
Malam harinya setelah selesai makan malam, Bulan mencoba memberanikan diri untuk bicara kepada kedua orang tuanya. Karena dia juga sudah janji kepada Bintang, kalau dia akan ngomong malam ini.
Mereka saat ini sedang berada di ruang tamu untuk mengobrol santai seperti biasanya.
" Nduk, kamu kenapa? Kok kelihatannya gelisah. " Tegur bu Nisa.
" Iya nduk, bapak perhatikan juga begitu. " Timpal pak Soleh.
" Begini pak, bu, ada sesuatu yang ingin Bulan bicarakan. " Ucap Bulan.
" Apa? Ngomong aja, iya kan pak. " Sahut bu Nisa.
" Iya Bulan, kamu ngomong saja. Bapak sama ibu akan mendengarkan. " Sahut pak Soleh juga.
" Ini soal mas Bintang. " Bulan mulai bicara.
" Kenapa dengan nak Bintang? " Ucap pak Soleh, padahal dia tahu apa maksud anaknya.
" Sebenarnya beberapa waktu yang lalu, mas Bintang mengutarakan perasaannya kepada Bulan pak, bu. " Ucap Bulan dengan gugup.
" Maksudnya gimana? Coba lebih jelas lagi. " Pinta pak Soleh.
" Mas Bintang bilang, kalau dia suka sama Bulan. Dan dia bilang juga, kalau mau jadi imamnya Bulan. " Lanjut Bulan lagi.
" Terus, kamu jawab apa? " Tanya pak Soleh, sedangkan bu Nisa hanya mendengarkan saja.
" Bulan belum jawab, tapi Bulan ngomong sama mas Bintang untuk menemui bapak dan ibu. Menurut bapak sama ibu bagaimana? " Jelas Bulan.
" Kamu sendiri gimana? Mau enggak sama nak Bintang? Kalau bapak sama ibu sih tinggal ikutin kamu saja, karena kami tidak mau memaksakan kehendak kami. Lagi pula, yang menjalani kehidupan rumah tangganya nanti kan kamu nduk. Dan juga, kamu kan sudah kenal nak Bintang lumayan lama. Pasti kamu tahu dia gimana, itu sih menurut bapak. Sekarang bapak serahkan semuanya sama kamu saja. Iya kan bu? " Jelas pak Soleh panjang lebar.
__ADS_1
" Iya, bener apa kata bapakmu nduk. " Sahut bu Nisa.
Bulan hanya diam saja, dia tidak tahu lagi harus ngomong apa. Dia juga bingung, kenapa bapak sama ibunya santai menaggapi masalah yang ia ceritakan.
" Bulan, kenapa kamu diam saja? " Tegur pak Soleh.
" Terus, menurut bapak sama ibu. Mas Bintang itu gimana? " Tanya Bulan.
" Kalau menurut ibu ni ya, nak Bintang itu anaknya sopan, baik, ramah, menghormati orang tua dan masih banyak lagi deh. Pokoknya paket komplit deh, iya kan pak? " Jawab bu Nisa semangat.
" Kalau menurut bapak, dia anaknya bertanggung jawab. Dan bener apa kata ibumu, dia paket komplit. Kalau soal ibadah, bapak lihat dia termasuk anak yang rajin. Dan kalau masih ada yang kurang, bisa belajar sama-sama kan. Bapak sih setuju-setuju saja, kalau kamu mau. " Puji pak Soleh.
" Apa itu artinya bapak sama ibu mau menerima mas Bintang? " Bulan ingin memperjelas saja.
" Iya mau. " Jawab mereka kompak.
" Kalau menurut bapak sama ibu begitu, nanti Bulan akan katakan sama mas Bintang untuk datang ke rumah. Biar dia mengatakan sendiri kepada bapak sama ibu. " Ucap Bulan.
" Kalau bapak sama ibu sudah setuju, Bismillah Bulan akan mau juga. Karena, mungkin mas Bintang adalah jodohnya Bulan. Sebab, dia selalu ada ketika Bulan susah. Dan Bulan juga menilai, kalau mas Bintang adalah lelaki yang jujur. Dia juga lelaki pertama yang bukan mahram yang sudah menyentuhku secara tidak langsung, maksud Bulan mas Bintang sudah menggendongku waktu kecelakaan. Pokoknya dia seperti sengaja dikirim oleh Allah sebagai penolong Bulan. " Jelas Bulan.
