Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Keluar Dari Rumah Sakit


__ADS_3

Bulan mencoba mengetik balasan pesan dari Bintang, akan tetapi tetap saja tak jadi-jadi. Dan akhirnya, Bulan hanya mengetik.


✉ " Maaf mas baru respon 🙏 " Itulah yang ada dipikirannya saat ini.


Bintang yang sedang konsentrasi dalam membaca-baca dokumen yang harus di tanda tangani pun terhenti dari aktifitasnya setelah mendengar ponselnya berbunyi tanda pesan masuk, dan dia berharap kalau itu dari seseorang yang memang dia tunggu-tunggu. Dan benar saja, setelah di lihat memang darinya.


" Cuma ini saja, terus bagaimana dengan jawaban dari pertanyaanku kemaren Bulan. Apa kamu menganggap bahwa itu hanya gurauan belaka? Sabar Bintang, kamu harus tahu kondisi dia saat ini. Nanti setelah dia pulang, baru kamu tanya secara langsung. Iya benar, begitu saja. Lebih baik pesannya tidak usah aku balas, biar kamu tahu rasa rasanya menunggu 😁. Maaf ya " Batin Bintang.


Bulan setelah mengirim pesan itu pun langsung meletakkan ponselnya, dia sebenarnya menunggu balasan dari Bintang juga. Tapi sayang, sudah hampir 30 menitan tak ada balasan. Bahkan hanya di baca saja, sehingga dia berpikir kalau Bintang beneran marah padanya.


......................


Bulan berada di Rumah Sakit sudah seminggu, hari ini rencananya Bulan sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Sekarang bu Nisa sedang beres-beres barang bawaan yang perlu dibawa pulang, sedangkan pak Soleh sedang mengurus obat-obatan yang harus diambil di apotek.


Sebenarnya Bintang selalu menanyakan kabar Bulan melalui pak Soleh, jadi rencana kepulangan Bulan hari ini juga sudah di ketahui oleh Bintang sekeluarga. Jadi, Bintang berencana akan menjemput Bulan dari Rumah Sakit hari ini. Sedangkan orang tua dan adiknya akan menunggu di rumah pak Soleh bersama Langit, kebetulan hari ini hari minggu. Jadi, pak Jafar, Bunga, dan Langit tidak ke kantor ataupun sekolah.


" Bu, sini Bulan bantuin beberesnya. " Bulan sudah turun dari tempat tidurnya ingin membantu ibunya beres-beres.


" Bulan, ngapain kamu turun dari tempat tidur. Sudah kamu duduk saja di sofa, biar ibu sendiri saja. ini juga sudah mau selesai, kamu itu masih sakit. Jadi jangan banyak bergerak dulu, kamu tu harus banyak-banyak istirahat biar cepat pulih. " Omel ibunya.


" Iya, iya bu. Maaf, Bulan cuma bosan saja. Ini Bulan sudah duduk. " Bulan menuruti perkataan ibunya.


" Assalamu'alaikum, " Pintu kamar terbuka, dan masuklah pak Soleh dan Bintang.


" Wa'alaikumussalam. " Jawab bu Nisa dan Bulan bersamaan.


" Eh ada nak Bintang, masuk-masuk nak. " Sapa bu Nisa.


Deg, jantung Bulan langsung berdebar tak karuan setelah melihat bahwa ada Bintang bersama bapaknya.


" Iya bu, sengaja mau jemput ustadzah sama bapak, ibu dari Rumah Sakit. Bolehkan ustadzah? " Bintang menjawab omongan bu Nisa, tapi dia juga langsung bertanya kepada Bulan.


" Boleh kok mas, tapi sebenarnya tak perlu repot-repot. Kami kan sebenarnya bisa naik taksi online saja, saya jadi tidak enak. Karena selalu merepotkan mas Bintang. " Bulan berusaha tidak gugup, menjawab pertanyaan Bintang.

__ADS_1


" Tidak apa-apa ustadzah, saya justru senang dan tidak merasa di repotkan. Bagaimana, sudah siap semuanya? Kalau sudah siap, mari kita langsung pulang saja. Dan ustadzah silahkan naik ke kursi roda ini sampai ke parkiran,. " Ajak Bintang.


" Sudah kok nak Bintang. " Jawab bu Nisa.


" Tapi tidak perlu pakai kursi roda mas, saya kuat kok jalan sampai luar. " Bulan tidak mau memakai kursi roda.


" Bener kata nak Bintang nduk, kamu harus naik kursi roda. Kamu itu masih lemas, dan masih dalam tahap pemulihan. Sini biar bapak bantu. " Sambung pak Soleh.


