Ustadzah,I Love You

Ustadzah,I Love You
Selalu Datang Menggangu


__ADS_3

Sesampainya Bintang di kantor, dia langsung di sambut oleh Queen. Betapa terkejutnya ia, dan dia berfikir kenapa ada perempuan itu di kantornya.


Dengan langkah yang ragu Bintang berjalan menuju pintu masuk, yang mana disana ada Queen.


" Pagi sayang, apa kabarnya nih? " Queen langsung meraih lengan Bintang, walau Bintang sudah menepisnya.


" Ada apa lagi sih Queen kamu kesini? " Bintang kesal dengan kehadiran Queen.


" Ya aku pengen ketemu kamu lah, kan aku kangen sama kamu. " Jawab Queen yang hampir mencium Bintang, untungnya Bintang dengan cepat menepisnya.


" Kamu jangan kurang ajar ya Queen, saya tidak suka dengan kehadiranmu disini. Pasalnya saya tidak ada urusan lagi sama kamu, apalagi dengan sikapmu ini. " Tegas Bintang.


" Bin, kenapa sih kamu dingin banget sama aku sekarang? Aku kan sudah minta maaf, dan aku mohon berilah kesempatan sekali lagi. " Queen memohon kesempatan kepada Bintang.


" Saya kan sudah pernah bilang, kalau saya tidak bisa lagi sama kamu. Kalau soal maaf, saya sudah maafkan. Tapi kalau soal kesempatan, maaf saya tidak bisa titik. " Bintang dengan tegas menolak Queen, dia tidak mau memberi harapan palsu.


" Bin, kamu sudah punya cewek ya? Siapa sih? Cantikan mana sama aku? " Queen tidak rela jika Bintang sudah punya pacar.


" Itu semua tidak ada urusannya sama kamu Queen, mau saya ada atau tidak ada pacar. Itu urusan saya. Lebih baik kamu sekarang pergi dari sini, sebelum saya kehilangan kesabaran. " Nada bicara Bintang sudah meninggi, karena dia menahan emosinya yang memuncak.


" Bin, aku sudah minta dengan baik-baik ya. Kenapa kamu tidak terima sih? Atau kamu mau aku nyebarin foto-foto lama kita? " Ucap Queen sambil memperlihatkan ponselnya.


" Maksud kamu apa Queen? pakai acara ngancem segala. Foto apa memangnya? " Bintang pun di buat penasaran.


" Kamu lupa ya, kalau kita pernah..... " Queen berbicara dengan gantung.


" Pernah apa? Jangan semakin gila kamu, dan saya tidak pernah merasa melakukan apa-apa sama kamu. " Bentak Bintang, dan dengan cepat langsung menyambar ponsel yang di pegang Queen.


" Kamu apa-apaan sih Bin, jangan ambil HP orang sembarangan dong. " Queen berusaha merebut ponselnya, akan tetapi kekuatannya kalah dengan kekuatan Bintang.


Bintang segera mengecek isi ponsel Queen, dari foto-foto, video, file-file, dia mengahpus semua yang ada disana. Apalagi yang berkaitan dengan dirinya, sampai akhirnya Bintang mengambil kartu memori Queen. Dan menghancurkannya di depan mata Queen.

__ADS_1


" Bintang, kamu tega sekali sih. " Queen marah sekali, dan merampas ponselnya kembali. Dia melihat isi ponselnya, dan ternyata semua sudah di musnahkan oleh Bintang. Queen pun lupa, kalau dia tidak punya salinan yang lainnya. Jadi, dia tidak punya senjata lagi untuk mengancam Bintang.


" Sekarang apa lagi yang mau kamu kasih tunjuk sama saya, foto-foto editan yang mana lagi? Sadar Queen, kita sudah tidak bisa bersama lagi. Saya jalani kehidupan saya sendiri, kamu ya cari jalan sendiri juga. Masih banyak kok cowok di luaran sana, malah lebih lagi dari saya. " Bintang berusaha menasehati Queen.


" Jahat kamu Bintang. " Queen memukul dada Bintang, dan langsung pergi begitu saja.


" Awas saja ya kamu, aku masih punya banyak cara kok untuk mendapatkan kamu. Kalau aku tidak bisa, perempuan manapun juga tidak bisa. " Batin Queen sambil berlari.


