
" Mas, kamu kenapa? Sakit ya? " Bulan yang menyadari keadaan sang suami pun bertanya.
" Enggak kok sayang, memangnya ada apa? " Bintang balik bertanya.
" Mas kok tampak aneh aja, sini adek cek. " Bulan mengarahkan tangannya ke kening sang suami, guna mengecek keadaan sang suami.
" Mas enggak apa-apa sayang, kita tidur aja yok. Tadi katanya ngantuk. " Bintang menenangkan kecemasan sang istri.
" Iya sih, badannya mas enggak panas. Tapi....." Ucapan Bulan terpotong oleh tangan Bintang.
" Sssttt, sudah ya sayang. Sini mas peluk. " Bintang meletakkan jari telunjuknya ke bibir sang istri dan segera merengkuh tubuh sang istri ke dalam pelukannya.
Bulanpun akhirnya mengikuti saran sang suami untuk tidur, tapi dalam pejamnya dia belum tertidur.
" Astaghfirullah, kenapa aku bodoh sekali ya. Kenapa aku enggak kepikiran dengan arah omongan mas Bintang tadi, jangan-jangan wajah aneh mas Bintang itu pertanda kalau ia menginginkannya lagi. Dan karena aku bilang masih sakit, jadi dia tidak memintanya secara langsung. Ya Allah, gimana ini? Mas Bintang pasti tersiksa sekarang menahan keinginannya. " Batin Bulan menyalahkan dirinya sendiri.
" Sayang, kenapa kamu gelisah sekali? Ada apa? " Bintang yang menyadari kegelisahan sang istri pun bertanya.
" Mas, adek minta maaf ya? " Bulan membuka matanya dan menatap wajah sang suami yang ada di hadapannya.
" Loh, kok tiba-tiba minta maaf? Ada apa sayang? " Bintang bingung.
" Mas, adek mau kok kalau mas menginginkannya. " Ucap Bulan sedikit ragu.
" Menginginkan apa sayang? Coba jelasin sama mas sini. " Sahut Bintang santai.
" Adek tidak mau di laknat malaikat mas, karena adek tidak melayani mas. Jadi, jika mas menginginkannya sekarang, adek siap kok. " Tutur Bulan.
" Heehehe, sholehahnya istri mas ini. Enggak akan di laknat malaikat kok sayang, mas kan enggak marah ataupun juga memintanya. Kita lakukan di lain waktu lagi ya, soalnya sekarang mas ngantuk banget. Sudah ya sayang, yok kita beneran tidur. Bismillahirrahmānirrahim, Bismika alluhumma ahyaa wa bismika amuut. " Bintang menenangkan sang istri dengan bijak, tanpa harus menyinggung sang istri.
Akhirnya mereka tertidur juga, setelah perdebatan panjang nan romantis tadi.
Kita tinggalkan dulu pengantin baru yang sedang uwu-uwunya, dan kita beranjak ke kediaman keluarga pak Jafar dan pak Soleh.
" Ma, kakak ipar sama kak Bintang kok belum balik juga? Aku kan kangen sama kakak ipar. " Bunga menghampiri sang mama di ruang keluarga.
" Sabar Bunga, mama juga sebenarnya kangen sama kakak iparmu. " Sahut sang mama.
" Ma, aku telpon ya? " Ucap Bunga.
" Jangan Bunga, nanti ganggu mereka. Kita yang sabar aja dulu. " Bu Juni melarang Bunga menghubungi Bintang ataupun Bulan.
" Yach mama, kenapa enggak boleh sih? " Bunga sedikit ngambek.
" Bunga, ini tu sudah malam. Kasihan kan kalau mereka sedang tidur, sudah besok aja teleponnya. " Bujuk sang mama.
" Baiklah, besok aja teleponnya. " Bunga akhirnya setuju dengan usul mamanya.
__ADS_1
" Pak, rumah bakal sepi ya. " Ucap bu Nisa kepada pak Soleh yang sedang berada di kamarnya.
" Kenapa sepi bu? " Sahut pak Soleh belum paham omongan sang istri.
" Ya sepilah pak, kan Bulan sudah enggak tinggal disini lagi. " Jelas bu Nisa.
" Ya juga sih bu, tapi kita harus bisa ikhlas bu. Kan Bulan harus ikut kemanapun suaminya pergi, lagi pula kan Bulan bisa sekali-kali nginap disini bu. " Hibur pak Soleh.
" Iya pak. " Sahut bu Nisa.
......................
Pagi ini, Bulan dan Bintang tak terlewatkan lagi shalat malamnya. Pasalnya mereka terbangun di waktu biasanya Bulan bangun, ini kali kedua mereka melaksanakan shalat malam berjamaah berdua.