Mau tidak mau, akhirnya Bulan mau naik kursi roda dengan desakan dari semua orang.


" Bu, sini biar saya saja yang bawakan barang bawaannya. Ayo kita jalan semuanya. " Bintang mengambil barang-barang yang dipegang bu Nisa, belum sempat bu Nisa menjawab. Bintang sudah langsung membawanya keluar kamar.


Sedangkan pak Soleh yang mendorong kursi rodanya sampai ke parkiran. Bintang menaruh barang bawaannya di bagasi, setelah itu dia membukakan pintu belakang mobil untuk Bulan dan bu Nisa. Sedangkan pak Soleh akan duduk di depan bersama Bintang.


Setelah semua masuk, Bintang mulai menghidupkan mesin mobilnya.


" Sudah siap pulang semuanya? " Tanya Bintang.


" Siap nak, ayo kita langsung jalan saja. " Usul pak Soleh.


" Sepertinya bapak sama ibu sudah akrab sekali sama mas Bintang, ada apa ya sama mereka? Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui. Mas Bintang juga ,sudah hampir seminggu tidak ada kabar. Tiba-tiba muncul dan menjemputku pulang. Apa kamu lagi mempermainkan kata-kata kamu waktu itu mas? Astaghfirullah, Bulan. Kamu ini berpikir apa? Jangan suudzon sama orang yang sudah baik sama kamu. Mas maafin aku sudah berpikir macam-macam tentang kamu. " Bulan berperang kata-kata dengan hatinya sendiri.


" Nduk, kamu kenapa? ada yang sakit? " Bu Nisa yang menyadari putrinya sedang melamun.


Sontak saja membuat pak Soleh dan Bintang menoleh ke belakang.


" Ada apa bu? Apa Bulan demam. " Pak Soleh juga cemas.


" Pak, bu, Bulan enggak apa-apa. Bapak sama ibu jangan cemas, maaf membuat khawatir. " Bulan menjelaskan, bahwa dirinya tidak apa-apa.


" Apa mungkin dia tidak nyaman berada semobil denganku ya? Apa dia marah sama aku? Tenang Bintang, kamu harus tenang. Sebentar lagi sampai rumahnya. " Batin Bintang.


Akhirnya mobil yang membawa Bulan pulang sampai juga ke rumah, dan di sambut oleh keluarganya Bintang dan adiknya Langit.

__ADS_1


" Nak Bulan, kamu sudah sehat nak? Sini ibu bantu. " Bu Juni langsung menghampiri mobil Bintang dan langsung membuka pintu belakang. Dan langsung mengulurkan tangan kepada Bulan.


" Terima kasih bu, saya bisa sendiri kok. " Bulan mencoba menolak, namun bu Juni sudah memegangnya dan memapahnya menuju ke dalam rumah.


" Ustadzah, maaf ya aku jarang jenguk ustadzah. " Bunga pun turut menghampiri Bulan, dan membantu memapah Bulan bersama mamanya.


" Iya Bunga, enggak apa-apa. Yang penting sekarang saya sudah pulang kan. " Jawab Bulan.


Bulan di papah ke kamar, karena dia memang harus istirahat yang cukup.


" Ustadzah, aku boleh ikut ke kamar ustadzah ya. " Bunga meminta izin.


" Iya Bunga boleh, ayo masuk. " Sahut Bulan.


" Nak, kamu harus banyak-banyak istirahat. Biar kamu cepat sembuh dan pulih. " Ucap bu Juni seraya mendudukkan Bulan di atas tempat tidurnya.


" Iya bu, terima kasih sudah bantuin Bulan ke kamar. " Ucap Bulan.


" Sama-sama sayang, ya sudah. Sekarang kamu lebih baik tiduran saja, karena ibu yakin kepala kamu pasti pusing kan. " Usul bu Juni.


" Memang sedikit pusing bu, kalau gitu saya baring enggak apa-apa ya. " Bulan memposisikan dirinya berbaring.


" Iya enggak apa-apa sayang, tidur lah. " Bu Juni membantu membetulkan posisi kepala nya Bulan.


" Jun, nak Bunga. Keluar dulu yuk. Itu ada minum sama cemilan. " Bu Nisa masuk dan memberi tahu, kalau ada makanan dan minuman di luar.


" Iya Nis, pakai repot-repot segala. " Ucap bu Juni.


" Mana ada repot, justru aku yang berterima kasih. Karena kamu banyak bawa makanan kesini. " Balas bu Nisa.


" Sama-sama Nis. " Balas bu Juni lagi.


Mereka bertiga akhirnya keluar dan membiarkan Bulan untuk beristirahat terlebih dahulu.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2