" Oke, berarti kamu ngomong saja sama Bintang. Kalau dia memang serius sama kamu, dia harus segera datang ke rumah. Bapak sama ibu akan menunggunya. " Ucap pak Soleh.
" Ya sudah, sekarang kita lebih baik istirahat saja. Karena sudah malam juga, kamu jangan terlalu banyak pikiran ya nduk. Ibu yakin, keputusan yang kamu ambil itu sudah melalui proses yang panjang kan. Ibu akan mendukung apapun itu, yang penting masih di jalan kebaikan. " Bu Nisa memeluk Bulan, tanda memberi kekuatan.
" Nggeh bu, terima kasih. " Bulan juga memeluk ibunya dengan erat.
" Ya sudah yok kita istirahat. " Ajak pak Soleh dan langsung berdiri.
Akhirnya mereka bertiga kembali ke kamarnya masing-masing.
__ADS_1
......................
Sedangkan Bintang sedang gelisah dikamarnya, bagaimana tidak. Dia memikirkan Bulan, apakah jawaban yang akan dia terima nanti dari sang pujaan hati.
" Apakah sayangku sudah ngomong ya sama bapak ibunya? Kira-kira gimana hasilnya ya? Dan lagi, sebenarnya dia suka enggak sih sama aku. Aku juga, kenapa setiap dekat dengannya selalu menjadi lebay ya? Aku juga selalu enggak bisa mengontrol diri, apa dia ilfil ya sama aku. " Bintang bertanya-tanya sendiri tentang sikapnya.
Untuk menghilangkan rasa penasarannya, dia mencoba menghubungi Bulan berkali-kali. Namun tak diangkat oleh Bulan, dan akhirnya dia memutuskan untuk mengirim pesan saja.
✉ " Assalamu'alaikum, maaf mengganggu istirahat malamnya. Mas lagi penasaran banget nih, apa adinda Bulan sudah ngomong sama bapak dan ibu? Kalau sudah, gimana hasilnya. Mas di terima kan? Pliis, di balas ya pesannya. " Tulis Bintang.
Bulan baru saja selesai bersih-bersih sebelum tidur, dia ingin segera tidur. Tapi, sebelum itu dia ingin mengecek ponselnya terlebih dahulu. Takutnya ada telpon atau pesan penting.
" Mas Bintang nelpon beberapa kali? Ada apa ya? Dia juga kirim pesan kayaknya, buka dululah pesannya. " Batin Bulan setelah mengecek ponselnya.
✉ " Wa'alaikumussalam, enggak apa-apa mas. Maaf juga enggak ngejawab telponnya, soalnya baru lihat HP. Kenapa enggak sabaran banget mas? Kan bisa besok nanyanya. " Balas Bulan.
Dan tanpa menunggu lama, pesan Bulan langsung di baca oleh Bintang. Bukannya membalas pesannya, Bintang malah langsung menelepon Bulan.
📞 " Assalamu'alaikum mas, kok malah nelpon? " Salam Bulan.
📞 " Wa'alaikumussalam, soalnya enggak puas kalau cuma kirim pesan. Mas maunya langsung denger suara kamu, kalau perlu langsung ketemu. Gimana? Jadi ngomong? " Bintang penasaran sekali.
📞 " Mas Bintang mulai deh. Saya jadi ngomong kok sama bapak dan ibu. " Gantung Bulan.
📞 " Terus, hasilnya gimana? Bapak sama ibu marah enggak? Atau adinda di marah ya sama mereka? Kalau iya, besok mas kesana. Biar mas yang jelasin, kalau ini bukan salahnya adinda. " Bintang mulai panik atau lebay ya 😊.
📞 " Sabar mas, iya saya kasih tahu. Tapi, mas janji jangan kecewa ataupun marah ya? Apapun hasilnya nanti, saya harap mas bisa terima. Oke. " Bulan semakin membuat Bintang penasaran.
📞 " Kok adinda ngomongnya gitu, mas jadi tambah dag dig dug ini. Insya Allah mas akan terima apapun itu. Tapi, mas tetap berharap kalau ini adalah kabar baik seperti yang mas inginkan. " Sahut Bintang.
__ADS_1
📞 " Aamiin, Insya Allah ya mas. " Ucap Bulan.
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.