
Sesampainya Bintang di kamar, dia langsung berbaring di kasur empuknya. Karena dia merasa lelah hari ini, jadi dia ingin istirahat sejenak.
" Bulan, asal kamu tahu. Apa yang dikatakan sama mama tadi itu bener semua, dan bahkan aku berharap kamu tadi menjawab iya. Bulan, tunggu aku ya. Aku pasti akan secepatnya mengungkapkan rasa ini, karena aku sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi. Dan lagi, aku juga takut apa yang dikatakan mama sama Bunga akan terjadi. Bahwa nanti aku akan keduluan sama laki-laki lain, semoga kamu tahu isi hatiku ya. " Bintang berbaring sambil memejamkan mata, akan tetapi hati dan pikirannya melayang-layang memikirkan Bulan sang pujaan hati.
Sedangkan pak Jafar dan bu Juni mengobrol di ruang keluarga berdua saja
" Pa, papa tahu enggak. Kalau ternyata ibunya Bulan adalah teman lama mama. " Bu Juni antusias menceritakan pertemuannya dengan bu Nisa.
" Oh ya, bagus dong kalau gitu. " Jawab pak Jafar.
" Bagus gimana maksud papa? " Bu Juni sedikit bingung.
" Ya bagus, karena lebih mudah Bintang mendekati Bulan. pahamkan maksud papa? " Jelas pak Jafar.
" Iya sih pa, tadi mama juga ada ngomong gitu sma ibunya Bulan. " Sahut bu Juni.
" Kalau menurut mama, Bulan itu gimana anaknya? " Pak Jafar meminta pendapat istrinya.
" Kalau menurut mama nih ya pa, Bulan itu anaknya baik, sopan, ramah, cantik pastinya, anggun, pokoknya paket komplit deh pa. Syukur-syukur bisa membawa Bintang lebih baik lagi. " Harapan bu Juni.
" Papa juga sependapat sama mama, berarti Bintang pintar cari calon ya ma. " Pak jafar setuju dengan istrinya.
" Iya pa, makanya kita harus mendukung Bintang. " Ucap bu Juni.
Pak Jafar mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju.
__ADS_1
Sedangkan di Rumah Sakit Bulan tinggal sendirian di kamarnya, pasalnya pak Soleh sedang ke mushalla untuk shalat.
" Kenapa aku jadi kepikiran dengan omongan mamanya mas Bintang ya, apa mungkin aku..... Tidak, tidak. Buang jauh-jauh Bulan pikiran itu, kamu tidak boleh berharap yang belum pasti. Aku enggak boleh ge-er dulu seperti ini. Ya Allah, hamba mo**hon ampunan-Mu. " Bunga termenung sendiri memikirkan kejadian hari ini.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, pak Soleh sudah bersiap untuk istirahat begitu juga dengan Bulan.
" Nduk, kamu istirahat ya. Kan sudah makan dan minum obat juga, bapak juga rasanya sudah mengantuk. Nanti kalau perlu apa-apa kamu bangunin bapak aja ya, atau sekarang kamu butuh sesuatu? " Pesan pak Soleh.
" Nggeh pak. Untuk sekarang, Bulan lagi enggak butuh apa-apa pak, bapak kalau mau istirahat ya istirahat saja. Pasti bapak capek seharian sudah urusin Bulan, terima kasih ya. " Bulan mempersilahkan bapaknya untuk istirahat, pasalnya dia memang sedang tidak butuh sesuatu.
" Sama-sama nduk, ya sudah kalau gitu kita istirahat yuk. Jangan lupa berdoa. " Sebelum beranjak dari hadapan putrinya, pak Soleh tak lupa mengingatkan Bulan untuk berdoa sebelum tidur. Dan di jawab dengan senyum dan anggukan oleh Bulan.
Pak Soleh pun sudah memposisikan tubuhnya dengan nyaman di sofa yang ada di kamar rawat inap tersebut, dan tak butuh waktu lama pak Soleh pun sudah tidur. Karena memang pak Soleh hari ini merasa sedikit capek.
Sedangkan Bulan, baru saja selesai berdoa dan ingin memejamkan matanya. Tiba-tiba HPnya berbunyi, tanda ada pesan masuk.
