Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Meminta Izin Kepada Camer


__ADS_3

Didalam perjalanan ke Rumah Sakit, Bintang mencoba mengajak ngobrol bu Nisa.


" Bu, maaf sebelumnya. Saya boleh tanya sesuatu? " Bintang memulai obrolan.


" Mau tanya apa nak? Ya boleh-boleh saja. " Sahut bu Nisa.


" Sekali lagi, maaf ya sebelumnya. Saya mau tanya soal ustadzah Bulan. " Bintang memberanikan diri.


" Iya, kenapa dengan Bulan? " Bu Nisa bingung.


" Begini bu, apa sebenarnya ustadzah sudah ada yang mengkhitbah lagi? " Bibtang tampak serius.


" Oh soal itu, untuk sekarang ini Bulan belum ada yang mengkhitbah. Memangnya kenapa nak? " Bu Nisa mencari tahu.


" Sa-saya sebenarnya ada yang mau di omongin sama ibu dan bapak, boleh tidak saya nanti ngobrol sebentar. Tapi, tidak di ruangan ustadzah Bulan. " Jawab Bintang gugup.


" Nak Bintang kenapa kelihatan gugup gitu? Mau bicara sama ibu dan bapak? " Bu Nisa ingin memastikan.


" Tidak apa-apa bu. Iya bu, boleh tidak ? " Sahut Bintang.


" Tentu saja boleh nak, nanti ibu sampaikan ke bapak. " Jawab bu Nisa.


" Terima kasih sebelumnya bu. " Bintang tampak lega, karena boleh. Tapi, dia juga tampak cemas akan ngomong dari mana nanti.


" Sama-sama nak Bintang. " Jawab bu Nisa singkat.


Tak terasa mereka berdua sudah sampai di Rumah Sakit, dan keduanya pun turun dsri mobil. Tak lupa bu Nisa membawa turun makanan dan pakaian untuk suaminya, Bintang berinisiatif membawakan bawaan bu Nisa.


" Sini bu, biar saya saja yang bawa sampai ke depan pintu kamar. " Bintang meraih bawaan bu Nisa.


" Tidak usah nak, ibu bisa bawa sendiri kok. " Bu Nisa berusaha mempertahankan bawaannya, akan tetapi kalah dengan tenaga Bintang.


" Enggak apa-apa bu, ya sudah ayo kita segera masuk. Pasti bapak sudah menunggu di dalam. " Ajak Bintang, dan bu Nisa jalan duluan sedangkan Bintang mengekor di belakangnya.


Sesampainya di depan ruang kamar inap Bulan, Bintang menyerahkan barang bawaanya kepada bu Nisa.


" Ini bu bawaannya, maaf saya tidak masuk. Saya tunggu disini saja. " Ucap Bintang.


" Baik nak, terima kasih banyak ya. Dan tunggu sebentar, ibu ke dalam dulu sekalian panggilin bapak. " Pamit bu Nisa.


" Iya bu sama-sama, silahkan saja masuk. " Bintang mempersilahkan bu Nisa masuk sembari tersenyum.


" Assalamu'alaikum. " Bu Nisa masuk dan mengucapkan salam.


" Wa'alaikumussalam. " Jawab pak Soleh dan Bintang bersamaan.


" Ini pak makanan dan pakaian bapak " Kata bu Nisa sambil menyerahkan barang bawaannya kepada suaminya.

__ADS_1


" Iya bu terima kasih. " Jawab pak Soleh.


" Gimana keadaan kamu nduk? " Bu Nisa menghampiri putrinya.


" Alhamdulillah sudah lebih baik rasanya, ibu bawakan pesanan Bulan tadi? " Bulan menanyakan casan kepada ibunya.


" Alhamdulillah kalau gitu, iya bawa. " Bu Nisa menyerahkan pesanan putrinya.


" Terima kasih bu, tolong colokin bu. Heheheh. " Bulan belum bisa untuk melakukannya sendiri.


" Iya, sini ibu bantu. " Bu Nisa mengambil casannya dan membantu untuk di colokkan ke dinding.


" Sekali lagi terima kasih banyak bu. " Ucap Bulan dengan senyuman.


" Iya nduk. " Sahut bu Nisa sambil mengusap kening putrinya.


Sedangkan pak Soleh sedang menikmati makanan yang di bawa oleh istrinya.


" Pak, nanti setelah makan ikut ibu keluar sebentar ya? " Bu Nisa berbicara kepada pak Soleh sedikit berbisik.


" Ada apa bu? " Jawab pak Soleh.


" Ada yang mau ketemu sama bapak, tapi tidak bisa di dalam. " Jelas bu Nisa.


