Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Terkena Air Panas


__ADS_3

" Sebentar ya mas, adek mau ambilkan mas makan dulu. Mas mau minuman apa? panas apa dingin? " Bulan ingin melayani Bintang, karena ia sadar bahwa Bintang sekarang adalah suaminya.


" Mas mau teh yang hangat saja boleh? " Tanya Bintang.


" Tentu saja, sebentar ya adek buatkan dulu. Mas tunggu disini dulu. " Titah Bulan.


" Iya sayang, tapi jangan lama-lama ya? Nanti mas kangen. " Goda Bintang, dan hanya di tanggapi dengan anggukan saja oleh Bulan.


Bulan pun pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat pesanan suaminya, karena kurang hati-hati tangan Bulan terkena air panas sedikit.


" Aw panas, astaghfirullah. Kenapa denganku ini, masih bergetar saja ini tangan. Untung cuma sedikit kenanya. " Gumam Bulan sambil menyiram tangannya dengan air dingin dari kran.


Setelah membuat teh, Bulan mengambil piring dan mengisinya dengan nasi beserta teman-temannya. Setelah dirasa sudah cukup semuanya, Bulan lalu menatanya di nampan dan segera membawanya ke Bintang.


" Mas, ini teh dan makannya. " Bulan meletakkan nampan di depan suaminya.


" Terima kasih sayang, kita makan sama-sama ya? " Pinta Bintang.


" Mas saja dulu yang makan, adek ambil dulu makanan untuk adek " Ucap Bulan dan ingin berdiri, tapi tangannya di tahan oleh Bintang. Pas sekali tangan yang terkena air panas tadi, tentu membuat Bulan sedikit meringis.


" Astaghfirullah, tangannya kenapa sayang? Kok merah seperti melepuh gini? " Bintang yang menyadari keadaan tangan istrinya jadi cemas.


" Enggak apa-apa mas, ini cuma gatal saja. " Bulan sengaja ingin berbohong, agar suaminya tidak panik.


" Mana ada ini gatal, ini jelas-jelas seperti luka bakar sayang. Sini mas lihat dulu. " Bintang ingin memastikan tangan Bulan.


" Mas, adek enggak apa-apa. Iya maaf adek bohong, ini tadi cuma kena air panas sedikit. Sudah mendingan kok sekarang, jadi mas Bintang enggak perlu cemas gini ya. " Bulan mencoba meyakinkan suaminya.


" Ya Allah sayang, kena air panas kok cuma. Sini mas obati dulu lukanya, ada salep luka bakar enggak? " Bintang semakin cemas setelah mengetahui kenyataannya.


" Maaf mas, adek sudah membuat mas cemas. " Bulan merasa salah.


" Hei, hei, kenapa minta maaf sih sayang. Wajar kalau mas cemas melihat istrinya terluka seperti ini, lagi pula kan ini bukan sengaja. Mas yang harusnya minta maaf, karena sudah minta buatkan teh hangat tadi. " Bintang tak tega melihat wajah sendu istrinya.


" Bu-bukan gitu mas, adek aja yang kurang hati-hati. " Ucap Bulan.


Bu Nisa dan bu Juni yang melihat anak dan menantunya sedang ribut pun mendekat.


" Assalamu'alaikum pengantin baru, ada apa ini. Dari jauh mama perhatikan lagi bersitegang. " Tegur bu Juni.

__ADS_1


" Wa'alaikumussalam ma. " Jawab mereka barengan.


" Ada makanan dan minuman juga di anggurin. " Sambung bu Nisa.


" Lihat ini ma, bu, tangan Bulan kena air panas. Gimana Bintang enggak cemas coba. " Bintang memperlihatkan tangan Bulan yang memerah.


" Astaghfirullah, kok bisa Bintang? Kamu apakan istrimu. " Bu Juni langsung marah kepada Bintang dan mengambil alih tangan mantunya.


" Ma, ini bukan salahnya mas Bintang. Bulan aja yang enggak hati-hati. " Bulan yang menjawab.


" Bu, kotak obat-obatan dimana ya? Biar Bintang cari obatnya? " Bintang tak menghiraukan kemarahan mamanya, mungkin mamanya benar dengan ucapannya.


" Sudah nak Bintang, biar ibu sajayang mengambilnya. " Ucap bu Nisa dan bergegas mengambil kotak obatnya.


" Ini pasti sakit banget kan sayang, sini mama tiupin. " Tutur mama Juni.


" Ma, Bulan beneran enggak apa-apa. " Bulan terus meyakinkan mertuanya.