Entah apa yang terjadi, Setelah Bulan membaca pesan dari Bintang. Dia merasa dag dig dug sekali, seperti mendapat pesan dari seorang yang di tunggu.
" Ada apa dengan jantungku, kenapa terasa berdegup kencang sekali setelah mendapat pesan dari mas Bintang. Astaghfirullah, astaghfirullah, aku harus segera membalasnya. " Batin Bulan dalam hatinya.
✉ " Wa'alaikumussalam mas, tidak apa-apa kok. Mas Bintang tidak mengganggu, alhamdulillah kabar saya baik-baik saja. Dan saat ini saya sedang tidak butuh sesuatu mas, terima kasih sekali sudah perhatian dengan saya. " Balas Bulan.
✉ " Syukur alhamdulillah kalau ustadzah baik-baik saja, pokoknya kalau ustadzah butuh sesuatu jangan sungkan untuk hubungin saya. Saya akan siap membantu apapun itu. Oh ya ustadzah, saya juga mau minta maaf atas sikap dan ucapan mama saya yang tadi siang. " Bintang memohon maaf atas peristiwa di Rumah Sakit tadi.
✉ " Siap mas, sekali lagi terima kasih banyak atas bantuan mas hari ini. Dan soal yang tadi, mas tidak perlu meminta maaf. Saya tidak apa-apa kok, jangan terlalu di pikirkan. " Balas Bulan lagi.
__ADS_1
✉ " Ya soalnya saya merasa tidak enak saja sama ustadzah sekeluarga 🙏. " Tulis Bintang.
✉ " Santai saja mas " Jawab Bulan singkat.
✉ " Tapi, kalau saya beneran mau deket sama ustadzah boleh enggak? " Bintang mulai mengeluarkan jurus 😁.
Deg, Jantung Bulan langsung berdebar-debar setelah membaca pesan Bintang.
✉ " Maksud mas Bintang apa? " Bulan ingin memastikan.
✉ " Maaf ya ustadzah kalau saya tidak sopan, maksud saya. Saya kan sendiri dan ustadzah setahu saya juga lagi sendiri, boleh enggak kalau saya mau serius sama ustadzah? Saya harap ustadzah tidak marah dengan kelancangan saya 🙏. " Bintang menulis pesan itu pun dengan jantung yang berdebar-debar juga, dia takut salah saja dengan pesannya.
Deg, deg, deg, deg, semakin berperang saja jantung Bulan setelah membaca pesan pernyataan dari Bintang.
" Ya Allah, hamba harus jawab apa ini. Hamba takut salah langkah. Mas, apakah kamu serius dengan pesanmu ini? Kenapa kamu membuat jantungku tak karuan seperti ini. " Bulan berperang dengan hatinya sendiri, dia bingung harus balas apa.
Sudah sekitar 10 menit pesan itu terkirim dan terbaca, akan tetapi tidak ada tanda-tanda balasan dari Bulan. Jadi, Bintang berpikir kalau Bulan marah dengan apa yang di ungkapkannya tadi.
" Bin, Bin, kenapa kamu bodoh dan gegabah sekali sih. Kenapa kamu enggak sabaran nunggu dia sembuh dulu, kenapa kamu harus ngomong lewat pesan malam ini sih. Jadi marah kan dianya, sekarang kamu bisa apa coba. Aarrghh bodoh, bodoh. " Bintang bicara sendiri dan memukul-mukul kepalanya, dia merasa kesal dengan tindakannya sendiri.
" Apa aku harus telepon ya? Tapi takutnya malah ganggu dia, dan takutnya nanti bapaknya marah sama dia. Sudahlah, besok pagi aku harus kesana dan minta maaf langsung. Lebih baik sekarang, aku kirim pesan permintaan maaf dulu deh. " Bintang galau sendiri karena ulahnya sendiri.
✉ " Ustadzah, saya benar-benar minta maaf ya. Ustadzah kalau mau marah sama saya juga enggak apa-apa, karena itu hal yang wajar.Tapi, yang perlu ustadzah tahu, saya tidak bohong dengan pesan saya yang sebelumnya tadi. Jadi, mohon maafkan atas kelancangan saya. Wassalamu'alaikum. " Bintang mengirim pesan permintaan maaf.
Pesan pun terkirim ke Bulan, akan tetapi belum dibaca olehnya.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.