Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Melihat Baby Cahaya


__ADS_3

Tak terasa sudah 6 bulan berlalu kepergian Adnan, tentu bagi keluarganya itu baru kemarin Adnan pergi. Mereka tentu masih bersedih, akan tetapi mereka berusaha untuk ikhlas dan tegar. Mereka sudah kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, begitupun dengan bu Della. Dia sudah bisa tersenyum dan tertawa dengan sedikit lepas.


Rencananya Bulan hari ini ingin ke rumah Lela setelah pulang mengajar, pasalnya Lela sudah melahirkan 4 bulan yang lalu. Meskipun dia sudah beberapa kali melihat bayinya Lela, entah apa yang ada di pikiran Bulan hari ini. Dia kepingin sekali melihat putri kecilnya Lela, atau mungkin dia juga sudah ingin merasakan memiliki anak 😁. Lela masih belum bisa masuk mengajar, karena dia masih tidak tega meninggalkan bayi mungilnya yang masih kecil itu.


Bel pulang sekolah pun telah berbunyi, para murid pun langsung berhamburan keluar kelas. Sedangkan para guru juga sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan Bulan sudah keluar dan menuju parkiran, dan Bulan melihat di parkiran didekat motornya ada Bunga disana. Bulan mempercepat langkahnya menuju motornya.


" Assalamu'alaikum Bunga. Kenapa kamu masih disini? Belum pulang? atau kamu belum di jemput? " Bulan langsung mencecar Bunga dengan benyak pertanyaan.


" Wa'alaikumussalam ustadzah, lebih tepatnya Bunga disini emang nungguin ustadzah. " Jawab Bunga cengengesan.


" Nungguin saya? Ada apa? " Jawab Bulan sedikit bingung.


" Ustadzah mau langsung pulang ya? " Bukannya menjawab pertanyaan, Bunga malah bertanya balik.


" Memangnya kenapa Bunga? Saya rencananya mau ke rumah bu Lela dulu? Kamu ada perlu sama saya? " Bulan masih bertanya-tanya, kenapa Bunga menunggunya.


" Iya ada perlu, soalnya aku lagi kangen banget sama ustadzah. " Jawab Bunga sambil memeluk Bulan.


" Perlu apa Bunga? " Bulan membalas pelukan Bunga.


" Ikuuut, " Jawab Bunga.


" Ikut kemana Bunga? " Bulan masih bingung dengan jawaban Bunga.


" Ikut ke rumah bu Lela, aku kan belum lihat dedek bayi. " Jawab Bunga dengan senyum manjanya sambil bergelendotan di lengan ustadzahnya.


" Kok kamu tahu kalau saya mau ke sana? " Bulan masih saja bingung.


" Kan tadi ustadzah yang bilang. " Jawab Bunga polos.


" Iya ustadzah ingat, tadi ada bilang. Tapi, sebelumnya kan kamu tidak tahu saya mau kesana. Tadi awalnya kamu nungguin saya ada apa? " Bulan masih mencari tahu maksud Bunga.


" Ooooh, tadinya aku cuma pengen peluk ustadzah saja. Soalnya aku kangen di peluk ustadzah. " Bunga menjawab apa adanya.


" Kamu yakin cuma itu? Tidak ada perlu lain? " Bulan terus mengintrogasi Bunga.


" Iya ustadzah, emangnya aku enggak boleh peluk dan kangen ustadzah ya? " Bunga pura-pura ngambek dengan memanyunkan bibirnya.


" Iya tentu boleh dong sayang, sini peluk lagi. " Bulan pun tersenyum mendengar semua jawaban Bunga, dan memeluknya dengan erat.


Tanpa menunggu waktu lama, mereka berdua akhirnya pergi menuju rumah Lela. Di dalam perjalanan mereka terus mengobrol, biar tidak booring 😁.


" Bunga, apa kamu sudah izin pergi sama saya? " Bulan takut, jika Bunga tidak memberi kabar orang tuanya.

__ADS_1


" Sudah ustadzah, tadi aku kirim pesan ke mama. Dan kata mama enggak apa-apa, malah mama kirim salam sama ustadzah. " Bunga menjawab pertanyaan Bulan.


Dan akhirnya mereka sampai juga ke rumah bu Lela.


" Assalamu'alaikum " Bulan dan Bunga mengucapkan salam bersamaan.


" Wa'alaikumussalam " Jawab Lela, dan langsung keluar rumah untuk melihat siapa yang datang.


" Kalian, ayo masuk " Lela mempersilahkan tamunya masuk setelah mengetahui siapa yang datang.


" Terima kasih bu, mana dedek bayinya. " Bunga masuk dan langsung menanyakan keberadaan bayinya Lela.


" Tunggu sebentar ya, saya ambil dari kamar dulu. " Jawab Lela.


" Ustadzah, siapa nama dedek bayinya? " Bunga menanyakan nama anak Lela kepada Bulan.