" Ini kotak obatnya nak Bintang, " Seru bu Nisa setelah kembali dari mengambil kotak obat.


" Iya bu, sini biar Bintang cari. Alhamdulillah ada bu, na. " Seru Bintang, dan segera mengoleskan obatnay ke tangan sang istri lalu meniup-niupnya.


" Sudah cukup mas, terima kasih. " " Ucap Bulan.


" Mas, sini biar adek suap sendiri saja. " Bulan malu saja di suapin di tengah keramaian.


" Enggak ada cerita, mas yang akan tetap menyuapi permaisuri mas ini. Aaaaa... " Bintang mengulurkan sendok berisi makanan lagi.


Meski makan mereka penuh dengan drama, akhirnya selesai juga.


" Mas, sebentar lagi masuk waktu dzuhur. Kamu mau mandi dulu atau gimana? " Bulan tiba-tiba bertanya kepada suaminya.


" Mas pengennya mandi dulu, gerah soalnya. " Sahut Bulan.


" Ya sudah kalau gitu, adek siapin peralatan untuk mandinya ya. Mas mau mandi air dingin atau hangat? " Tawar Bulan.


" Senengnya di perhatiin sama orang yang di sayang, makasih ya sayang. Mas mandi pakai air dingin saja, enggak perlu pakai air hangat. Nanti kalau mas kedinginan kan ada kamu. " Goda Bintang.


" Mas ada bawa pakaian ganti? Atau mau pinjam punya bapak atau Langit? " Tanya Bulan.

__ADS_1


" Mas kayaknya bawa pakaian sayang, sebentar mas tanyakan dulu sama mama ya." Bintang beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri mamanya.


" Eh kakak ipar kok sendirian? Kak Bintang mana? " Bunga yang datang entah dari mana mengejutkan Bulan.


" Bunga, kamu dari mana saja? Mas Bintang lagi menemui mama disana? Tunjuk Bulan.


" Aku temanin kakak ipar disini boleh? " Bunga langsung duduk dekat kakak iparnya.


" Ya boleh dong sayang, kamu sudah makan? " Bulan bertanya kepada adiknya dengan lembut.


" Sudah kakak ipar, malahan sudah kenyang banget nih. Habisnya semua makanannya enak sih, heheheheh. " Ucap Bunga.


" Sayang, kata mama pakaian mas sudah di taruh di kamar kamu. " Bintang datang dan langsung memberitahukan Bulan.


" Gitu ya mas, sebentar ya adek cek dulu. Adek tinggal ke kamar enggak apa-apa? Sebentar ya Bunga. " Pamit Bulan.


" Iya sayang enggak apa-apa. " Sahut Bintang, dan Bunga hanya mengangguk sambil tersenyum saja.


Sesampainya di kamar, Bulan mencari tempat pakaian suaminya. Dan dia melihat ada koper asing di dalam kamarnya, dia berfikir itulah tempat pakaian suaminya.


" Kayaknya ini deh, coba aku cek dulu deh. " Gumam Bulan sambil membuka koper tersebut. Dan ternyata benar, dia pun mencarikan pakaian ganti untuk suaminya.


Seelah selesai menyiapkan semuanya, Bulan keluar untuk memanggil Bintang.


" Mas, semuanya sudah siap. Kamu mau mandi sekrang? " Ucap Bulan sesampainya di dekat Bintang, dan Bunga sudah tidak ada disana.


" Iya sayang, mas mandi sekarang. Mas mandi dimana ini? " Sahut Bintang.


" Ayo Bulan antar mas. " Bulan berjalan lebih dulu menunjukkan kamarnya.


Dan mereka pun sampai ke kamar Bulan.


" Kamu yakin, mas boleh mandi di kamar kamu? " Bintang menggoda Bulan dengan mendekatinya.


" Iya mas, memangnya kenapa? Inikan sekarang juga kamarnya mas, kecil ya? " Bulan menanggapinya serius.


" Serius amat sayang, mas cuma godain kamu aja. Siapa bilang kecil? " Bintang merasa, kalau istrinya sedang tegang sekarang.


" Ki-kirain kan, soalnya kan beda...." Omongan Bulan terpotong, karena Bintang meletakkan jari telunjuknya ke mulut Bulan.

__ADS_1


" Ssstttt, jangan di bahas lagi ya sayang. Rembulan Nur'aini, I Love You. Mas bahagia sekali hari ini, terima kasih sudah sudi menjadi pendamping hidup mas. " Bintang berbicara sambil memegang kedua bahu istrinya, sedangkan istrinya hanya menundukkan pandangannya saja. Tanpa berani menatap wajah suaminya karena dia malu.


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2