jadi, bukan Adnan yang meninggal ya. Alhamdulillah. " Bu Della bersedih juga bahagia, karena bukan anaknya yang meninggal.
" Benar bu. " Jawab Dokter singkat.
" Jadi kapan kami bisa melihat anak kami Dok? " Tanya pak Iman.
" Kita lihat kondisinya besok ya pak, semoga anak bapak dan ibu cepat melewati masa kritisnya. " Jelas Dokter tersebut.
" Baiklah kalau begitu Dok, terima kasih atas bantuan Dokter. " Pak Iman menjabat tangan Dokter tersebut.
" Sama-sama pak. Kalau begitu, saya permisi dulu. Saya akan terus memantau keadaan anak bapak dan ibu. sekali lagi, kami turut berduka atas meninggalnya pak Jon. " Setelah berbicara, Dokter itu pun berlalu dari hadapan pak Iman dan bu Della.
Sedangkan pak Iman, sedang menghubungi seseorang. Dia ingin memberi tahu, bahwa pak Jon tak tertolong lagi. Jadi, pak Iman juga meminta seseorang tersebut mengurus jenazah pak Jon.
......................
Keesokan harinya kabar duka atas meninggalnya pak Jon sudah sampai ke keluarga pak Soleh, mereka juga turut berduka atas meninggalnya pak Jon. Dan mereka juga bersyukur, karena Adnan masih ada harapan.
Jenazahnya pak Jon sudah di bawa pulang ke rumah keluarganya, Tak lupa juga pak Iman ikut mengantarkan jenazah pak Jon. Karena bagaimana pun juga, pak Iman merasa bertanggung jawab akan pak Jon.
Sedangkan bu Della di Rumah Sakit di temani dengan anak kembarnya, Gani dan Gina.
" Bu, bagaiman keadaan mas Adnan? " Tanya Gani.
" Kata Dokter semalam, kondisinya masih kritis. Bahkan katanya juga, bisa di bilang koma. " Jelas bu Della.
" Ya ampun mas Adnan, kenapa nasibmu jadi begini sih. " Ucap Gina.
" Makanya kita harus terus berdoa, agar mas kalian segera sadar dan sembuh. " Bu Della mencoba menguatkan diri, demi anak-anaknya.
__ADS_1
" Aamiin " Ucap mereka barengan.
☆☆☆
Rencananya hari ini, Bulan akan ke Rumah Sakit untuk menjenguk Adnan dan keluarganya. Dia akan pergi kesana diantar sama pak Soleh dan bu Nisa, Sedangkan Boni dan Alesa harus jaga rumah dan beres-beres. Karena sisa acara kemarin masih banyak yang belum selesai di bereskan.
" Nduk, kamu sudah siap ke Rumah Sakit? " Bu Nisa menghampiri Bulan ke kamarnya.
" Nggeh bu, Bulan sudah siap. Kita tinggal berangkat saja, nanti keburu siang. " Jawab Bulan.
Akhirnya mereka bertiga pergi ke Rumah Sakit dengan mengendarai taksi online, Karena lebih praktis pikir mereka.
Tak butuh waktu lama, mereka bertiga sudah sampai ke tujuan. Setelah membayar ongkos, merekapun turun dan langsung menuju pintu masuk Rumah Sakit.
" Assalamu'alaikum bu. " Bulan menyapa bu Della terlebih dahulu, sambil mencium tangan calon mertuanya tersebut.
" Wa'alaikumussalam nak. " Jawab bu Della.
Setelah berslaman dengan Bulan, bu Della juga bersalaman dengan bu Nisa.
" Iman ikut ngantar jenazahnya pak Jon ya? " Pak Soleh bertanya kepada bu Della.
" Oh ya Dell, bagaimana keadaan nak Adnan? " Selidik bu Nisa.
" Masih sama seperti yang kemarin Nis. " Jawab bu Della.
" Kita belum bisa lihat ke dalam ya? " Tanya bu Nisa lagi.
" Belum Nis, mudah-mudahan hari ini ada perkembangan. Dan segera bisa di lihat dari dekat. " Jelas bu Della.
" Aamiin. " Semua mengaminkan.