Setelah kepergian Queen, Bintang langsung bergegas masuk. Dia merasa tidak enak dengan para karyawannya, pasalnya dia beradu mulut dengan Queen di tonton oleh banyak orang. Para karyawan banyak yang berbisik mengenai pertengkaran bosnya tadi.


" Kasihan ya pak bos, dia selalu di kejar-kejar sama perempuan itu. Apalagi pakek acara ancam-ancam segala. " Kata salah satu karayawati disana dengan temannya yang lain.


" Iya ya kasihan banget, tapi tu cewek juga enggak punya malu. Sudah sering di usir sama pak bos, masih aja datang. " Balas karyawati yang lain.


Sedangkan yang lainnya hanya mengangguk-angguk saja tanda setuju.


" Tuh cewek bikin pusing aja sih, aku harus gimana lagi menghadapinya kalau dia sampe datang nemuin aku lagi ya. " Bintang masuk ke ruangannya dengan emosi yang menggebu sambil memukul meja.


" Semoga omonganmu itu benar Nik, aku capek harus ngeladenin dia terus. " Balas Bintang.


......................


Sekarang Bulan dan Bunga sudah berada di sekolah, mereka berdua memasuki gedung sekolah bersamaan.


" Ustadzah, terima kasih ya sudah mau ngeboncengin aku. " Bunga berterima kasih sambil berjalan.


" Iya Bunga, sama-sama. Sekarang kamu masuk kelas sana, saya juga mau ke kantor guru. " Seru Bulan.


" Siap ustadzahku, kalau gitu aku ke kelas dulu ya. Assalamu'alaikum. " Pamit Bunga sambil mencium tangan ustadzahnya.


" Wa'alaikumussalam, iya Bunga. " Jawab Bulan sambil tersenyum dan mengusap bahu Bunga.

__ADS_1


Bulan menuju ruangannya, disana dia sudah di tunggu oleh Lela. Dan Lela langsung memeluk sahabatnya tersebut.


" Lan, aku turut berduka ya. Maaf, aku kemaren enggak bisa datang. " Lela mengucapkannya dengan suara bergetar, pertanda dia sedang menangis.


" Terima kasih La, enggak apa-apa kok. La, kamu jangan nangis gini dong. Emang nasibku ini menyedihkan banget ya? " Bulan bertanya sambil sedikit bercanda, biar tidak terlalau tegang. Meski, dia sendiri juga sudah menitikkan air mata.


" Bukan gitu Lan, tapi aku sedih aja. Kamu harus di tinggal sama Adnan, aku tidak bermaksud yang lain. " Sahut Lela sambil melepaskan pelukannya, serta menghapus air mata Bulan dan air matanya sendiri.


" Terima kasih La, kamu sudah perhatian sekali sama aku. Kamu juga selalu support aku, aku beruntung punya sahabat kayak kamu. " Sambung Bulan.


Mereka berdua kembali berpelukan. Tiba-tiba disaat berpelukan, perut Lela bergerak. Mereka pun kaget, dan menatap satu sama lain.


" La, anakmu nendang-nendang. Sudah aktif banget ya? " Kesedihan mereka teralihkan dengan tendangan bayi Lela.


" Iya ne Lan, walau tidak terlalu sering. Bahkan kalau di tungguin, dia tidak merespon. Mungkin dia merasakan kesedihan teman mamanya. " Jelas Lela.


" Sehat-sehat ya sayang kamu di dalam sana, jangan nakal. Kasihan nanti mamanya. " Bulan mengelus perut Lela. " Berarti sekarang sudah 7 bulanan ya La? " Tanya Bulan.


" Iya Lan, sudah mau 8 lah. " Jawab Lela.


" Duh senengnya yang sebentar lagi mau jadi mama. " Goda Bulan.


" Iya Lan, seneng sekalian deg-degan. " Lela merasa cemas menanti kelahiran buah hati pertamanya, pasalnya ini pengalaman pertama baginya.


" Jangan cemas lah La, aku yakin kamu mampu dan bisa melewatinya nanti. " Hibur Bulan.


" Terima kasih Lan. " Mereka kembali berpelukan.


Tak terasa, keasikan mengobrol bel pertanda masuk pun telah berbunyi. Dan mereka berdua bergegas untuk memasuki ruang kelas yang akan mereka ajar.


Mohon dukungannya ya teman-teman, setelah membaca tolong tinggalkan jejaknya. jangan lupa tekan LIKE, KOMENTAR, jadikan FAVORIT, serta VOTE juga.

__ADS_1


__ADS_2