
Seperti biasa, setiap pukul 03 pagi Bulan selalu terbangun. Dia akan mengerjakan rutinitas sekalian kewajiban dia sebagai seorang muslimah. Pagi ini juga sama, bahkan dia sudah terbangun lebih awal.
" Alhamdulillahilladzi ahyana ba'dama amatana wailaihinnusur, sudah jam berapa ini. " Bulan bangun dan segera bergegas menuju kamar mandi.
Seelah Bulan selesai shalat shubuh, pintu kamarnya ada yang mengetuk.
" Dek, sudah bangun belum? Mbak boleh masuk? " Ternyata Alesa yang mengetuk pintu, Bulan bergegas membuka pintu dengan masih menggunakan mukena.
" Masuk mbak, ada apa? Aku baru selesai shalat nih. " Bulan membuka pintu dan menyuruh mbaknya masuk.
" Enggak apa-apa, kirain kamu belum bangun. Soalnya periasnya sudah datang tuh di depan, mbak suruh masuk ya. " Ucap Alesa.
" Iya mbak, suruh masuk aja. Aku juga sudah mandi dari tadi kok. " Jawab Bulan.
" Oke, tunggu ya. Mbak panggilkan dulu, oh ya. Kamu mau sarapan dan minum apa? " Sebelum keluar, Alesa bertanya kepada adiknya.
" Apa aja lah mbak, yang penting anget. Heheheh, makasih ya mbakku sayang. " Sahut Bulan, Alesa keluar sambil mengacungkan jempolnya.
......................
Sedangkan Bintang, dia juga sudah bangun dari shubuh tadi. Dan sekarang, dia sedang bersiap juga dibantu oleh orang-orang yang ada disana.
" Cie-cie yang mau nikah, deg-degan enggak kak? " Bunga menggoda kakaknya.
" Apaan sih Bunga...." Bintang akui, dia memang merasa gugup hari ini.
" Bunga, jangan godain kakak kamu. Nanti, kakakmu malah tambah nervous. Hilang semua hafalan akadnya, bahayakan. " Sahut pak Jafar.
" Jangan dong pa, Insya Allah Bintang bisa melakukannya. Bismillah. " Bintang menyemangati dirinya sendiri.
" Aamiin,...." Jawab semua orang yang ada disana.
" Bin, kita akan berangkat jam berapa ini? " Bu Juni bertanya kepada putranya.
" Kalau semua sudah siap, ya kita langsung berangkat saja. Lebih baik datang duluan, daripada kita nanti telat. Jadi, kita jalannya bisa santai dan enggak terlalu buru-buru. " Sahut Bintang.
" Nah iya itu, papa juga setuju. Bagaimana? Semua yang perlu dibawa sudah siap kan? Bahkan sudah di letakkan di mobil yang sudah di tentukan kan? " Pak Jafar ikut menimpali.
Karena memang semua sudah siap, jadi mereka pun langsung meluncur ke tempat akad nikah.
__ADS_1
......................
Bulan pun telah selesai di hias, kini dia didalam kamar pun ditemani ibu dan mbak nya. Sedangkan yang lainnya di suruh menunggu di luar saja, sampai tamu-tamunya datang.
" Nduk, kamu gugup? " Tanya ibunya.
" Sepertinya begitu bu, jantung Bulan saja detaknya tak beraturan seperti ini. " Jawab bulan jujur.
" Rileks saja dek, masa iya seorang guru nervous mau nikah. " Goda Alesa.
" Mbak nih ada-ada aja, apa hubungannya guru sama nikah coba? " Jawab Bunga.
" Mbak juga enggak tahu, hahahaha. " Mereka tertawa bersama.
" Alesa, Bunga, ibu keluar dulu ya. Enggak enak di luar banyak orang. " Pamit ibunya.
" Nggih bu, ibu di luar saja. Nanti orang-orang nungguin ibu. " Ucap Bulan.
" Ya sudah ya sayang, ibu keluar dulu. Kamu jangan tegang ya, bismillah. Nak Bintang sebentar lagi juga bakal sampai kok. " Nasehat ibunya sambil memeluk Bulan.
" Terima kasih bu. " Ucap Bulan.
" Permisi mbak, kami masuk ya? " Ucap salah satu perias.