" Mas, kita ngaji sebentar yuk. Sembari menunggu waktu shubuh tiba. " Ajak sang istri selesai shalat sunnah.
" Boleh sayang, tapi mas wudhu lagi ya. Soalnya mas sudah batal, hehehehe " Jujur sang suami.
" Iya mas, adek tungguin disini. " Sahut sang istri sambil menyiapkan Al-Qur'an yang biasa Bulan bawa kemana-mana.
Karena Al-Qur'an hanya ada satu, jadi satunya terpaksa menggunakan Al-Qur'an yang ada di ponsel saja.
" Ini mas, mas pakai Al-Qur'an adek saja. " Sang istri menyodorkan Al-Qur'annya kepada sang suami yang telah kembali dari wudhunya.
" Kamu pakai apa sayang? " Karena Bintang hanya melihat satu Al-Qur'an saja.
" Adek pakai HP saja mas. " Sahut sang istri sambil memperlihatkan ponselnya.
" Mas aja yang duluan, nanti setelah itu baru adek nyambung. " Bulan menolak mengaji lebih dulu.
" Tapi, nanti tolong dibenarkan kalau mas salah bacanya ya? " Pinta sang suami.
" Insya Allah mas, kita sama-sama belajar ya. " Sahut sang istri sambil tersenyum.
Mereka pun akhirnya mengaji secara bergantian, dan saling menyimak satu sama yang lain.
Setelah mereka selesai shalat shubuh, mereka menikmati udara pagi yang masih sejuk di balkon hotel.
" Sayang,...." Panggil sang suami lembut.
" Iya mas, ada apa? " Sahut sang istri.
" I Love You so much.... " Ucap sang suami sembari mencium kepala dan pipi sang istri.
" I Love You Too mas, kiraen ada apa? " Jawab sang istri.
" Memangnya enggak boleh ya kalau mas bilang sayang? " Tanya Bintang.
__ADS_1
" Tentu saja boleh dong mas, asalkan kepada orang yang tepat. " Sahut sang istri.
" Mas itu kepengennya setiap hari selalu bilang sayang, cinta, pokoknya selalu mengungkapkan perasaan mas kepada kamu sayang. " Sekarang Bintang malah memeluk sang istri dari belakang dengan lembut.
" Terima kasih mas, karena kamu selalu mencurahkan rasa sayang kepada adek. " Ucap sang istri sambil mengelus tangan sang suami yang melingkar di perutnya.
" Sama-sama sayang..." Sahut sang suami.
Lagi asik menikmati udara segar, mereka di kejutkan dengan ponsel Bulan yang berbunyi.
" Mas, siapa yang telepon sepagi ini ya? " Ujar sang istri.
" Mama atau ibu mungkin sayang, coba kita lihat yuk. " Ajak sang suami.
" Ayo mas. " Sembari mereka berjalan masuk ke dalam kamar untuk mengecek siapa yang telepon.
" Siapa sayang? " Tanya Bintang setelah sampai di kamar.
" Bunga mas, dia video call nih. " Jawab sang istri.
" Ngapain sih tu anak pagi-pagi ganggu orang lagi bermesraan aja. " Canda Bintang.
" Mas, kamu enggak boleh gitu tahu. Adek angkat dulu ya. " Izin sang istri.
" Iya sayang. " Sahut sang suami.
📱 " Assalamu'alaikum Bunga,... " Salam Bulan.
📱 " Wa'alaikumussalam kakak ipar, kangeeeen. " Jawab Bunga.
📱 " Sayangnya kita enggak kangen sama kamu. " Bintang menggoda adiknya.
📱 " Siapa juga yang kangen sama kakak? Aku kan kangennya sama kakak ipar, hahahah " Balas Bunga.
📱 " Awas nanti kalau kami pulang ya. " Ancam Bintang.
📱 " Kakak ipar, aku di ancam sama kak Bintang. " Bunga mengadu pada Bulan.
📱 " Mas, Bunga, sudah dong. Kalian berdua ini ya. " Lerai Bulan.
📱 " Iya kalian berdua ini, mau ketemu langsung atau enggak masih aja ribut. " Tiba-tiba sang mama muncul.
📱 " Ma, apa kabar? Sehat kan? " Bulan menyapa sang mertua.
📱 " Alhamdulillah kabar baik sayang, kalian disana gimana? " Tanya balik sang mertua.
📱 " Alhamdulillah baik juga ma. " Jawab Bulan.
__ADS_1
Cukup lama mereka mengobrol lewat video callnya, karena Bintang dan Bulan belum sarapan. Jadi, mereka menyudahi obrolan paginya.
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.