" Siapa memangnya bu? " Pak Soleh sedikit penasaran.


Dan pak Soleh hanya menjawab dengan anggukan saja, dan terus melanjutkan makannya.


" Bulan, bapak sama ibu keluar sebentar ya. Kamu di tinggal tidak apa-apa kan? Bapak sam ibu ada urusan. " Pak Soleh pamit kepada putrinya.


" Iya pak. Tapi mau kemana? " Bulan ingin tahu.


" Ada pokoknya, sebentar ya. Assalamu'alaikum. " Pak Soleh dan bu Nisa keluar dari ruangan


" Wa'alaikumussalam. " Sahut Bulan.


" Mau kemana ya bapak sama ibu, kayaknya ada sesuatu? apa urusan administrasi? Ya Allah, pasti mahal biayanya. Kasihan bapak sama ibu. " Batin Bulan.


" Loh, ada nak Bintang. Kenapa tidak masuk? " Setelah sampai luar, pak Soleh kaget ketemu dengan Bintang.


" Assalamu'alaikum pak. " Salam Bintang.


" Wa'alaikumussalam, ayo masuk. " Ajak pak Soleh.


" Tidak usah pak, disini saja. Ada yang saya mau bicarakan dengan bapak dan ibu. " Jelas Bintang.


" Jadi nak Bintang yang mau ketemu sama bapak? " Tebak pak Soleh.

__ADS_1


" Iya pak, mari kita duduk dulu. " Bintang mengajak pak Soleh dan bu Nisa duduk.


" Iya nak, ada apa ini? Sepertinya kok serius banget? " Selidik pak Soleh.


" Begini pak, tadi kan saya sempat nanya sama ibu tentang ustadzah Bulan sudah ada yang mengkhitbah atau belum. Dan ibu menjawab belum, apakah itu benar pak? " Bintang mencoba santai tapi serius bicaranya.


" Iya memang betul, kalau putri kami belum ada yang mengkhitbah. Memangnya ada apa nak Bintang? " Pak Soleh terus mendesak.


" Begini pak,bu. Tapi maaf sebelumnya kalau saya lancang dan tidak tahu situasi dan kondisi. " Ucap Bintang sambil menangkupkan kedua tangannya, tanda minta maaf.


" Iya nak tidak apa-apa, memangnya ada apa? Katakan saja, jangan sungkan. " Pak Soleh mencoba membuat Bintang tenang menjawabnya.


" Begini pak, apa boleh saya mendekati anak bapak dan ibu. " Bintang ragu mengatakannya.


" Mendekati yang seperti apa nak? " Pak Soleh ingin tahu lebih jelas.


" Iya nak, ibu juga belum paham. " Sambung bu Nisa.


" Begini, saya sebenarnya menyukai anak bapak dan ibu sejak lama. Tapi, dikarenakan waktu itu sudah ada almarhum. Jadi, saya sudah ikhlaskan. Dan sekarang, saya maupun ustadzah Bulan sama-sama sendiri. Jadi, bolehkah saya mendekati ustadzah Bulan?" Jelas Bintang.


" Jadi ceritanya, nak Bintang meminta izin kepada kita ? " Tebak pak Soleh.


" Iya pak, seperti itu lah. " Jawab Bintang malu-malu.


" Tapi, bapak tidak mengizinkan kalian untuk berpacaran? " Sambung pak Soleh lagi.


" Insya Allah, saya tidak akan mengajak ustadzah Bulan pacaran. Saya hanya akan mendekati dengan cara saya sendiri tanpa memaksa, jika dia sudah bersedia. Maka saya akan segera mengkhitbahnya pak, bahkan kalau perlu saya akan segera mengajaknya menikah. Bagaimana? Apakah boleh? " Jelas Bintang dengan semangat setelah mendapat keberanian.


Selagi mereka mengobrol, tiba-tiba Dokter dan beerapa suster yang menangani Bulan datang ingin memeriksa kondisi Bulan.


"Assalamu'alaikum, Selamat pagi semuanya? " Sapa Dokter tersebut.


" Wa'alaikumussalam, " Jawab mereka bertiga serentak.


" Selamat pagi juga Dok. " Ucap Bintang.


" Kenapa pada di luar? " Tanya Dokter.


" Kami sedang mengobrol sebentar dok, takutnya kalau didalam mengganggu pasien. " Jawab pak Soleh.


" Baiklah, kalau begitu saya masuk dulu. Mari semuanya. " Dokter pamit dan langsung masuk ke ruangan Bulan.


" Iya Dok silahkan " Bu Nisa yang menjawab.


Setelah Dokter masuk, mereka bertiga melanjutkan obrolannya.


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2