" Nanti kamu tanya langsung saja sama mamanya. " Bulan tidak mau memberi tahu lansung namanya.


" Iiiih, ustadzah pelit. " Bunga ngambek lagi.


" Aduh, jangan ngambek dong. Sini saya kasih permen " Bulan sengaja menggoda Bunga.


Lela keluar dengan menggendong bayi cantiknya, dan memberikannya kepada Bulan.


" Bu, siapa nama dedeknya? " Bunga langsung bertanya kepada Lela.


" Perkenalkan kak Bunga, nama aku Cahaya. Bisa di panggil Aya. " Lela menirukan suara anak kecil.


" Hai Aya cantik, ikut kak Bunga yuk. " Bunga ingin mengambil Aya dari pangkuan Bulan.


" Bunga, apa kamu bisa gendong bayinya? " Bulan ragu kalau Bunga bisa menggendong bayi, takutnya nanti malah jatuh.


" Belum tahu juga sih ustadzah, tapi aku pengen gendong. " Bunga terlihat sekali ingin menggendong Aya.


" Ya sudah kalau gitu, kamu duduk saja. Nanti ustadzah kasih ke kamu, tapi cuma di pangku saja. Takutnya nanti jatuh. " Bulan terlihat serius kali ini, dan Bunga menjawabnya dengan anggukan saja tanda setuju.


Cukup lama mereka berdua bertamu di rumah Lela, dan akhirnya mereka pamit pulang terlebih dahulu.


" Ya sudah kalau gitu La, kami pamit ya. Sudah sore nih, takutnya nanti si Bunga kemalaman sampai rumahnya." Bulan berpamitan kepada Lela sambil salaman dan cupika-cupiki. Bunga pun ikut menyalami Lela dan tak lupa juga mencium Cahaya.


" Assalamu'alaikum " Bulan mengucapkan salam.


" Wa'alaikumussalam " Lela pun menjawab salamnya.

__ADS_1


Sebelum pulang, Bulan bertanya kepada Bunga. Dia mau diantar pulang atau bagaimana.


" Bunga, kamu mau saya antar pulang atau gimana? " Bulan memastikan.


" Ustadzah, aku ikut ustadzah pulang ya? Pliiiis, nanti aku minta jemput di rumah ustadzah saja." Bunga sedikit memohon.


" Kamu yakin Bunga? " Bulan memastikan lagi.


" Iya ustadzah aku yakin, boleh ya ustadzah sayang. " Bunga sedikit merayu Bulan.


" Oke deh Bunga, ayo kita pulang nanti keburu sore. " Ajak Bulan dan langsung menaiki motornya.


Tak butuh waktu lama Bulan dan Bunga sudah sampai ke rumah Bulan tentunya, dan mereka bergegas turun dari motor dan memasuki rumah. Dan tak lupa juga mengucapkan salam.


" Assalamu'alaikum " Bulan masuk ke rumah dan Bunga mengekor di belakangnya.


" Wa'alaikumussalam " Jawab Langit yang saat itu sedang menonton TV.


" Dek, Bapak sama ibu kemana? " Setelah duduk dia langsung menanyakan keberadaan orang tuanya. Dan dia juga menyuruh Bunga duduk.


Bunga sedang menelepon sopirnya, dia memberi tahu bahwa dia minta di jemput di rumah ustadzahnya. dan tak lupa mengirim lokasi rumah Bulan.


" Bapak sama ibu lagi ada perlu ke luar, mungkin malam baru pulang. " Jawab Langit.


" Ooh gitu, Ya sudah deh. Bunga, yuk ikut ustadzah ke kamar. Kamu istirahat dulu sambil menunggu jemputan. " Bulan mengajak Bunga ke kamarnya. Tentu Bunga tidak menolak ajakan ustadzahnya itu.


Sekitar 1 jam kemudian, ada mobil yang menuju rumah Bulan. Yang tak lain adalah jemputannya Bunga. Bunga akhirnya pamit pulang hanya kepada Bulan dan Langit saja, pasalnya orang tua Bulan belum pulang.


" Ustadzah, Langit, aku pulang ya. Assalamu'alaikum " Bunga berpamitan sambil menyalami ustadzahnya.


......................


Karena hari ini hari minggu atau hari libur, Jadi hari ini rencananya Bulan dan kedua orang tuanya ingin ke rumah pak Iman, ada sesuatu yang harus mereka bicarakan. Bulan sedari pagi sudah membantu ibunya untuk memasak dan membersihkan rumah. Begitu juga dengan pak Soleh dan Langit, mereka juga turut membantu membersihkan di luar rumah.


Kira-kira apa yang akan mereka bicarakan?


Bukankah perjodohan sudah gagal?


Ataukah akan ada perjodohan lainnya.


Mari terus simak ceritanya.


Terima kasih 🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.


__ADS_2