" Iya mbak, silahkan. " Sahut Alesa.
" Mbaknya ini memang aslinya sudah cantik ya, di tambah make up sedikit saja sudah semakin cantik. " Puji salah satu perias sambil membenarkan make up Bulan sedikit.
" Mbak ini bisa saja, ini juga berkat keahlian tangan- tangan ajaib kalian kok. " Elak Bulan.
Sementara rombongan mempelai laki-laki sudah mau sampai sebentar lagi, dan itu semakin membuat Bintang tegang saja.
" Sayang, mas seneng banget. Karena hari ini Insya Allah kita bakal sah, tapi mas kok tegang banget ya. Mudah-mudahan mas enggak membuat kamu malu ya. " Batin Bintang, karena dia merasa sangat gugup dan tegang.
Acara akad nikah hari ini rencananya akan di laksanakan pukul 10 pagi, dan sekarang masih jam 9.30. Itu berarti, Bintang memang datang lebih dulu dari pak penghulu ( Sudah enggak sabar ya mas Bintang? 😁 ).
Beberapa menit kemudian, mobil iring-iringan mempelai laki-laki sudah tiba di kediaman mempelai perempuan. Dan tuan rumah, para kerabat, tetangga serta tamu undangan yang telah hadir pun ikut menyambut kedatangan mereka.
Mobil yang di kendarai Bintang pun sudah berhenti, dia pun turun di dampingi adik dan kedua orang tuanya.Pak Soleh dan bu Nisa pun menyambut dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Bintang tampak fres dan tambah ganteng saja menggunakan pakaian untuk akadnya, para tamu yang hadir pun saling berbisik satu sama yang lainnya.
" Ganteng ya calon mantunya pak Soleh. " Bisik mereka.
" Iya loh, enggak nyangka ya. Bulan yang pendiam begitu bisa dapetin calon laki yang guanteng dan kaya. " Jawab yang lainnya, Para ibu-ibu sudah mulai ada yang nyinyir saja.
" Hush, kalian ini. Ini tuh hari bahagianya orang, jangan bergosip ria terus. Dosa tahu...." Sergah ibu yang tidak suka bergosip.
Bulan yang mengetahui kedatangan calon suami serta keluarganya pun lega, karena yang dia khawatirkan dari semalam tidak terjadi.
" Seneng tuh, calon suaminya sudah datang. Cie-cie, ehem ehem. " Goda Alesa.
" Apaan sih mbak, seneng banget godain adiknya. Ya jelas seneng dong mbak, semakin berkurang rasa cemasku. " Balas Bulan.
" Kok cuma berkurang? Emangnya apalagi yang kamu cemaskan dek? " Tanya Alesa.
" Ya cemas saja, takut-takut nanti mas Bintang salah. " Jawab Bulan.
" Sudah, kamu tenang saja. Mbak yakin, calon suamimu itu bakal sukses nanti. " Alesa meyakinkan adiknya.
" Aamiin,.." Jawab Bulan, dan para periaspun ikut mengaminkan.
Mata Bintang tampak celingak-celinguk kesana kemari seperti mencari sesuatu, dan mamanya yang menyadari itu pun menegurnya.
" Kamu kenapa Bintang? Cari apa? " Tegur mamanya.
" Cri Bulan lah ma, heheheh. " Jawab Bintang cengengesan.
" Kamu kalau cari calon istrimu itu di kamarnya sana, jangan disini. Ada-ada saja kamu ini, sabar dikit kenapa. Sebentar lagi juga kamu bakal ketemu. " Bisik mamanya geram.
" Maaf ma, habisnya Bintang kangen banget sama dia. Kan sudah seminggu enggak ketemu.." Jawab Bintang.
" Iya mama tahu, tapi sabar dikitlah Bintang. Mama juga pengen cepet-cepet ketemu juga asal kamu tahu. " Jelas mamanya.
" Ma, penghulunya mana? Kok belum datang-datang, ini sudah jam berapa? " Bintang mulai gelisah, karena penghulu yang menikah dia dan Bulan belum datang juga.
" Sabar Bintang, paling sebentar lagi juga sampai. Masih didalam perjalanan mungkin, belum juga jam 10. Sabar ya nak. " Bu Juni berusaha menenangkan putranya yang mulai gelisah.
Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.
__ADS_1