Tak berselang lama kemudian, datang Dokter bersama beberapa suster menuju ke ruang ICU. Mereka ingin mengecek keadaan Adnan.
Sembari menunggu kabar dari Dokter, bu Della dan yang lainnya berdoa masing-masing di dalam hati. Tentunya mereka berdoa yang terbaik buat Adnan.
Setelah kurang lebih 10 menit, Dokter nya keluar dan menghampiri bu Della dan yang lain.
__ADS_1
" Selamat pagi semuanya. " Sapa Dokter tersebut.
" Pagi Dok. " Jawab semuanya.
" Bagaimana keadaan anak saya Dok?. " Bu Della langsung menanyakan keadaan Adnan.
" Begini bu, Alhamdulillah anak ibu sudah melewati masa kritis. Akan tetapi, sampai sekarang kondisinya juga masih belum sadar. Jadi, kami tidak bisa memastikan kapan anak ibu akan sadar. " Jelas Dokter tersebut.
" Maksud Dokter, anak saya koma? " Bu Della ingin memastikan kondisi anaknya.
" Bisa di katakan seperti itu bu, kami mohon maaf. Jadi, sekarang perbanyak berdoa saja. Semoga anak ibu segera sadar dan pulih. " Dokter itu mencoba menghibur.
" Ya Allah, sadarkan lah anakku. Kami sangat merindukannya. " Bu Della sangat terpukul sekali.
Sedangkan bu Nisa mencoba menenangkan bu Della yang sedang terpukul itu. Begitu pun dengan pak Soleh, dia juga mencoba memberi kekuatan kepada Gani. Sedangkan Gina sedang di peluk oleh Bulan.
" Permisi Dok, kira-kira kapan kami bisa melihat mas Adnan? " Bulan ingin sekali melihat Adnan secara langsung.
" Begini mbak, sebentar lagi kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat. Dan kalian sudah boleh untuk menjenguknya, akan tetapi sekali masuk jangan lebih dari 2 orang. " Jelas Dokter itu lagi.
" Baiklah kalau begitu Dokter, kami akan menunggu sampai mas Adnan di pindahkan ke ruang rawat. Dan terima kasih atas info pentingnya Dokter. " Ujar Bulan.
Sembari menunggu Adnan di pindahkan ke ruang rawat inap, Bulan membujuk bu Della dan si kembar untuk sarapan. Karena, dari rumah tadi sengaja Bulan membawakan makanan untuk mereka. Dan setelah di bujuk-bujuk, mereka akhirnya mau makan juga.
" Della, kamu itu harus tetap makan. Supaya kamu sehat dan bisa jaga Adnan. Nanti kalau kamu sakit, siapa yang akan jaga Adnan? " Bu Nisa menasehati bu Della.
" Iya Nis, benar kata kamu. Aku memang harus tetap sehat, ini demi Adnan. Kalau dia tahu aku tidak mau makan, nanti dia bakalan sedih. " Ucap bu Della.
" Nah gitu dong Del, semangat. " Bu Nisa terus menyemangati calon besannya itu.
Setelah menunggu 1 jam-an, Adnan akhirnya di bawa ke ruang rawat inap yang sudah di sediakan. Dan mereka semua mengikuti dari belakang.
Pak Iman baru saja sampai ke Rumah Sakit, dan langsung menuju ke ruang ICU. Tapi, dia merasa bingung, karena disana sudah tidak ada istri dan anak-anaknya lagi. Akhirnya dia menghubungi anaknya Gani.
📞 " Assalamu'alaikum Gan, kalian ada dimana? bapak ada di depan ruang ICU. Tapi kalian kok nggak ada. " Pak Iman langsung menanyakan keberadaan mereka tanpa basa basi lagi, karena dia merasa khawatir. Takutnya terjadi sesuatu kepada Adnan.
📞 " Wa'alaikumussalam pak, kami sedang berada di depan ruang rawat mas Adnan. Karena mas Adnan sudah di pindahkan dari ICU, maaf tadi aku enggak sempat ngasih tahu bapak. " Jawab Gani sedikit menjelaskan.
__ADS_1
Setelah selesai menelepon dan tahu keberadaan istri dan anak-anaknya, Pak Iman bergegas menuju kesana.
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.